0
Keutamaan Iman Kepada Hal Ghaib
Keluarga Dakwah - Keutamaan Iman Kepada Hal Ghaib

Allah berfirman :
الم
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Al-Qur'an adalah kitab agung. Tiada keraguan bahwa ia memang berasal dari Allah. Tidak benar bila seseorang meragukan isinya. Dengan Al-Qur'an, orang-orang yang bertakwa memperoleh ilmu yang bermanfaat dan panduan beramal saleh. Merekalah orang-orang yang takut kepada Allah dan senantiasa mengikuti hukum-hukum-Nya. Mereka juga membenarkan perkara ghaib itu hanya bisa diketahui melalui wahtu Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya. Contohnya, iman kepada malaikat, surga, neraka, dan perkara-perkara gaib lainnya. (QS Al-Baqarah: 1-5)

Iman adalah sebuah kata yang merangkum segala pengakuan tentang Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari Akhir, serta takdir (baik dan buruk). Sedangkan, pembenarannya adalah pengakuan lewat perkataan dan amalan.

Dengan percaya pada yang ghaib, mereka menjaga pelaksanaan shalat tepat pada waktunya sesuai dengan yang disyariatkan Allah. Dari harta yang Allah berikan, mereka pun mengeluarkan sedekahnya.

Orang-orang yang membenarkan Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu (wahai Rasul) juga membenarkan hikmah yang diturunkan kepadamu (sunah). Mereka membenarkan setiap kitab yang diturunkan kepada Rasul sebelummu, seperti Taurat, Injil, dan selainnya. Juga membenarkan negeri kehidupan setelah kematian beserta semua peristiwa di dalamnya, seperti hisab dan balasan. Suatu pembenaran dengan hati yang termanifestasi pada lisan dan anggota badan. Suatu pembenaran yang agung yakni percaya akan adanya hari Akhit. Sebab, iman pada hal itu merupakan motivasi terbesar untuk melaksanakan ketaatan, menjauhi larangan, serta interopeksi diri (muhasabah).

Orang-orang yang memiliki karakteristik tersebut berjalan dia atas cahaya yang berasal dari Rabb-Nya, yakni dengan taufik dan bimbingan sang Pencipta. Mereka adalah orang-orang yang beruntung; mereka akan mendapatkan apa yang mereka cari dan selamat dari keburukan yang mereka hindari.

Allah berfirman :

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Orang-orang yang takut kepada Rabbnya lalu beribadah dan tidak durhaka kepada-Nya dengan ikhlas serta takut azab akhirat sebelum melihatnya; mereka mendapatkan ampunan dan pahala yang besar dari Allah (surga). (QS Al-Mulk: 12)

Allah berfirman :

إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصَّافِنَاتُ الْجِيَادُ
فَقَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّي حَتَّىٰ تَوَارَتْ بِالْحِجَابِ
رُدُّوهَا عَلَيَّ ۖ فَطَفِقَ مَسْحًا بِالسُّوقِ وَالْأَعْنَاقِ
وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَانَ وَأَلْقَيْنَا عَلَىٰ كُرْسِيِّهِ جَسَدًا ثُمَّ أَنَابَ
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Surga didekatkan letaknya kepada orang-orang yang bertakwa sehingga mereka bisa menyaksikannya (untuk menambah kebahagiaannya). Kemudian, dikatakan kepada mereka, "Masuklah kalian ke dalam surga diiringi dengan keselamatan dari bencana dan keburukan. Aman dari segala kesusahan." Itulah hari yang kekal tanpa terputus. Orang-orang yang beriman di surga memperoleh apa yang mereka inginkan. Selain nikmat yang Kami berikan kepada mereka, Kami memberi tambahan nikmat lagi. Nikmat yang terbesar adalah melihat wajah Allah yang mulia. (QS Qaf: 31-35)

Allah Berfirman :

إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

Yang dapat mengambil manfaat dari peringatan tersebut hanyalah orang yang beriman pada Al-Qur'an, mengikuti hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, dan takut kepada Ar-Rahman. Tiada seorang pun yang terus menerus melihat dirinya di mana pun berada, kecuali Allah. Maka dari itu, berilah kabar gembira kepada orang-orang tersebut bahwa Allah mengampuni dosa-dosanya. Merkea juga akan mendapat balasan dari-Nya di akhirat atas amal-amal salehnya, yaitu masuk surga. (QS Yasin: 11)

 Allah berfirman :

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاءً وَذِكْرًا لِلْمُتَّقِينَ
الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ

Telah kami berikan kepada Musa dan Haru kitab Taurat sebagai hujah, argumentasi, dan kemenangan atas musuhnya. Dengan kitab itu, Kami pisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Selain itu, juga sebagai cahaya yang dengannya orang-orang yang bertakwa yang takut akan azab Rabbnya memperoleh petunjuk. Mereka pun sangat takut terhadap waktu terjadinya kiamat. (QS Al-Anbiya: 48-49)

Keutamaan Iman Kepada Yang Ghaib :



  1.  Mendapat petunjuk dari Allah dan termasuk orang-orang yang beruntung.

  2. Mendapat ampunan dan pahala yang besar dari Allah (surga).

  3.  Surga didekatkan kepada orang yang beriman kepada yang gaib.

SERI KAJIAN SHAHIH FADHILAH AMAL#08

(SHAHIH FADHILAH AMAL, Syaikh Ali bin Nayif Asy-Syuhud. Halaman 42 - 45. Penerbit Aqwam)

Posting Komentar

 
Top