Langsung ke konten utama

DISTRIBUSI BANTUAN BANTEN

DISTRIBUSI BANTUAN BANTEN
JKD - Ahad, 30 Desember 2018, pukul 22.30 Tim Relawan Jalinan Keluarga Dakwah (JKD) meluncur ke Banten dengan daerah tujuan kecamatan Sumur. Dan stlh mendapatkan info dari warga, Tim Menuju Kampung Pani'is, Tamanjaya, Sumur, Pandeglang.

Dari pasar sumur sekitar 1 jam melalui jalan yang tidak semuanya bagus. Alhamdulillaah kondisi jalan tidak basah sehingga jalan yg bergelombang lebih mudah dilalui.

Tim mendistribusikan amanah dari donatur kaum muslimin berupa beras, minyak goreng, telur, sosis, mie instan, air mineral, popok, pakaian layak pakai.

Kerusakan sangat parah. Menurut info dari Abah Aning seorang sesepuh menjelaskan bahwa tinggi air laut sampai sekitar pohon kelapa (± 10 meter). Cuaca sangat baik pada saat itu sebenarnya.

Yusep, seorang warga, menuturkan, Sebelum kejadian warga sedang melihat hiburan gratis, buaya Muara yang sedang memakan ikan di dalam semacam kerambah. Sampai kemudian warga melihat gulungan ombak mendekati kampung mereka.

Sebagian besar rumah rubuh terutama yg paling dekat pesisir tersapu ombak. Tinggal beberapa saja yang masih berdiri kokoh.

Kampung yang hijau dengan tanaman kini hanya tumpukan kayu dari rumah warga. Sebagian tanah warga sudah tanpa bangunan berdiri di atasnya.

Semoga Allah memberikan kemampuan dan kekuatan untuk warga yang tertimpa musibah.

Salam dari Abah Aning mewakili warga Pani'is.


Kami masih menerima Donasi dan bantuannya. Bagi yang ingin berdonasi silahkan ke transfer ke BSM 705 248 0207 (Kode bank 451) a.n. Yayasan Keluarga Dakwah. Bantuan berbentuk barang dapat dikirim ke Jalinan Keluarga Dakwah, Jln Malaka Raya No. 10 RT 003 RW 001, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur 13730

- Jalinan Keluarga Dakwah Jakarta -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)