Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Setelah Menikah Para Sahabat Hidup Bersama Ayahnya Atau Pindah ke RumahSendiri

Keluarga Dakwah - Setelah Menikah Para Sahabat Hidup Bersama Ayahnya Atau Pindah ke Rumah Sendiri Pada umumnya kebiasaan kehidupan para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah yang biasa juga dilakukan oleh manusia, bahwa seseorang jika sudah menikah menjadikan rumahnya terpisah berbeda dengan rumah bapaknya, tidak ada kekhususan keadaan para sahabat dalam hal ini. Di antara beberapa riwayat yang menunjukkan hal itu adalah sebagai berikut: Riwayat Pertama . Apa yang telah diriwayatkan oleh Abdur Razzaq dalam Mushannafnya (19822) dengan sanad yang shahih dari jalur Mu’ammar, dari Ayub, dari Nafi’ berkata: “Telah sampai berita kepada Umar bahwa Shofiyyah istrinya Abdullah bin Umar telah menutupi rumahnya dengan tirai bergambar atau dengan yang lainnya, yang diberikan oleh Abdullah bin Umar. Maka Umar berpendapat dan beliau ingin mencabutnya. Berita ini menyebar ke mereka dan mereka pun mencabutnya. Pada saat Umar datang, maka tirai tersebut sudah tidak ada. Beliau berkata: “Ad...

Anak Nabi Saja Durhaka - Parenting Islami

Keluarga Dakwah - Banyak orang tua yang pasrah dengan keadaan anaknya. Tidak sedikit dari mereka ber argumen: "Anak nabi saja Durhaka, Anak ustadz saja banyak yang rusak dan lain sebagainya. Sebagai orang tua kita harus memahami hidayah itu ada dua macam: Pertama, hidayah irsyad, yaitu hidayah berupa ajakan, bimbingan atau tuntunan. Ke dua, hidayah taufik. Hidayah berupa irsyad merupakan kemampuan seseorang untuk memberikan ajakan, bimbingan, penjelasan, atau nasihat tentang sebuah kebenaran. Hidayah jenis pertama ini dimiliki oleh para Nabi secara khusus dan seluruh orang yang mengajak kembali kepada Allah Ta’ala secara umum. Allah Ta’ala berfirman, إِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ “Sesungguhnya Engkau (Muhammad) benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy–Syura [42]: 52). Kedua hidayah taufik, yaitu merupakan kemampuan memberikan taufik kepada orang lain, yaitu agar seseorang mau menerima dan melaksanakan sebuah kebenaran. Hida...

Kunci Keberhasilan Rumah Tangga

Keluarga Dakwah - Sudahkah kita memukan kunci keberhasilan rumah tangga? Mari kita perhatikan firman Allah berikut, وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan satu tingkat daripada istrinya.” (Qs. al-Baqarah: 228) Hak pasangan kita setimpal dengan kewajiban yang ia tunaikan kepada kita. Semakin banyak kita menuntut hak kita, maka semakin banyak pula kewajiban yang harus kita tunaikan untuknya. Shahabat Abdullah bin ‘Abbas memberikan contoh nyata dalam masalah ini. Pada suatu hari, beliau berkata, “Sesungguhnya, aku senang untuk berdandan demi istriku, sebagaimana aku pun senang bila istriku berdandan demiku, karena Allah Ta’ala telah berfirman, وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’r...

Hikmah Iddah ( Masa Menunggu )

Keluarga Dakwah - Masa ‘iddah adalah istilah yang diambil dari bahasa Arab dari kata (العِدَّة) yang bermakna perhitungan (الإِحْصَاء). Dinamakan demikian karena seorang menghitung masa suci atau bulan secara umum dalam menentukan selesainya masa iddah. Menurut istilah para ulama, masa ‘iddah ialah sebutan atau nama suatu masa di mana seorang wanita menanti atau menangguhkan perkawinan setelah ia ditinggalkan mati oleh suaminya atau setelah diceraikan baik dengan menunggu kelahiran bayinya, atau berakhirnya beberapa quru’, atau berakhirnya beberapa bulan yang sudah ditentukan. Ada yang menyatakan, masa ‘iddah adalah istilah untuk masa tunggu seorang wanita untuk memastikan bahwa dia tidak hamil atau karena ta’abbud atau untuk menghilangkan rasa sedih atas sang suami. HIKMAH ‘IDDAH Para ulama memberikan keterangan tentang hikmah pensyariatan masa ‘iddah, diantaranya: 1. Untuk memastikan apakah wanita tersebut sedang hamil atau tidak. 2. Syariat Islam telah mensy...

