Langsung ke konten utama

Sambutan Bagi Para Dermawan


Keluarga Dakwah - Tips Keluarga Bahagia 66

Dermawan adalah sifat Allah Ta’ala, Allah Maha Dermawan dan mencintai kedermawanan dan para dermawan. Allah menyeru kaum mukminin untuk berlaku dermawan; dermawan akhlak, harta, pangkat, dan seluruh bentuk dermawan.

Termasuk penting bagi kehidupan rumah tangga, hendaklah suami-istri menghiasi diri dengan sifat dermawan dalam artian umum, terutama dermawan harta dan akhlak. Selama suami-istri mewujudkan prinsip ini, baik terhadap pasangan maupun anak-anak, niscaya kehidupan keduanya akan bahagia dengan izin Allah. Keduanya akan mendapatkan akibat yang baik dari sifat dermawan ini, baik di dunia maupun di akhirat. Rasulullah SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik bagi keluarga dan aku yang terbaik bagi keluargaku. Tidaklah ia memuliakan wanita melainkan ia mulia, dan tidaklah ia menelantarkan wanita melainkan ia tercela.” (Shahih Al-Jami’)

Rasulullah SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda:

“Sesungguhnya Allah Maha Dermawan dan mencintai orang-orang dermawan, Maha berbuat baik dan mencintai perbuatan baik, mencintai akhklak mulia dan membenci akhklak rendahan.” (Shahih Al-Jami’)

Rasulullah SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda:

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya.” (Shahih Al-Bukhori)

Di dalam hadist ini Rasulullah SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM menjadikan pemuliaan terdahap tamu sebagai tanda iman terhadapa hari akhir. Suami, istri, anak, orang tua adalah orang yang lebih berhak untuk dimuliakan daripada sebatas tamu yang sebentar lagi pulang.

Riset ilmiyah menunjukan bahwa seseorang yang berderma untuk orang lain, baik donasi ataun menawarkan bantuan untuk mereka, ia akan lebih banyak merasakan bahagia daripada jika didermakan untuk diri-sendiri. (www.kaheel7.com)

Seorang penyair berkata:
Apabila dunia berbuat baik kepadamu maka berbuat baiklah dengannya
Kepada orang lain, niscaya dunia didatangkan karena ia berbalik
Jika dunia datang, dermawan tak akan menghilangkannya sifat bakhil pun tak akan menahan jika ia pergi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)