Langsung ke konten utama

Keutamaan Berwudhu

Keutamaan Orang Yang Terluka Dijalan Allah
Keluarga Dakwah - Keutamaan Berwudhu

Hadist

Abu Malik Al-Asy'ari radhiallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahun'alaihi wa sallam bersabda, "Wudhu adalah sebagian dari iman, (ucapan) "Alhamdulillah" memenuhi timbangan, "subhannallah" dan (ucapan) "alhamdulillah" memenuhi antara lagit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, sabar adalah pelita, Al-Qur'an adalah hujjah bagimu (yang membelamu) ayau hujjah atas dirimu (yang mencelakakanmu). Semua manusia berangkat menjual dirinya. Ada yang membebaskan dirinya (dari kehinaan dan azab), ada juga yang menghancurkan dirinya." (HR.Muslim 223)

Hadist

Abu Hurairh radhiallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahun'alaihi wa sallam bersabda, "Jika seorang hamba muslim (mukmin) berwudhu kemudian ia membasuh wajahnya maka keluarlah dari wajahnya setiap kesalahan yang ia lihat dengan kedua matanya bersama air (tetes air yang terakhir).Jika ia membasuh kedua tangannya maka keluarlah setiap kesalahan yang dilakukan kedua tangannya bersama air (tetes air yang terakhir). Jika ia membasuh kedua kalinya maka keluarlah setiap kesalahan yang dilalui kakinya bersama air (tetes air yang terakhir). Sampai ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa." (HR. Muslim 224)

Hadist

Ustman bin Affan radhiallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahun'alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa berwudhu secara sempurna maka keluarlah kesalahan-kesalahan dari jasadnya, sampai (semua kesalahan) itu keluar dari bawah kuku-kukunya." (HR. Muslim no 245)

 Hadist

Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahun'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya, umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan, dan kaki bercahaya karena bekas wudhu. Maka dari itu, barang siapa diantara kalian yang mampu memperpanjang cahayanya, hendaklah ia melakukannya." (HR. Bukhari no 136 dan Muslim no 246)

Tsuban Radhiallahu 'anhu berkata Bahwa Rasulullah bersabda, "Istiqomahlah. Kalian tidak akan mencapai hakikat istiqamah, kecuali berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. Ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah shalat; tidak ada orang yang selalu menjaga wudhu, kecuali orang yang beriman."


Keutamaan Wudhu

Sebagian iman

Membersihkan diri dari dosa

Dahi, tangan, dan kaki bercahaya pada hari kiamat

Menjadi ciri orang yang beriman.


SERI KAJIAN SHAHIH FADHILAH AMAL # 33

(SHAHIH FADHILAH AMAL, Syaikh Ali bin Nayif Asy-Syuhud. Halaman 118 - 120. Penerbit Aqwam)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)