Langsung ke konten utama

Ridho Suami atau Ridho Orang Tua


Keluarga Dakwah -  Ridho Suami atau Ridho Orang Tua

Pertanyaan

Assalamualaikum ustadz.

Izin bertanya, bagaimana jika ada seorang istri, yang orangtuanya sakit. Namun oleh suami belum boleh menjenguk karena masih banyak urusan, yang benar-benar tidak bisa ditinggalkan. Dan sang istri pun faham kondisi suaminya. Namun ibunya malah sakit hati menganggap si anak yang sudah jadi istri tersebut tidak peduli dengannya.

Jazakallah Ustadz, Ummu Abdillah di bumi Allah

Jawab

wa alaikum salam wa rohmatulloh wa barokaatuh.

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد.

pertama, perlu untuk difahami dan disadari bahwa kedudukan bapak-ibu mertua sama dengan bapak-ibu kandung. maka sudah menjadi kewajiban atas anak kandung dan anak menantu untuk berbakti kepada mereka. jangan sampai menimbulkan konflik dengan mereka.

kedua, kondisi orang tua (kandung dan atau mertua) juga harus menjadi perhatian utama dalam kehidupan berumah tangga. terlebih lagi jika dalam kondisi sakit maka harus diberikan penanganan yang tepat dan cepat. jikalau memang kendala jarak yang tidak memungkinkan untuk segera menjenguk maka segera komunikasikan dengan baik jangan sampai menimbulkan kesalah-fahaman yang berujung konflik dengan orang tua (kandung/mertua).

ketiga. nasihat bagi suami. haruslah pandai dalam berkomunikasi kepada orang tua(kandung-mertua). sebagai pemimpin keluarga harus bisa mengukur skala prioritas dalam kesibukan dan kewajiban. terkait dengan kebaktian kepada orang tua (kandung atau mertua) haruslan menjadi prioritas.

sebagai penutup. kami sarankan untuk segera membangun komunikasi yang baik dengan mertua. karena dalam kondisi sakit, komunikasi yang baik bisa menjadi salah satu sebab meringankan beban derita sakit dalam jiwa. jika memasukkan kegembiraan di hati saudara seiman saja berpahala apalagi jika hal itu dilakukan untuk orang tua.

Semoga Allah ta'ala menjadikan kita bagian dari anak-anak yang senantiasa berbakti kepada orang tua baik kandung maupun mertua.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)