Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Dua Pangkal Penyimpangan

Keluaraga Dakwah -  Tiga orang dengan penuh semangat ibadah mencoba mengunjungi rumah-rumah para ibunda kaum mukminin (istri-istri Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-) dalam rangka untuk mengetahui bagaimana cara ibadah Nabi Muhammad -shollallohu 'alaihi wa sallam- di rumah. Tatkala diberitahukan tentang aktivitas ibadah Nabi di rumah, ketiga orang tersebut tercengang dan merasa betapa kecil dan sedikitnya ibadah mereka dibandingkan dengan ibadah beliau. Sementara Nabi adalah sosok pribadi yang telah diampuni dosa-dosanya yang  telah lalu dan yang akan datang. Setelah mengetahui perihal kualitas dan kuantitas ibadah Nabi, mereka pun bertekad kuat untuk meningkatkan ibadah mereka hingga masing-masing menyatakan komitmen untuk melazimi suatu amalan tertentu. Seorang dari mereka menyatakan akan sholat malam terus-menerus dan tidak akan tidur. Orang kedua menyatakan tekad untuk berpuasa terus dan tidak berbuka. Sementara yang ketiga menyatakan tekad untuk menjauhi wan...

Lebih Dekatlah Pada Ibumu

Keluargadakwah.com - Lebih Dekatlah Pada Ibumu                 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”                 Begitu pentingnya berbuat baik kepada kedua orang tua, sampai-sampai Allah SWT dalam surat Al Isra ayat 23 di atas menyandingkannya dengan perkara tauhid. Hal ini dikarenakan keberadaan orang tua merupakan penyebab utama eksistensi kita, setelah kehendak Allah SWT tentunya.              ...

Mensyukuri Anak Perempuan

Keluarga Dakwah - MENSYUKURI ANAK PEREMPUAN Allah SWT berfirman: لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (50) “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.” (As Syura : 49-50) Di dalam ayat tersebut, Allah SWT menjelaskan bahwa kondisi pasangan suami-istri di dunia ini terbagi menjadi empat macam, yaitu: Pasangan suami istri yang dikaruniai anak perempuan saja. Pasangan suami istri yang dikaruniai anak laki-laki sa...

Agar Iman Tak Mudah Pudar

Keluargadakwah.com - Agar Iman Tak Mudah Pudar Bagi seorang mukmin, tentunya tidak ada yang paling berharga dalam hidupnya melebihi nikmat iman dan islam yang Allah anugerahkan kepadanya. Kenikmatan yang tak akan bisa ditandingi dengan kemolekan dan keindahan dunia seisinya. Kenikmatan yang tak akan bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kenikmatan yang tetap terasa manis meskipun dalam kondisi pahit dan sempit. Sebagai sebuah renungan tentang betapa mahal dan berharganya iman, kita bisa memperhatikan bagaimana kondisi orang kafir yang hendak menyelamatkan diri dari belenggu siksa neraka. Tidak ada suatu keinginan pun melainkan upaya keras untuk menebus diri dengan apa yang dia miliki meskipun harus membayar dengan emas seberat bumi. Namun ujung dari itu semua adalah kesia-siaan dan kemustahilan belaka. Allah –Jalla Tsanâuh- berfirman : ﴿إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُولَئِكَ لَه...

Manusia Yang Paling Mulia

Manusia seringkali menganggap bahwa kemuliaan itu terletak pada harta, maka dia akan menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengumpulkan harta. Manusia juga seringkali menganggap bahwa kemuliaan itu terletak pada jabatan, maka dia akan menghabiskan waktu hidupnya untuk mengejar jabatan setingi-tingginya. Dan manusia juga seringkali menganggap bahwa kemuliaan itu terletak pada nasab, maka dia pun akan berusaha memepertahankan kemurnian keturunannya. Namun pada akhirnya, ketika menjelang kematiannya mereka menyadari bahwa banyaknya harta, tingginya jabatan, serta terhormatnya sebuah nasab tidak lantas mampu menghindarkannya dari kematian dan juga tidak lantas mempermudah urusannya pada fase kehidupan setelah kematian. Karena pada akhirnya, nasab, harta, serta jabatan tak bisa dibawa mati. Lalu jika kemuliaan tidak terletak pada nasab, harta, dan jabatan. Dimanakah letak kemuliaan yang hakiki itu ? Allah Subhanallaahu wa ta'ala berfirman dalam surat Al Hujurat ayat yang ke 1...