Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Candailah Istrimu

Keluarga Dakwah - Dari Atha bin Rabbah r.a.: Aku melihat Jabir bin Abdullah dan Jabir bin Umair Al Anshari sedang bercanda dengan berlempar-lemparan. Kemudian, salah seorang dari mereka berkata kepada temannya, “Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda, ‘Setiap orang yang melakukan sesuatu yang tidak ada zikir kepada Allah di dalamnya dinilai sebagai orang yang bermain-main dan melakukan kesia-siaan, kecuali empat orang, yaitu suami-istri yang bersenda gurau, seorang yang merawat kudanya (atau kendaraan yang digunakan untuk bejihad atu berbuat kebaikan-peny), seseorang yang berjalan diatas dua tujuan, dan seseorang yang megajari berenang (olah raga untuk kesehatan tubuh-peny.).” Hadis ini menjelaskan keutamaan istri dan suami dalam bersenda gurau dan bercanda. Ketahuilah bahwa, senda gurau dan canda tawa yang dilakukan suami istri tidak termasuk perbuatan yang sia-sia (lahw), bahkan ia dinilai ibadah kepada Allah Swt. Senda gurau juga dapat menumbuhkan rasa saling perca...

Hak dan Kewajiban Dari Bapak Tiri dan Anak Tiri

Keluarga Dakwah - Ar Rabibah adalah anak perempuannya istri yang bukan dari suami yang sekarang (anak tiri). Anak tiri perempuan ini termasuk yang haram dinikahi selamanya ayah tirinya jika dia sudah menggauli ibunya. Jadi anak tiri termasuk mahram bagi ayahnya. dan dibolehkan bagi anak tiri perempuan untuk tidak memakai jilbab di hadapan ayah tirinya. Disebutkan dalam Fatwa Lajnah Daimah (17/367): “Jika seorang laki-laki menikahi wanita dan telah menggaulinya, maka menjadi haram selamanya baginya untuk menikahi salah satu dari anak perempuannya atau anak perempuan dari anak-anak laki-lakinya (cucu perempuan istrinya), di manapun mereka bertempat tinggal, baik bersama suami ibunya yang sebelum atau bersama yang berikutnya, berdasarkan firman Allah –subhanahu wa ta’ala-: “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari s...

Nikah Namun Padahal Dia Belum Haidh

Keluarga Dakwah - Pernikahan anak kecil sebelum memasuki usia baligh dibolehkan secara Syari’at. Bahkan pendapat ini dinukil sebagai kesepakatan para Ulama : Allah Ta’ala Berfirman : واللائي يئسن من المحيض من نسائكم إن ارتبتم فعدتهن ثلاثة أشهر واللائي لم يحضن  سورة الطلاق: 4 “Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya) maka iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang belum haid.” (QS. At Talaaq: 4). Di dalam ayat tersebut kita mendapati sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan bagi mereka para wanita atau gadis – karena sebab mereka masih usia belia dan belum baligh – apabila mereka ditalak maka iddah mereka selama tiga bulan, hal ini merupakan dalil nyata dan jelas bahwa diperkenankan bagi seorang gadis kecil yang belum datang bulan untuk menikah. Imam At Thobari Rahimahullah berkata, “Tafsir firman Allah dalam ayat : واللائي يئسن من المحيض..... فعدت...

Jangan Bunuh Anakmu

Keluarga Dakwah - Termasuk dosa besar adalah membunuh anak keturunan karena takut atau khawatir kemiskinan, karena malu, atau sebab dan motivasi lainnya.  Allah Ta’ala berfirman, وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada (anak-anak) mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS. Al-Isra’ [17]: 31) Dalam ayat ini, Allah Ta’ala mengatakan “karena takut kemiskinan.” Artinya, kondisi orang tua ketika itu masih berkecukupan. Namun orang tua kawatir jika menambah anak, akan menyebabkan mereka jatuh miskin. Oleh karena itu, Allah Ta’ala katakan, “Kamilah yang akan memberi rezeki kepada (anak-anak) mereka dan juga kepadamu.” Allah Ta’ala dahulukan penyebutan rezeki sang anak, lalu menyebutkan jaminan rezeki bagi orang tua, sebagai jaminan ...