Ummu Ruman Sang Bidadari Dunia

Keluarga Dakwah - Dia beriman, berbaiat dan berhijrah.   Dia berikan kebaikan untuk Allah dan Rasul-Nya dalam keislamannya, hingga dia beroleh janji, “Barangsiapa yang ingin melihat seorang bidadari, maka lihatlah wanita ini.” Ummu Ruman bintu ‘Amir bin ‘Uwaimir bin Abdi Syams bin ‘Itab bin Udzainah bin Sabi’ bin Duhman bin Al-Harits bin Ghanm bin Malik bin Kinanah Al-Kinaniyah radhiyallahu ‘anha [~Nasab Ummu Ruman dari ayahnya hingga Kinanah banyak diperselisihkan oleh para ahli tarikh, namun mereka bersepakat bahwa dia dari Bani Ghanm bin Malik bin Kinanah.~] adalah istri orang terbaik umat ini setelah Nabinya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Sebelum datang masa Islam, Ummu Ruman adalah istri ‘Abdullah bin Al-Harits bin Sakhbarah bin Jurtsumatil Khair bin ‘Adiyah bin Murrah Al-Azdi. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan pada mereka seorang anak bernama Ath-Thufail. Mereka tinggal di As-Surah. Selang beberapa waktu, Abdullah membaw...

Istri Mengungkit-ungkit Pemberian Kepada Suami

Keluarga Dakwah - Isteri Mengungkit-ungkit Apa yang Pernah Ia Berikan dari Hartanya untuk Suami Maupun Keluarga Mengungkit-ungkit adalah sikap tercela. Seharusnya istri menjauhkan diri darinya. Bila mengungkit-ungkit itu adalah perangai yang tidak baik dilakukan oleh siapapun, maka tidak baik lagi bila itu dilakukan oleh seorang istri terhadap suaminya. Sikap mengungkit-ungkit akan menghancurkan amal kebaikan dan menjatuhkan harga diri. Allah azza wajalla melarang sikap mengungkit-ungkit di dalam firman-Nya, يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوالَاتُبْطِلُواصَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّوَالْأَذَى [البقرة :٢٦٤] "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan sedekahmu dengan menyebut-menyebutnya dan menyakiti (si penerimanya)…" (Qs. Al-Baqarah : 264) Diriwayatkan dari Abu Dzar –semoga Allah meridhainya- , dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam-, beliau bersabda, ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِم...

Bendera Tauhid Di Perang Uhud Dipertahankan Dengan Nyawa

Keluarga Dakwah - Sangat miris sekali saat kita menyaksikan sehelai kain bertuliskan Allah dan dirinya bagai benda najis, dibakar di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Sementara, lebih dari 1.400 tahun silam, beliau melihat langsung heroisme Mush’ab bin Umair mempertahankan bendera hingga titik darah penghabisan di medan Uhud. Uhud bergolak pada tahun ketiga Hijriah. Di tengah perang yang berkecamuk, terlihat Mush’ab bin Umair tanpa kedua tangan. Darah bersimbah di sekujur tubuhnya. Dengan hanya lengan yang tersisa, dia berjuang mempertahankan Bendera Tauhid agar tak jatuh ke tangan kafir Quraisy. “Allahu Akbar…Allahu Akbar…! Pekiknya dengan lantang. Pria yang dikenal juga sebagai duta Islam pertama itu diamanahi membawa Panji Islam bertuliskan La Ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah. Warnanya hitam. Kita mengenalnya dengan nama Ar Rayyah. Saat itu situasi genting terjadi. Pasalnya pasukan pemanah yang berada di atas bukit tergoda ghanimah dan melupaka...

