Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Kemiskinan Dalam Keluarga

Keluarga Dakwah - Dalam keterbatasan finansial, percayalah, tidak mudah menjalani hidup di zaman serba materi seperti ini, meski kita tahu, kekayaan tanpa kekuatan iman juga akan menjadi senjata makan tuan yang mencelakakan. Tapi, sukses bagi manusia secara umum adalah gelimang harta, bukan nyamannya hati. Hal yang sering membut kita hanya bisa terdiam sebab sulit memilih kata-kata untuk menjelaskan kebenaran. Tapi bukankah kita memang sedang hidup di dunia? Kesulitan itu muncul karena standar minimal kelayakan hidup, terus meningkat seiring kemajuan materi dan teknologi, hal yang akan semakin menyengsarakan  siapapun yang kekurangan. Sementara di sisi lain, kita hampir tidak bisa hidup sendiri tanpa keterlibatan pihak lain. Dan dalam banyak kasus, hal itu berarti sejumlah materi sebagai gantinya. Sehingga ketiadaan materi jelas membawa kita dalam kondisi serba terbatas. Dan hal itu akan menjadi semakin sulit jika kita berbicara dalam konteks keluarga. Karena keluarga adalah aktifi...

3 Hal Yang Harus Dihindari dalam Pertengkaran Rumah Tangga

Keluarga Dakwah - Ada 3 hal yang wajib dihindari ketika terjadi pertengakaran. Semoga dengan menghindari hal ini, pertengkaran dalam keluarga muslim tidak berujung pada masalah yang lebih parah. Secara umum, aturan ini telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadis dari Hakim bin Muawiyah Al-Qusyairi, dari ayahnya, bahwa beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kewajiban suami kepada istrinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ، وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ، أَوِ اكْتَسَبْتَ، وَلَا تَضْرِبِ الْوَجْهَ، وَلَا تُقَبِّحْ، وَلَا تَهْجُرْ إِلَّا فِي الْبَيْت “Kamu harus memberi makan kepadanya sesuai yang kamu makan, kamu harus memberi pakaian kepadanya sesuai kemampuanmu memberi pakaian, jangan memukul wajah, jangan kamu menjelekannya, dan jangan kamu melakukan boikot kecuali di rumah.” (HR. Ahmad 20011, Abu Daud 2142 dan dishahihkan Al-Albani). Hadis ini merupakan nasehat Rasulullah sha...

Keluarga Sampai di Surga

Keluarga Dakwah - Semua tentu berharap hubungan ayah anak tak berbatas di kehidupan dunia. Namun hubungan itu kekal hingga di akhirat. “Orang-orang mukmin masuk ke dalam surga dan merasakan kenikmatan. Penghuni surga menikmati segala kelezatan yang diberikan oleh Tuhan mereka. Tuhan mereka menyelamatkan penghuni surga dari adzab nereka Jahim. Para malaikat berkata kepada penghuni surga, “Makanlah dan minumlah dengan senang hati. Ini semua merupakan balasan amal shalih yang kalian lakukan di dunia dahulu. Para penghuni surga duduk bersandar pada dipan-depan yang tertata rapi. Mereka ditemani bidadari yang berkulit putih bersih dan bermata indah. Orang-orang mukmin berada di dalam surga disusul oleh anak keturunan mereka yang beriman. Kami kumpulkan orang-orang mukmin bersama dengan anak keturunan mereka. Kami tidak mengurangi sedikitpun pahal atas amal mereka. Setiap orang mendapatkan pahala sesuai aaml shalih yang dilakukan didunia. Kami karuniakan kepada para penghuni surga buah-buaha...

