Langsung ke konten utama

Bila Ibu Mertua Tidak Suka Menantu Perempuannya


Keluarga Dakwah - Bila Ibu Mertua Tidak Suka Menantu Perempuannya

Pertanyaan:

Ibuku tidak menyukai istriku sekembalinya kami dari luar rumah atau bila kami baru saja mengunjungi orang tua istriku. Apa yang sebaiknya kuperbuat?

Jawaban:

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Bukan sesuatu yang mendesak bila Anda tinggal bersama keluarga. Bahkan bisa jadi, ketika Anda tinggal bersama istri di luar rumah kedua orang tua Anda, itu akan jadi pilihan yang baik untuk diri Anda, istri Anda, maupun ibu Anda. Umumnya, tinggal seatap dengan keluarga – sekalipun itu kerabat sangat dekat – akan memunculkan masalah atau ganjalan dalam hidup keseharian. Sementara orang berakal – yang mampu menimbang masalah berdasar syariat dan sikap hikmah – jumlahnya begitu sedikit. Apalagi para wanita yang sering saling cemburu dan tak ingin kalah saing.

Bahkan bisa jadi, ketika Anda tinggal di luar rumah keluarga Anda, hubungan antara ibu Anda dengan istri Anda akan membaik. Kondisi saling berjauhan, terkadang bisa menjadi harta paling berharga. Karena itu, tidak selayaknya Anda merisaukannya. Betapa banyak sesuatu yang Anda anggap mengganggu, tidak menyenangkan, kemudian ternyata ada banyak kebaikannya. Bisa jadi, karena berjauhan malah akan memunculkan kerinduan dari ibu Anda; rindu dengan Anda, rindu dengan cucunya. Bahkan, perasaannya akan berubah terhadap istri Anda, ketika dia jauh dari penglihatan ibu Anda, karena jarang ketemu. Semacam ini sudah banyak terbukti.

Kemudian, jika Anda ingin menyelesaikan akar permasalahannya – yaitu Ibu Anda tidak suka terhadap istri Anda – maka Anda mesti tahu sebab-sebab hilangnya rasa suka dan cinta. Ketahui juga segala hal yang menghalangi lahirnya cinta itu. Mungkin berikut ini adalah rentetan sebab yang menjadikan ibu Anda tidak menyukai istri Anda,

- Keseringan kumpul dan ketemu, yang menyebabkan banyak interaksi bicara. Ujungnya, banyak salah kata.

- Cemburu karena kedekatan istri Anda dengan Anda, dan rasa cinta Anda kepadanya. Ini banyak terjadi. Seorang ibu cemburu karena kedekatan putranya dengan istrinya, dan melayani setiap yang diinginkan istrinya. Bahkan bisa jadi sang ibu berpikiran, “Menantuku telah mengambil anakku.”

- Istri Anda bersikap buruk terhadap ibu Anda. Sebagian istri tidak berusaha bersikap baik terhadap ibu mertua, tidak melayani ketika dia menginginkannya, tidak hormat, dan tidak menghargai. Alhasil, muncul duri-duri masalah antara mereka berdua.

- Anda meremehkan hak ibu Anda, namun Anda memperhatikan hak istri Anda. Seorang ibu tidak sanggup marah kepada Anda sebagai anaknya, lalu dia jadikan itu alasan untuk marah kepada penyebabnya, yaitu istri Anda.

Ini beberapa sebab yang mungkin memunculkan api amarah antara ibu Anda dan istri Anda. Jika sudah jelas musababnya, Anda mesti menempuh solusi dengan sikap bijak dan baik.


Kemudian kami nasihatkan Anda agar memperbaiki kesalahan tersebut dengan cara:

- Pindah ke tempat tinggal yang jauh dari Ibu Anda. Sampaikan kepada ibu Anda, bahwa kepindahan Anda ini demi kebaikan ibu, meskipun Anda sendiri tidak menyukainya. Agar ibu Anda tidak mengalami tekanan batin yang justru menyebabkan dirinya sakit-sakitan.

