Langsung ke konten utama

Nasehat Untuk Para Pemuda yang Ingin Menikah 1

Nasehat Untuk Para Pemuda yang Ingin Menikah 1
Keluara Dakwah - Wahai para pemuda yang ingin menikah, terpujilah engkau; karena niatmu untuk menjaga dirimu agar tidak jatuh ke jurang kemaksiatan dan perbuatan haram. Terpujilah engkau; karena telah berniat menapaki perintah Allah SWT serta sunnah Nabi Muhammad SAW.

Wahai para pemuda yang ingin menikah, berikut kami tuliskan beberapa nasehat yang mungkin bermanfaat untukmu di kemudian hari.

Wahai para pemuda yang ingin menikah, tidak diragukan lagi bahwa keikhlasan adalah hal terpenting yang harus kamu perhatikan ketika akan menikah. Menikahlah karena Allah SWT, jangan karena pujian ataupun celaan manusia.

Ingatlah selalu bahwa dirimu ingin menikah karena ingin menjaga diri dari perkara-perkara haram. Dalam perjalananmu menuju khitbah hendaklah kau sentiasa menjaga keikhlasan dalam hatimu, jangan beri ruang sedikit pun untuk syaithan bermain-main.

Pilihlah calon istri yang memang kamu rasa pantas untuk dirimu, jangan memilihnya semata-mata karena saran atau nasehat orang lain. Dan jangan lupa untuk memilih calon istri yang nantinya bisa ikhlas menerima kepribadianmu apa adanya.

Nikahilah dia karena agamanya, karena komitmennya kepada syariat. Nikahilah dia karena kecerdasannya, keluasan wawasannya, dan juga akhlaknya. Jangn pernah sekali-kali kamu memilih wanita yang menolak menerapkan syariat Islam dalam hidupnya.

Maka dari itu, ketika pada masa-masa khitbah dan dirimu mendapat kesempatan untuk bertanya. Hal yang harus kamu tanyakan adalah kesediaannya untuk taat kepada syariat, bukan keahlian memasaknya ataupun rencana punya anak berapa. Karena apabila dia enggan untuk taat syariat maka hal itu hanya akan menyulitkan kehidupan pernikahanmu kelak.

Wahai para pemuda yang terhormat, sungguh sebuah kebahagiaan untukmu ketika mendapatkan istri yang sholihah. Istri yang hanya mempunyai dua kepentingan, mencari keridhaan Allah SWT dan mewujudkan kebahagiaan suaminya. Dan sungguh sebuah kebahagiaan ketika mempunyai istri yang senantiasa mendidik anak-anaknya dalam ketaatan. Senatiasa menjaga shalat lima waktu, senantiasa memperdalam ilmu agama, senatiasa memakai pakaian syar’I dan tidak berhias berlebihan ketika keluar rumah.

Wahai para pemuda yang terhormat, mendapat istri sholihah seperti itu merupakan kebahagaiaan yang tak terkira. Namun kamu harus menyadari, istri yang sholihah pun mempunyai kesenangan-kesenangan yang harus kamu penuhi, selama kesenangannya bukan merupakan perkara yang diharamkan. Istri sholihah berhak atas pujian dan terima kasih, berhak atas pakaian yang bagus, berhak atas kitab-kitab yang akan membantunya memperdalam ilmu agama, berhak atas tempat tinggal yang layak, berhak untuk ditemani olehmu bepergian ke tempat-tempat yang diinginkannya, berhak atas segala sesuatu yang dapat membuatnya bahagia di dunia ini. Maka siapapun yang mendhalimi istri shalihah meskipun jenggotnya panjang dan celananya di atas mata kaki, sengguh dia telah berperilaku seperti perilaku orang jahiliah.

Suami yang memahami agama tentu tidak akan meninggikan suaranya di hadapan istri shalihah. Karena sebagaimana yang telah kami sampaikan di awal, pilihlah calon istri shalihah yang nantinya bisa ikhlas menerima kepribadianmu apa adanya. Lalu apa hujjah suami di hadapan Allah SWT ketika dia masih marah terhadap istri yang telah ikhlas menerimanya apa adanya.

Dan terakhir wahai para pemuda yang terhormat. Aku ingatkan kepadamu agar menjauhi kebiasan buruk yang sering terjadi pada sepasang muda-mudi yang telah melewati masa khitbah. Karena merasa sudah pasti akan menjadi suami istri, mereka sering keluar bersama bukan karena keperluan yang mendesak, mereka saling berjabat tangan, saling bercanda dan tertawa, berfoto bersama, berduaan dan tak jarang terjerumus ke dalam perbuatan zina. Padahal mereka masih berada pada fase khitbah dan belum sah menjadi suami istri.  

Ketahuilah wahai para pemuda yang terhormat, sesuangguhnya fase khitbah adalah fase untuk mengenal calon pasangan dengan penuh adab dan akhlak, fase khitbah adalah fase di mana kamu harus meperbanyak istighfar dan tawadhu’ kepada Allah SWT, jangan kamu isi dengan perbuatan-perbuatan yang melanggar syariat-syariat-Nya.

(bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

Sebelum Menyesal Karena Salah Pilih Suami

Urusan jodoh memang urusan Allah, jika sudah ditakdirkan maka kita tak kuasa untuk mengubahnya. Tetapi sebelum kita berjodoh dengan seseorang, kita sama sekali tak tahu siapa jodoh kita. Oleh karena itu, kewajiban kita adalah ikhtiar dan berusaha mencari jodoh sebaik mungkin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, اعْمَلُوا، فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ “Beramallah kalian, karena masing-masing dimudahkan (untuk melakukan sesuatu yang telah ditakdirkan untuknya).” (HR. Muslim no. 2648) Tak sedikit kami mendengar curahan hati para wanita muslimah yang merasa menyesal telah berjodoh dengan suaminya sekarang. Ungkapannya mungkin tidak tegas, tetapi sikapnya mencerminkan hal tersebut. Lelaki yang dulu terlihat sempurna ternyata menyimpan banyak cacat. Lelaki yang dulu diharap menjadi pelindung ternyata menjadi perundung. Sebelum menyesal, teliti terlebih dahulu sebelum menikah. Minta bantuan orang lain untuk menilai dan menyelidiki lelaki yang ingin dinikahi atau lelaki yang pantas dinikahi...

Esensi Tawadhu

Jalinan Keliarga Dakwah - Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam muslim Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan martabat manusia” Hadits tersebut memberi kita dua hal yang mendeskripsikan apa yang disebut sebagai kesombongan. Ketika seseorang memiliki salah satu dari dua hal tersebut, maka dia telah menjadi pribadi yang sombong. Di mana kepribadian tersebut tidak disukai oleh Allah ta'ala. Dalam menerima apa yang diyakini sebagai kebenaran, kita seringkali terfokus pada siapa yang menyampaikan. Sebelum mendengarkan paparannya, kita terlebih dahulu melihat siapa yang berbicara, bagaimana latar belakangnya, apa gelarnya, berapa usianya, dan pertimbangan-pertimbangan subjektif lainnya yang membuat kita “yakin” kepada sang pembicara. Sikap ini tidak sepenuhnya salah, namun seringkali “keyakinan” ini menjerumuskan kita kepada sebuah fanatisme. Di mana kita pada akhirnya berkesimpulan “pokokny...