Bahaya Meremehkan Dosa

Keluarga Dakwah - Bilal bin Sa’ad berkata: ”Janganlah engkau melihat kepada kecilnya kesalahan, tapi lihatlah kepada siapa engkau berbuat kedurhakaan”. (Az Zuhd, no. 2275 karya Imam Ahmad). Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Janganlah sekali-kali kamu meremehkan kemaksiatan yang kecil, sebagaimana rumput yang lemah dapat dianyam menjadi tali yang dapat menarik kapal-kapal” (Badaa’i al-Fawaid, 3/338). Al Qathani rahimahullah berkata: “Janganlah sekali-kali meremehkan dosa-dosa kecil yang dapat menyebabkan banjir” (Nuuniyah Al-Qahthani, 39). Seorang penyair berkata: “Janganlah sekali-kali meremehkan dosa kecil yang kamu candui… Karena garis itu menjadi satu susunan disebabkan titik-titiknya…” (Al-‘Ithr al-Wardi Syarh La Amiyyah Ibni Al-Wardi, 25). Ibnul Mu’taz berkata:“Tinggalkanlah dosa, baik yang kecil maupun yang besar karena itulah arti taqwa dan berbuatlah seperti orang yang berjalan di atas tanah berduri. Sehingga ia berhati-hati tehadap apa yang ia lihat. Janganlah kamu meremehka...

Muhasabah dan Memohon Ampunan-Nya

Merupakan nikmat Allah bila kita melakukan kesalahan kemudian melakukan muhasabah dan memohon ampunan-Nya. Karena, sebagaimana yang dikatakan oleh Yahya bin Mu’adz, ampunan Allah adalah sesuatu yang dicintainya, “Seandainya ampunan bukan termasuk sesuatu yang paling dicintai-Nya niscaya Dia tidak akan menguji makhluk yang paling mulia di sisi-Nya dengan dosa.” . Kalau lah tidak karena cinta-Nya, Allah tidak akan menguji makhluk yang Dia muliakan di hadapan para malaikat-Nya, yaitu Nabi Adam, dengan dosa; memakan buah dari syajarah khuldi, pohon keabadian yang dilarang untuk didekati oleh Adam dan Hawa [Al-Baqarah : 35-37] . Karena kejadian ini, Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga, negeri keabadian, menuju negeri yang penuh ujian dan cobaan. Tetapi dari kesalahan ini juga, kita belajar untuk menghapuskan kesalahan tersebut, yaitu dengan taubat dan istighfar. (Oase Imani) . .  Donasi Dakwah Keluarga Dakwah : 💳 BSI 711 342 4499 a/n Yayasan Keluarga Dakwah QQ INFAQ 📲 Konfirmasi http...

Ingatlah Wahai Suami

Keluarga Dakwah - Ingatlah wahai Suami, ikhlaskanlah setiap tetesan keringatmu karna Allah. عن أبي هُريرةَ ؛ قالَ : بَيْنَا نحنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ _ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ _ ، إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا شَابٌّ منَ الثَنِيَّةِ ، فَلَمَّا رَمَيْنَاهُ بِأَبْصَارِنَا ، قُلْنَا : لَوْ أنَّ ذَا الشَّابَّ جَعَلَ نَشَاطَهُ وَشَبَابَهُ وقوَّتَهُ في سَبِيلِ اللَّهِ ، فَسَمِعَ مَقَالَتَنَا رَسُولُ اللَّهِ _ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ _ ؛ فقالَ : ” ومَا سَبِيلُ اللَّهِ إلاَّ منْ قُتِلَ ؟ ، مَنْ سَعَى عَلَى وَالِدَيْهِ ؛ فَفِي سَبِيلِ اللَّهِ ، ومَنْ سَعَى عَلَى عِيَالِهِ ؛ فَفِي سَبِيلِ اللَّهِ ، ومَنْ سَعَى مُكَاثِراً ؛ فَفِي سَبِيلِ الشَّيطَانِ ”  Dari abu Hurairah, ia berkata: Pada saat kami bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba muncul di hadapan kami, seorang pemuda dari lembah. Ketika kami terfokus kepadanya, kami berkata, “Semoga pemuda itu menjadikan kerajinannya, kepemudaanya, dan kekuatannya di jalan Allah. Rasulullah mendengar ucapan kami, lalu belidu bersabda: Apakah yang dinilai sy...

