Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Parenting Nabawiyyah

Keluarga Dakwah -  Parenting Nabawiyyah Oleh : Ust. Budi Ashari, Lc.  ✅ Lelah mendidik anak? Itu adalah bukti bahwa anda belum menikmati proses dan hasil mendidik anak. ✅ Apakah kita bahagia setelah anak kita sukses (sarjana, dapat kerja, dll)? Itu terlalu lama. Apalagi kalau anaknya banyak. ✅ Anak-anak itu aset. Bukan beban. Anak sholeh yang bisa mendoakan orang tuanya, itu aset. Ketika kita meninggal, maka yang paling berhak mensholatkan kita adalah anak kita. Itu aset. Sholat jenazah itu isinya doa semua. Anak itu kekayaan di dunia dan akhirat. ✅ Rosululloh bersabda: "Kamu (anak lelaki) dan hartamu milik orang tuamu." ✅ Artinya, walaupun sudah menikah, orang tua punya hak atas harta kita. Anak-anak yang kita dorong untk menghafal Al Qur'an 30 juz kelak di hari kiamat yang mendapat keistimewaan bukan hanya anak itu, tapi juga orang tuanya (mahkota). ✅ Hilangkan anggapan bahwa anak-anak itu beban. Anak-anak kita tidak numpang hidup pada kita. Numpang? Anda sombong. Bayi ...

Keluarga Idaman dalam Perspektif Al-Quran

Keluarga Dakwah - Telah disebutkan dalam al Quran, di antara hikmah disyari’atkannya berkeluarga adalah demi menggapai ketenangan jiwa serta menghiasi kehidupan dengan warna kasih sayang dan cinta. Allah ta’ala telah berfirman : وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ “Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah diciptakan-Nya bagi kalian pasangan-pasangan dari jenis kalian sendiri agar kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mau berfikir”. (QS. Ar Rum: 21)             Dari ayat tersebut, bisa diambil sebuah ibrah ataupun pelajaran bahwa perintah Allah ta’ala kepada manusia untuk menikah  memiliki tujuan menggapai tiga unsur kemaslahatan (kebaikan) yang diebutkan dala...

Untukmu Wahai Wanita

Keluarga Dakwah - Al-'Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i rahimahullah berkata,  هل تعلمين أن عائشة -رضي الله عنها- لم تنجب ولم يكن لها ذرية، ومع ذلك لم يوجد أثر في كتب السنة النبوية أن عائشة قالت: يا رسول الله إدع الله لي بالذرية!! "Tidakkah engkau mengetahui bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha adalah wanita yang tidak memiliki keturunan? Meski demikian, tidak terdapat satupun atsar (riwayat) di dalam kitab-kitab para ulama yang menyebutkan bahwa Aisyah pernah berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar aku mendapatkan keturunan."  وهل تعلمين أن النبي -صلى الله عليه وسلم- مات عنها وعمرها ١٨ سنة، وكان شديد الحب لها، وكانت شديدة الغيرة، أي عاشت بعده ٤٧ سنة، ومع ذلك لم تتحسر على الزواج!! Tidakkah engkau mengetahui bahwa Rasulullah wafat saat Aisyah berumur 18 tahun? Rasulullah sangat mencintai beliau.  Beliau sendiri adalah wanita yang memiliki rasa cemburu yang besar. Beliau hidup 47 tahun setelah wafatn...

