Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Sambutan Bagi Para Dermawan

Keluarga Dakwah - Tips Keluarga Bahagia 66 Dermawan adalah sifat Allah Ta’ala, Allah Maha Dermawan dan mencintai kedermawanan dan para dermawan. Allah menyeru kaum mukminin untuk berlaku dermawan; dermawan akhlak, harta, pangkat, dan seluruh bentuk dermawan. Termasuk penting bagi kehidupan rumah tangga, hendaklah suami-istri menghiasi diri dengan sifat dermawan dalam artian umum, terutama dermawan harta dan akhlak. Selama suami-istri mewujudkan prinsip ini, baik terhadap pasangan maupun anak-anak, niscaya kehidupan keduanya akan bahagia dengan izin Allah. Keduanya akan mendapatkan akibat yang baik dari sifat dermawan ini, baik di dunia maupun di akhirat. Rasulullah SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik bagi keluarga dan aku yang terbaik bagi keluargaku. Tidaklah ia memuliakan wanita melainkan ia mulia, dan tidaklah ia menelantarkan wanita melainkan ia tercela.” (Shahih Al-Jami’) Rasulullah SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASA...

Dosa-Dosa Istri Terhadap Suami

Keluarga Dakwah - Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah berfirman, وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ  “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat : 49). Perempuan adalah pasangan laki-laki. Dijadikannya perempuan sebagai pasangan laki-laki -dalam sebuah ikatan pernikahan yang sah- adalah untuk suatu hikmah yang agung, sebagaimana Dia berfirman, وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Ruum : 21). Namun, kecende...

Menyembunyikan Aib Sebelum Pernikahan

Keluarga Dakwah - Menyembunyikan Aib Sebelum Pernikahan Pertanyaan : Assalamualaikum warahmatullah wabarokatuh. Saya mau konsultasi dan bertanya. Bagaimana jikalau pernikahan sang suami memiliki aib dan tidak memberitahukan istri (suami menyukai sesama jenis tapi tidak pernah melakukan hubngan seperti itu hanya syahwat yang menyimpang) awal nya niat menikah Berharap setelah menikah syahwat menyukai sesama jenis hilang, tapi sampai sudah hampir 5 tahun menikah syahwat seperti itu kadang ada kadang hilang . Dan adakah cara untuk menyembuhkan penyakit hati seperti ini. sekian mohon bantuan doa dan solusi nya. (apakah ruqyah bisa menyembuhkan penyakit seperti ini?) wassalamualaykum warohmatulloh Jawaban : alhamdulillah wasshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ba’du. Sebelumnya kami ucapkan semoga saudari bisa bersabar dalam menghadapi ujian rumah tangga ini dan Allah memberi pahala atasnya. Ada dua poin dalam pertanyaan ini,yaitu: pertama, hukum menyembunyikan aib saat...

Wasiat Sang Pemimpin Kepada Anaknya

Keluarga Dakwah - Dr. Muhammad Harb dalam al-Utsmaniyyun fi at-Tarikh wal Hadharah mencatat wasiat khalifah Utsman ketika menghadapai kematiannya kepada putranya. “Wahai anakku. Janganlah kamu sibuk melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan oleh Allah, Rabb semesta alam. Jika kamu menghadapi suatu kesulitan dalam pemerintahan, bermusyawarahlah dengan para ulama agama ini. Wahai putra kesayanganku. Lingkupilah orang yang menaatimu dengan pemuliaan. Berilah kecukupan karunia kepada para tentara. Janganlah setan membuat kamu tertipu oleh tentaramu dan hartamu. Janganlah kamu menjauhi para ulama syariat. Wahai putra kesayanganku. Kamu mengetahui bahwa tujuan akhir kita adalah mencapai keridaan Allah, Rabb semesta alam dan bahwa dengan jihad cahaya agama kita menjadi tersebar di setiap penjuru, sehingga menyebabkan keridaan Allah. Wahai putra kesayanganku. Kita bukanlah orang-orang yang mengobarkan peperangan-peperangan untuk syahwat kekuasaan atau menguasai orang-orang. Dengan I...

Sumpah Talak

Keluarga Dakwah - Ustadz ada seorang laki-laki yang menikahi seorang perempuan sebagai istri kedua tanpa sepengetahuan istri pertama. Beberapa waktu berlalu istri pertamanya mengetahuinya. Hanya, saat istrinya menanyainya, laki-laki itu tidak mengakuinya. Maka si istri memintanya untuk bersumpah, jika suaminya memiliki lebih dari satu istri, maka sumpah itu menjadi talak bagi istrinya selain dirinya. Apakah telah jatuh talak kepada istrinya yang kedua? (Hamba Allah Helmi) Kejujuran harus menghiasi diri seorang muslim dalam semua keadaannya. Termasuk dalam urusan berpoligami, mestinya sejak awal seorang muslim jujur terbuka kepada istrinya. Jika tidak, seorang istri akan merasa dikhianati. Meskipun pahit, mengetahui suatu keadaan sejak awal akan terasa lebih ringan bagi siapa pun, termasuk bagi perempuan. Bersumpah bahwa jika diri memiliki lebih dari satu istri maka istri-istri yang lain tertalak dengan sumpah yang diucapkan termasuk perkara yang diperselisihkan oleh para ula...

