Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Fokuslah Kepada Allah Ta'ala

Jalinan Keluarga Dakwah - Nampak sama namun pada hakikatnya berbeda, hal-hal seperti itu akan banyak kita jumpai di kehidupan ini. Nampak manusia berbondong-bondong ke masjid melakukan serangkaian gerakan yang sama dalam waktu yang sama namun dengan tujuan yang berbeda, ada yang hanya sekedar menggugurkan kewajibannya saja, ada yang hanya ingin dibilang sebagai orang baik, ada yang ingin memakmurkan masjid, atau ada segelintir yang bertujuan buruk semisal mencuri sandal atau kotak infak, atau bahkan ada yang tak tahu mengapa dirinya berada di situ. Begitu pula orang-orang yang berpuasa, membayar zakat, pergi haji. Luarnya tampak sama namun isi hati siapa yang tahu. Begitulah kehidupan ini, hal seperti ini memang sudah menjadi sunnatullah dalam kehidupan ini. Manusia bagaikan murid dalam sebuah kelas, mempelajari hal yang sama, namun masing-masing kepala terisi dengan tujuan yang berbeda. Jadi pertanyaannya adalah untuk apa kita hidup di dunia ini? Atau sebelum itu mengapa kita...

Ujian-Ujian yang Dihadapi Manusia

Jalinan Keluarga Dakwah - Allah SWT telah menetapkan sebuah tujuan pasti dari penciptaan manusia di muka bumi ini. Hal ini disampaikanNya dalam surat Al Mulk ayat 2, Dialah yang menjadikan kematian dan kehidupan, untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya, dan Dia maha Perkasa lagi maha Pengampun. Imam As Syaukani dalam kitab tafsirnya Fathul Qadir menyebutkan beberapa penafsiran para ulama mengenai kata “kematian” dan “kehidupan” pada ayat tersebut. Ada yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan kematian adalah kematian di dunia, sedangkan kehidupan adalah kehidupan di akhirat kelak. Dan ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kematian adalah sperma, segumpal daging, dan segumpal darah, sedangkan kehidupan adalah ketika Allah menjadikan dari ketiga hal tadi seorang manusia dan meniupkan ruh ke dalamnya. Namun terlepas dari mana pendapat yang kita pilih, hal itu tidak merubah kenyataan bahwa tujuan dari adanya kematian dan kehidupan ...

Sifat-Sifat yang Harus Dimiliki Seorang Pendidik 1

Keluarga dakwah - Tidak dapat dipungkiri jika kualitas pendidik merupakan faktor utama yang menentukan hasil pendidikan. Semakin baik kualitas pendidik maka akan lebih menjamin lahirnya anak-anak didik yang baik dan berkualitas. Sebagai agama yang sempurna, Islam tentu tidak mengabaikan hal ini. Ada beberapa sifat mendasar yang harus dimiliki seorang muslim yang ingin menjadi pendidik yang baik. Memang kesempurnaan manusia hanya dimiliki oleh para Rasul saja, namun seorang muslim harus berusaha dengan maksimal untuk meraih dan meresapi akhlak yang baik dan sifat yang terpuji. Lebih-lebih jika ia menjadi fokus teladan pendidikan yang akan terus diperhatikan dan dicontoh oleh anak didiknya. Di bawah ini adalah sifat-sifat yang bisa diupayakan bisa dimiliki oleh seorang pendidik agar meraih keberhasilan. Ketabahan dan Kesabaran Diceritakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim bahwa Rasulullah SAW berkata  kepada Asyaj Abdul Qais, إ نَّ فِيكَ خَ...

Seruan Nabi Terhadap Orang Tua

Keluarga Dakwah - Islam adalah agama yang menjunjung tinggi keadilan. Salah satunya dalam hal hubungan antara orang tua dengan anaknya. Seorang anak memang diwajibkan berbakti kepada kedua orang tua. Namun seiring dengan turunnya perintah tersebut, ternyata Islam juga memerintahkan para orang tua untuk menyanyangi anak-anaknya. Sehingga tercipta hubungan yang berkesinambungan. Orang tua menyayangi anaknya, lalu sang anak akan berbakti kepada orang tuanya. Dalam hal menyayangi anak, Rasulullah SAW telah memberikan beberapa arahan maupun contoh bagi kita semua melalui sunnah-sunnahnya. Pada tulisan kali ini kami akan merangkum beberapa hadits yang berkaitan dengan birrul abna atau berlaku baik terhadap anak. Semoga hadits-hadits berikut cukup untuk memberikan pemahaman kepada pembaca sekalian mengenai bagaimana cara menyayangi anak yang benar menurut pandangan syariat. Hadits Pertama عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَبَّلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَ...