Nikah Seorang Muslimah Dengan Orang Kafir

Keluarga Dakwah - Kaum muslimin dilarang menikahkan wanita muslimah dengan semua orang kafir baik orang Yahudi, Nashrani, penyembah berhala (paganis) atau lainnya. Karena mereka tidak diperbolehkan menikahi wanita muslimah walaupun muslimah tersebut seorang fasiq. Allah Azza wa Jalla berfirman : وَلَا تَنكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ “Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang-orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan...

Bukan Sekadar Bendera, Tapi Bagian dari Izzah Kaum Muslimin

Muhammad bin Abi Amir (326 H – 392 H) atau yang dikenal saat memimpin dengan sebutan Al Hajib Al Manshur. Pemimpin Andalus terbesar dan terhebat. Hanya Abdurahman An Nashir yang disebut oleh para ahli sejarah yang mampu menyaingi kehebatan kepemimpinanannya di Andalus. Wajar, kalau ia seperti itu. Walau tadinya hanya bekerja sebagai seorang Hammar (yang menyewakan Keledai untuk mengangkut barang di pasar) dan tinggal di rumah kos bersama teman-teman seprofesinya di pojok Kota Cordova, ibukota Andalus. Tetapi yang membedakan dirinya dan teman-temannya adalah setelah penat bekerja seharian hanya sebagai Hammar, ia pergi ke masjid raya Cordova untuk duduk bersama para ahli ilmu. Begitulah ia jalani hari-harinya hingga ia menjadi ahli ilmu. Dan ilmu serta iman lah yang mengangkat seseorang di dunia dan di akhirat. Singkat cerita, ia meniti karir sebagai polisi hingga menjadi kepala polisi Andalus, kemudian menjadi pengawal pemimpin Andalus yang masih kecil sampai akhirnya resmi ...

Dikala Badai Datang Dalam Rumah Tangga

Keluarga Dakwah - Pertengkaran dalam rumah tangga, hampir pernah terjadi dalam semua keluarga. Tak terkecuali keluarga yang anggotanya orang baik sekalipun. Dulu keluarga Ali bin Abi Thalib dan Fatimah radhiyallahu ‘anhuma, juga pernah mengalami semacam ini. Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi rumah Fatimah radhiyallahu ‘anha, dan beliau tidak melihat Ali di rumah. Spontan beliau bertanya: “Di mana anak pamanmu?” ‘Tadi ada masalah dengan saya, terus dia marah kepadaku, lalu keluar. Siang ini dia tidak tidur di sampingku.’ Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabat tentang keberadaan Ali. ‘Ya Rasulullah, dia di masjid, sedang tidur.’ Datanglah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ke masjid, dan ketika itu Ali sedang tidur, sementara baju atasannya jatuh di sampingnya, dan dia terkena debu. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap debu itu, sam...

Iddah Wanita Yang Ditinggal Mati Oleh Suaminya

Keluarga Dakwah - Iddah Wanita Yang Ditinggal Mati Oleh Suaminya Wanita yang ditinggal mati oleh suaminya memiliki dua keadaan : a. Wanita yang ditinggal mati suaminya ketika sedang hamil . Wanita ini maka masa menunggunya (‘iddah) berakhir setelah ia melahirkan bayinya, berdasarkan firman Allâh Azza wa Jalla, وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. [ath-Thalaq/65:4]. Keumuman ayat ini di kuatkan dengan hadits al-Miswar bin Makhramah Radhiyallahu anhu yang berbunyi : أَنَّ سُبَيْعَةَ الْأَسْلَمِيَّةَ نُفِسَتْ بَعْدَ وَفَاةِ زَوْجِهَا بِلَيَالٍ فَجَاءَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَتْهُ أَنْ تَنْكِحَ فَأَذِنَ لَهَا فَنَكَحَتْ Subai’ah al-Aslamiyah Radhiyallahu anhuma melahirkan dan bernifas setelah kematian suaminya. Lalu ia, mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas meminta idzin kepada beliau un...