- Pesankan istri Anda supaya banyak memberi hadiah bagi ibu Anda, baik pakaian atau makanan, maupun “hadiah” maknawi (seperti mengucap salam dan menanyakan kondisi kesehatannya).

- Minta bantuan orang-orang yang baik yang disegani ibu Anda, untuk menyadarkan pola pikir ibu Anda terhadap menantunya. Terkadang nasihat orang-luar bisa memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan nasihat orang-dalam.

Kemudian yang perlu kami tekankan di sini, ketika Anda tidak tinggal bersama ibu Anda, Anda harus berusaha untuk mandiri dengan rumah sendiri, yang juga jauh dari rumah keluarga istri Anda. Ketika Anda pindah ke rumah keluarga istri Anda, akan semakin memperuncing perselisihan di antara dua kubu. Kemudian, biasanya itu juga tidak mendukung kelangsungan keluarga. Bahkan bisa jadi menyebabkan dampak buruk bagi kehidupan rumah tangga.

Jangan lupa banyak berdoa kepada Allah Ta’ala agar Dia berkenan memberi hidayah menuju segala jalan yang Dia cintai dan ridhai. Berdoalah agar Allah Ta’ala menyatukan hati, memperlembut perangai, dan menunjukkan perkataan, perbuatan, dan akhlak terluhur.

Hanya Allah yang mampu memberi taufiq.

Fatawa Al-Islam Sual wa Jawab diasuh oleh Syaikh Shalih Al-Munajjid(islamqa.info/ar/84036)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

Sebelum Menyesal Karena Salah Pilih Suami

Urusan jodoh memang urusan Allah, jika sudah ditakdirkan maka kita tak kuasa untuk mengubahnya. Tetapi sebelum kita berjodoh dengan seseorang, kita sama sekali tak tahu siapa jodoh kita. Oleh karena itu, kewajiban kita adalah ikhtiar dan berusaha mencari jodoh sebaik mungkin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, اعْمَلُوا، فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ “Beramallah kalian, karena masing-masing dimudahkan (untuk melakukan sesuatu yang telah ditakdirkan untuknya).” (HR. Muslim no. 2648) Tak sedikit kami mendengar curahan hati para wanita muslimah yang merasa menyesal telah berjodoh dengan suaminya sekarang. Ungkapannya mungkin tidak tegas, tetapi sikapnya mencerminkan hal tersebut. Lelaki yang dulu terlihat sempurna ternyata menyimpan banyak cacat. Lelaki yang dulu diharap menjadi pelindung ternyata menjadi perundung. Sebelum menyesal, teliti terlebih dahulu sebelum menikah. Minta bantuan orang lain untuk menilai dan menyelidiki lelaki yang ingin dinikahi atau lelaki yang pantas dinikahi...

Esensi Tawadhu

Jalinan Keliarga Dakwah - Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam muslim Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan martabat manusia” Hadits tersebut memberi kita dua hal yang mendeskripsikan apa yang disebut sebagai kesombongan. Ketika seseorang memiliki salah satu dari dua hal tersebut, maka dia telah menjadi pribadi yang sombong. Di mana kepribadian tersebut tidak disukai oleh Allah ta'ala. Dalam menerima apa yang diyakini sebagai kebenaran, kita seringkali terfokus pada siapa yang menyampaikan. Sebelum mendengarkan paparannya, kita terlebih dahulu melihat siapa yang berbicara, bagaimana latar belakangnya, apa gelarnya, berapa usianya, dan pertimbangan-pertimbangan subjektif lainnya yang membuat kita “yakin” kepada sang pembicara. Sikap ini tidak sepenuhnya salah, namun seringkali “keyakinan” ini menjerumuskan kita kepada sebuah fanatisme. Di mana kita pada akhirnya berkesimpulan “pokokny...