Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Keutamaan Ribat

Hadits Salman Radhiallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda ; “Ribath satu hari satu malam itu lebih baik daripada puasa 1 bulan dan sholat malamnya, jika ia mati maka amal yang sudah dikerjakannya atau pahalanya akan mengalir untuknya, rejekinya akan diberikan kepadanya dan (ia aman dari fitnah kubur)”. (HR. Muslim no.1913) Hadits Sahal bin Sa’ad Assa’di Radhiallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda : “Ribath satu hari dijalan Allah itu lebih baik daripada dunia dan seisinya. Tempat cemeti salah seorang diantara kalian di surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya. Waktu sore atau pagi hari yang digunakan seorang hamba berangkat (berjihad) di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhori no.2892, HR.Muslim No.1881) Hadits Fadholah bin Ubaid meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda; “Setiap orang yang meninggal ditutup amalnya, kecuali orang yang Ribath di jalan Allah. Amalnya dikembangkan untuknya sampai har...

Puasa Asyura Tidak Menghapus Kecuali Dosa-dosa Kecil

Keluarga Dakwah - Yang Allah ampuni / hapus dosa melalui puasa hari Asyura tidak dapat menghapus kecuali dosa-dosa kecil. Sementara dosa besar dibutuhkan taubat nasuha. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “ Terdapat (hadits) shahih dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda, puasa hari Arafah dapat menghapus dua tahun, dan puasa hari Asyura dapat menghapus satu tahun, akan tetapi penyebutan secara umum bahwa ia dapat menghapuskan, hal itu tidak harus menghapus dosa-dosa besar tanpa taubat. Karena Nabi sallallahu alaihiwa sallam bersabda dalam shalat Jumat ke jumat, Ramadan ke Ramadan dapat menghapus dosa diantara keduanya kalau menjauhi dosa besar. Dan diketahui bahwa shalat itu lebih agung dibandingkan puasa dan puasa Ramadan itu lebih agung dibandingkan puasa Arafah, tapi dia tidak dapat menghapuskan dosa kecuali dengan menjauhi dosa besar sebagaimana Nabi sallallahu aliahi wa sallam memberi batasan. Bagaimana seseorang menyangka bahwa puasa sun...

Keutamaan Hijrah dan Jihad Fi sabilillah

Keutamaan Hijrah dan Jihad Fi sabilillah Allah ta'ala berfirman الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS. At-Taubah: 20 - 22) Orang-orang yang beriman kepada Allah kemudian meninggalkan negeri kafir menuju negeri islam serta mengorbankan harta dan...

Istri Pembisik Suami

Keluarga Dakwah - Istri Pembisik Suami “Untuk kita para istri, berhati-hatilah! Karena istri berpotensi membisik-bisiki suami.” Ujar Ustadzah Poppy Yuditya, MBA dalam pertemuan kedua Sekolah Orangtua, di Azhari Islamic School Jakarta Selatan, Sabtu (26/10/2013) Dalam materi “Peran Ibu Rumah Tangga dan Harmonisasi Suami Istri”, ibu dari dua putra ini menegaskan bahwa istri lah pembisik paling berpengaruh sehingga suami menjadi benar, atau menjadi salah. Istri dapat mempengaruhi tindakan-tindakan yang dilakukan suami. “Asiah yang membisiki Fir’aun untuk merawat Musa. Suaminya kafir, tapi ia istri sholihah dan mampu membawa kebaikan. Kita juga bisa mengambil pelajaran dari Hawa. Setelah dibisikkan oleh setan, Hawa membisikkan suaminya untuk memakan buah yang dilarang, sehingga mereka keluar dari surga. Maka, hati-hati dengan membisik-bisiki suami.” Ungkapnya. Manajer training di Tim Parenting Nabawiyah ini menyampaikan pelajaran yang dapat diambil dari kisah istri Nabi N...

Keutamaan Hijrah

Keutamaan Hijrah Allah ta'ala berfirman وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah: 100) Orang-orang yang pertama kali beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dari kamu Muhajirin pergi meninggalkan kaum dan keluarga mereka kemudian berpindah kenegeri islam. Begitu juga dengan kaum anshar (kaum inilah yang menolong Rasulullah dari musuhnya dan orang-orang kafir). Serta orang-orang yang m...

Mendidik Anak Mencintai Al - Qur'an

Keluarga Dakwah - Mendidik Anak Mencintai Al - Qur'an Usia anak pra sekolah, diyakini banyak pihak sebagai masa emas,gold age. Masa paling baik untuk menampung dan menghafalkan sesuatu. Pada masa ini anak menyerap segala informasi yang ada. Ibarat spons menyerap semua air , tak peduli apakah itu air bersih atau air kotor. Daya hafal dan penalarannya berbanding terbalik. Daya hafalnya akan semakin berkurang sesuai dengan pertumbuhan usianya. Sebaliknya penalarannya semakin bertambah. Orang tua muslim yang cerdas akan memanfaatkan masa ini dengan sebaik-baiknya.Dapat memilih sesuatu yang menjadi prioritas untuk dihafal oleh anak. Sering kita dengar sebagian orang tua yang memaksa anaknya untuk menghafal sesuatu yang kurang berguna. Misalnya nama-nama pahlawan, jenis-jenis musik, nama-nama artis. Sebenarnya semuanya bisa berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan masa. Pada satu sisi, kita mungkin bangga jika anak bisa menyebutkan nama-nama tersebut dengan tangkas. Tet...