Nasehat Untuk Para Istri

Keluarga Dakwah - Pernikahan merupakan salah satu pertanda kekuasaan Allah SWT, juga merupakan sunnah Rasulullah SAW. Sudah merupakan sesuatu yang kodrati dan asasi apabila seseorang bergantung kepada pasangannya. Dan Allah SWT telah menjadikan rasa kasih sayang di antara dua insan yang terikat pernikahan, sehingga dari rasa tersebut lahirlah ketenangan dan ketentraman dalam kehidupan mereka berdua. Maka apabila terdapat pasangan suami istri yang senantiasa berkonflik dan bermusuhan, maka sejatinya mereka sedang sakit dan membutuhkan perawatan. Karena sifat asli dari sebuah ikatan pernikahan adalah cinta dan kasih sayang. Sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam surat Ar Rum ayat 21. وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supa...

Qurrotu ‘Ain; Mesti Diupayakan

Anak, satu kata yang terdengar indah bagi setiap orang tua. Terlebih jika di belakangnya menyusul kata-kata positif semisal shaleh, pintar, cerdas, rajin, serta taat. Namun juga akan terdengar menyesakkan ketika tertaut kata-kata negative seperti nakal, bodoh, malas, ataupun pembangkang. Dari berbagai sudut pandang keilmuan anak (baca:bayi) selalu didefinisikan sebagai sebuah awalan, kertas putih, atau dalam bahasa Al Qur’an disebut fitrah. Ketika terukir di atasnya coretan-coretan kebaikan, maka sang anak pun akan terbiasa dengan kebaikan ( good habbit ). Namun sebaliknya, ketika kertas tersebut penuh akan goresan keburukan, maka keburukan pun akan melekat sebagai perangainya. كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya yahudi, atau nashrani, atau majusi” Hadits di atas sering dipahami hanya sebatas pada aqidah yang dianut seorang anak ketika dilahirkan, sehing...

Pro Kontra Penggunaan Teknologi Dalam Dunia Pendidikan

Keluargadakwah.com - Pihak-pihak yang sedang berusaha mengintegrasikan teknologi dengan kegiatan belajar mengajar tentu akan melihatnya sebagai hal yang positif. Teknologi telah berkontribusi dalam penyebaran pengetahuan kepada seluruh siswa di belahan bumi manapun secara cepat. Di mana penyebaran tersebut menembus batas-batas geografis. Selama tersedia sebuah jaringan informasi di suatu tempat, maka akan semakin mudah informasi yang baru serta bermanfaat menyebar di daerah tersebut. Para ilmuwan menilai bahwa telah terjadi perkembangan yang sangat pesat mengenai teknologi. Kita telah berada di era revolusi teknologi yang membuat kita mau tidak mau harus mengikuti setiap tahap perkembangannya. Adapun yang dimaksud dengan pengintegrasian teknologi pada suatu bidang adalah penggunaan sarana-sarana teknologi di mana komputer sebagai sarana utama serta sarana pendukung lainnya semisal I-pad. Sebagaimana disinggung di awal, bahwa peran penting teknologi adalah mempermudah akses par...

Jangan Abaikan Pendidikan Anakmu

Keluargadakwah.com - Tidak dapat dipungkiri lagi jika rumah dan lingkungan sekitarnya mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap anak. Karena yang dilihatnya pertama kali adalah apa-apa yang terdapat dalam rumah dan lingkungannya. Bentuk dan cara kehidupan yang pertama kali dilihatnya akan tergambar di benaknya, jiwanya yang masih lentur siap menerima segala pengaruh yang akan membentuk kepribadian awalnya. Imam Al Ghazali mengatakan, Anak merupakan amanah bagi kedua orang tuanya. Hatinya yang masih suci merupakan mutiara yang masih polos tanpa ukiran dan gambar. Ia siap diukir dan cenderung kepada apa saja yang mempengaruhinya. Jika ia dibiasakan dan diajarkan untuk berbuat kebaikan, ia akan tumbuh menjadi anak yang baik. Dengan begitu, kedua orang tuanya akan berbahagia di dunia dan akhirat. Demikian juga guru dan pendidiknya. Sedangkan apabila ia dibiasakan berbuat jahat dan dibiarkan begitu sajaseperti membiarkan binatang ternak, maka ia akan sengsara dan binasa. Doasanya ...

Kekuatan Hati dan Pilihan

Keluarga Dakwah - Pilihan bagi seorang manusia adalah keniscayaan. Tidak ada manusia yang bisa menjalani hidup tanpa pilihan, bahkan kepasrahan dan puncak keputusasaan yang membawa diri seseorang terdiam di tempat tanpa sikap itu pun sebuah pilihan. Ya, kata pilihan mengandung makna absolut; tidak memilih itu pun sebuah pilihan. Arah pilihan manusia bisa sangat-sangat beragam, namun bisa digeneralisir setidaknya menjadi dua arah. Yaitu baik buruk, benar salah, atau dalam bahasa Al Quran dikenal sebagai al Haq dan al Bathil . Ke arah mana seseorang melangkah ditentukan oleh kondisi hatinya sebagai penggerak dan pemberi inisiatif. Menurut Ibnul Qoyyim Al Jauziah hati mempunyai dua kekuatan dasar yang akan mempengaruhi sikap dan keputusan seseorang dalam menentukan pilihannya. Yang pertama adalah quwwatul ilmi (kekuatan untuk mengetahui), untuk mengetahui dan memahami kebenaran serta kemampuan membedakannya dengan kebatilan. Allah SWT menganugerahkan kekuatan ini pada setiap in...

