Langsung ke konten utama

Manusia yang Paling Buruk Pada Hari Kiamat

Manusia yang Paling Buruk Pada Hari Kiamat
Jalinan Keluarga Dakwah - Wahai suami-isteri, jangan pernah ceritakan rahasia rumah tangga Anda kepada orang lain, meskipun itu orang tua sendiri. Itu sudah menjadi rahasia Anda berdua, orang lain tidak perlu tahu. Dan itu harus kita jaga sampai mati.

Manusia yang paling buruk kelak pada hari kiamat adalah suami atau isteri yang telah diberikan seluruh rahasia pasangannya, lalu ia buka rahasia itu. Ia ceritakan berbagai rahasia itu kepada orang lain, “Suami/isteriku begini begitu..” dan seterusnya.

Intinya; jaga rahasia, jika ingin rumah tangga kita tetap utuh!

Jika memiliki masalah kita harus mencari orang yang paling dipercaya untuk membantu memecahkan masalah kita, namun bukan berarti dengan membuka rahasia rumah tangga sedalam-dalamnya. Sebab rusaknya rumah tangga seringkali disebabkan rahasia rumah tangga yang dibuka, terlebih seseorang yang mudah untuk terpancing.

Apalagi Menceritakannya dihadapan orang ramai, di televisi misalnya,,
....Curhat dong..... sehingga seluruh orang tau.

Ini menjadi pelajaran penting bagi kita

Ta’liq:

Lebih khusus lagi untuk dijaga adalah rahasia ranjang, sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

« إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِى إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِى إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا »

Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah kelak pada hari kiamat adalah seorang lelaki yang mencampuri isterinya kemudian menyebarkan rahasianya.” (HR. Muslim. No. 3615)

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

هل مِنْكُم الرجل إِذا أتى أهله فأغلق عليه بابه ، وألْقَى عليه سِتْرَه ، واسْتَتَرَ بسِتْر الله ؟ قالوا: نعم ، قال: ثم يجلس بعد ذلك ، فيقول : فعلْتُ كذا ، فعلتُ كذا ؟ قال : فَسَكَتوا ، ثم أقبلَ على النساء. فقال : هل مِنْكُنَّ من تُحَدِّثُ ؟ فسكَتْنَ ، فجثَتْ فَتاة كَعاب على إِحدى رُكْبَتَيْها ، وتطاوَلت لرسولِ الله -صلى الله عليه وسلم- ليراها ، ويَسمعَ كلامها ، فقالتْ : يا رسول الله ، إِنَّهم ليتحَدَّثون، وإِنَّهُنَّ ليتحَدَّثْنه ، فقال : هل تدرون ما مَثَلُ ذلك ؟ إِنَّما مَثَلُ ذلك ، مثَلُ شيطانة لقيَتْ شيطانا في السِّكّةِ ، فقضى منها حاجتَه ، والناسُ ينظرون إِليه

“Apakah di antara kalian ada lelaki yang jika mencampuri isterinya, ia tutup pintu, mencari penutup, dan bertutup dengan tutupan Allah? Mereka menjawab, ‘Iya!’ Kemudian beliau melanjutkan, ‘Setelah itu ia duduk dan bercerita, ‘Aku melakukan ini dan itu?’
Para shahabat pun terdiam.
Setelah itu beliau menghadap ke kalangan perempuan, seraya bertanya, ‘Apakah di antara kalian juga ada yang bercerita?’
Para Shahabiyah pun juga terdiam.
Lalu seorang gadis berdiri bertumpu ke salah satu lututnya, kemudian muncul supaya dilihat dan didengar oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam, lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, mereka lelaki dan perempuan suka cerita!’
Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bertanya, ‘Apakah kalian tahu permisalan hal itu?’ Permisalannya adalah seperti setan perempuan bertemu setan laki-laki di lorong, lalu mereka bercampur, sedangkan manusia sedang melihat mereka!” (HR. Abu Dawud, no. 2174. Dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 7037)

Smoga Allah menghindari kita dari perbuatan ini. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)