Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Harga Mati Calon Pasangan Adalah Keshalihan

Keluarga Dakwah - Harga Mati Calon Pasangan Adalah Keshalihan Kita tahu, atau minimal pernah mendengar, bahwa manusia diciptakan Allah hanya untuk mengabdi kepada-Nya. Hanya itu, dan bukan yang lain. Sehingga kesuksesan kita sebagai manusia sejatinya ditentukan oleh kemampuan kita merealisasikan makna pengabdian kepada Allah di setiap situasi dan kondisi yang kita temui. Menetapi perintah Allah dengan mengerjakannya, dan larangan Allah dengan cara menjauhinya. Dan itu akan berlangsung terus berlanjut hingga kematian datang menjemput. Meski secara konsep tampak sederhana, pengabdian kepada Allah sangatlah sulit di level aplikasi teknisnya. Bisa dari sisi materi perintah dan larangan yang kebanyakan tidak sejalan dengan keinginan hawa nafsu kita sebagai manusia, dimana perintah Allah seringkali berada di wilayah yang tidak kita suka, atau larangan-Nya justru berada di area kesukaan kita. Ada semangat yang harus kita jaga, juga kesenangan yang harus kita tahan. Bisa juga dari...

Hukum Asal Menjaga Kehormatan

Keluarga Dakwah - Hukum Asal Menjaga Kehormatan اَلْأَصْلُ فِي الْأَبْضَاعِ التَّحْرِيْمُ “Hukum asal jima’ (hubungan seksual) adalah haram” Allah SWT menciptakan manusia dan meninggikan derajatnya di banding makhluk-Nya yang lain. Salah satu wujudnya adalah Allah SWT menjaga kesucian keturunan mereka dengan sebuah syariat yang bernama pernikahan. Syariat yang Allah SWT tetapkan dalam persoalan ini cukup ketat dan detail. Allah menetapkan bahwa kehalalan hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan hanya disebabkan oleh dua hal; pernikahan dan kepemilikan (budak). Dia juga mengatur perempuan mana saja yang boleh dinikahi oleh laki-laki. Selain itu, Dia juga menyiapkan hukuman bagi mereka yang enggan tunduk pada ketentuan-ketentuaan-Nya. Dirajam dengan batu hingga meninggal dunia, jika ia sudah pernah melangsungkan pernikahan yang sah. Atau dijilid seratus kali dan diasingkan selama setahun, jika ia belum pernah melangsungkan pernikahan. Dari berbagai detil persoalan dala...

Pernikahan yang Kokoh

Keluarga Dakwah - Pernikahan yang Kokoh Pernikahan merupakan akad yang paling kuat, hubungan paling kokoh, mitsaqan ghalidzha, namun sekuat-kuatnya sesuatu, ia bisa melemah bahkan putus, demikian juga pernikahan, ia bisa naik turun, melemah menguat, bahkan hancur dan kandas di tengah jalan. Janji seia-sekata selalu bersama hingga mati gagal terwujud. Harapan suami istri adalah keberhasilan rumah tangga hingga akhir hayat, keduanya berusaha mencari dan melakukan sebab-sebabnya, dan banyak faktor penguat pernikahan, banyak sebab pengikat dua orang untuk bersama, dari sekian sebab dan faktor, yang terkuat adalah dua faktor: Pertama: Akidah, iman dan agama. Tidak ada jalinan lebih kuat daripada akidah. Tidak ada tali lebih kokoh dari iman. Tidak ada perekat lebih kuat daripada iman. Yang saya maksud adalah akidah, iman dan agama yang benar, lurus dan istiqamah. Artinya suami istri dengan akidah yang sama, iman yang baik dan agama yang sama, jauh lebih berpeluang untuk mewujudkan ...

