0
Keluarga Dakwah - Dalam kondisi dan situasi seperti saat sekarang ini. Kita meraskan kehidupan yang semakin sulit dan berat. Hari demi hari semakin berkurang dan menurun penghasilan. dan tidak sedikit diantara kita yang kehilangan pekerjaan.

Tetapi bukan berarti itu semua menghentikan kita melakukan amal kebaikan kita. Ketika kita mampu berbagi dengan orang lain maka berbagilah. Bukankah sedekah yang afdhal adalah sedekah saat kita merasa kekurangan dan kesempitan.

Coba kita renungkan hadits dari Abu Hurairah ini, ia berkata bahwa ada seseorang yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata,

 يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا، وَلِفُلاَنٍ كَذَا، وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ

“Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat, saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya...” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032).

Terlebih lagi kita tengah berada di bulan ramadhan. dimana amal kebaikan kita akan dilipatgandakan oleh Allah.

Kami Jalinan Keluarga Dakwah dan Madina Indonesia Mengajak para donatur untuk bisa berpartisipasi dalam program Santunan Penggerak Dakwah. Santunan ini akan kami distribusikan kepada paraDai-dai, Guru-guru TPA/TPQ, dll.  Yang secara ekonomi mereka tidaklah jauh berbeda dengan pedagang kaki lima dan lainnya yang saat ini tengah berjuang bertahan hidup menghadapi krisis covid-19. hanya saja mereka tetap tawadhu dan memasrahkan semuanya kepada Allah. Semoga kepedulian kita menjadi penyemangat bagi mereka dalam mensyiarkan agama islam.



Salurkan Donasi terbaik anda:

BSM 705 248 0207
a/n Yayasan Keluarga Dakwah
konfirmasi 081318446713

Posting Komentar

 
Top