Pernikahan kedua yang lebih baik

Keluarga Dakwah - Ada banyak orang yang menikah untuk dua kali dalam hidupnya ternyata pernikahan yang kedua lebih baik daripada yang pertama. Itu terjadi disaat seorang lelaki ditinggal mati oleh istrinya demikian juga sebaliknya atau perpisahan yang diakibatkan oleh perceraian Sebut saja Khodijah, Ummu Salamah, Hafshoh, Saudah di saat mereka menjanda yang akhirnya untuk kedua kalinya mereka menikah yang ternyata mendapat suami seorang nabi khotamul anbiya’ walmursalin Demikian juga Ismail ketika bercerai dengan istrinya lalu untuk kedua kalinya menikah dan ternyata pernikahan keduanya lebih baik dari yang pertama sebagaimana sebuah riwayat : Dari ibnu Abbas rodliyallohu anhu : …… kemudian setelah Ismail menikah datanglah Ibrohim untuk melihat anaknya yang telah ditinggalkan begitu lama, saat itu bertepatan Ismail sedang pergi berburu hingga tidak bertemu Ismail, Maka Ibrohim bertanya kepada Istrinya. Jawab istrinya : ia pergi berburu untuk kami. Kemudian ketika ditanya tentang kehidu...

Wahai Ayah-Bunda Terima kasih Doanya

Keluarga Dakwah - Doa orangtua untuk anak-anaknya termasuk doa yang paling mustajab. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud)). Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ “Tiga doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi) Hati-hati dengan doa keburukan dari orang tua Muhammad bin Isma’il Al Bukhari membawakan dalam kitab Al Adabul Mufrod beberapa riwayat mengenai doa orang tua. Di antara riwayat tersbeut, Abu Hurairah berkata, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ثَلا...

Tidak Membalas Kemarahan Dengan Kemarahan

Keluarga Dakwah - Kehidupan pernikahan merupakan salah satu kehidupan  yang harusnya dijalani dengan keharmonisan dan kebahagiaan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Namun, adakalanya didalamnya terdapat bumbu-bumbu pertengkaran, sangat wajar memang karena pada faktanya menikah merupakan mengabungkan dua karakter manusia yang berbeda namun disatukan dalam mencapai tujuan pernikahan. Dalam kehidupan rumah tangga, yang akan sering marah dan ngambek-ngambekan tentu saja sang istri, hal ini sesuai dengan sifat alamiah wanita yang lebih emosional dan mengandalkan perasaan. Hal ini lah tentu yang kemudian menguji para suami.  Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam  bersabda;  “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap isteriku.” (HR. Tirmidzi) Sebagai seorang suami dalam menghadapi istri yang sedang marah, anda dapat mencontoh bagaimana cara Rosulullah menghadapi istri marah yang patut diteladani. S...

Menyenangkan Ketika Dipandang

Keluarga Dakwah - Perhiasan dunia yang paling indah bagi lelaki adalah istri yang shalihah. Tetapi ia akan menjadi pemandangan yang paling buruk ketika suami tidak merasa senang saat memandangnya.  Itulah mengapa wanita yang terbaik adalah istri yang menyejukkan ketika di pandang oleh suaminya. Sayangnya, kenyataan justru malah sebaliknya. Istri zaman sekarang lebih banyak enak dipandang ketika dilihat lelaki lain. Ia bersolek agar dianggap cantik oleh lelaki selain suaminya.  Akan tetapi ketika di rumah justru penampilannya bagaikan kapal yang hancur karena diombang-ambing oleh ombak. Suaminya yang seharusnya berhak menikmati keindahan dan kecantikan istrinya, malah dirampas oleh lelaki lain.  Tanpa rasa malu, bahkan dengan sengaja ia menyerahkan kecantikannya untuk lelaki selain suaminya. Selain itu, saat ini juga banyak dijumpai diantara para istri yang bersolek, berswafoto, dan memamerkan swafoto terbaiknya di media sosial.  Tanpa sadar ia telah memberikan k...

