Langsung ke konten utama

JKD Upayakan Profesionalitas Layanan Memodel ISO 9001:2015

Keluarga Dakwah.com - Bertempat di kantor Sekretariat JKD komplek Balai Dakwah Jakarta (19/08/16), JKD mengadakan training manajemen dengan standar Manajemen Mutu ISO 9001 versi terbaru, 2015. JKD menghadirkan narasumber ustadz Yazid Abdul Alim, Lc. direktur Kafila International Islamic School (KIIS) Kramat Jati Jakarta Timur yang sudah berpengalaman menerapkan standar ISO di sekolahnya. Pada training ini, ustadz Yazid memaparkan sistem manajemen mutu ISO 9001 versi 2008 sekaligus versi terbaru, 2015. Menurutnya, ada sedikit perbedaan dan perbaikan pada ISO versi 2015 dibanding versi 2008.

Adalah adsurd ketika kita menginginkan hasil berbeda namun masih melakukan cara-cara lama. Melalui training ini, JKD mengupayakan peningkatan profesionalitas layanan ummat. Sehingga layanan sosial-dakwah JKD memiliki standart mutu yang baku, terukur dan terstruktur. Outputnya adalah kepuasan ummat. Sebagaimana pepatah, “Jika anda ingin menyelesaikan pekerjaan dengan kulitas terbaik (hasil lebih baik, waktu lebih cepat), maka berlelah-lelahlah ‘mempelajari cara mengerjakan’ pekerjaan tersebut.”

Meski training ini masih tahap awal yaitu berupa pengenalan dan pembentukan paradigma mengenai sistem manajemen, namun ini adalah permulaan yang baik. Terlebih JKD adalah lembaga sosial-dakwah dengan inti (core) layanan dan pemberdayaan ummat. Ust. Yazid mengibaratkan sistem manajemen mutu ISO seperti kendaraan yang bisa dinaiki agar lebih cepat mencapai tujuan. Selain itu, ISO berperan mengawal lembaga mencapai target serta membuat sistem standarisasi mutu layanan. Diantara siklusnya adalah pengukuran, analisa dan peningkatan.

Sebagaimana visinya, JKD memiliki cita-cita menjadi paguyuban dakwah yang solid bagi keluarga muslim. Paguyuban ini dirancang untuk saling berbagi ilmu dan solidaritas sesama anggota dalam rangka membumikan Islam. Sementara tahap-tahap untuk mencapainya dengan membentuk, menguatkan serta memberdayakan komunitas keluarga muslim di seluruh nusantara.

Semoga Allah memudahkan usaha kita untuk terus berkontribusi memenangkan ummat melalui pilar keluarga.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)