Langsung ke konten utama

Keutamaan Ribat

Keutamaan Ribat
Hadits

Salman Radhiallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda ; “Ribath satu hari satu malam itu lebih baik daripada puasa 1 bulan dan sholat malamnya, jika ia mati maka amal yang sudah dikerjakannya atau pahalanya akan mengalir untuknya, rejekinya akan diberikan kepadanya dan (ia aman dari fitnah kubur)”. (HR. Muslim no.1913)

Hadits

Sahal bin Sa’ad Assa’di Radhiallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda : “Ribath satu hari dijalan Allah itu lebih baik daripada dunia dan seisinya. Tempat cemeti salah seorang diantara kalian di surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya. Waktu sore atau pagi hari yang digunakan seorang hamba berangkat (berjihad) di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhori no.2892, HR.Muslim No.1881)

Hadits

Fadholah bin Ubaid meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda; “Setiap orang yang meninggal ditutup amalnya, kecuali orang yang Ribath di jalan Allah. Amalnya dikembangkan untuknya sampai hari kiamat dan aman dari fitnah kubur. (HR. Abu Daud no 2500 & Tirmidzi no 1621)

Keutamaan Ribath atau berjaga-jaga di jalan Allah

Ribath sehari semalam di jalan Allah lebih baik daripada saum sebulan dan sholat malannya.

Ribath sehari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya.

Amal orang yang Ribath di jalan Allah dikembangkan sampai hari kiamat dan ia aman dari fitnah kubur.

SERI KAJIAN SHAHIH FADHILLAH AMAL#22

(Shahih Fadhillah Amal, Syaikh Ali bin Nayif Asy-Syuhud, hal 89 - 90, Aqwam)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)