Ummu Waraqah binti Naufal

Keluarga Dakwah - Namanya adalah Ummu Waraqah binti Abdullah atau dikenal dengan Ummu Waraqah binti Naufal, ia putri dari Abdullah bin al- Haris bin Uwaimar bin Naufal al-Anshariyah, dinisbahkan kepada kakeknya. Beliau termasuk wanita yang mulia dan yang paling mulia pada zamannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam telah mengunjungi beliau beberapa kali dan beliau menjulukinya dengan gelar asy-Syahidah. Ia adalah seorang wanita yang memiliki ghirah (semangat) tinggi terhadap Islam dan bercita-cita untuk mati syahid di jalan Allah dalam rangka meninggikan kalimat Allah. Oleh karena itu, beliau tidak terhalang untuk berjihad bersama kaum muslimin dan mendapatkan pahala mujahidin. Tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam hendak berangkat Perang Badar, Ummu Waraqah berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam, “Ya Rasulullah, izinkanlah aku berangkat bersama anda, sehingga aku dapat mengobati orang-orang yang terluka di antara kalian, merawat orang yang sakit d...

Memperbanyak do’a di hari Jum’at

Keluarga Dakwah - Memperbanyak do’a di hari Jum’at Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan mengenai hari Jum’at lalu ia bersabda, فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ “Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut. (HR. Bukhari & Muslim) Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat. Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits: هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai ”(HR. Muslim). Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, A...

Istri Melakukan Puasa Sunnah Harus dengan Izin Suami

Keluarga Dakwah - Para fuqoha telah sepakat bahwa seorang wanita tidak diperkenankan untuk melaksanakan puasa sunnah melainkan dengan izin suaminya. Dalam hadits yang muttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ “Tidaklah halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sedangkan suaminya ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya.” (HR. Bukhari & Muslim) Dalam lafazh lainnya disebutkan, لاَ تَصُومُ الْمَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ غَيْرَ رَمَضَانَ “Tidak boleh seorang wanita berpuasa selain Ramadhan sedangkan suaminya sedang ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya” Ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan izin bisa jadi dengan ridho suami. Ridho suami sudah sama dengan izinnya. Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud larangan puasa tanpa izin suami di sini adalah untuk p...

Berbuat Maksiat di Depan Anak-anaknya Apakah Termasuk Mujaharah

Keluarga Dakwah - Ada satu golongan manusia yang dikecualikan dari mendapat ampunan Allah. Siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadis berikut ini, عن سالم بن عبد اللّه قال: سمعت أبا هريرة يقول سمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم- يقول: كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه Dari Salim bin Abdullah, dia berkata, Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu’ anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘...

Ini Alasannya Ibrahim Disebut Secara Khusus Dalam Tasyahhud

Sayyidina Ibrahim alaihisshalatu wassalamu Allah berikan keistimewaan yang besar. Dia adalah imam, ummah, hanif, qanit lillahi azza wa jalla, kepadanya bersumber nasab para nabi dan beriman kepadanya para penganut syariah (muslimun, nashara dan Yahudi) Ibrahim merupakan nabi yang paling agung setelah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Karena itu Allah Ta’ala mengabarkan kepada kita bahwa Dia menjadikannya sebagai Khalil (kekasih). وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا (سورة النساء: 125) “Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (SQ. An-Nisaa”: 125) Seluruh para nabi yang datang setelahnya adalah keturunannya dari kedua anaknya; Ishaq dan Ya’kub, kecuali Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang merupakan keturuanan dari Ismail bin Ibrahim. Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam memiliki kekhususan dengan Ibrahim dibanding yang lainnya. Ibrahim alaihissalam adalah bapak bangsa Arab, dia merupakan bapak Rasulullah shalallahu alaihi wa sa...