Keluarga Para PencintaI lmu

Keluarga Dakwah - Betapa indah keluarga para ulama salaf.  Jika ada orang alim dalam keluarga, ia menjadi pelopor bagi anggota keluarga yang lain untuk maju. Tidak heran, kebanyakan keluarga pada ulama akhirnya dikenal pula kealimannya. Memang, sebagaimana iman, ilmu tidak bisa diwariskan berdasarkan garis keturunan. Imam Ahmad berkata, “Segala puji bagi Allah, dia tidak menjadikan ilmu itu sebagai warisan berdasarkan garis keturunan, andai saja ilmu itu diwariskan, tentu hanya ahli bait Nabi shallahu ‘alaihi wasallam saja yang bisa menjadi ulama. Tapi, hal itu bukan menjadi alasan kita untuk melepaskan tanggung jawab kita untuk mendidik anggota keluarga kita. Para salaf sangat antusias dalam menularkan ilmunya kepada anggota keluarga dan orang-orang terdekatnya. Mereka bisa memberi manfaat kepada orang-orang terdekat, juga mampu mengambil manfaat dari orang alim yang dekat dengannya. Sekarang, mari kita lihat, betapa harmonis keluarga para pecinta ilmu. Bapak dan Anak Ngaji Bersam...

Istri Dambaan Suami

Keluarga Dakwah - Fatimah anakku, maukah engkau menjadi seorang perempuan yang baik budi dan istri yang dicintai suami? Tanya sang ayah yang tak lain adalah Rasulullah Muhammad saw. “Tentu saja wahai ayahku!” jawab Fatimah. “Tidak jauh dari rumah ini berdiam seorang perempuan yang sangat baik budi pekertinya. Namanya Siti Muthi’ah. Temuilah dia, teladani budi pekertinya yang baik itu.” Gerangan amal apakah yang dilakukan situ Muthi’ah sehingga Rasululah memujinya sebagai wanita teladan? Maka Fatimah menuju rumah Muthi’ah dengan mengajak serta Hasan putra Fatimah yang masih kecil itu. Begitu gembiranya Muthi’ah mengetahui tamuanya adalah putri Rasulullah. “Wah bahagia sekali aku menyambut kedatanganmu, Fatimah. Namun maafkan aku sahabatku, suamiku telah beramanat, aku tidak boleh menerima tamu laki-laki di rumah ini. “Ini Hasan putraku sendiri. Ia kan masih anak-anak,” kata Fatimah sambil tersenyum. “Namun sekali lagi maafkanlah aku! Aku tidak ingin mengecewakan suamiku, wahai Fatimah.”...

Dalam Mencari Rezek

  Keluarga Dakwah - Dalam Mencari Rezek Dalam sebuah hadits shahih, “Sesungguhnya malaikat telah meniupkan pada janin agar tidak mati seorang sampai rezekinya habis sempurna. Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki!”  Dalam hadits itu ada hikmah untuk tenang dan bagus dalam mencari rezeki. Di antara makna bagus mencari rezeki adalah tidak menyita semua pikiran, menghabiskan semua waktu dan menyibukkan diri sampai melupakan hak Allah. Dan di antara makna bagus mencari rezeki adalah tidak melupakan hak orang lain, keluarga, orang tua, saudara, tetangga. Juga tidak terjatuh pada perkara yang haram seperti riba, penipuan, berbohong, pemalsuan dan manipulasi. Dr. Yahya bin Ibrahim Al Yahya (@dr_alyahya) . .Donasi Dakwah Keluarga Dakwah : 💳 BSI 711 342 4499 a/n Yayasan Keluarga Dakwah QQ INFAQ 📲 Konfirmasi https://wa.me/6282123053171 =====●●●===== 🏢 Jalinan Keluarga Dakwah 🏡 Alamat : Komplek Balai Dakwah Jakarta, Jln. Malaka Raya No.10, Rt 003, Rw 001,...