Istri Mengabaikan Pendidikan Anak

Keluarga Dakwah -  Istri Mengabaikan Pendidikan Anak Pertanyaan Ada seorang istri yang berkerja sepekan penuh sehingga mengorbankan pendidikan anak-anaknya. Namun demikian, seluruh pendapatanya diberikan kepada keluarganya. Apa hukum syari’inya jika ia menolak untuk berhenti bekerja dan saya wajibkan dirinya untuk berkhidmat kepada anak-anak? Jawaban Peran seorang wanita yang paling utama adalah mengurus rumah tangga dengan baik, mendidik anak-anak, dan setia kepada suami. Ia adalah pemimpin di dalam rumah suaminya dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Apabila peran mulia ini berbenturan dengan pekerjaan-pekerjaan lain maka ia wajib mendahulukan pekerjaan  di rumahnya di atas pekerjaan yang lain. Semua ini dengan asumsi suami telah memberikan persetujuan kepadanya dan tidak melarangnya bekerja di luar rumah. Namun, jika suami menyuruh istri untuk tetap berada di dalam rumah maka ia wajib menaati suami karena adanya perintah Nabi tentang hal itu. Dalam riwayat at-Tir...

Haram Dikumpulkan dalam Satu Perkawinan

Keluarga Dakwah - Diharamkan bagi seorang laki-laki mengumpulkan dua orang wanita bersaudara dalam satu pernikahan. Hal itu berdasarkan firman Allah dalam surah an-Nisa’ ayat 23. Diharamkan pula bagi seorang laki mengumpulkan seorang wanita dengan bibinya dari pihak ayah atau ibunya dalam satu perkawinan. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia bercerita, Rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita itu tidak boleh dinikahi bersamaan dengan bibinya dari pihak ayah ataupun bibi dari pihak ibunya.“ (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim dan para penulis kitab as-Sunan). Dan jika seorang laki-laki yang mempunyai anak laki-laki menikah dengan seorang perempuan yang mempunyai anak perempuan, maka dibolehkan bagi anak laki-laki itu menikahi anak perempuan dari istri bapaknya. Hal itu berdasarkan riwayat yang menceritakan bahwa ada seorang laki-laki yang mempunyai anak laki-laki menikah dengan seorang perempuan yang mempunyai seorang anak perempuan, lalu anak laki-laki itu berzina dengan ...

Mengkhususkan Waktu Untuk Duduk Bersama

Keluarga Dakwah - Jangan sampai antara suami istri sibuk dengan urusannya masing-masing, dan tidak ada waktu untuk duduk bersama.  Ada pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh bin Baz. Ada seorang pemuda tidak memperlakukan isteri dengan baik. Yang menjadi penyebabnya, karena ia sibuk menghabiskan waktunya untuk berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan studi dan lainnya, sehingga meninggalkan isteri dan anak-anaknya dalam waktu lama. Masalah ini ditanyakan kepada Syaikh, apakah diperbolehkan sibuk menuntut ilmu dan sibuk beramal dengan resiko mengambil waktu yang seharusnya dikhususkan untuk isteri?  Syaikh bin Baz menjawab pertanyaan ini. Beliau menyatakan, tidak ragu lagi, bahwa wajib atas suami untuk memperlakukan isterinya dengan baik berdasarkan firman Allah:  وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ  “Pergaulilah mereka dengan baik” [An Nisa`: 19]  Juga sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abdullah bin ‘Amr bin Ash, yaitu manakala sahabat ini ...

Larangan Merusak Hubungan Seorang Isteri dengan Suaminya

Keluarga Dakwah - Merusak rumah tangga seorang muslim disebut dengan “takhbib”. Hal ini merupakan dosa yang sangat besar, selain ada ancaman khusus, ia juga telah membantu Iblis untuk mensukseskan programnya menyesatkan manusia. Ancaman dosa melakukan “takhbib” terdapat pada hadits berikut: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ﻟَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ ﻣَﻦْ ﺧَﺒَّﺐَ ﺍﻣﺮَﺃَﺓً ﻋَﻠَﻰ ﺯَﻭﺟِﻬَﺎ ”Bukan bagian dari kami, Orang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Daud 2175 dan dishahihkan al-Albani) Ad-Dzahabi menjelaskan yaitu merusak hati wanita terhadap suaminya, beliau berkata, ﺇﻓﺴﺎﺩ ﻗﻠﺐ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺟﻬﺎ ”Merusak hati wanita terhadap suaminya.” (Al-Kabair, hal. 209). Dalam riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﻓْﺴَﺪَ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓً ﻋَﻠَﻰ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ ”Barang siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dari kami.”( HR. Ahmad, shahih) Dalam kitab Mausu’a...