Tips Rumah Tangga Bahagia : Jagalah Rahasia

Keluarga bahagia - Menjaga rahasia keluarga sangat penting demi langgengnya keluarga, khususnya masalah hubungan intim yang haram diberitakan kepada orang lain. Pasangan suami istri tidak boleh menebar rahasia berdua kepada prg lain, bagaimanapun kondisinya. Sebab larangan ini adalah sebagian orang jika mengetahui rahasia suami istri, madhorot yang mereka berikan lebih banyak daripada manfaat, seperti; nasihat kurang tepat, memanfaatkan kelemahan salah seorang mereka. Bisa jadi muncul mashorot berupa penyakit ‘ain, maka, atau bahaya-bahaya lain yang timbul karena tersebarnya rahasia mereka. Allah Ta’ala berfirman: فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ "Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)..." (QS. An-Nisaa': 34) Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, ”Maksudnya, istri-istri itu menjaga rahasia suaminya dan apa saja di bali...

Sikap Istri Yang Tidak Diperlakukan Dengan Baik

Keluarga Dakwah - Sikap Istri Yang Tidak Diperlakukan Dengan Baik Pertanyaan. Saya sudah menikah 25 tahun dan memiliki beberapa anak. Akhir-akhir ini saya ada masalah dengan suami. Dia sering melecehkan saya dihadapan anak-anak dan keluarga besar tanpa sebab yang jelas. Saya tidak lagi merasa nyaman kecuali kalau dia tidak ada di rumah, padahal suami saya ini selalu shalat dan takut kepada Allâh Azza wa Jalla . Mohon nasehat, bagaimana sikap saya yang benar? Jazakumullah khairan Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjawab: Anda wajib bersabar dan berusaha menasehatinya dengan baik dan mengingatkannya supaya ingat kepada Allâh Azza wa Jalla dan hari akhir. Semoga dengan itu dia mendengar dan kembali ke jalan yang benar serta meninggalkan perangainya yang buruk. Jika dia tidak berubah, maka dia yang berdosa dan Anda mendapatkan pahala yang besar dengan sebab kesabaran Anda menghadapi keburukannya. Disyari’atkan juga bagi saudari untuk berdo’a dalam shalat dan d...

Wanita yang Sulit Masuk Surga

Pertama: Enggan Taat pada Suami Al-Hushain bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena satu keperluan. Seselesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ. قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ “Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”, tanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lagi. Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad, 4:341 dan selainnya. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa A...

8 Cara Melatih Akhlak Anak Sejak Usia Dini Ala Ustadz Budi Ashari

Keluarga Dakwah - Direktur Lembaga Kajian dan Studi Ilmu Peradaban Islam Cahaya Siroh dan Pembina Parenting Nabawiyah, Ustadz Budi Ashari,  ini kembali membagikan tips untuk kita para orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Kali ini berkaitan dengan melatih akhlak anak sejak usia dini. Berikut tata cara (adab) melatih akhlak kepada anak sejak dini oleh Ustadz Budi Ashari. 1. Awasi betul asupan halal Islam menekankan dua hal dalam urusan makanan dan minuman: halal dan thoyyib (baik). Keduanya menjadi syarat utama agar tubuh dan jiwa tetap sehat. Oleh karena itu, Ustadz Budi Ashari menghimbau para orang tua agar berhati-hati perihal menyusui anak. Sebagai ibu menyusui, Kita harus selalu menjaga dan memastikan hanya makanan halal yang dikonsumsi oleh sang ibu. Bila ibunya tak bisa menyusui, hindari memakai jasa susuan kecuali oleh wanita shalihah taat agama dan yang hanya memakan makanan halal, sebab air susu yang berasal dari makanan haram tidak akan mendatangkan berkah. 2. J...

Anjuran Menikah Di Bulan Syawwal

Keluarga Dakwah -  Setelah bulan suci Ramadhan ada bulan Syawwal, di mana masyarakat sudah mengenal sunnah puasa 6 hari di bulan Syawwal. Akan tetapi ada juga sunnah lainnya di bulan Syawwal yaitu anjuran menikah di bulan Syawwal. Bagi yang sudah dimudahkan oleh Allah, bisa melaksanakan sunnah ini. Dalil sunnah menikah di bulan Syawwal ‘Aisyah radiallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan, تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟، قَالَ: ((وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ)) “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Musli...