Langsung ke konten utama

Tinggal Dirumah - Tips Keluarga Sakinah

Keluarga Dakwah - Termasuk perkara penting membangun keluarga adalah keberadaan istri di rumah dan tidak keluar melainkan untuk keperluan mendesak, seperti; ke pasar dan rumah sakit, atau keluar untuk kepentingannya atau kepentingan umat.

Jika keluar rumah, hendaknya ia berhijab, tanpa wewangian dan tidak menampakan perhiasan luar dan dalam sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Ta’ala. Di samping untuk menjaga diri dan kehormatan, serta menghindari laki-laki asing supaya tidak terfitnah atau menimbulkan fitnah. Allah Ta’ala berfirman :

“Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu...” (Al-Ahzab [33] : 33)

Ayat ini menerangkan bahwa dasarnya wanita itu tinggal dirumah, sedangkan keluar hanya keperluan mendesak. Hal ini berbeda dengan keinginan sebagian orang. Rasulullah SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda :

“Sesungguhnya perempuan itu aurat, jika ia keluar makan setan akan membuat indah (di mata laki-laki). Ia lebih dekat dengan Rabbnya tatkala di dalam rumahnya.” (Hadist Shahih, As-Silsilah)

“Membuat indah” maksudnya setan akan memfokuskan pandangan laki-laki kepadanya, dan menjadikannya pusat perhatian. Kerena setan menghiasi di pandangan laki-laki, bahkan meskipun ia sudah tua atau kurang cantik.

Rasulullah SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda :

“Apabila perempuan mengenakan minyak wangi lalu sengaja lewat suatu kaum supaya mereka mencium wanginya, maka ia adalah pezina.” (Shahih Al-Jami’)

“Ia adalah pezina” maksudnya ketika ia keluar mengenakan minyak wangi maka menyerupai para pezina yang menggoda para lelaki. Bisa pula dimaknai dengan wewangiannya ia akan mengundang pandangan lelaki, lalu mereka melihatnya sehingga berzina dengan matanya, dengan demikian ia turut zina mata bersama mereka.

Hadist ini menjelaskan bahaya perempuan mengenakan minya wangi tatkala keluar rumah, dan dinilai sebagai maksiat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, bahkan menyamai dosa zina. Meskipun keluar untuk mengerjakan ibadah di masjid, ini tetap dilarang. Kerena Rasulullah SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda :

“Jika salah seorang kalian pergi ke masjid, maka jangan mendekati wewangian.” (Shahih An-Nasa’i)

(Dirangkum dari 99 Tips Rumah Tangga Bahagia, Dr. Musyabbab bin Fahd Al-Ashimi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)