Langsung ke konten utama

Pandai Menjaga Suami

Keluarga Dakwah - Kata Rasulullah SAW, wanita itu ujian terbesar dan terberat bagi laki-laki. Karenanya tidak banyak yang bisa selamat. Muara dari kegagalan seorang lelaki menghadapi ujian ini memang zina, tapi itu benar-benar yang paling ujung. Tidak semua orang terseret hingga ke muara. Ada yang hanya hanyut hingga beberapa jengkal, ada pula yang cuma kecipak-kecipik di pinggiran atau hanya memandang dengan tatapan berhasrat dari kejauhan.

Ujian itu terasa kian berat karena ternyata Rasulullah SAW tak menyebutkan batasan umur bagi para lelaki yang bakal menghadapi ujian itu. Pada kenyataanya memang begitu. Godaan ini akan tetap berefek bukan hanya pada pemuda yang masih perkasa, tapi juga pada kakek-kakek yang bahkan mengunyah pun susah rasanya. Tingkat pengaruhnya bisa jadi memang tidak sama, tapi efeknya masih tetap terasa.

Tidak heran jika Said bin al Musayib, seorang Ulama yang merupakan murid para shahabat, pada umurnya yang sudah renta masih mengeluhkan beratnya godaan wanita. Beliau berkata, “Tidak ada sesuatu yang lebih aku takuti melebihi -godaan- perempuan.”

Selain tak mengenal batasan umur, godaan ini juga memiliki pengaruh yang sama meski ada beberapa faktor yang seharusnya bisa menghalanginya; menikah dan ilmu agama. Memang benar, Rasulullah SAW juga bersabda bahwa menikah akan membuat seseorang lebih terjaga. Hanya saja, sifatnya hanya sebagai solusi agar lelaki bisa lebih mampu menahan diri. Bukan jaminan bahwa dengan menikah seseorang akan terbebas dari fitnah wanita sama sekali. Semuanya kembali pada diri sendiri, apakah mau memanfaatkan pagar yang dibuatkan syariat, atau tetap berkeinginan melompatinya, menuruti hasrat yang dipancing oleh setan dari kejauhan.

Ilmu agama pun demikian. Ahli ibadah dan paham agama bukanlah kategori yang tidak disertakan dalam ujian ini. Justru bisa jadi muatan ujian yang dibawa jauh lebih besar. Andai saja dengan status ustadz atau kyai seseorang tidak lagi diincar setan dengan panah godaan yang satu ini, alangkah beruntungnya para pemilik status ini. Tapi nyatanya tidak seperti itu. Sahmul Iblis yang satu ini tetap akan ditembakkan kepada siapapun, termasuk kepada ahli ibadah dan orang berilmu.Ironis memang, tapi begitulah kenyataannya.

Makanya jangan heran jika banyak terjadi kasus, seorang lelaki sudah beristri dan terlihat paham agama masih tergoda dengan wanita lain. Ada yang sampai berzina, ada pula yang hanya menjalin hubungan mesra atau sekadar suka meski tak disertai ungkapan dalam bentuk apa-apa. Semoga Allah melindungi kita.

Harap jangan dipahami bahwa fitnah wanita gambarannya melulu seperti ini; si lelaki pasif lalu ada wanita yang datang menggoda, memamerkan auratnya lalu mengajak berzina. Godaan frontal nan sporadis semacam ini bisa jadi malah membuat lelaki ngeri. Fitnah itu bisa muncul dan menimbulkan semacam korsleting di hati seorang lelaki meski hanya melalui pandangan, padahal si wanita tak berbuat apa-apa bahkan mungkin tidak menyadarinya. Karenanya bisa saja anda tiba-tiba dilabrak isteri teman kantor anda, teman satu organisasi atau bahkan isteri dari guru anda di sekolah gara-gara suaminya suka menulis nama anda di buku diarinya dan anda dituduh menjadi selingkuhannya, misalnya. Anda tidak pernah menggoda,memberi sinyal atau apapun. Kemungkinan ‘kesalahan’ anda cuma satu, wajah anda menarik.Yah,begituah fitnah wanita terjadi pada lelaki. Suatu reaksi unik yang sangat sulit dirumuskan atau sekadar diungkapkan.

Karenanya, hendaknya anda berhati-hati terutama yang sudah punya suami. Jagalah suami anda. Pasalnya, jika panah iblis yang satu ini sudah kadung menancap, bukan hal mudah untuk mencabutnya. Bicara soal ‘menjaga suami” yang terbayang di benak anda barangkali adalah anda akan mencintainya sepenuh hati agar dia juga cinta kepada anda sepenuh hati, melaksanakan kewajiban sebagai isteri semaksimal mungkin, bersolek dan menjaga kecantikan jasadiyah, memberi kejutan-kejutan mesra dan selalu menyediakan menu yang lezat menggoda selera. Tidak salah. Itu langkah kauniyah yang memang harus anda lakukan. Tapi jangan lupa, panah yang ini menancap di hati, tempat yang sangat rahasia yang anda tidak akan pernah mampu menjamahnya.Kenyataanya, bukankah masih ada suami yang tetap tergoda walaupun isterinya, dari segala sisi nyaris sempurna?

Karenanya, untuk urusan hati yang kita tidak akan pernah menguasai milik orang lain, mintalah penjagaanya kepada sang Pencipta. Dzat yang menggegam dan membolak-balikkan hati manusia. Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّقُلُوبَبَنِىآدَمَكُلَّهَابَيْنَإِصْبَعَيْنِمِنْأَصَابِعِالرَّحْمَنِكَقَلْبٍوَاحِدٍيُصَرِّفُهُحَيْثُيَشَاء

“Sesungguhnya hati-hati anak Adam berada di antara kedua jemari dari jemari ar Rahman yang Dia putarbalikan sekehendak-Nya.”(HR.Muslim)

Mintalah kepada Allah agar menjaga hati suami anda dari fitnah wanita. Untuk ini memang tidak ada haditsnya atau lafaz doa yang khusus. Tapi dalam berdoa, kita tidak dibatasi hanya boleh meminta sesuatu yang ada dalam lafadz doa yang ada haditsnya, bukan? Jadi berdoalah, memohonlah meski dengan bahasa Indonesia. Masukkan item permohonan ini dalam deretan permintaan anda yang berisi permohonan ampunan, rezeki yang lapang dan keturunan yang shalih lagi berjiwa pejuang. Mintalah, semoga Allah mengabulkan. Wallahua’lam. (arrisalah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)