0
Keluarga Dakwah -  Ramadhan 1440 H, Majelis Dakwah Islam Indonesia (Madina) mengirim 85 dai ke berbagai daerah dari Sabang hingga Merauke. Salah satu nya adalah di Bangka Belitung. Tepatnya di Desa Penutuk dan Tanjung Sangkar yang merupakan dua dari tiga desa yang ada di Pulau Lepar, sebuah pulau kecil yg berada di lepas pantai Tenggara Pulau Bangka. Secara Administrasi, desa Penutuk, Tanjung Sangkar dan Tanjung Labu adalah tiga desa yang berkecamatan Lepar Pongok , kab Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Untuk menuju Pulau lepar haruslah menempuh jarak 36 km dan 30 menit jalan laut dari Toboali ibu kota Bangka Selatan. Melewati Toboali yg merupakan ibu kota Bangka Selatan, menuju Pelabuhan Sadai, lalu menyebrangi lautan dengan menaiki Kapal motor sekitar 30 menit menuju Pulau Lepar, tepat nya menuju desa Penutuk dan desa Tanjung Sangkar.



Adalah Da'i Sahdan MADINA, Ust Sholih Abdul Hady yang berda'wah Ramadhan disana. Di dua desa inilah Ust Sholih Abdul Hady menyeru Warga utk bersama sama "ngalap Berkah" Ramadhan. Warga desa di Pulau ini mayoritas adalah Melayu Muslim. Kebanyakan adalah Nelayan, adapula yang berkebun dan sebagian lagi Menambang Timah.

Kegiatan keseharian warga sudah banyak menyita waktu dan melalaikan kewajiban mereka dalam beribadah, khususnya Sholat lima waktu di Masjid. Maka Ust Sholih Abdul Hady menyeru warga khususnya Masyarakat desa Tanjung Sangkar utk bersama sama nglalap Berkah Ramadhan dgn memperbanyak kegiatan2 Ibadah.

Namun karena masih sulitnya mereka utk datang ke Masjid, maka Ust Sholih pun membuat acara Baksos “Terapi Pembetulan Tulang belakang” untuk menarik minat warga agar datang ke Masjid. Baksos Terapi Zamatera dan Trigger Point dilaksanakan Ba'da Sholat Dhuhur setelah mereka mendengarkan Taushiyah dari Da'i SAHDAN ini. Warga yg hadir terhitung banyak.



Salah seorang peserta Terapi adalah pak Soleman 60 th pria ini mengalami kelumpuhan dan Dislokasi beberapa anggota tubuhnya, pasca musibah yg bliau alami yakni tertimbun longsoran galian Timah tempat bliau mengais Rizki. "Alhamdulillaah say masih diselamatkan oleh Alloh dengan memasukkan wajah dan kepala saya kedalam Jrigen wadah air untuk tetap mendapat sedikit Oksigen agar bisa bernafas dibawah timbunan tanah yg tebal”, tuturnya....

Sebelum terapi, bliau susah jalan dan kesulitan menggerakkan tangan nya. Alhamdulillaah setelah Terapi bliaupun bisa jalan tegak dan bisa mendatangi Masjid utk Sholat berjama'ah. Inilah sepenggal kisah perjalanan Dakwah Ust Sholih Abdul Hady Da'i Sahdan Madina yg bertugas di desa Tanjung Sangkar, Pulau Lepar, Bangka Selatan.

Posting Komentar

 
Top