Karena Wanita Harus Dinasihati

Keluarga Dakwah -  Karena Wanita Harus Dinasihati Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا “Dan berilah nasihat dengan baik kepada para wanita, karena sesungguhnya wanita itu tercipta dari tulang rusuk (yang bengkok), dan tulang rusuk yang paling bengkok itu adalah bagian paling atasnya, jika engkau memaksa untuk meluruskannya engkau akan mematahkannya, namun jika engkau biarkan ia akan tetap bengkok, maka nasihatilah para wanita dengan baik.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] Pelajaran dari hadits 1. Kewajiban menasihati wanita dengan metode yang lembut dan tidak membiarkannya dalam kebengkokan. Kesalahan wanita hendaklah diluruskan, namun dengan cara yang baik, tidak dengan cara yang kasar dan keras. 2. Bersikap kasar...

Aurat Wanita

  Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, اَلْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ، وَإِنَّهَا لاَتَكُوْنُ أَقْرَبَ إِلَى اللهِ مِنْهَا فِيْ قَعْرِ بَيْتِهَا  Wanita itu aurat, jika ia keluar dari rumahnya maka setan mengikutinya. Dan tidaklah ia lebih dekat kepada Allâh (ketika shalat) melainkan di dalam rumahnya (HR. at-Thabrani, at-Tirmidzi & Ibnu Hibbân) .  Donasi Dakwah Keluarga Dakwah : 💳 BSI 711 342 4499 a/n Yayasan Keluarga Dakwah QQ INFAQ 📲 Konfirmasi https://wa.me/6282123053171 =====●●●===== 🏢 Jalinan Keluarga Dakwah 🏡 Alamat : Komplek Balai Dakwah Jakarta, Jln. Malaka Raya No.10, Rt 003, Rw 001, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur (13730)

Ridho Suami atau Ridho Orang Tua

Keluarga Dakwah -  Ridho Suami atau Ridho Orang Tua Pertanyaan Assalamualaikum ustadz. Izin bertanya, bagaimana jika ada seorang istri, yang orangtuanya sakit. Namun oleh suami belum boleh menjenguk karena masih banyak urusan, yang benar-benar tidak bisa ditinggalkan. Dan sang istri pun faham kondisi suaminya. Namun ibunya malah sakit hati menganggap si anak yang sudah jadi istri tersebut tidak peduli dengannya. Jazakallah Ustadz, Ummu Abdillah di bumi Allah Jawab wa alaikum salam wa rohmatulloh wa barokaatuh. بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد. pertama, perlu untuk difahami dan disadari bahwa kedudukan bapak-ibu mertua sama dengan bapak-ibu kandung. maka sudah menjadi kewajiban atas anak kandung dan anak menantu untuk berbakti kepada mereka. jangan sampai menimbulkan konflik dengan mereka. kedua, kondisi orang tua (kandung dan atau mertua) juga harus menjadi perhatian utama dalam kehidupan berumah tangga. terlebih lagi jika dalam kondisi sakit ma...

Tak Ada Waktu Untuk Keluarga

Keluarga Dakwah - Assalmuaalaikum, saya seorang ayah muda dengan satu orang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Setiap hari saya bekerja dari pagi hingga sore kemudian disambung dengan pekerjaan sambilan yang tak memiliki waktu tetap. Saya selalu pulang malam dan tak jarang pulang dengan membawa setumpuk pekerjaan. Saya merasa tidak punya waktu untuk keluarga. Mohon nasihatnya. Jawab: Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Salah satu masalah besar yang dihadapi banyak orang tua saat ini adalah ketiadaaan waktu untuk mendidik anak. Sebagian mereka mungkin di rumah namun setumpuk pekerjaan memalingkan mereka dari keluarga. Hal ini merupakan celah berbahaya bagi keluarga. Hal ini seringkali berawal dari ketidakpahaman pasangan suami istri atau satu pihak terhadap metode pendidikan anak. Dalam banyak kesempatan suami kesulitan mencari waktu untuk berkumpul dengan semua anggota keluarga untuk mengarahkan, mengajak berbicara, dan mendengarkan pendapat mereka. Bahkan istri sendir...

