Langsung ke konten utama

Engkau Memang Beda


Keluarga Dakwah - Lelaki dan perempuan memang beda

Tak sedikit perbedan menjadi meretakkan bahkan menjadi pemisah antara suami dan istri. Kunci hidup berumah tangga adalah bisa memahami dan menerima pasangan hidup kita. Salah satu perbedaan antara suami istri adalah Lelaki lebih banyak diam sedangkan wanita lebih banyak bicara;

Lelaki itu lebih banyak diam untuk mendengarkan wanita yang bahagia sedang berbicara. Lelaki akan berbicara ketika sampai pada kesuksesan, sedangkan wanita akan berbicara ketika dia mencari sesuatu. Lelaki akan diam ketika menghadapi masalah dan dia akan bicara ketika mencari solusi untuk masalah tersebut, sedangkan wanita akan berbicara ketika dia mendapatkan masalah, bukan untuk mencari solusinya, akan tetapi untuk memahami masalah tersebut.

Ringkasnya, komunikasi adalah salah satu solusi untuk seorang lelaki dimana dia tidak akan berbicara kecuali ketika dia memiliki sesuatu atau ketika seorang meminta penjelasan. Adapun berbicara bagi seorang wanita adalah sebuah kebiasaan dimana dia akan mengungkap setiap perasaannya dan menyampaikan setiap gagasannya agar Anda bisa memahami apa yang dia alami dari setiap pembicaraannya. Dari sinilah, muncul suatu ungkapan, “Terkadang, kita tidak membutuhkan solusi tetapi hanya sekedar minta didengarkan.” –bahasa kasarnya, suami menjadi tempat sampah segala keluh kesah istri *__* , maap maap para akhwat. justkiddding;p.—

Ketika kita memahami penjelasan di atas, maka seorang istri sudah mengetahui kenapa suaminya diam saja, dan kenapa suaminya menolak berbicara dengannya, serta mensifatinya dengan kata ‘bawel’. Setelah mengetahui penyebab diamnya suami, ia pun akan berusaha untuk membantu suaminya dengan memunculkan bahan pembicaraan sebagai alternatif solusi atau hanya sekedar untuk menghangatkan suasana. Sebaliknya, ketika suami memahami hal tersebut –istri banyak bicaranya-, maka ia akan tahu kenapa istrinya tidak bisa diam kecuali apabila ada masalah yang menimpa dirinya.

Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, para peneliti dari Universitas California menyebutkan bahwa banyak bicara bukan sifat wanita saja, lelaki juga banyak bicara atau mungkin bisa lebih dari wanita, tetapi itu semua berdasarkan waktu, tempat dan kondisinya.

Penelitian tentang sifat banyak bicara di antara lelaki dan wanita telah dilakukan sejak tahun 1960. Salah seorang peneliti yang bernama Cambell Liber menyebutkan bahwa lelaki lebih banyak bicara. Jika kita membuat satu pendekatan jumlah kalimat yang digunakan lelaki dan wanita dalam sehari saja, maka kita akan mendapatkan banyak kesamaan. Akan tetapi, wanita bicaranya cepat sedangkan lelaki lebih santai dan banyak memakan waktu ketika berbicara.

Lelaki akan berbicara dengan santai ketika berada dalam pertemuan lelaki dan wanita karena memang sudah menjadi sifat bawaannya, serta untuk menunjukkan kepandaiannya dalam berbicara di depan lawan jenis. Dan wanita berbicara dalam berbagai tema, baik itu tentang perasaan ataupun masalah keluarganya. Wanita lebih mudah membicarakan keadaan dirinya, adapun lelaki lebih suka membicarakan hal-hal yang realistis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)