Langsung ke konten utama

Kesalahan Orangtua Kita Terdahulu

Apa kesalahan orangtua kita terdahulu
Keluarga Dakwah - Adalah mereka melanggar larangan Allah SWT. Biasanya larangan yang dilanggar itu terkait dua hal, perut dan di bawah perut (kemaluan). 

Adam dan Hawa diusir Allah dari Surga karena pengaruh setan. Begitupula seorang suami sering bertengkar istri kenapa? Karena pengaruh setan. Ketika seseorang menjauh dari Allah maka ia pasti dikuasai setan.

Nabi diperintahkan Allah, wahai Nabi engkau harus menjadi saksi dan menyeru manusia kepada jalan Allah dan jadilah engkau lampu penerang dan mengajak orang lain dengan contoh yang baik. Inilah yang harus kita lanjutkan.

Kalau manusia jauh dari Allah maka yang terjadi adalah setan akan memusuhinya dan terjadilah pelanggaran-pelanggaran. 

Manusia yang paling banyak ujiannya adalah para Nabi kemudian mereka yang lebih rendah kualitasnya dan seterusnya. Maka pertanyaannya, Apakah kita mengikuti petunjuk Allah? Atau tidak? Karena kehidupan ini adalah ujian.

Berarti tanggungjawab kita minimal menyelamatkan tiga orang dalam kehidupan kita. Allah mengajarkan Nabi Muhammad SAW cara untuk mengubah keadaan (suatu negeri) dan menariknya perubahan yang dibawa Nabi tanpa peperangan.

Bagaimana cara Allah mengadakan perubahan ini? Baca QS. Al-Jumu'ah ayat 2. 

Tiga cara yang Nabi Muhammad lakukan,

1. Senantiasa membacakan ayat-ayat Allah. Pada tahun 80an bisa kita dengarkan menjelang magrib sampai isya kita dengarkan bacaan alquran. Namun setelah adanya tv saat ini sudah tidak terdengarkan lagi bacaan Qur'an itu. 

Padahal Nabi telah mengingatkan kita, "Bacalah Quran di rumah kalian dan janganlah kalian menjadikan rumah kalian kuburan."

Di zaman Nabi terdapat seseorang bernama dhamat, saat Nabi sedang memulai suatu majelis dengan membacakan tiga ayat terkait takwa, maka dhamat terus berdiri dan langsung bersyahadat di hadapan Nabi. Lihat, tiga ayat cukup bagi dhamat untuk meninggalkan kekafirannya.

Bacalah Al-Quran karena ia dapat mengusir gangguan setan. Sekedar membacakan ayat Qur'an akan Allah hadirkan ketenangan dalam diri yang membaca dan yang mendengarnya walau mereka kafir.

Inilah cara pertama, sumber perubahan adalah diantaranya dengan membacakan Al-Qur'an. Jika suatu saat anak kita atau istri mulai malas dan jauh dari Allah maka bacalah kepadanya Al-Quran.

2. Melakukan perubahan diri dengan Tazkiyatun Nafs (pensucian jiwa). Tazkiyatun Nafs bisa dilakukan dengan tiga cara; Ajarkan Tauhid, ajarkan mereka ibadah kepada Allah, dan ajarkan mereka akhlak.

3. Merubah otak dengan mengajarkan Al-Quran dan Al-Hadits. 

Tiga Metode perubahan ini harus dilakukan secara berturut turut. Membaca Quran lalu mensucikan diri dan belajar Al-Quran dan Al-Hadits.

Ketahuilah,
Kemenangan kita ada dalam Al-Quran. Bagaimana kita bisa menang kalau kita tidak baca Qur'an. 

Setelah 72 tahun kita merdeka, masih ada separoh ummat islam yang tidak membaca quran atau bahkan tidak memiliki quran. Sekitar 50 persen umat Islam Indonesia tidak tahu baca Al-Quran. Mari kita rubah keadan, jangan sekadar jadi penonton. 

Ustad Farid Okbah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)