Memaklumi Sebuah Kelemahan

Keluarga dakwah - Sering kita dengar bahwa salah satu hal yang bisa melanggengkan sebuah pernikahan adalah ketika sepasang suami istri saling menerima kelemahan masing-masing dan berusaha untuk saling melengkapi. Namun kenyataan tidaklah semudah teori, nyatanya masih banyak pasangan yang sulit untuk tidak saling menyalahkan serta mengungkit kelemahan pasangannya. Ketika sudah mulai tergoda untuk saling menyalahkan, ada baiknya pasangan suami istri mengingat dan merenung kembali bahwa orientasi pernikahan mereka tidak lain tidak bukan untuk meraih kecintaan dan rahmat dari Allah SWT. Mulailah merenung kembali bahwa pada hakikatnya manusia memang makhluk yang lemah, jika seorang fakir lemah dari sisi materi, maka orang kaya bisa jadi lemah dari sisi kesehatan ataupun imannya. Keberadaan manusia tanpa kelemahan adalah sebuah kemustahilan, karena manusia sendiri diciptakan dalam keadaan lemah dan akan kembali dalam keadaan lemah pula.   Allah SWT telah berfirman, “dan m...

Balasan Amalan dalam Kesendirian

Keluarga dakwah - Dinarasikan Abu Hurairah, Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika mencinta seorang hamba, Allah menyeru kepada Jibril, “Sesungguhnya Allah mencinta fulan, maka cintailah ia.” Jibril pun mencintanya, lalu dia menyeru penghuni langit, “Sesungguhnya Allah mencinta si fulan, maka cintailah ia” mereka pun mencintanya, kemudian ia pun diterima di bumi.” [HR. al Bukhari, bab Dzikrul Malâikah, nomor 3037] Dalam buku Shaidul Khâthir, diary yang berisi catatan-catatan renungannya, Ibnul Jauzi mengingatkan, “Amalan di tempat sepi memiliki banyak pengaruh di tempat ramai. Tak sedikit orang yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla memuliakan-Nya di tempat-tempat yang sepi dan meninggalkan sesuatu yang disenanginya karena takut pada siksa-Nya, berharap pahala-Nya atau segan terhadap-Nya.” Orang yang melakukan amalan di tempat sepi dan ketika menyendiri, lanjut Ibnul Jauzi, ibarat orang yang memasukkan kayu gaharu ke dalam perapian, lalu ia menyebarkan aroma wangi...

Menerima Sebuah Pinangan

Pada suatu ketika ada seseorang yang lewat di hadapan Rasulullah SAW yang sedang duduk bersama para sahabat. “Bagaimana pendapat kalian mengenai orang yang baru lewat tadi?”, tanya Rasulullah SAW kepada para shahabat. “Orang itu merupakan orang terhormat, apabila meminang pasti diterima, apabila dimintai pertolongan pasti mampu menolong, dan ketika berbicara pasti orang-orang mendengarkannya.” Jawab para sahabat dan Rasulullah SAW pun diam mendengar jawaban mereka. Lalu lewatlah seseorang dari golongan miskin yang bernama Ja’il bin Suraqah. “Bagaimana pendapat kalian mengenai orang yang lewat tadi?” tanya Rasulullah SAW. “Dia apabila meminang pasti tidak diterima, apabila dimintai pertolongan pasti tidak mampu menolong, dan ketika berbicara tidak ada yang mendengarkannya.” Rasulullah SAW pun menanggapi jawaban para shahabat, “Ketahuilah bahwa orang yang kedua tadi lebih baik dari seisi bumi ini.” Kisah di atas merupakan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari ...

Ketika Yang Diharapkan Tak Kunjung Datang

Setiap individu pasti mempunyai harapan, setiap harapan pasti melekat di benak manusia. Manusia tak bisa terpisah dari harapan,  tidak ada di muka bumi ini manusia tanpa harapan. Selantang apapun dirinya berteriak, sekeras apapun dirinya bersorak mendeklarasikan bahwa dia adalah manusia tanpa harapan, tetap saja hati kecilnya tertancap oleh panah-panah harapan. Namun meskipun manusia “hobi’ berharap, tidak lantas semua harapan terkonversi dalam hamparan kenyataan. Seringkali kenyataan dan harapan seperti pertemuan dua medan magnet yang sejenis, berjalan pada arah berlawanan dan saling menjauh. Sebagai agama yang sempurna, Islam memberikan arahan yang benar dalam menyikapi situasi tersebut. Pertama hendaknya manusia menyandarkan harapannya kepada Rabbul Izzati dalam bentuk doa. Allah SWT sendiri telah mengkonfirmasi, jika menginginkan sesuatu berdoalah kepadaNya, niscaya akan dikabulkan. Lalu bagaimana dengan doa yang tidak kunjung terkabul, apakah itu berarti Allah SWT me...