Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Haruskah Wanita Memberitahukan Penyakitnya Kepada Pengkhitbah

Jalinan Keluarga Dakwah - Meskipun Allah SWT menjamin bahwa manusia adalah makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna di antara makhluk-makhluk lainnya. Namun tidak lantas manusia itu terlahir sempurna tanpa cela, nyatanya masing-masing individu mempunyai kelemahan dan kekurangannya. Kekurangan manusia khususnya yang berkaitan dengan jasadiyah bisa jadi berupa sebuah cacat yang merupakan bawaan lahir ataupun sebuah penyakit yang didapatnya setelah bersentuhan dengan lingkungan. Namun satu hal yang pasti, baik cacat maupun penyakit tersebut merupakan sebuah ujian dari Allah SWT terhadap hambanya, sejauh mana kesabarannya dalam menghadapi ujian tersebut, dan sejauh mana ujian tersebut tetap membuatnya istiqomah di atas ketaatan terhadap Allah SWT. Bagi seorang muslimah yang sedang diuji dengan aib ataupun penyakit, terkadang menghadapi dilema ketika datang seorang pria yang hendak meminangnya. Haruskah dia mengabarkan kepada pria tersebut terkait aib dirinya atau tetap menyembunyi...

Saudah binti Zam`ah, Istri-Istri Rasulullah

Walaupun Saudah binti Zum’ah tidak terlalu populer dibandingkan dengan istri Rasulullah lainnya, dia tetap termasuk wanita yang memiliki martabat yang mulia dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah dan Rasul-Nya. Dia telah ikut berjihad di jalan Allah dan termasuk wanita yang pertama kali hijrah ke Madinah. Perjalanan hidupnya penuh dengan teladan yang baik, terutama bagi wanita-wanita sesudahnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalm. menikahinya bukan semata-mata karena harta dan kecantikannya, karena memang dia tidak tergolong wanita cantik dan kaya. Yang dilihat Rasulullah adalah semangat jihadnya di jalan Allah, kecerdasan otaknya, perjalanan hidupnya yang senantiasa baik, keimanan, serta keikhlasannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dia adalah Seorang Janda Telah kita ketahui bahwa pada tahun-tahun kesedihan karena ditinggal wafat oleh Abu Thalib dan Khadijah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalm. tengah mengalami rnasa sulit. Kondisi seperti itu dimanfaatkan olah orang-o...

Nasehat Untuk Pemuda yang Ingin Menikah 2

Jalinan Keluarga Dakwah - Wahai para pemuda yang terhormat, janganlah kalian memperbanyak pelanggaran terhadap perkara-perkara syariat. Bagaimana bisa kamu berharap pernikahanmu akan bahagia apabila sejak awal kamu sudah melanggar perintah Allah SWT. Selanjutnya kami akan menyampaikan tentang pesta pernikahan. Sebagaimana kita tahu, bahwa kebanyakan orang melakukan pelanggaran syariat dalam menyelenggarakan pesta pernikahan. Semisal ikhtilath atau tidak adanya pemisahan ruang antara tamu pria dan wanita, tarian penari wanita di hadapan pria atau sebaliknya, dan pesta yang dipenuhi senandung nyanyian yang diharamkan. Maka dari itu, jauhilah nyanyian-nyanyian yang penuh dengan omong kosong dan kata-kata gombal. Pilihlah dengan selektif nasyid-nasyid yang berisi pesan-pesan ketaatan, bukan kesyirikan. Dan hendaklah kamu menempatkan tamu wanita di satu tempat, tamu pria di satu tempat, di mana jarak antar kedua tempat tersebut cukup jauh. Dan jika kamu bisa memberi sekat atau p...

Apakah Janin Mempunyai Hak Waris?

Jalinan Keluarga Dakwah - Sebagaimana kita tahu bahwa Islam adalah agama yang sempurna, nyaris semua aspek kehidupan manusia mulai dari yang kompleks hingga yang sederhana tidak luput dari perhatian syariat. Salah satunya adalah mengenai hak waris bagi bayi yang baru terlahir. Allah SWT berfirman, يوصيكم الله في أولادكم “Allah mensyariatkan (pembagian harta waris) untuk anak-anakmu.” (An NIsa : 11) Rasulullah SAW juga bersabda, إذا استهل المولود ورث “Apabila seorang anak telah istihlal, maka dia mempunyai hak waris.” (HR Abu Daud) Istihlal adalah teriakan, tangisan, ataupun bersin, yang mana merupakan pertanda adanya kehidupan dari seorang bayi. Dikarenakan begitu pentingnya hal ini, maka para ulama di dalam disiplin ilmu faraidh (waris) merumuskan satu bab khusus yaitu irtsul hamli (hak waris janin), yang membahas mengenai hak waris untuk janin yang belum terlahir, demi menjaga haknya ketika terlahir di dunia. Ada dua hal yang harus diperhatikan dan d...

