Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Bukti Cinta Tulus Istri Berbuah Syurga

Keluarga Dakwah - Suatu ketika, Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memberitahu para shahabatnya bahwa istri Umar bin Khattab termasuk penduduk jannah karena perilaku baiknya kepada suami. Mendengar berita tersebut, para shahabat pun terpana. Memang kelebihan amalannya apa dan bagaimana ? Karena ingin mendapatkan kebaikan, mereka bertanya kepada istri Umar perihal sikapnya kepada suami, Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘Anhu. Tahu, apa jawabannya ? Jawabannya sangat sederhana…., Bahkan sangat sederhana…., Terkadang karena kesederhanaan jawaban itulah yang membuat ia begitu istimewa. Ia diberi jannah sebagai ganjarannya. Ia pun menjawab pertanyaan para shahabat yang sudah menanti jawaban dengan penuh perhatian, “Bila suamiku mencari kayu bakar, Saat mencari rizki untuk kami, Tentu ia merasakan kepenatan. Teriknya matahari dan dahaga nyaris membakar rongga tenggorokannya. Di rumah, aku menyiapkan air dingin untuknya Sehingga…., Ketika ia pulang, air tersebut bisa langsung mengobati daha...

Strategi Rasulullah Menegur Anak yang Bandel

Keluarga Dakwah - Sebagaimana manusia biasa, anak-anak pun tak pernah luput dari kesalahan. Terlebih di era digital seperti ini, pengaruh berbagai macam media justru semakin meningkatkan kenakalan anak-anak hingga para remaja. Contohnya, dalam beberapa video yang viral di media sosial nampak anak-anak usia sekolah yang tak sungkan melawan atau bersikap tidak sopan terhadap guru mereka, dan beberapa bentuk kenakalan lainnya seperti tawuran, pacaran dan lainnya. Untuk itu, sudah saatnya anak-anak mendapatkan teguran atas kesalahan yang telah mereka lakukan. Namun kita tidak bisa sembarangan menegur atau menghukum anak-anak, karena kita harus menegurnya sesuai dengan tuntunan agama. Rupanya, Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada umat Islam untuk menegur kesalahan anak dengan lima cara berikut ini. Pertama, yaitu dengan melalui teguran secara langsung sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada Umar bin Abi Salamah. Saat itu Umar memiliki kebiasaan mengulurkan tangan ke ...

‘Ain itu Benar Terjadi

  Keluarga Dakwah - RUMAH TANGGA BAHAGIA #94 ‘Ain telah dikenal bagi kaum muslimin, bahkan menjadi salah satu sebab terjadinya berbagai masalah di muka bumi. Terkadang ‘ain menjadi sebab pertikaian antara orang tua, anak, keluarga, dan teman. Terkadang menyebabkan bersikap buruk, tertimpa penyakit, bahkan perceraian dan keluarga berantakan. Allah Ta’ala berfirman: وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila". (QS. Al-Qalam: 51) “Menggelincirkan kamu” maksudnya menimpakan ‘ain kepadamu disebabkan kebencian dan kedengkian mereka terhadapmu. Rasulullah bersabda: ”Kebanyakan yang meninggal dari umatku setelah ketentuan, qadha’, dan qadar Allah adalah karena ‘ain.” (Hadits Hasan, As-Silsilah...

Perzinaan Tidak Membatalkan Pernikahan

Konsekuensi Hukum Akibat Perzinahan Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa zina itu tidak menetapkan haramnya mushaharah (menjalin hubungan pernikahan) sehingga dibolehkan bagi seorang yang berbuat zina menikahi ibu dari wanita yang dizinainya. Mengenai hal ini telah terdapat banyak hadits yang semuanya mempunyai kekuatan dalil tersendiri. Misalnya adalah haits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia bercerita, Rasulullah saw bersabda, “Seorang pezina yang telah dicambuk tidak boleh menikah kecuali dengan wanita yang semisalnya (pezina juga).” (HR. Ahmad dan Abu Dawud). Begitu juga dalam firman Allah surat an-Nuur ayat 3. Dalam beberapa dalil yang semisal dengan yang di atas, tidak mengandung pegertian bahwa wanita dilarang menikah dengan laki-laki yang diketahui berbuat zina, tetapi laki-laki dilarang menikah wanita yang diketahui bahwa ia pernah berzina. Hal itu berdasarkan fimran Allah dalam surah an-Nuur ayat 3. Di dalam kitab al-Bayan dikatakan, “Jika seorang laki-laki berzina deng...