Keluarga Dakwah, Basis Kekuatan Umat

Penulis: Ust Lukman H. Syuhada Medan pertarungan utama antara Islam dengan jahiliyah adalah pertarungan sosial, antara tatanan masyarakat Islam dengan tatanan sosial jahiliyah. Kedua fenomena ini bertolak belakang, yang satu dibangun di atas landasan Aqidah Islamiyah, Syariat Islam dan akhlaqul karimah, sementara yang lain dibangun di atas pondasi cinta dunia dan hamba nafsu. Pertarungan ini berlangsung semenjak masyarakat Islam masih lemah di tengah hegemoni masyarakat jahiliyah, maupun setelah masyarakat Islam menjadi pemenang dan mendominasi. Maknanya, masyarakat Islam tak pernah kehilangan kekhasan ini, meski sedang sulit atau dikuasai musuh. Keluarga memiliki peran kunci dalam membangun tatanan masyarakat Islami. Satuan sosial terkecil yang membentuk masyarakat adalah keluarga. Oleh karenanya, keluarga harus menjadi fokus garapan untuk menjadi bahan baku membentuk masyarakat Islami. Masyarakat yang menyadari perannya sebagai barisan pasukan yang berhadap-hadapan dengan bar...

Tafsir Surat Al Masad

‘’Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut’’ Sebab Turunnya Ayat : Para ahli tafsir menyebutkan beberapa riwayat tentang sebab turunnya surat al Masad, diantaranya adalah sebagai berikut : Riwayat Pertama: Dari Ibnu Abbas dia berkata, "Tatkala turun ayat : وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِين   “ Berilah peringatan kepada kaum kerabatmu yang terdekat.“  (Qs. Asy Syu'ara : 214) dan kelompokmu yang ada disekitarmu. Maka Rasulullah keluar dan menaiki Bukit Soffa lalu berteriak memanggil Ya Shobaha. Sebagian mereka tertanya-tanya siapakah yang berteriak. Sebagian mereka menjawab, 'Muhammad' .  Maka mereka pun mulai berkumpul ke arah beliau. Lalu Beliau pun bersabda: "Wahai Bani Fulan! Bani Fulan! Bani Fulan! Wahai Bani...

Kitab-kitab Tafsir Tersohor

Kitab-kitab tafsir tersohor: a) Tafsir Ibnu Abbas b) Tafsir Ibnu Uyainah c) Tafsir Abu Syaih bin hibban d) Tafsir Ibnu Atiyah e) Tafsir Abu Lais As-Samarqandi (bahrul ulum) f) Tafsir Abu Ishaq ((al-Kasfu wal bayan an tafsiril qur’an) g) Tafsir Ibnu jarir at-Tahbari (jamiul bayan fie tafsiril qur’an) h) Tafsir Ibnu Abi Syaibah i) Tafsir Al-Baaghawi (ma’alimul tanzil) j) Tafsir Abil fida’ Al-Hafidz Ibnu katsir (tafsir qur’an adzim) k) Tafsir As-Sya’labi (al-Jawahirul hisan fi tafsiril qur’an) l) Tafsir Jalaluddin asy-Syuyuti ( ad-Durrul mansur fi tafsiril bil mantsur) m) Tafsir Asy-Syaukani (fathul qadir) Kitab tafsir bil ra’yi a) Tafsir Abdurrahman bin Kisan Al-aslam. b) Tafsir Abu Ali Al-Juba’i. c) Tafsir Abdul Jabbar. d) Tafsir Az-Zamakhsyari. e) Tafsir Fakhruddin Ar-Razi (mafatihul ghaib). f) Tafsir Ibnu Furaq. g) Tafsir An-nasafi (madarikut tanzil wa haqa’iqut ta’wil). h) Tafsir Al-Khazin (lubabut ta;wil fi ma’ani tanzil). i) Tafsir ...