Sebab-Sebab Anak Berbohong dan Cara Mengobatinya

Jalinan Keluarga Dakwah - Ketika dilahirkan, anak-anak tidak mengetahui perihal adanya sifat-sifat buruk yang mungkin dimilik manusia seiring bertambahnya usia serta pengalaman. Di antara sifat-siafat tersebut adalah bohong, sebuah sifat yang tidak disukai dan akan membuat siapapun marah. Bagi seorang anak yang sedang dalam masa perkembangan, berbohong bisa menjadi pertanda adanya masalah pada diri sang anak. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para orang tua ketika mendapati anaknya mulai berbohong agar sifat tersebut tidak melekat dan menjadi karakter dirinya. Berikut beberapa hal yang hendaknya diperhatikan oleh para orang tua: Teladan Sebab paling utama dari kebohongan anak adalah ketika dia melihat salah satu orang terdekatnya berbohong baik kepada orang lain maupun kepada dirinya. Karena itu penting bagi orang tua untuk mengingatkan dan mewanti-wanti anggota keluarga terdekat untuk tidak berbohong meskipun dimaksudkan bercanda terutama ketika di hadapan...

Mung Mampir Ngombe

Jalinan Keluarga Dakwah -  Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekedar lewat. (HR Bukhari) Senada hadits tersebut, kita juga telah mendengar ungkapan orang bijak bahwa kehidupan ini sejatinya hanya sebuah persinggahan, mampir ngombe (minum), atau sekedar lewat karena semuanya bermuara kepada akhirat yang abadi. Suatu ketika Ibnu Mas’ud RA melihat Rasulullah SAW tidur di atas tikar yang lusuh sampai pola anyaman membekas di pipinya. Kemudian Ibnu Mas’ud menawarkan kepada beliau sebuah kasur. Beliau malah menjawab, “Ada kecintaan apa aku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain kecuali seperti seorang pengendara yang mencari teteduhan di bawah pohon, lalu beristirahat, kemudian meninggalkannya.” (HR Tirmidzi) Bila kita renungkan, adakah pengendara yang merasa nyaman dengan tempat persinggahannya. Senyaman apapun suasana tempat persinggahan, seindah apapun pemandangan yang disuguhkan, tetap saja kepalanya hanya memikirkan bag...

Nasehat Untuk Para Pemuda yang Ingin Menikah 1

Keluara Dakwah - Wahai para pemuda yang ingin menikah, terpujilah engkau; karena niatmu untuk menjaga dirimu agar tidak jatuh ke jurang kemaksiatan dan perbuatan haram. Terpujilah engkau; karena telah berniat menapaki perintah Allah SWT serta sunnah Nabi Muhammad SAW. Wahai para pemuda yang ingin menikah, berikut kami tuliskan beberapa nasehat yang mungkin bermanfaat untukmu di kemudian hari. Wahai para pemuda yang ingin menikah, tidak diragukan lagi bahwa keikhlasan adalah hal terpenting yang harus kamu perhatikan ketika akan menikah. Menikahlah karena Allah SWT, jangan karena pujian ataupun celaan manusia. Ingatlah selalu bahwa dirimu ingin menikah karena ingin menjaga diri dari perkara-perkara haram. Dalam perjalananmu menuju khitbah hendaklah kau sentiasa menjaga keikhlasan dalam hatimu, jangan beri ruang sedikit pun untuk syaithan bermain-main. Pilihlah calon istri yang memang kamu rasa pantas untuk dirimu, jangan memilihnya semata-mata karena saran atau nasehat ora...

