Langsung ke konten utama

Menyikapi Isteri Yang Selingkuh Dengan Tetangga

Menyikapi Isteri Yang Selingkuh Dengan Tetangga
Keluarga Dakwah - Menyikapi Isteri Yang Selingkuh Dengan Tetangga

Seorang berzina dengan 40 orang itu lebih baik daripada berzina dengan tetangganya. Wanita tersebut adalah wanita yang jahat. Layak untuk diceraikan dan dikembalikan kepada kedua orang tuanya.

Jika dia sudah berbuat seperti itu, dia harus dilepaskan. Bahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda bahwa menahan isteri yang seperti itu, maka ia tidak masuk surga.

Maka dari itu jika memiliki isteri, berusahalah untuk memperoleh isteri yang shalilhah. Sebab jika telah melakukan yang demikian itu, si isteri telah rusak.

Jika si isteri bertaubat dan meminta maaf, maka itu lebih baik, apalagi jika si suami masih cinta kepadanya. Sebab perkaranya sudah selesai jika memang isteri beul-betul bertaubat. Dan ia masih boleh untuk dipertahankan sebagai isteri.

Namun poin penting yang perlu diperhatikan; jangan sampai ia tinggal di daerah itu lagi, sebabbisa kambuh lagi (terulang kembali). Oleh karenanya, tempat tinggal harus dijauhkan. Sebab ini adalah penyakit.

Ta’liq dari kami:

Kami belum mendapati angka 40 sebagaimana disebutkan di atas, namun terdapat dalam hadits lain; lebih baik berzina dengan 10 orang, redaksinya sebagai berikut:

عن الْمِقْدَادِ بْنَ الأَسْوَدِ ، يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لأَصْحَابِهِ : مَا تَقُولُونَ فِي الزِّنَا ؟ قَالُوا : حَرَّمَهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ، فَهُوَ حَرَامٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، قَالَ : فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لأَصْحَابِهِ : لأَنْ يَزْنِيَ الرَّجُلُ بِعَشْرَةِ نِسْوَةٍ ، أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَزْنِيَ بِامْرَأَةِ جَارِهِ  

Dari Miqdad bin al-Aswad berkata, “RasulullahShallallahu alaihi wa Sallam bersabda kepada para shahabatnya, ‘Apa pendapat kalian tentang zina?’ Mereka menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya, dan itu haram hingga hari kiamat.’ Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallambersabda kepada para shahabatnya, ‘Seorang yang berzina dengan 10 orang perempuan lebih ringan baginya dari pada berzina dengan istri tetangganya’.” ]HR. Ahmad dalam al-Musnad (23095) & Thabrani dalam al-Kabir (XX/256) dan al-Ausath (VI/254). Imam al-Mundziri berkata; “Para perawinya Tsiqat.” Syaikh Syu’aib al-Arnauth berkata; “Sanadnya Jayyid.”

Oleh: Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku)