Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Sakinah Meski Tak Cinta

Karena satu dan lain sebab, banyak suami istri yang menjalani rumah tangga mereka tanpa rasa cinta kepada pasangan. Meski dirasa tidak nyaman, faktanya hal ini bukanlah pertanda akhir dari eksistensi sebuah keluarga. Bahkan Umar bin Khathab pernah mengatakan bahwa tidak banyak keluarga yang dibangun di atas cinta, namun di atas komitmen syariat dan keinginan mencari ridha Allah. Ada banyak hal yang bisa kita tempuh untuk menjemput datangnya rasa cinta itu. Atau minimal untuk menyamankan hati ketika terbersit rasa tidak enak kepada pasangan, hal yang bisa mengganggu keikhlasan dan bisa membatalkan nilai ibadah yang kita lakukan. Sedang di sisi lain kita percaya bahwa takdir Allah adalah yang terbaik, meski sering tidak seperti apa yang kita inginkan. Yang pertama adalah saling memberi hadiah. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari). Hadiah, sebagaimana penjelasan risala...

Jangan Terburu-buru Dalam Berdoa

Keluarga Dakwah - Suatu hari, Imam Hanafi didatangi seseorang. Ia berkata : Wahai imam, aku lupa dimana menyimpan batangan emasku. Berikan solusi kepadaku agar aku teringat kembali sehingga mendapatkan emas itu. Mendengar penuturannya, imam Hanafi berkata : Aku tidak memiliki solusi bagimu, kecuali tunaikan sholat malam, lalu bermunajatlah kepada Robmu. Orang ini segera pulang untuk melakukan apa yang dinasehatkan sang imam. Di pertengahan malam, lelaki itu bangun. Ia segera berdiri untuk sholat tahajud. Belum sampai rokaat kedua, ia sudah teringat dengan tempat dimana ia menyimpan batangan emasnya. Ketika rokaat kedua sudah diselesaikan, ia segera pergi menuju tempat tidurnya dan benar, ia mendapatkan kembali hartanya di bawah ranjangnya. Selesai sholat shubuh, lelaki ini menghadap imam Hanafi untuk menyampaikan ucapan terima kasih. Imam Hanafi lantas bertanya selesai mendapat ucapan terima kasih “ Apakah engkau selesaikan sholat tahajud hingga sebelas rokaat setelah dirimu ...

Juwairiah binti Harits bin Abu Dhirar, Istri Rasulullah

Telah kita ketahui bahwa setiap istri Nabi . itu memiliki suatu kelebihan. Demikian juga halnya dengan Juwairiyah yang telah membawa berkah besar bagi kaumnya, Banil-Musthaliq. Bagaimana tidak, setelah dia memeluk Islam, Banil-Musthaliq mengikrarkan diri menjadi pengikut Nabi . Hal ini pernah diungkapkan Aisyah, “Aku tidak mengetahui jika ada seorang wanita yang lebih banyak berkahnya terhadap kaumnya daripada Juwairiyah.” Juwairiyah adalah putri seorang pemimpin Banil-Musthaliq yang bernama al-Harits bin Abi Dhiraar yang sangat memusuhi Islam. Rasulullah memerangi mereka sehingga banyak kalangan mereka yang terbunuh dan wanita-wanitanya menjadi tawanan perang. Di antara tawanan tersebut terdapat Juwairiyah yang kemudian memeluk Islam, dan keislamannya itu merupakan awal kebaikan bagi kaumnya. A. Kelahiran dan Masa Pertumbuhannya Juwairiyah dilahirkan empat belas tahun sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Semula namanya adalah Burrah, yang kemudian diganti menjadi Juwai...

Kisah Seorang Putri yang Shalehah

Keluarga Dakwah - Kisah seorang wanita yang bernama 'Abiir yang sedang dilanda penyakit kanker. Ia mengirimkan sebuah surat berisi kisahnya ke acara keluarga mingguan "Buyuut Muthma'innah" (rumah idaman) di Radio Qur'an Arab Saudi, lalu menuturkan kisahnya yang membuat para pendengar tidak kuasa  menahan air mata mereka. Kisah yang sangat menyedihkan ini dibacakan di salah satu hari dari  sepuluh terakhir di bulan Ramadhan lalu (tahun 2011). Berikut ini kisahnya –sebagaimana dituturkan kembali oleh sang pembawa acara DR Adil Alu Abdul Jabbaar- : Ia adalah seorang wanita yang sangat cantik jelita dan mengagumkan, bahkan mungkin tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kecantikannya merupakan tanda kebesaran Allah. Setiap lelaki yang disekitarnya berangan-angan untuk memperistrikannya atau menjadikannya sebagai menantu putra-putranya. Hal ini jelas dari pembicaraan 'Abiir tatkala bercerita tentang dirinya dalam acara Radio Qur'an Saudi "Buyuut Muthm...

Tunaikan Hak Tetangga

Dalam kehidupan sosial, kita tak akan lepas dari peran dan fungsi tetangga. Ketika tertimpa musibah atau kesempitan, besar kemungkinan pertolongan pertama datang dari mereka. Karenanya, ada satu kaidah yang sering kita dengar ketika hendak membeli atau menyewa rumah, “Perhatikan tetangganya (lingkungannya) sebelum bangunan fisik rumahnya.” Tetangga sebagai komponen masyarakat terdekat juga memberikan pengaruh besar pada keluarga kita. Tetangga yang baik akan memberikan efek positif bagi keluarga kita demikian pula sebaliknya. Seorang muslim meyakini tetangga mempunyai hak atas dirinya. Ada etika yang harus dilaksanakan seseorang terhadap tetangganya. Allah berfirman, “Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh.” (QS. An-Nisa: 36). Rasulullah juga bersabda, “Jibril tidak henti-hentinya berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga, hingga aku beranggapan bahwa ia akan mewarisi.” (Mutafaqun alaih)....

Keutamaan Iman dan Amal Shaleh

Keluarga Dakwah - Keutamaan Iman dan Amal Shaleh Allah taala berfirman وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 25) Katakanlah wahai Rasul kepada ahli iman dan amal shaleh suatu kabar gembira yang akan memenuhi (hati) mereka dengan kegembiraan. Di akhirat kelak, mereka akan m...

Ujian Dari Allah

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu benar-benar akan mendengar dari orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan [Âli ‘Imrân/3 : 186] Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di menjelaskan dalam Kitab Tafsirnya Taisîrul Karîmir Rahmân fî Tafsîr Kalâmil Mannân: “Allah Ta’ala mengabarkan dan mengarahkan pembicaraan kepada kaum Mukminin bahwasanya mereka akan diuji pada harta mereka berupa infaq-infaq yang wajib dan sunnah, dan berupa kemungkinan menjadi habis di jalan Allah, dan (diuji) pada diri mereka berupa pembebanan, de...