Qiyamullail, Mahar Bidadari

Keluarga Dakwah - Qiyamullail bukanlah satu-satunya mahar bidadari. Jalan kebaikan menuju jannah beragam bentuknya, dan itu merupakan karunia Allah Ta’ala bagi hamba-hamba-Nya. Terlebih bagi para mujahid fi sabilillah, di mana mereka mengorbankan harta dan jiwa mereka untuk Allah Ta’ala dengan jannah sebagai imbalannya. Terlampau banyak kisah romantis yang menyebutkan pertemuan calon syahid dengan bidadari. Yang paling fenomenal adalah bidadari yang bernama ‘ainul mardhiyah. Pun, dengan qiyamullail. Ia merupakan mahar bagi peminang bidadari. Inilah senandung para bidadari yang menyindir orang-orang yang bersemangat banci namun merindukan bersanding dengan mereka yang bermata jeli; Apakah kamu meminta bidadari sepertiku Sedangkan kedua matamu tertidur Tidurnya kekasih bagiku hukumnya haram Karena kami diciptakan bagi setiap orang Yang memperbanyak shalat dan shiyam Azhar bin Mughits Rahimahullah berkata, “Suatu malam aku bermimpi bertemu dengan seorang bidadari yang sangat cantik, lalu ...

Sayang tapi Mencelakakan

Keluarga Dakwah - Dalam kehidupan berumah tangga, terkadang kita terlalu berlebihan dalam mengungkapkan kasih sayang. Dalam ungkapan lain, sering kita berlaku sayang tidak pada tempatnya. Ungkapan sayang yang diberikan hanyalah kasih sayang yang semu. Kasih sayang yang tidak berlandaskan ketaatan kepada Allah dan Rosul-Nya. Hal itu nampak tatkala rasa sayang kita kepada istri atau sebaliknya kepada suami atau bisa juga kepada anak menjadi penghalang untuk menunaikan kewajiban dan menjalankan ketaatan. Sebagai contoh dalam hal ini adalah terkadang kita merasa iba dan belas kasihan kepada anggota keluarga untuk dibangunkan di penghujung malam (waktu shubuh) demi menjalankan perintah sholat. Dalam kenyataan lain, ungkapan sayang yang memanjakan terkadang menjadikan diri kita orang yang lebih mencintai anggota keluarga kita dari pada cinta kepada Allah dan Rosul-Nya. Sementara Rosululloh shallalahu ‘alaihi wasallam bersabada berkenaan dengan karakteristik orang yang mendapat kesempurnaan i...

Pilih Aku atau Dia

Keluarga Dakwah -  Aku atau Dia .Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: لا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تَسْأَلُ طَلاقَ أُخْتِها، لِتَسْتَفْرِغَ صَحْفَتَها، فإنَّما لها ما قُدِّرَ لَها “Tidak halal seorang wanita menuntut suaminya untuk menceraikan saudarinya (madunya), untuk mengosongkan piringnya. Karena bagi dia sudah ada rezeki tersendiri yang ditetapkan oleh Allah” (HR. Bukhari no. 5152, Muslim no.1408). Dalam riwayat lain: ولا تَسْأَلُ المَرْأَةُ طَلاقَ أُخْتِها لِتَكْتَفِئَ صَحْفَتَها ولْتَنْكِحْ، فإنَّما لها ما كَتَبَ اللَّهُ لَها “Tidak boleh seorang wanita menuntut seorang suami untuk menceraikan saudarinya (madunya), untuk mencukupi piringnya. Hendaknya ia tetap menikah. Karena sesungguhnya Allah sudah tetapkan rezeki kepadanya” (HR. Muslim no.1408). Termasuk hal memberi syarat kepada calon suaminya untuk menceraikan istri pertamanya Oleh karena itulah, imam Al Bukhari dalam Shahih Al Bukhari membawakan hadits ini dalam bab: باب الشروط ال...