Kedudukan Rasulullah SAW di Hati Kita

Jalinan Keluarga Dakwah - Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah SAW bersabda, لَايُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ “Belum sempurna iman kalian, hingga aku lebih dicintainya, dari ayah ibunya, dan anaknya, dan seluruh manusia” (HR Bukhari) Menakjubkan sekali, ternyata kecintaan kita terhadap Rasulullah SAW berkaitan langsung dengan urusan keimanan. Bahkan menjadi ukuran sempurna atau tidaknya keimanan kita. Dalam riwayat lain diceritakan bahwa pada suatu hari Umar bin Khattab RA berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri.” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Tidak, demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga aku lebih kau cintai daripada dirimu sendiri.” Umar pun berkata, “Sekarang demi Allah, sungguh engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Nabi pun bersabda, “Sekarang barulah kamu benar, wahai Umar.” Ya...

Seiris Kurma Refleksi Cinta

Jalinan Keluarga Dakwah - Kelahiran, sesuatu yang sudah pasti mendatangkan kegembiraan bagi kedua orang tua khususnya sang ibu. Bagaimana tidak? Setelah melewati pertaruhan hidup mati ketika persalinan, kini dia dihadapkan wajah mungil nan lucu yang seketika meluruhkan rasa sakit dan lelah usai menjalani persalinan. Sebagaimana pembahasan pekan lalu yang berjudul “Selalu Berujung Kemuliaan”, bagaimana Islam mengarahkan kegembiraan tadi tetap dalam koridor robbani dan terlindung dari pengaruh syaithony. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: ما من بني أدم مولود إلا يمسه الشيطان حين يولد فيستهل صارخا من مس الشيطان غير مريم وابنها “Tiada seorangpun dari bani Adam yang baru dilahirkan kecuali syaithan menyentuhnya ketika dilahirkan sehingga dia menangis karena sentuhan syaithan, kecuali Maryam dan putranya” Rasulullah SAW telah memberi contoh kepada kita untuk membebaskan buah hati kita dari sentuhan  syaithan tersebut, beliau ...

Bagaimana Anak Perempuan Mengambil Manfaat dari Permasalahan Keluarga

Keluarga Dakwah - Mungkin anda bingung dengan judul tersebut, dapatkah kita mengambil manfaat dari sebuah masalah?! Jawabannya tentu YA, karena sejatinya tidak ada manusia yang terbebas dari masalah, maka  apabila kita positive thinking ketika melihat sebuah masalah kita akan dapat mengambil pelajaran-pelajaran agar kita tidak terlarut dan mampu mengatasi masalah tersebut. Begitupun dalam rumah tangga, tidak ada rumah tangga yang tanpa masalah di muka bumi ini. Terkadang terjadi perselisihan antara suami dan istri, bahkan dalam tingkatan tertentu perselisihan tersebut meningkat menjadi pertengkaran yang disaksikan oleh anak-anak mereka. Terkadang pula dalam pertengkaran tersebut mereka hilang kendali hingga akhirnya saling memaki ataupun memukul. Hal ini tentu akan berdampak negatif pada perkembangan psikologi anak terlebih untuk anak perempuan. Banyak kita jumpai anak perempuan dari keluarga bermasalah yang pada akhirnya memutuskan untuk segera menikah. Hal ini disebabk...

Santun dalam Perdebatan

Jalingan Keluarga Dakwah - Tidak diragukan lagi di era milenial ini, media sosial telah membuat dunia dalam genggaman. Arus informasi menjadi berjalan terlalu cepat melebihi kecepatan berpikir masing-masing kita. Sehingga terkadang otak kita tak punya waktu untuk memikirkan mana informasi yang bermanfaat mana yang tidak. Hingga pada akhirnya manusia yang terlalu malas berpikir memilih untuk mengabaikan segalanya atau memakan mentah-mentah segalanya. Dan salah satu ciri khas dunia medsos adalah perdebatan. Di mana tiada hari yang bisa kita lalui tanpa menyaksikan sebuah perdebatan yang sengit dalam hal apapun dan rasanya tak akan berakhir kecuali karena salah satu pihak kehabisan kuota. Akhirnya muncullah sebuah perumpamaan bahwa berdebat di somed itu seperti meguras air laut, kelar kagak capek iya. Khusus untuk dunia persosmedan Indonesia ini tentu sesuatu yang menyedihkan. Karena sudah pasti sebagian besar pengguna yang terlibat dalam perdebatan tadi adalah muslim. Mengapa me...