Anak Mengikuti Perbuatan Orangtua

Keluarga Dakwah - Seorang anak yang selalu melihat ayahnya berpuasa senin dan kamis, ikut serta dalam shalat berjama’ah di masjid jelas akan berbeda dengan seorang ayah yang melihat ayahnya berada di tempat perjudian atau bioskop serta tempat-tempat hiburan yang lainnya. Anda akan melihat seorang anak yang selalu mendengarkan suara adzan mengulang-ngulang lantunan adzan, dan Anda akan melihat seorang anak yang selalu mendengarkan lagu yang dilantunkan orangtuanya, melantunkannya pula. Sungguh indah andaikata seorang ayah adalah pribadi yang slelu berbuat baik kepada kedua orangtuanya dengan berdo’a untuk mereka dan memohon ampunan kepada Allah bagi keduanya, selalu menanyakan keadaannya dan tenang berada bersama keduanya, selalu memenuhi kebutuhan keduanya dan memperbanyak berdo’a dengan ungkapan: Robbigh firli waliwali dayya “Ya Allah ampunilah aku dan kedua orangtuaku” Dia akan selalu mengucapkan: Robbbirhamhuma kama robbayani shoghiro “Ya Allah, kasihanilah mereka berdua sebagaiaman...

Ibu, Kuatlah! Demi Surga Anakmu…

Keluarga Dakwah - Para pengikut yang setia mendampingi Abdullah bin Zubair makin sedikit, dan ia mengkhawatirkan keselamatan mereka. Tetapi mereka ini tidak mau meninggalkannya sendirian sebagaimana teman-temannya walau nyawa harus menjadi taruhannya. Abdullah bin Zubair menemui ibunya, Asma’ binti Abu Bakar, yang telah berusia hampir 100 tahun dan telah buta matanya. Dia datang untuk mendiskusikan masalah yang dihadapinya. Abdullah bin Zubair menceritakan kepada ibunya situasi yang sedang dihadapinya. Termasuk berbagai kemungkinan yang akan terjadi pada pasukan yang dipimpinnya. Jumlahnya memang sangat sedikit. Mendengar penuturan putranya tersebut, Asma’ jadi teringat dengan “ramalan” Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam saat melahirkannya. Inilah masa yang digambarkan oleh Rasulullah untuk putranya, dan ternyata ia ditakdirkan untuk menyaksikan kejadian tragis tersebut. Sebagai seorang ibu yang berhati tegar dan sangat teguh memegang kebenaran, Asma’ berkata, “Demi Allah, wahai anakku, ...

Surga atau Neraka Seorang Istri

Keluarga Dakwah - Ketaatan istri pada suami adalah jaminan surganya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya) Suami adalah surga atau neraka bagi seorang istri. Keridhoan suami menjadi keridhoan Allah. Istri yang tidak diridhoi suaminya karena tidak taat dikatakan sebagai wanita yang durhaka dan kufur nikmat. Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa beliau melihat wanita adalah penghuni neraka terbanyak. Seorang wanita pun bertanya kepada beliau mengapa demikian? Rasulullah pun menjawab bahwa diantaranya karena wanita banyak yang durhaka kepada suaminya. (HR Bukhari Muslim) Berbakti Kepada Suami Diantara kewajiban seorang istri atas suaminya juga adalah, hendaknya seorang istri bena...

Membangunkan Istri Meraih Rahmat Ilahi

Keluarga Dakwah - Menghidupkan malam dengan mengerjakan shalat tahajud sebenarnya sarat dengan pahala dan banyak manfaatnya. Sayangnya, keutamaan ini banyak terlewatkan oleh sebagian besar kaum Muslimin. Entah akibat ketidaktahuan ataukah kelelahan beraktivitas sepanjang hari sehingga membawa seseorang tertidur lelap hingga fajar menyapa. Tahajud merupakan shalat sunah paling utama yang dianjurkan Rasulullah. Allah swt memuji hambaNya yang selalu menyempatkan bangun di sepertiga malam bermunajat kepadaNya. Allah berfirman, “Dan pada sebahagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan. Mudah-mudahan Rabbmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.“ (QS. Al Isra`: 79). Ayat di atas hanya satu dari segudang keutamaan menjalankan shalat tahajud. Masih dipertegas lagi oleh Rasulullah dalam rentetan hadits yang beliau ungkapkan. Sebut saja  misalnya, sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Sahal bin Sa’ad, ia berkata, Jibril datang untuk meyakinkan Rasulu...

Kafarah Menggauli Istri yang Sedang Haid

Keluarga Dakwah - Salah satu larangan bagi wanita haid adalah melakukan hubungan badan. Dengan jelas Allah berfirman yang artinya: “Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.” (QS. Al-Baqarah: 222) Tradisi yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi adalah enggan bergaul kepada wanita yang sedang haid. Mereka diasingkan, dan mereka tidak boleh makan atau minum bersama orang-orang yang suci (tidak haid). Disebutkan dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik, Rasulullah mengomentari apa yang mereka lakukan. Beliau bersabda, “Lakukanlah apa saja (kepada wanita haid) kecuali nikah (hubungan badan).” (HR. Muslim) Dua nash di atas cukup menjadi dalil bahwa umat Islam tidak memperlakukan wanita haid sebagaimana kaum Yahudi. Memang ada beberapa hukum yang harus dipatuhi bagi wanita haid, seputar ibadah dan seputar pergaulan. Islam tidak membatasi pergaulan terhadap wanita haid kecuali dalam hubungan suami istri, ...