Apakah Diharuskan Menyambung Kerabat Suami Meski Teha Bercerai

Keluarga Dakwah -  Apakah Diharuskan Menyambung Kerabat Suami Meski Teha Bercerai Pertanyaan Saya telah bercerai sejak lama, dan saya ingin mengetahui bahwa anak-anak keluarga suamiku yang lalu masih bagian dalam keluargaku. Apakah saya bermuamalah dengannya seperti kerabatku? Padahal mereka adalah anak-anak saudara (mantan) suamiku. Apakah saya diharuskan menjaga hubungan silaturrahim dengan saudara perempuan suamiku dan saudara laki-laki suamiku meskipun saya tidak menikah dengan saudara-saudaranya. Terima kasih Jawaban Alhamdulillah. Hubungan silaturrohim khusus kerabat dari sisi bapak (mertua) dan sisi ibu tanpa besan. Syekh Ibnu Baz rahimahullah ditanya, ‘Saya mohon perincian silaturrohim, apakah termasuk keluarga istri dan suami satu dengan lainnya atau tidak? Dan siapakah kerabat  (arham)itu? Beliau menjawab, ‘Arham adalah kerabat dari sisi ibu dan dari sisi bapak. Maka para bapak, para ibu, para kakek dan para nenek adalah arham (kerabat). Anak cucu mereka dari kalanga...

Saya Menyesal Telah Memilihnya

Keluarga Dakwah - Saya Menyesal Telah Memilihnya Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh Ustadz, saya seorang ikhwan yang telah menikah dengan seorang gadis sekitar dua tahun yang lalu. Jujur saja, istri saya memang cantik dan menarik. Dia adalah kembang desa yang banyak disukai pemuda. Awalnya, saya merasa bahagia bisa menyunting dirinya. Namun, kini saya menyesal telah memilihnya. Saya tidak merasa bahagia dan sering makan hati. Dia tidak menghargai saya sebagai seorang suami dan sering melanggar syariat. Seperti pergi tanpa izin, menyepelekan shalat, dan bahkan pergi ke dukun. Ustadz, saya tertekan dan merasa tidak punya harga diri, sebab nasihat saya tidak pernah digubrisnya. Saya berniat untuk menceraikannya. Salahkah saya ustadz? Mohon penjelasannya. Jazakumullah atas nasihatnya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh Jawaban Ustadz: Wa’alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh Saudara yang baik, karena berbagai macam alasan, seringkali kita mengabaikan nasihat Rasul...

Mereka adalah Kita

Keluarga Dakwah -   Pernahkah kita luangkan waktu bersama pasangan kita hanya untuk memperhatikan tingkah laku anak-anak kita? Bukan, bukan untuk mencari kesalahan mereka. Pun bukan untuk menemukan kehebatan mereka. Hanya memperhatikan detail tingkah laku mereka. Lihatlah senyum mereka, senyum siapakah itu? Senyum ayah? Atau senyum bunda? Lihatlah cara mereka bicara, mirip siapa? Lihatlah cara mereka mengerutkan dahi ketika berpikir? Seperti siapa? Lihatlah cara mereka berjalan, adakah itu cara berjalan kita? Lihatlah cara mereka menggerakkan kepalanya ketika menengok, cara siapa? Lihatlah cara mereka tertawa, mirip siapa? Bahkan lihatlah ketika mereka marah, marah siapa yang ditiru mereka? Ah, ternyata mereka itu kita. Maka pantaskah kita kemudian mendidik mereka tanpa memulai perubahan dari diri kita sendiri lebih dahulu? Simaklah ayat berikut ini: وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَا...