Mengupayakan Khusnul Khatimah

Jalinan Keluarga Dakwah - Kematian merupakan sebuah kepastian, namun tidak bisa dipastikan kapan terjadinya. Dan manusia pun tidak bisa membuat hitung-hitungan pasti mengenai hal ini. Ada orang yang senantiasa menjaga pola hidup sedemikian rupa namun dia meninggal lebih cepat ketimbang seorang perokok berat dan pecandu alkohol. Ada yang meninggal di usia yang sangat belia, ada juga yang meninggal setelah hanya terbaring di tempat tidur puluhan tahun. Penyebabnya pun tidak bisa dipastikan, ada penambang batu bara yang setiap hari bekerja dengan resiko tertimbun longsoran tanah, namun ternyata dia meninggal setelah pensiun dan sedang minum kopi di teras rumahnya. Seperti yang dialami Khalid bin Walid RA, meski telah memimpin lebih dari seratus pertempuran, namun beliau justru mendapati dirinya wafat di atas tempat tidur. Dengan segala ketidakpastiannya tersebut, sudah sepantasnya seorang muslim takut dan waspada terhadapnya. Seorang muslim harus senantiasa mengupayakan apa yang ...

Mana yang Lebih Mulia; Manusia atau Malaikat

Keluarga Dakwah - Sebagian ulama berpendapat bahwa malaikat lebih mulia ketimbang manusia. Hal ini dikarenakan kondisi mereka yang dikaruniai akal namun tanpa dibekali syahwat oleh Allah SWT. Kondisi ini membawa mereka menjadi lebih dekat kepada Allah SWT sehingga meninggikan kedudukan serta derajat mereka. Ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa malaikat lebih utama ketimbang manusia. Yaitu mereka yang senantiasa bertasbih kepada Allah SWT siang dan malam tanpa henti. “Mereka selalu bertasbih siang dan malam tiada henti-hentinya.” (QS Al Anbiyaa : 20) Para malaikat sebagai penduduk langit juga tidak berhenti bersujud kepada Allah SWT hingga hari kiamat datang. Imam At Thabari dalam tafsirnya meriwayatkan ucapan sahabat Ibnu Mas’ud RA: “Sesungguhnya dalam seluruh lapisan langit, terdapat langit yang di dalamnya tidak tersisa luas sejengkal kecuali di atasnya menjadi tempat kening malaikat atau tempat kakinya berpijak.” Rasulullah SAW juga menceritakan salah satu keis...

Waktu-Waktu yang Disunnahkan Istighfar

Jalinan Keluarga Dakwah - Beristighfar atau memohon ampunan kepada Allah SWT memang disyariatkan di setiap waktu. Akan tetapi, ada beberapa waktu serta momen tertentu di mana kita dianjurkan untuk lebih memperbanyak istighfar. Di antara waktu-waktu tersebut adalah: Setelah Menunaikan Ibadah Allah SWT berfirman, ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ “Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Baqarah : 199) Ayat tersebut membicarakan mengenai ibadah haji khususnya setelah thawaf ifadah. Pada saat itulah istighfar dianjurkan, karena dimungkinkan adanya kekurangan seseorang dalam melaksanakan ibadahnya. Selain itu, dianjurkan pula beristighfar seusai shalat lima waktu. Rasulullah SAW senantiasa beristighfar sebanyak tiga kali seusai mengucap salam dalam shalat wajib. Hal ini...

Adab-Adab Berdoa

Jalinan Keluarga Dakwah - Doa sebagai sarana memohon sesuatu kepada Allah SWT, memiliki adab-adab yang wajib diperhatikan agar apa yang kita minta dapat terkabulkan. Di antara adab-adab tersebut adalah: 1..Memanfaatkan waktu-waktu yang diberkahi, seperti bulan ramadhan, hari jumat dan waktu sahur. 2. Memanfaatkan kondisi-kondisi yang utama, seperti pada waktu sujud, turun hujan, dan waktu antara adzan dan iqamah. 3. Menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan. Jabir bin Abdullah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah mendatangi tempat wukuf di Arafah, lalu beliau menghadap kiblat dan terus berdoa hingga matahari terbenam. 4. Merendahkan Suara Rasulullah SAW bersabda, “Wahai manusia, sungguh Dzat yang kalian seru tidak tuli dan tidak gaib. Sungguh Dzat yang kalian seru dekatnya seperti antara kalian dan leher binatang tunggangan kalian.” (HR Abu Dawud) 5. Tidak membuat-buat sajak dalam berdoa. 6. Berndah diri, khusyuk, cemas, dan penuh harap. Allah SW...