Sambutan bagi para dermawan

Keluarga Dakwah - Dermawan adalah sifat Allah Ta’ala, Allah Maha Dermawan dan mencintai kedermawanan dan para dermawan. Allah menyeru kaum mukminin untuk berlaku dermawan; dermawan akhlak, harta, pangkat, dan seluruh bentuk dermawan. Termasuk penting bagi kehidupan rumah tangga, hendaklah suami-istri menghiasi diri dengan sifat dermawan dalam artian umum, terutama dermawan harta dan akhlak. Selama suami-istri mewujudkan prinsip ini, baik terhadap pasangan maupun anak-anak, niscaya kehidupan keduanya akan bahagia dengan izin Allah. Keduanya akan mendapatkan akibat yang baik dari sifat dermawan ini, baik di dunia maupun di akhirat. Rasulullah SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik bagi keluarga dan aku yang terbaik bagi keluargaku. Tidaklah ia memuliakan wanita melainkan ia mulia, dan tidaklah ia menelantarkan wanita melainkan ia tercela.” (Shahih Al-Jami’) Rasulullah SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda: “Sesungg...

Baca Surat Yusuf Saat Hamil, Anak Jadi Setampan Nabi Yusuf?

Keluarga Dakwah - Seorang ibu yang hamil muda tampak rajin membaca al-Qur’an, namun berulang-ulang yang dibaca hanyalah Surat Yusuf. Tatkala ditanya alasannya, ternyata ia mendambakan seorang anak laki-laki. Ada lagi yang hamil tua, melakukan hal yang sama. Ketika ditanya sebabnya, ternyata hasil USG menunjukkan janin berkelamin laki-laki, maka si ibu ingin anaknya terlahir dengan fisik setampan Nabi Yusuf alaihissalam. Bahkan ada yang menjadikan bacaan surat Yusuf atau sebagiannya sebagai alat untuk membuat wanita tertarik kepadanya, sebagaimana para wanita bangsawan terpukau oleh ketampanan Yusuf alaihissalam. Antara Surat Yusuf dan Ketampan Keturunan. Memang ada fadhilah-fadhilah khusus dari ayat maupun surat-surat tertentu di dalam al-Qur’an. Tapi, surat apa dan berkhasiat apa tidak boleh didasari oleh dugaan, rekaan atau pengalaman pribad seseorang. Harus ada dalil shahih yang kemudian bisa dijadikan sandaran keyakinan dan diamalkan. Meskipun telah menjadi tradisi y...

Warisan Bagi Istri Yang Dicerai

Keluarga Dakwah - Warisan Bagi Istri Yang Dicerai Pertanyaan: Apakah wanita yang telah diceraikan oleh suaminya yang kemudi-an meninggal tiba-tiba setelah menceraikannya mendapat bagian warisan, sementara ia masih dalam masa iddah, atau setelah habis masa iddah? Jawaban: Wanita yang ditalak, jika suaminya meninggal ketika masih dalam masa iddah, ada dua kemungkinan, yaitu talak raj’i (yang bisa dirujuk) dan bukan raj’i (tidak bisa dirujuk). Jika itu talak raj’i maka statusnya masih sebagai istri sehingga iddahnya berubah dari iddah talak ke iddah wafat (iddah karena ditinggal mati suami). Talak raj’i yang terjadi setelah campur tanpa iwadh (pengganti talak), baik talak pertama maupun talak yang kedua kali, jika suaminya meninggal, maka si wanita berhak mewarisinya, berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepad...

Tips Rumah Tangga Bahagia | Kecuali ini

Keluarga Dakwah - Sikap bakhil akan membuat istri dan anak tertekan, di samping juga termasuk menyelisihi perintah Allah Ta’ala, yang melarang sifat bakhil terhadap diri sendiri dan keluarga. Apabila istri memiliki suami yang bakhil serta tidak menafkahinya dan anak-anak, maka hendaknya ia berusaha menahan diri dengan berbagai cara. Jika ini belum berhasil, maka ia boleh mengambil harta suami sesuai kebutuhan tanpa sepengetahuan suaminya. Dalam kondisi ini, ia tidak boleh mengambil harta melebihi kebutuhannya. Tidak boleh pula mengumpatnya di hadapan anak-anak, dan menjelekkannya di hadapan orang lain. Allah Ta’ala berfirman: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan...

