Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Kapankah Dibolehkan dan Dilarang Mendoakan Orang Kafir

Keluarga Dakwah - Kapankah Dibolehkan dan Dilarang Mendoakan Orang Kafir Berdoa merupakan hal yang dianjurkan. Namun tidak sedikit di antara kaum Muslimin belum begitu memahami bagaimana tata cara Mendoakan Orang Kafir dengan benar. Salah satunya adalah perkara boleh tidaknya mendoakan orang kafir atau nonmuslim. Terutama ketika menghadiri undangan, ketika melayat, menjenguk, dan kondisi-kondisi lainnya. Terlebih hukum mendoakan orang tua yang kafir. Sebagai seorang Muslim, semua hal yang terkait ibadah harus terdapat dalil yang menjelaskannya. Penting untuk mengetahui kondisi-kondisi yang membolehkan seseorang mendoakan orang kafir dan kapan tidak dibolehkan. Bahkan karena melihat urgennya masalah ini hingga Imam Bukhari membuat judul khusus tentang hal ini dalam kitab shahihnya dengan judul: Du’aul Musyrikin (Hukum Mendoakan Orang Kafir/Musyrik). Begitupula ulama-ulama lainnya telah menjelaskan dengan gamblang tentang hukum mendo’akan orang kafir, kapan harus mendo’akan k...

Tebar Qurban untuk Dhuafa bersama Jalinan Keluarga Dakwah

Keluarga Dakwah - Tebar Qurban untuk Du'afa bersama Jalinan Keluarga Dakwah Ibadah Qurban merupakan bukti tanda cinta, kepada Allah dan kepada sesama. Cinta dan tunduk dalam ketaatan kepada-Nya, serta peduli dengan sesama hamba-Nya. Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha tahun 1438 H, Jalinan Keluarga Dakwah (JKD) kembali menggulirkan program "Tebar Qurban untuk Du'afa". Dengan ini kami mengajak masyarakat untuk menyalurkan hewan qurbannya kepada kami Jalinan Keluarga Dakwah (JKD), yang beralamat di Jln Malaka Raya No 10, Kelapa dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur. Selain menerima dan menyalurkan hewan qurban, kami Jalinan Keluarga Dakwah (JKD) menyediakan Hewan Qurban, berupa Sapi dan Kambing yang sehat, memenuhi syarat qurban. Kambing mulai 1,6-6jt Sapi 14-29jt (Hewan bersertifikat sehat dari kementrian pertanian) Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Fuad 08987901594 atau Eko 081318446713 Alamat kandang Jakarta : Jl.kebagusan Raya 0...

Istri ‘Perkasa’ Raja Rumah Tangga

Keluarga Dakwah- Istri ‘Perkasa’ Raja Rumah Tangga Judul di atas mungkin cukup menggelitik, dan mencuatkan banyak tanda tanya. Siapa yang dimaksud ‘istri perkasa’? Dan, mengapa ‘raja rumah tangga’? Bukankah yang lazim dipahami, bahwa yang menjadi raja rumah tangga, kepala dan pemimpin keluarga, itu adalah suami? Mengapa ‘istri perkasa’ bisa menjadi raja rumah tangga? Wallahu a’lam, tepat dan tidaknya pemilihan judul di atas, silahkan para pembaca mengkritisinya. Yang jelas, tulisan ini bermaksud menyorot sebuah fenomena yang mungkin tidak mewabah sekali terjadi dalam kehidupan keluarga, namun keberadaannya cukup menyemburatkan keprihatinan. Yakni, jatuhnya kendali keluarga secara praktikal ke tangan istri. Istrilah yang berkuasa dalam keluarga; berhak mengatur dan menentukan semua keputusan keluarga. Sedangkan sang suami terpuruk lemah, tak mampu membendung superioritas dan dominasi istri di dalam keluarga. Jadilah seakan-akan yang menjadi raja rumah tangga adalah istri. Da...

Dosa-Dosa Besar ke 4, Meninggalkan Shalat

Keluarga Dakwah  - Dosa-Dosa Besar ke 4, Meninggalkan Shalat Allah Ta’ala berfirman, فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئًا “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan, Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, Maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun,” (Maryam 59-60) Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Ibnu Abbas: “Kata ‘adhaa’uuha’ (menyia-nyiakan) bukan berarti mereka meninggalkan shalat secara total, namun mereka mangakhirkan waktunya.” Sa’id bin Musayyab, Imam para Thabi’in: “Artinya, bahwa seseorang tidak melaksanakan shalat Dzuhur hingga datang waktu shalat Ashar, tidak melaksanakan shalat Ashar hingga wakt...

