Langsung ke konten utama

Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka

Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka
Salah satu bagian terpenting bagi kehidupan seorang laki-laki adalah bagaimana ia mengarahkan keluarganya pada kebaikan. Karena keluarga merupakan penentu terhadap kelangsungan suatu masyarakat hingga negara.

Ada yang berkata, baik atau tidaknya suatu negara dipengaruhi oleh baik atau tidaknya suatu masyarakat; adapun baik atau tidaknya suatu masyarakat dipengaruhi oleh baik atau tidaknya suatu keluarga. Sedang keluarga, tergantung bagaimana seorang lelaki mengarahkannya. Apakah ia mengarahkan keluarganya kepada ketaatan atau membiarkan bahkan sadar atau tidak sadar membiarkannya menuju kemaksiatan.



Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...” (At-Tahrim: 6)
Dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’ala memerintahkan kepada seorang mukmin agar ia melakukan usaha-usaha yang dapat menyelamatkan dirinya kemudian keluarganya, yakni istri dan anak-anakanya, dari api neraka.
Para mufasirin memberikan penjelasan berkenaan قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا. Diantaranya Imam Mujahid yang mana beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘peliharalah dirimu dan keluargamu’ adalah “Bertakwalah kepada Allâh, dan perintahkan keluargamu agar bertakwa kepada Allâh Azza wa Jalla ”.
Dari tafsiran Imam Mujahid ini kita akan merinci sebagian saja dari apa-apa yang harus dilakukan seorang lelaki dalam memelihara atau menjaga diri dan keluarganya dari siksa api neraka.
Allah berfirman,
 ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِين() الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ() وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ()

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa(2), (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka(3). dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat(4).” (Al-Baqarah: 2-4)

Dari QS Al-Baqarah: 2-4 di atas dapat kita temukan beberapa point di antara banyak point yang dapat dilakukan seorang lelaki untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.

  1. Hendaknya seorang lelaki menjadikan diri dan keluarganya menggunakan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidupnya .

  2. Ia beriman dan menjadikan pula keluarganya beriman kepada yang ghoib. Menurut Imam Qotadah dan Abul Aliyah, termasuk yang ghaib adalah Allah, Para malaikat, Kitab-kitabnya, Rasul-rasulnya, hari akhir, surga, neraka, pertemuan dengan Allah, hidup setelah kematian.

  3. Menegakkan sholat, yaitu mengerjakannya sesuai yang dicontohkan Rasulullah, kemudian berusaha untuk khusyu’. Termasuk menegakkan sholat adalah melaksanakan sholat berjama’ah di masjid. Dan termasuk pula menegakkan sholat dan memelihara keluarga dari api neraka, adalah mengajak anak laki-lakinya untuk sholat berjama’ah di masjid.

  4. Ia menginfaqkan sebagian rizkinya dan mengajarkan serta mengajak keluarganya untuk berinfaq.

  5. Ia mengimani Al-Qur’an dan kitab-kitab terdahulu (Taurat, Zabur, Injil serta Shuhuf). Mengimani kitab terdahulu adalah meyakini bahwa Allah Ta’ala menurunkan kitab-kitab selain Al-Qur’an. Taurat kepada Nabi Musa ‘alaihi salaam; Zabur kepada Nabi Dawud ‘alaihi salaam; Injil kepada Nabi Isa ‘alaihi salaam. Hanya saja ke-Imanan ini hanya sampai meyakini saja tidak menjalankan atau mengikuti syari’atnya. Adapun terhadap Al-Qur’an, meyakini dan mengamalkan syari’atnya. Setelah itu Ia harus mengajarkan atau memastikan bahwa keluarganya juga mengetahui dan memahamin hal ini.

Selain Imam Mujahid, berikut tafsir dari beberapa mufasirin berkenaan قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Abdullah bin Abbâs Radhiyallahu anhu dalam menafsirkan berkata, “Lakukanlah ketaatan kepada Allâh dan jagalah dirimu dari kemaksiatan-kemaksiatan kepada Allâh, dan perintahkan keluargamu dengan dzikir, niscaya Allâh Azza wa Jalla akan menyelamatkanmu dari neraka”.
Qatâdah rahimahullah berkata, “(Menjaga keluarga dari neraka adalah dengan) memerintahkan mereka untuk bertakwa kepada Allâh dan melarang mereka dari kemaksiatan kepada Allâh Azza wa Jalla , dan mengatur mereka dengan perintah Allâh Azza wa Jalla , memerintahkan mereka untuk melaksanakan perintah Allâh Azza wa Jalla , dan membantu mereka untuk melaksanakan perintah Allâh. Maka jika engkau melihat suatu kemaksiatan yang merupakan larangan Allâh, maka engkau harus menghentikan dan melarang keluarga(mu) dari kemaksiatan itu”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)