Dosa-Dosa Suami kepada Isteri

Keluarga Dakwah - Terjadi konflik dalam kehidupan berumah tangga adalah perkara yang wajar. Kekeliruan yang dilakukan suami terhadap isterinya atau isteri terhadap suaminya menunjukkan bahwa mereka berdua bukanlah makhluk sempurna, akan tetapi mereka adalah makhluk yang saling membutuhkan dan melengkapi satu sama lain. Tidak diragukan lagi, seorang suami maupun isteri pasti pernah melakukan kekeliruan dan kesalahan terhadap pasangannya dalam rumah tangga yang mereka bina. Ini adalah perkara yang wajar dalam kehidupan berumah tangga. Yang tidak wajar dan tercela adalah tatkala kesalahan-kesalahan maupun kekeliruan itu tetap dipelihara dan tidak diperbaiki. Pada kesempatan ini, kita akan menyoroti beberapa kekeliruan suami kepada isterinya. Pembahasan ini bukan berarti memberikan kesempatan kepada para isteri untuk larut dalam menuntut kesempurnaan. Lalu medorongnya untuk mendapatkan suami yang sama sekali tak bercela. Karena tidak ada seorang manusia pun yang sempurna, kesemp...

Menanamkan Karakter Ikhlas Pada Anak

Keluarga Dakwah - Ikhlas dalam melakukan ibadah dan ittiba’ (mengikuti tuntunan) Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam merupakan syarat diterimanya amal seorang hamba. Perkara ikhlas merupakan amalan hati yang sangat berat kecuali kepada orang yang diberi taufik oleh Allah azza wa jalla. Mendidik karakter ikhlas kepada anak juga butuh kesungguhan, latihan, dan difahamkan terus menerus agar anak ikhlas dalam menuntut ilmu dan juga ikhlas dalam beribadah. Imam Ibnu Jama’ah rahimahullah (wafat 733H) menjelaskan, ikhlas dalam permulaan menuntut ilmu bagi anak-anak tidak boleh menjadi syarat. Karena jika demikian, mungkin anak-anak bahkan para pemula yang beranjak dewasa tidak akan mendapat kesempatan belajar agama. Akan ada banyak orang yang buta terhadap ilmu agama jika ikhlas menjadi syarat utama untuk diterimanya seorang untuk memulai belajar memahami ilmu. Sebab banyak diantara mereka yang kesulitan untuk memulai dengan ikhlas. (Lihat Tadzkiratul As-Sami’ wa al-mutakalim fi A...

Itu Adalah Karunia Allah

Keluarga Dakwah - Kecukupan dan tingginya kelas ekonomi keluarga adalah karunia yang Allah Ta’ala berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Suami-istri bijak akan menggunakan nikmat ini dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala, memperbaiki kualitas pangan, papan, kesehatan, pendidikan maupun perkara-perkara penting lain yang dapat menyokong langgengnya keluarga. Di samping untuk sedekah, dana sosial, dan membantu kaum muslimin lainnya. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kecukupan harta ini berakibat menyelisihi perintah Allah, membuat keluarga berantakan, dan pertikaian satu sama lain. Allah Ta’ala berfirman: “Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kamurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia,” (Thaha [20] : 81) “Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melu...

Tes Kesehatan Sebelum Menikah, inilah Pandangan Beberapa Ulama

Keluarga Dakwah - Tes kesehatan sebelum menikah biasanya disarankan bagi pasangan yang sedang mengajukan berkas pernikahan ke KUA. Tes ini muncul karena penurunan tingkat kepercayaan dan kejujuran dalam menyampaikan informasi tentang kekurangan (cacat) seseorang, baik fisik maupun kepribadian sebelum dilaksanakannya pernikahan. Di sisi lain, adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan meningkatnya sikap kehati-hatian untuk urusan kesehatan dalam rangka memperoleh data yang valid tentang kesehatan calon suami atau istri, sehingga calon pengantin diminta untuk melakukan tes kesehatan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya penyakit turunan, penyakit menular, penyakit kelamin, dan kebiasaan sehari-hari yang bisa memengaruhi kebiasaan suami-istri di kemudian hari atau memengaruhi kesehatan keturunan mereka. Bagaimana pandangan syariat terhadap tes ini? Para ulama masih berselisih pendapat tentang hal ini. Pendapat pertama menyatakan bahwa tes kesehatan itu terlarang da...

Orangtua Bermasalah, Pendidikan Anak Susah

Keluarga Dakwah - Saat anak nakal dan sulit diatur, tidak sedikit orang tua yang berusaha mencari kambing hitam. Teman, lingkungan, sekolah dan lain sebagainya. Padahal yang paling bertanggungjawab atas segala perubahan anak adalah orang tua. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan, “مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِه“ “Setiap bayi lahir dalam keadaan fitrah. Orang tuanya lah yang akan menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi” . HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Banyak permasalahan anak justru penyebabnya adalah dari orang tua anak itu sendiri. Ada orang tua yang terlalu keras pada anak. Sehingga anak menjadi keras dan memberontak. Menerapkan pendidikan disiplin pada anak, tidaklah sama dengan sikap otoriter pada anak. Tapi ada juga yang terlalu memanjakan, sehingga anak menyepelekan orang tuanya. Lembut kepada anak itu wajib. Tapi lembek ti...