Langsung ke konten utama

Pernikahan kedua yang lebih baik


Keluarga Dakwah - Ada banyak orang yang menikah untuk dua kali dalam hidupnya ternyata pernikahan yang kedua lebih baik daripada yang pertama. Itu terjadi disaat seorang lelaki ditinggal mati oleh istrinya demikian juga sebaliknya atau perpisahan yang diakibatkan oleh perceraian

Sebut saja Khodijah, Ummu Salamah, Hafshoh, Saudah di saat mereka menjanda yang akhirnya untuk kedua kalinya mereka menikah yang ternyata mendapat suami seorang nabi khotamul anbiya’ walmursalin

Demikian juga Ismail ketika bercerai dengan istrinya lalu untuk kedua kalinya menikah dan ternyata pernikahan keduanya lebih baik dari yang pertama sebagaimana sebuah riwayat :

Dari ibnu Abbas rodliyallohu anhu : …… kemudian setelah Ismail menikah datanglah Ibrohim untuk melihat anaknya yang telah ditinggalkan begitu lama, saat itu bertepatan Ismail sedang pergi berburu hingga tidak bertemu Ismail, Maka Ibrohim bertanya kepada Istrinya. Jawab istrinya : ia pergi berburu untuk kami. Kemudian ketika ditanya tentang kehidupan mereka berdua, istri Ismail menjawab : kami dalam kesukaran dan mengeluh tentang keadaan sehari-harinya. Ibrohim berkata : Bila suamimu datang sampaikan salamku padanya dan katakan agar ia merubah tiang rumahnya. Setelah Ibrohim pergi datanglah Ismail dan seolah-olah merasa ada sesuatu di rumahnya. Ia bertanya kepada istrinya : apakah tadi ada orang datang ? Istrinya menjawab : ada orangnya ciri-cirinya begini dan begitu dan aku katakan bahwa engkau pergi berburu. Ketika ia tanya tentang kehidupan kita, maka aku jawab : kita dalam keadaan kesukaran. Ismail bertanya : apakah ia menitip pesan ? jawabnya : benar, ia menitip salam buatmu dan menyuruhmu untuk merubah tiang pintumu. Ismail berkata : sebenarnya orang tua itu adalah ayahku dan menyuruhku untuk menceraikanmu maka sekarang pergilah kembali ke keluargamu.

Setelah itu Ismail menikah lagi dengan wanita lain dan setelah tinggal beberapa lama datanglah Ibrohim akan tetapi tidak menemukan Ismail maka ia bertanya kepada istrinya tentang suaminya maka dijawab : ia keluar mencari rizki buat kami. Kemudian ditanya : bagaimana penghidupan mereka. Jawabnya : Alhamdulillah serba cukup. Lalu ditanya tentang makanan mereka maka dijawab : daging. Ketika ditanya tentang minuman mereka maka dijawab : air. Ibrohimpun berdoa “ ya Alloh berkahilah mereka dengan daging dan air “ Abu Qosim shollallohu alaihi wasallam berkata : itulah berkah dari Ibrohim selanjutnya. Ia berkata : nanti bila datang suamimu maka sampaikan agar tetap menjaga tiang pintu rumahnya.

Ketika Ismail tiba, ia bertanya : adakah orang yang datang. Sang istri menjawab : benar, seorang tua yang sopan, ia bertanya tentang engkau dan aku serta penghidupan kita berdua maka aku jawab : Alhamdulillah dalam keadaan selamat dan kecukupan. Ismail bertanya : apakah ia menitip pesan ? dijawab : Ia menitipkan salam dan berpesan agar menjaga tiang rumahnya. Ismail berkata : itu adalah ayahku dan engkau adalah tiang rumah itu sehingga aku disuruh untuk tetap menjalin rumah tangga denganmu ……. [HR Bukhori]


Akhirnya ……

Kepada para janda dan duda

Yang masih diliputi duka

Akibat kematian pasangannya

Atau perceraian yang masih menyisakan nestapa

Lupakan itu semua

Siapa tahu Alloh telah siapkan pilihan buat anda

Yang lebih baik dari sebelumnya


By : Ustad Oman Suratman - omanes.blogspot

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)