Sepuluh Wasiat untuk Istri yang Mendambakan Keluarga Bahagia tanpa Problema

Keluarga Dakwah - Sepuluh Wasiat untuk Istri yang Mendambakan Keluarga Bahagia Berikut ini sepuluh wasiat untuk wanita, untuk istri, untuk ibu rumah tangga dan ibunya anak-anak yang ingin menjadikan rumahnya sebagai pondok yang tenang dan tempat nan aman yang dipenuhi cinta dan kasih sayang, ketenangan dan kelembutan. Wahai wanita mukminah! Sepuluh wasiat ini aku persembahkan untukmu, yang dengannya engkau membuat ridha Tuhanmu, engau dapat membahagiakan suamimu dan engkau dapat menjaga tahtamu. Wasiat Pertama: Takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat Bila engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah!! Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncangkan kerajaan. Maka janganlah engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah dan jangan engkau seperti Fulanah yang telah bermaksiat kepada Allah… Maka ia berkata dengan menyesal penuh tangis setelah dicerai oleh sang suami: “Ketaatan menyatukan...

Nasihat Imam Ahmad untuk Suami

Keluarga Dakwah - Imam Ahmad memberikan nasehat kepada putranya saat menikah; Kamu tidak akan mendapat kebahagiaan dalam rumah kecuali dengan 10 hal yang harus diberikan kepada isteri: Pertama dan kedua serta ini yang paling penting wanita sangat suka dengan ungkapan cinta. Jangan pelit untuk mengungkapkannya. Jika kamu pelit, maka akan ada penghalang, jarak dan kurang harmonis. Ketiga wanita membenci laki-laki yang keras (diktator) dan sangat suka dengan laki-laki yang halus, lunak (bijak). Maka berikanlah sikap tersebut secara proporsional (tegas dan lunak pada tempatnya). Keempat wanita menyukai apa yang disukai suami pada istrinya: perkataan yang baik, penampilan yang bagus, pakaian bersih, badan yang wangi. Usahakan kamu dalam konndisi seperti itu! Kelima Rumah adalah kerajaan wanita, singgasananya. Wanita adalah ratunya. Janganlah kamu menghancurkan singgasananya, janganlah menggesernya dari singgasananya. Jika itu dilakukan maka sama halnya ka...

Dosa-Dosa Besar: 2 Membunuh

Keluarga Dakwah - Dosa-Dosa Besar: 2 Membunuh Allah Ta'ala berfirman وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا “Dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (An-Nisa’: 93) Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Jika dua orang mukmin saling bertemu dengan kedua pedangnya, maka baik si pembunuh atau yang dibunuh di dalam neraka.”Ada yang bertanya,”Wahai Rasulullah, yang ini memang pembunuh, bagaimana halnya yang dibunuh?” Rasulullah menjawab,”Karena ia juga antusias untuk membunuh sahabatnya.” (HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim) Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Membunuh seorang mukmin itu lebih besar kadarnya bagi Allah daripada lenyapnya dunia.” (HR. Nasa’i dan Baihaqi) Rasulul...

Mengenali Cacat pada Hewan Qurban

Keluarga Dakwah - Mengenali Cacat pada Hewan Qurban Terkadang kita dapatkan hewan qurban mempunyai cacat, seperti buta, pincang, sakit, kurus, tanduknya patah dan lain-lainnya. Apakah cacat-cacat tersebut mempengaruhi keabsahan berqurban ? Para ulama menjelaskan bahwa cacat yang terjadi pada hewan qurban dibagi menjadi 3 kelompok : Kelompok Pertama : Cacat Yang Menyebabkan Qurban Tidak Sah. Tujuan berqurban, selain mendekatkan diri kepada Allah, adalah untuk dimakan dagingnya, jika sebagian dagingnya berkurang karena cacat, maka menyebabkan qurbannya tidak sah. Kelompok pertama ini ada empat ciri sebagaimana disebutkan di dalam hadist al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي الضَّحَايَا الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ عَرَجُهَا وَالْكَسِيرُ الَّتِي لَا تُنْقِي “ Empat hal yang tidak boleh dijadikan hewan qurban, buta ...

Nilai-Nilai Tauhid dalam Ibadah Haji

Keluarga Dakwah - Nilai-Nilai Tauhid dalam Ibadah Haji Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima, seorang muslim yang secara finansial cukup dan secara fisik mampu, wajib baginya untuk segera melaksanakan kewajiban ini. Ibadah haji mempunyai banyak keutamaan, diantaranya adalah apa yang disebutkan oleh Rosulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dalam beberapa hadistnya : Pertama : Haji Mabrur pahalanya adalah syurga, sebagaimana hadist di bawah ini : عن أبي هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما ، والحج مبرور ليس له جزاء إلا الجنة Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwasanya Rosulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “ Umrah sampai umrah berikutnya merupakan kaffarat ( penebus dosa ) yang dilakukan antara keduanya , dan haji mabrur tidak ada pahalanya kecuali syuga ( HR Bukhari dan Muslim ) Kedua : Haji Mabrur akan dihapus segala dosanya selama ini, sebagaimana hadist di bawah ini : ...