Apabila Istri Tidak Suka Sesuatu dari Suami

Keluarga Dakwah - Sepatutnya bila seorang istri melihat dari suaminya sesuatu yang tidak ia sukai atau tidak pantas dilakukan, janganlah ia mengkufuri dan melupakan seluruh kebaikannya. Sungguh, bila seorang istri tidak mau bersyukur kepada suami, padahal suaminya adalah orang yang paling banyak dan paling sering berbuat kebaikan kepadanya, maka ia pun tidak akan pandai bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, Dzat yang terus mencurahkan kenikmatan dan menetapkan sebab-sebab tersampaikannya kenikmatan pada setiap hamba. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menyampaikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, مَنْ لاَ يَشْكُرِ النَّاسَ لاَ يَشْكُرِ اللهَ “Siapa yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia, ia tidak akan bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala.” (HR . Abu Dawud no. 4177 dan at-Tirmidzi no. 2020, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh Muqbil menurut syarat Muslim, dalam ash-Shahihul Musnad, 2/338) Al-Khaththabi berkata, “Hadits ini dapat dipahami dari dua sisi. Orang...

Membayangkan Orang Lain Saat Hubungan Suami- Istri

Keluarga Dakwah - Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ “Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: الْعَيْنُ تَزْنِي، وَالْقَلْبُ يَزْنِي، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا الْقَلْبِ التَّمَنِّي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ مَا هُنَالِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ “Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata dengan melihat (yang diharamkan), zina hati dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). ...

Tidak Taat Kepada Suami Dengan Alasan Ibadah

Keluarga Dakwah - Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ditanya tentang seorang istri yang terus beribadah. Bila siang puasa dan bila malam shalat malam. Tetapi, ketika suaminya mengajak berhubungan intim, ia selalu menolaknya dengan alasan bahwa ia lebih mementingkan shalat malam dan puasanya daripada ketaatan  kepada suaminya. Apakah perbuatan seperti ini diperbolehkan? Jawaban Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Segala puji bagi Allah, Tidak halal baginya melakukan hal itu berdasarkan pada kesepakatan kaum muslimin. Bahkan, wajib atasnya untuk mentaati suaminya apabila diminta berhubungan, itu adalah fardhu dan wajib atasnya. Adapun shalat malam dan puasa siang hari adalah sunah. Dan bagaimana mungkin seorang wanita mukminah mendahulukan yang sunah daripada yang wajib? Karena itulah Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, “Tidak halal bagi seorang wanita berpuasa sedang suaminya ada di rumah melainkan dengan izinnya, ...

Ketaatan Anak atau Kedurhakaan Orangtua

Keluarga Dakwah - Memiliki seorang anak yang sholih dan berbakti merupakan idaman setiap orang tua. Namun kadang kala orang tua tidak mempersiapkan diri menerima kesholihan anaknya. Seringnya harapan dan cita-cita orang tua hanya sekedar angan-angan belaka. Karena jalan dan metode yang ditempuh dalam mendidik anak tidak mengarah kepada kesholihan namun menuju kepada kedurhakaan. Tanpa disadari terkadang orang tua menjadi penyebab utama kesesatan anaknya. Boleh jadi pula penghalang terbesar untuk hadirnya hidayah adalah mereka. Tidak mengherankan jika Nabi Muhammad -shollallohu ‘alaihi wa sallam- memberikan teguran melalui sabdanya: عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ » -رواه البخاري ومسلم- Artinya: Dari Abu Huroiroh bahwa Nabi -shollalloh...

Bolehkah Minta Cerai Karena Suami Poligami?

