Langsung ke konten utama

3 Hal yang Tidak Perlu Ditunggu Dalam Mendidik Anak

Keluarga Dakwah - Menurut keterangan ulama bahwa anak itu terlahir dalam keadaan suci .bagaimana kehendak orang tuanyalah apa yang diinginkan terhadap anak nya . Baik dan buruk nya ada pada keputusan orang tua oleh karena itu pendidikan islam terhadap anak begitu penting.

Ada 3 hal yang tidak perlu ditunggu dalam mendidik anak diantaranya:

1. Jangan menunggu bahagia baru mengajarkan kebaikan kepada anak.

baik suka dan duka yang sedang dijalani oleh orang tua harus tetap mengajarkan hal-hal yang baik terhadap  buah hati.

bukan jawaban yang tepat dengan menggunakan kata sibuk dengan dalih pekerjaan untuk perbaiki ekonomi keluarga, hingga lupa mengajarkan al-quran dan tata cara sholat terhadap anak.

Bahagia yang tidak mengenal kondisi itu:

-saat kaya tidak sombong.

kita tanamkan pada diri anak agar tidak sombong ,memiki sifat rendah hati dan tetap sederhana

-saat ekonomi sulit.

tidak membuat sang buah hati minder dengan keadaan yang sedang dialami .tetap mendidik nya agar selalu optimis ,selalu percaya diri ,selalu semangat dan pandai bersyukur.

2. Jangan menunggu kaya baru baru mengajarkan sang buah hati bersedekah.

bersedekahlah sepanjang hari walau 500/lima ratus rupiah .minimal seminggu satu kali pada hari jumat yang kerapkali disebut dengan sayyidul ayyam.

hal kecil inilah yang insyaallah akan membangun mental kayanya kelak disuatu hari nanti.

3. Jangan menunggu perubahan baik pada anak baru merubah diri namun sebaliknya.

rubahlah sikap negative pada diri kita sebagai orang tua sebelum menanamkan hal positive pada anak. hal demikian akan menumbuhkan sikap inisiatif pada anak.

kuncinya ada dalam kebersamaan untuk membangun kedisplinan pada rumah tangga.

contoh kecilnya mengenai buang sampah.

selain memberitahukan dan memerintahkan terhadap anak agar tidak buah sampah sembarangan ,terlebih dahulu orang tua mencontohkan tidak buang sampah sembarangan

pada akhir nya insyaallah bila kebiasaan baik ini terjaga anakpun tanpa diperintahkanpun anak akan menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.

semoga saja dengan apa yang telah diuraikan di atas mengandung hal positive dan mengundang banyak kebaikan bagi orang tua yang tengah mendidik putra-putrinya.

dengan kebaikan yang orang tua ajarkan kemudian sama-sama mengamalkan maka doa yang dipanjatkan sepanjang hari agar dapat memiliki keturunan yang sholeh bukan jadi keniscayaan lagi .insyaAllah pasti bisa.

luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar .berdoa saja tanpa amal itu yang dinamakan berkhayal tapi ikhtiar saja tanpa doa hal demikian di sebut sombong  karena tidak melibatkan Allah Ta’ala .ikhtiar saja tanpa doa bagaimana pertolongan dan rahmat Allah Ta’ala akan datang. (anak Shaleh - Keluarga Dakwah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)