Ummu Ma’bad

Keluarga Dakwah - Perjalanan hijrah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disertai sahabat beliau, Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu berlangsung diam-diam, menghindari kejaran Quraisy. Perjalanan yang tak ringan. Di tengah payahnya perjalanan Makkah-Madinah, mereka singgah di sebuah tenda, tempat tinggal sepasang suami istri yang selalu memberikan jamuan kepada orang-orang yang singgah di sana. Peristiwa yang menakjubkan pun terjadi dalam kehidupan seorang wanita bernama Ummu Ma’bad . Ummu Ma’bad Al-Khuza’iyah, Atikah bintu Khalid bin Khalif bin Munqidz bin Rabi’ah bin Ashram bin Dhabis bin Haram bin Habsyiyah bin Salul bin Ka’b bin ‘Amr dari Khuza’ah. Dia menikah dengan sepupunya, Tamim bin ‘Abdil ‘Uzza bin Munqidz bin Rabi’ah bin Ashram bin Dhabis bin Haram bin Habsyiyah bin Salul bin Ka’b bin ‘Amr dari Khuza’ah. Mereka dikaruniai seorang anak yang mereka beri nama Ma’bad. Dengan nama inilah mereka berkunyah. Mereka berdua tinggal di Qudaid, antara Makkah dan ...

Memahami Tanggung Jawab Besar

Keluarga Dakwah - Memahami Tanggung Jawab Besar adalah salah satu yang harus diperkatikan dalam membentuk keluarga bahagia. Suami adalah pemegang pertama tanggung jawab di rumah. Suami adalah pengatur sendi-sengi rasional maupun syar’i. Sukses dan langgengnya rumah rangga terbangun di atas perinsip sama-sama memahami tanggung jawab ini. Masing-masing pihak harus ikut berperan melaksanakannya. Suami wajib membina rumah dengan sebaik-baiknya, karena ia adalah kepala rumah tangga dan penanggung jawab utama, baik di hadapan Allah maupun masyarakat. Adapun istri harus sejalan dengan pedoman syar’i ini. Hal ini bukan berarti mengesampingkan peran istri. Bahkan, istri perlu diajak musyawarah di setiap masalah rumah tangga. Berapa banyak istri memilih hikmah, pendapat, dan manjemen yang baik, bahkan melebihi suaminya. Allah Ta’ala berfirman: الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْۚ “Kaum laki-la...

Seimbang antara Hak dan Kewajiban

Keluarga Dakwah - Salah satu ciri keluarga Bahagia adalah Seimbang antara Hak dan Kewajiban. Hak dan kewajiban adalah perkara yang wajib diperhatikan dan dipenuhi oleh pasangan suami istri, supaya keduanya hidup damai dan saling memahami. Karena itulah, hal ini memerlukan pembahasan dan observasi baik dari buku maupun internet, serta menanyakannya kepada para pakar tentang hak dan kewajiban masing-masing anggota keluarga, baik secara personal, sosial, maupun syar’i. Berdasarkan riset kasus perceraian terbukti bahwa tidak mengerti hak dan kewajiban adalah faktor terbesar problematika suami-istri. Masalah ini dapat terurai dengan mempelajari, manmbah wawasan, dan bertanya. Allah Ta’ala berfirman, وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ "Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf." (Al-Baqarah: 228) Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Ingatlah! Kalian memiliki hak atas istri-...

Dampak Negatif Dosa Bagi Pelakunya

Keluarga Dakwah - Kemaksiatan berdampak negatif bagi pelakunya. Ini sebagian dampak (kemaksiatan) dari perkataan Ibnu Qoyim rahimahullah: 1. Terhalangi dari ilmu, karena ilmu itu cahaya yang dipancarkan di hati. Sementara kemaksiatan memadamkan cahaya itu. Ketika Syafi’I duduk diantara Malik dan membacakan kepadanya, beliau takjub akan kecerdasan yang luar biasa. Kepandaian yang menonjol serta pemahaman yang sempurna. Maka beliau mengatakan, “Sesungguhnya saya melihat Allah telah memancarkan cahaya di hati anda, maka jangan anda padamkan dengan gelapnya kemaksiatan. 2. Terhalangi rizki . Dalam musnad Imam Ahmad dari Tsauban berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: إن الرجل ليُحرم الرزق بالذنب يُصيبه " رواه ابن ماجه (4022) وحسنه الألباني في صحيح ابن ماجه . “Sesungguhnya seseorang terhalangi rezki dikarenakan dosa yang dilakukannya. “HR. Ibnu Majah, (4022) dinyatakan hasan oleh Albani di Shoheh Ibnu Majah. 3. Keterasingan pelaku kemaksiatan antara...