Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Memeluk Anaknya yang Telah Dewasa

Keluarga Dakwah - Ustadz, saya dikaruniai Allah beberapa orang anak. Ada yang laki-laki dan ada yang perempuan. Anak saya yang pertama laki-laki berusia 18 tahun. Karena kami berpisah cukup lama, bolehkah saat bertemu kami berpelukan; bukan hanya cium pipi, cium kening, atau cium tangan? (Husniyah—Solo) Pada dasarnya memeluk anak laki-laki bagi seorang ibu dan memeluk anak perempuan bagi seorang ayah diperbolehkan meskipun mereka sudah dewasa. Hal itu merupakan bukti cinta dan kasih sayang kepada mereka. Imam al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dimana Rasulullah saw. bersabda, مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ “Barangsiapa yang tidak mengasihi, dia tidak akan dikasihi.” Begitu juga halnya hukum mencium kepalanya, keningnya, atau kedua pipinya. Syaratnya, aman dari fitnah. Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang mencium perempuan mahramnya. Beliau menjawab, “Boleh, jika ia baru datang dari pergi jauh dan ia tidak khawatir terhadap dirinya sendiri.” Tidak diper...

Akibat Nusyuz Bagi Istri

Keluarga Dakwah - Suami adalah kepala rumah tangga yang pundaknya memikul tanggung jawab keluarga, istri, dan anaknya. Menyayangi, mendidik, melindungi, dan menafkahi adalah tanggung jawabnya sebagai suami. Istilah tanggung jawab itu kita sering menyebutnya dengan nafkah, yang terdiri dari dua macam: nafkah lahir dan nafkah batin. Nafkah lahir meliputi semua kebutuhan pokok untuk menopang kehidupan; sandang (pakaian), pangan (makanan) dan papan (tempat tinggal). Sedangkan nafkah batin meliputi semua hal yang dapat melahirkan ketentraman hati bagi setiap anggota keluarga, termasuk di dalamnya adalah kasih sayang dan pendidikan moral. Nafkah disyariatkan untuk menjaga keseimbangan hidup keluarga, ketika istri diwajibkan untuk taat kepada suami maka pada saat yang bersamaan suami wajib memberi nafkah kepada istri. Suami yang tidak menafkahi istrinya tanpa udzur syar’i maka ia telah berbuat durhaka. Begitu juga dengan istri yang tidak menaati suaminya maka dia telah berbuat durhaka. Kedurh...

Jadikan Suami Sebagai Pemimpin

  Keluarga Dakwah -  Aneh bin aneh adalah ketika istri menyuruh-nyuruh suaminya layaknya seorang pembantu. Padahal kedudukan suami adalah sebagai pemimpin dalam rumah tangga.  Allah  subhanahu wata’ala  berfirman : الرِّجَالُ  قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah mem...

Tidak Memasukan Kedalam Rumah Orang yang tidak Baik Agamanya

Keluarga Dakwah - Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dan perumpamaan teman yang jahat itu seperti pandai besi”. Dalam riwayat Bukhari disebutkan: “Dan pandai besi (bisa) membakar rumahmu, pakaianmu atau kau dapati daripadanya bau yang busuk”. Maksudnya, mereka akan membakar rumah dengan berbagai macam kerusakan dan penghancuran. Betapa banyak, karena masuknya orang-orang yang rusak dan diragukan (agamanya) menjadi sebab timbulnya permusuhan di antara anggota keluarga, berpisahnya suami dari isteri. Allah melaknat orang yang menipu wanita dari suaminya atau sebaliknya, dan yang menyebabkan permusuhan antara bapak dengan anak-anaknya. Sungguh, tiada sebab-sebab terjadinya sihir di rumah atau terkadang kasus pencurian dan kerusakan akhlak kecuali dengan memasukkan orang yang tidak baik agamanya ke dalam rumah, karena itu hendaknya mereka tidak diizinkan masuk, meski dia adalah tetangga, laki-laki atau perempuan, atau orang-orang yang pura-pura cepat akrab dari laki-laki m...

Kisah Lucu Penuh Hikmah Sepasang Suami Istri

Keluarga Dakwah - Di sebuah kota, hidup seorang suami yang khawatir atas kondisi istrinya. Karena sebuah kejadian, istrinya memiliki pendengaran yang kurang baik. Iapun berniat untuk membawanya ke dokter spesialis telinga lantaran kendala yang dihadapi saat berkomunikasi dengan istrinya. Sebelum pergi ke dokter spesialis, ia terfikir untuk membawa istrinya ke dokter langganan keluarga. Akhirnya iapun pergi menemuinya.  Setelah sampai di sana, ia menceritakan masalah yang dialami oleh istrinya. Dokter kemudian memberi arahan kepadanya bagaimana cara untuk mengecek pendengaran istrinya. Caranya adalah dengan berdiri sejauh 40 langkah, lalu ia bertanya/berbicara dengan istrinya dengan volume suara biasa. Jika istrinya tidak menjawab, maka lebih mendekat pada jarak 30 langkah. Lalu jika belum dijawab, lebih dekat lagi hingga 20 langkah. Jika belum dijawab juga, mendekatlah hingga 10 langkah. Setelah mendengar pengarahan dari dokter, ia kembali ke rumah. Di pagi harinya ketika jam sarap...