Cinta Berhias Durhaka

Keluarga Dakwah -  Awal menjalin hubungan cinta merupakan garis start penentu arah dalam pembinaan rumah tangga. Akankah rumah tangga yang dibina menuju keridhaan Allah ataukah kemurkaan-Nya. Namun sering kali awal permulaan ini dianggap bukan suatu hal yang penting dan sering kali diremehkan. Seringkali kita dapati bahwa banyak yang menjalin cinta dengan cara pacaran. Bahkan di era globalisasi saat ini pacaran telah membudaya dan menjadi bagian hidup kaum muda. Tak ketinggalan pula kalangan orang tua juga turut berpartisipasi dalam memasyarakatkannya. Sering mereka latah dengan ungkapan Tanya kepada anak muda yang dijumpainya : “Sudah punya pacar apa belum?”. Mereka berdalih bahwa pacaran adalah ajang untuk saling kenal dan memahami calon “pasangan”. Dengan pacaran, kadar kedalaman cinta “sang calon” bisa diukur dan diuji. Berangkat dari alasan inilah, kita dapati banyak kaula muda yang berpacaran sudah bertahun-tahun namun juga belum menikah. Padahal, jika kita perhatikan dan ama...

Awas Dosa Jariyah

Keluarga Dakwah - Allah berfirman, لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). (QS. an-Nahl: 25) Imam Mujahid mengatakan, يحملون أثقالهم: ذنوبهم وذنوب من أطاعهم، ولا يخفف عمن أطاعهم من العذاب شيئًا Mereka menanggung dosa mereka sendiri dan dosa orang lain yang mengikutinya. Dan mereka sama sekali tidak diberi keringanan adzab karena dosa orang yang mengikutinya. (Tafsir Ibn Katsir, 4/566). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap o...

Pelaksanaan Khitan Masal Yayasan Keluarga Dakwah

YKD - Jakarta. Yayasan Keluarga Dakwah (YKD) melaksanakan kegiatan khitanan masal untuk anak-anak warga sekitar pada hari Ahad, 31 Oktober 2021.  Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan pengurus RW 001 yang merupakan RW dimana kantor YKD berada. Lokasi kegiatan adalah di Masjid Jami' Al-Husna, RW 001, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.  Hadir pada kesempatan tersebut, ketua RW 001, Bapak Bambang Subiantara didampingi sekretaris RW, Bapak Tedi. Beliau dan seluruh pengurus termasuk para ketua RT sangat memberikan dukungannya pada kegiatan ini.  Peserta yang mengikuti khitanan masal berjumlah 16 anak dengan usia mulai dari 5 sampai 12 tahun. Mereka juga mendapatkan bingkisan berupa sarung dan mushaf serta dana tali kasih.  Kegiatan khitanan masal ini dilaksanakan dalam rangka ta'liful qulub dan mempererat tali ukhuwah antara YKD dengan warga sekitar. Selain khitanan masal, YKD beberapa kali mengadakan kegiatan lainnya dengan pengurus RW dan RT setempat, sep...

Mendamba Surga Menuai Neraka

Keluarga Dakwah -  Mendamba Surga Menuai Neraka Oleh: Abu Athif, Lc. –غفر الله له ولوالديه- Siapa yang tak mendambakan kehadiran keluarga yang harmonis dan romantis? Siapa yang tak ingin setiap waktu berlalu senantiasa dihiasi dengan rasa cinta dan kasih sayang? Siapa yang tak ingin bila ada problematika keluarga, langsung bisa diatasi dengan suasana cair dan bersahabat? Siapa yang tak mengharap bila ada api kemarahan yang membakar, langsung didapatkan kesejukan air yang memadamkan? Siapa yang tak ingin jika semua putra-putrinya menjadi penyejuk jiwa dan permata hatinya? Siapa yang tak harap jika semua anggota keluarganya menjadi ahlul Qurân ? siapa yang tak mendamba hadirnya sakinah-mawaddah-rohmah dalam hidupnya? Tak diragukan lagi, siapa saja pasti mendambakan itu semua. Siapa saja pasti berharap suasana “surga dunia” ada di rumahnya. Namun, mungkinkah dan kapankah hal itu bisa terwujud? Bisa jadi upaya menggapai keharmonisan keluarga bak pungguk merindukan bulan –hanya sekedar ...