ANAK SHALIH ADALAH ASET TERBESAR AMAL JARIYAH BAGI KEDUA ORANG TUANYA. Banyak orang tua sibuk memikirkan masa depan anak: sekolahnya, pekerjaannya, hartanya, bahkan rumah yang kelak akan dimilikinya. Semua itu penting. Namun ada satu hal yang sering terlupakan: apakah kita sudah serius mempersiapkan anak untuk kehidupan setelah kematian? Allah ﷻ berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا “Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6) Anak bukan hanya untuk dibanggakan di hadapan manusia. Anak adalah amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Nabi ﷺ bersabda: إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ... أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ “Apabila manusia meninggal, terputus amalnya kecuali tiga perkara... atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim) Maka jangan hanya sibuk menyiapkan warisan untuk anak. Ajarkan mereka Al-Qur’an, shalat, adab, ...
Terkadang kita mengira bahwa tertundanya rezeki, gagalnya sebuah usaha, tidak tercapainya jabatan, atau tertutupnya jalan yang sangat kita inginkan adalah sebuah kehilangan. Padahal, bisa jadi itu justru bentuk penjagaan Allah terhadap agama kita. Kita sering hanya melihat apa yang tidak Allah berikan, tetapi lupa melihat apa yang mungkin sedang Allah selamatkan dari diri kita. Bisa jadi jika harta itu bertambah, hati kita justru semakin lalai. Bisa jadi jika jabatan itu diperoleh, kesibukan membuat kita jauh dari ketaatan. Bisa jadi jika keinginan itu terwujud, kita justru mendapatkan fitnah yang tidak sanggup kita pikul. Allah berfirman: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216) Maka tidak semua pintu yang tertutup adalah hukuman. Tidak semua yang tertunda adalah keburukan. Dan tidak semua yang tidak kita miliki ber...