Keluarga Dakwah -  Bolehkah Minta Cerai Karena Suami Poligami? Fatwa Syaikh Khalid Al Mushlih Soal: Seorang wanita bertanya bahwa suaminya menikah lagi dan ia tidak tahan dengan hal itu dan menolaknya dengan keras. Bolehkah ia meminta cerai? Jawab: Mengenai hal ini Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: أيُّما امرأةٍ سأَلتْ زوجَها طلاقَها مِن غيرِ بأسٍ فحرامٌ عليها رائحةُ الجنَّةِ “wanita mana saja yang meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan syariat, maka haram baginya wangi surga” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan lainnya. shahih). Dalam hadits ini terdapat ancaman keras bagi wanita yang meminta cerai tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Dan ketika suami berpoligami tentu tidak diragukan lagi bahwa hal ini membuat seorang istri sedih. Namun keadaanya berbeda-beda antara satu wanita dengan wanita yang lain, demikian juga antara satu lingkungan dengan lingkungan yang lain. Kemudian, alasan ‘tidak tahan’ tersebut tidak termasuk alasan yang dibe...

Doa-Doa Agar Anak Menjadi Shalih dan Shalihah?

Keluarga Dakwah - Berikut adalah beberapa doa para nabi agar mendapatkan generasi shalih dan shalihah. 1. Doa Nabi Zakaria رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa” (Qs.ali-imran : 38) 2. Doa Nabi Ibrahim رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku” (Qs.Ibrahim : 40) 3. Doa Agar Anak Beriman Dan Bertakwa رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (Qs.al-Furqon : 74) 4. Doa Agar Anak Menjadi Shalih Dan Shalihah اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَ...

Suami Hilang Tanpa Kabar

Keluarga Dakwah - Hidup bersama suami atau istri dalam membina keluarga sampai maut memisahkan adalah impian setiap orang, namun ternyata kita sebagai hamba yang lemah tidak dapat menampik adanya persoalan rumah tangga, salah satunya adalah kepergian suami atau istri tanpa kabar yang jelas. Terkait persoalan ini para ulama telah membahasnya secara panjang dan lebar dari berbagai sisi dan keadaannya, tetapi di sini kami akan menitiksoalkan hukum suami yang pergi selama bertahun-tahun meninggalkan anak dan istrinya, tidak menafkahi mereka, dan hilang tanpa kabar apa pun. Kondisi seperti di atas, menimbulkan beberapa pertanyaan; berapa lama harus menunggu? Bolehkan istri mengajukan cerai kepada hakim dan menikah dengan laki-laki lain? Pertanyaan yang semisal dengan di atas telah banyak dikaji oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka. Yang sejatinya, saat suami ditetapkan hilang maka tidak memberi pengaruh apa pun pada akad pernikahan, istri yang ditinggal tersebut masih tetap dalam akad p...

Pernikahan Sebagai Solusi

Keluarga Dakwah - Islam tidak sembarangan begitu saja mensyariatkan pernikahan. Di dalam pernikahan banyak faedah dan manfaatnya. Selain kelak Allah akan membalasnya di akhirat atas ketaatan terhadap syariat-Nya, Allah juga berikan faedah dan manfaat pernikahan tersebut di kehidupan dunia. Kita sering dihebohkan dengan kasus kenakalan remaja, perzinaan, pelacuran, sex bebas, dan lain sebagainya. Dari kasus-kasus tersebut ternyata Islam telah memberikan solusinya, satu di antaranya adalah membimbing umat manusia untuk menjalin pernikahan seperti yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sekali lagi, pernikahan yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, bukan asal pernikahan. Di antara tujuan disyariatkannya pernikahan adalah untuk menjadikan diri yang shalih, mendapatkan ketentraman hati, mendewasakan, dan memapankan ekonomi. Bukankah kasus-kasus seperti di atas terjadi karena pelakunya telah kehilangan empat hal tersebut? USAHA MENJADI INSAN SHALIH Orang shalih adalah orang yang dapat men...