Pelajaran Berharga Dari Sahabat Rabi’ah bin Ka’ab

Keluarga Dakwah - Pelajaran Berharga Dari Sahabat Rabi’ah bin Ka’ab Rabi’ah bin Ka’ab bercerita tentang riwayat hidupnya dalam Islam. Katanya, “Dalam usia muda jiwaku sudah cemerlang dengan cahaya iman. Hati kecilku sudah penuh berisi pengertian dan pemahaman tentang Islam. Pertama kali aku berjumpa dengan Rasulullah , aku langsung jatuh cinta kepada beliau dengan seluruh jiwa ragaku. Aku sangat tertarik kepadanya, sehingga aku berpaling kepada beliau seorang dari yang lain. Pada suatu hari hati kecilku berkata, “Hai Rabi’ah! Mengapa engkau tidak berusaha untuk berkhidmat menjadi pelayan kepada Rasulullah ? Cobalah usahakan. Jika beliau menyukaimu engkau pasti akan bahagia berada di samping beliau dalam mencintainya dan akan beroleh keuntungan di dunia dan akhirat.” Berkat desakan hati, aku segera mendatangi Rasulullah dengan penuh harapan semoga beliau menerimaku untuk berkhidmat kepadanya. Ternyata harapanku tidak sia-sia. Beliau menyukai dan menerimaku menjadi pelayannya. S...

Jangan Selalu Menyalahkan Anak

Keluarga Dakwah - Terus terang saya amat terkesan dengan penuturan yang disampaikan M. Musrofi dalam bukunya “Melesatkan Prestasi Akademik Siswa”. Ia menyebutkan, ilustrasi berikut ini bisa kita jadikan renungan tentang bagaimana selama bertahun-tahun, boleh jadi kita selalu memposisikan anak dalam posisi SALAH: Ketika bangun pagi. Apakah tadi pagi Anda memarahi anak Anda ketika ia sulit bangun pagi? Kalau ya, ini kesalahan pertama pada anak Anda. Lalu Anda memarahi anak Anda ketika ia sulit mandi pagi? Ini kesalahan kedua anak Anda. Kemudian Anda juga memarahinya ketika sulit makan pagi? Ini kesalahan ketiga anak Anda. O ya, mungkin Anda memarahi anak Anda ketika ia tidak segera berangkat sekolah? Ini kesalahan keempat anak Anda. Di sekolah. Mungkin sang guru akan memarahi anak Anda karena tidak memperhatikan saat gurunya menerangkan. Berarti ini kesalahan kelima anak Anda. Barangkali anak Anda juga berantem dengan temannya. Kemudian ia dipanggil oleh guru bimbingan konseling te...

Mendidik Dengan Kasih Sayang

Keluarga Dakwah - Mendidik Dengan Kasih Sayang الرفق لايكون فى شيء إلا زانه ( رواه مسلم )إن “ Sesungguhnya tiadalah kelembutan itu menyertai suatu urusan kecuali menghiasinya” ( Diriwayatkan Muslim ). إذا أراد الله عز وجل بأهل بيت خيرا أدخل عليهم الرفق ( رواه أحمد ) “ Apabila Alloh ‘Azza Wajalla menghendaki kebaikan suatu keluarga, Alloh akan memasukkan kelembutan atas mereka” (Diriwayatkan Muslim ). عن عا ءشة قالت ماضرب رسول الله صلى الله عليه وسلم شيأ قط بيده ولا إمرءة ولا خادما إلا أن يجاهد فى سبيل الله ( رواه مسلم ) “ Dari ‘Aisyah رضي الله عنها berkata : “ Rosululloh tidak pernah sama sekali memukul sesuatu dengan tangannya, tidak pula memukul istrinya dan pembantunya, kecuali ketika berjihad fi sabilillah.” (Diriwayatkan Muslim ). Kelembutan dan kasih sayang dalam menanamkan nilai – nilai akhlak merupakan salah satu cara yang disukai anak, dengan sentuhan kasih sayang, mereka dapat belajar lebih percaya diri, motivasi belajar yang tinggi dan dalam dirinya ada peras...