Langsung ke konten utama

TRAINING PRA NIKAH JKD

TRAINING PRA NIKAH JKD
Rumah tangga yang bahagia adalah dambaan setiap pasangan suami istri. Akan tetapi, Rumah tangga yang bahagia tentu tidak dapat terjadi tanpa adanya proses dan pembelajaran dari masing-masing pasangan. Hal ini dikarenakan kebahagiaan dalam rumah tanga bukanlah sebagai hasil yang tiba-tiba, melainkan tahapan yang membutuhkan jatuh bangunnya usaha.

Pernikahan bukan sekedar lisan ucap i love you terus dibales laf you too tapi bagaimana menyatukan dua perbedaan dalam satu ikatan yang melihat kekurangan sebagai kesempatan dan kelebihan sebagai kekuatan

Lalu saling mengisi seperti mata hari dan bulan dalam ruang kesolehan dan kasih sayang...

Asli Indah banget ya?
Seriusan mau dapat gak nih ilmunya?

Yuk Ikuti!

"TRAINING PRA NIKAH JKD"

Paket Lengkap Training Pranikah
Rp 250.000
Include : 5 Sesi, Sertifikat, Buku 99 Problematika Rumah Tangga

Paket Per-Sesi Training Pranikah
Rp 65.000/sesi
Include : 1 Sesi dan Snack

🍀 TANGGAL, MATERI & NARASUMBER🍀

1⃣ 01 April,08.30-11.00 WIB
Menjadi Suami & Ayah Shalih - Ust Lukman Hakim, Lc
[khusus ikhwan]

2⃣ 01 April, 08.30-11.00 WIB
Menjadi Istri & Ibu Shalihah - Ustdh Yusdiana
[khusus akhwat]

3⃣ 08 April, 08.30-11.00 WIB
Meraih Ridha Allah dalam Pernikahan penuh Berkah - Ust Burhan Sodiq, S.S
[Free]

4⃣ 15 April, 08.30-10.30 WIB
Berbagi Peran Keluarga dalam Dakwah - Ust Abu Harits, Lc

5⃣ 22 April, 08.30-10.00 WIB
Tujuan Pernikahan dalam Islam - Ust. Abdush Shomad AM, S.Pd.I

6⃣ 22 April, 10.00-11.45 WIB
Fikih Nikah - Ust Dr. Ahmad Zain An Najah

Yuk, daftar segera.
H-3 Penutupan Pendaftaran Training Pra Nikah JKD#01

Cp.
Ikhwan : Abdul Hamid 081293674756
Akhwat : Ummu Atikah 085715405138

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)