LEVEL TERSULIT MENAHAN DIRI
Level tersulit menahan diri bukan ketika kita tidak tahu bahwa sesuatu itu dosa. Yang lebih berat adalah ketika kita sudah tahu itu haram, sudah tahu Allah melarangnya, tetapi hati masih memilih untuk melakukannya.
Kita sering mencari alasan: “Saya khilaf”, “susah berhenti”, atau “sekali lagi.” Padahal, jangan sampai dosa yang terus diulang membuat hati kehilangan rasa takut kepada Allah.
Allah ﷻ berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Talaq: 2–3)
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah larang.”
(HR. Bukhari)
Jangan hanya menangisi akibat dosa, tetapi beranilah meninggalkan pintu yang mengantarkan kepadanya. Jangan menunggu hati menjadi baik untuk taat; taatilah Allah agar hati menjadi baik.
Jika hari ini kita masih jatuh, segera bangkit dan bertaubat. Jangan jadikan “saya belum bisa” sebagai alasan untuk terus bermaksiat. Kita mungkin lemah, tetapi Allah tidak pernah lemah untuk menolong hamba yang benar-benar ingin berubah.
“Yang paling menyakitkan bukan ketika kita tidak tahu bahwa itu dosa, tetapi ketika kita tahu itu dosa, lalu tetap memilihnya.” [@arrahman.or.id]
https://whatsapp.com/channel/0029Vb3LMJ04o7qU6eFKpE11
━━━ === ❀✿❀ === ━━━
Komentar
Posting Komentar