Keutamaan Jihad

Keutamaan Jihad Allah ta'ala berfirman: إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS. Taubah: 111) Allah ta'ala berfirman: إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَاب...

Sang Bidadari yang Terlihat Di Bumi

Keluarga Dakwah - Sang Bidadari yang Terlihat Di Bumi Dia beriman, berbaiat dan berhijrah. Dia berikan kebaikan untuk Allah dan Rasul-Nya dalam keislamannya, hingga dia beroleh janji, “Barangsiapa yang ingin melihat seorang bidadari, maka lihatlah wanita ini.” Ummu Ruman bintu ‘Amir bin ‘Uwaimir bin Abdi Syams bin ‘Itab bin Udzainah bin Sabi’ bin Duhman bin Al-Harits bin Ghanm bin Malik bin Kinanah Al-Kinaniyah radhiyallahu ‘anha [~Nasab Ummu Ruman dari ayahnya hingga Kinanah banyak diperselisihkan oleh para ahli tarikh, namun mereka bersepakat bahwa dia dari Bani Ghanm bin Malik bin Kinanah.~] adalah istri orang terbaik umat ini setelah Nabinya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Sebelum datang masa Islam, Ummu Ruman adalah istri ‘Abdullah bin Al-Harits bin Sakhbarah bin Jurtsumatil Khair bin ‘Adiyah bin Murrah Al-Azdi. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan pada mereka seorang anak bernama Ath-Thufail. Mereka tinggal di As-Surah. Selang ...

Keutamaan Bermujahadah Di Jalan Allah

Keutamaan Bermujahadah Di Jalan Allah  Allah taala berfirman وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik . (QS. Al Ankabut: 69) Orang-orang yang beriman berjihad melawan musuh-musuh Allah, hawa nafsu dan setan kemudian bersabar menghadapi fitnah dan siksaan di jalan Allah, niscaya Allah akan menunjuki dan mengukuhkan mereka di atas jalan yang lurus. Barang siapa yang berbuat seperti itu maka ia termasuk orang yang berbuat baik kepada dirinya dan orang lain. Sesungguhnya, Allah senantiasa bersama makhluk-Nya yang berbuat baik. Dia akan memberi pertolongan, perlindungan dan hidayah-Nya Allah ta'ala berfirman وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيرًا فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا...

Sikap seorang muslim kepada sahabat

Keluarga Dakwah - Sikap seorang muslim kepada sahabat Dalam aqidah thohawiyyah disebutkan sebuah kaedah : وَنُحِبُّ أَصْحَابَ رسُولِ الله صلى الله عليه وسلم، وَلاَ نُفْرِطُ في حُبِّ أَحَدٍ مِنْهُم؛ وَلاَ نَتَبَرَّأُ مِنْ أَحَدٍ مِنْهُم، وَنُبْغِضُ مَنْ يُبْغِضُهُم، وَبِغَيْرِ الخَيْرِ يَذْكُرُهُم، ولا نُذْكُرُهُم إِلاَّ بِخَيْرٍ, وَحُبُّهُم دِينٌ وإيمَانٌ وإحْسَانٌ، وَبُغْضُهُم كُفْرٌ ونِفَاقٌ وطُغْيَانٌ. Kita mencintai para sahabat rosululloh shollallohu alaihi wasallam, kita tidak bersikap berlebihan dalam mencintai seorang diantara mereka. Tidak bersikap baro (berlepas diri atau benci) terhadap seorang diantara mereka. Membenci siapa saja yang membenci mereka. Selain kebaikan yang ada pada mereka, kita tidak akan menyebut perihal mereka selain kebaikan. Mencintai mereka adalah bagian dari din, iman dan ihsan. Membenci mereka bagian dari kekufuran, kemunafikan dan sikap melampaui batas Kalimat (kita tidak bersikap berlebihan dalam mencintai seorang diantara mereka) men...

Keutamaan menghidupkan sunnah

Keluarga Dakwah -  Keutamaan menghidupkan sunnah Allah berfirman : مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah". Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. (QS. Ali Imran: 79) Jadilah ahli hikmah, fakih dan alim terhadap wahyu Allah yang kalian ajarkan kepada orang lain. Kemudian hafal, ketahui dan pahami tentang apa yang kalian pelajari dari wahyu tersebut. Hadits Jarir ra berkata, "Ketika kami berada di dekat Rasulullah pada permulaan siang datan...

Keutamaan Nasihat

Keluarga Dakawah - Keutamaan Nasihat Allah ta'ala berfirman لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (QS. At-Taubah: 91) Bagi orang yang memiliki uzur syar'i dari kalangan orang-orang lemah, sakit dan fakir (tidak memiliki harta perbekalan untuk berjihad), mereka tidak berdosa jika tidak ikut berjihad. Itu jika mereka iklas kepada Allah dan rasul-Nya serta melaksanakan syariat-Nya. Orang yang berbuat baik (dari kalangan orang yang terhalang uzur dari ber...

Keutamaan Amar Makruf Nahi Mungkar

Keluarga Dakwah - Keutamaan Amar Makruf Nahi Mungkar Allah ta'ala berfirman كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali-Imran: 110) Kalian wahai umat Muhammad adalah sebaik-baik umat dan manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Kalian memerintahkan kepada yang makruf, yakni perkara apa saja yang diketahui kebaikannyamenurut syariat dan akal. Kalian juga mencegah dari yang mungkar, yakni perkara apa saja yang dikenal keburukannya menurut syariat dan akal. S...

Keutamaan Dakwah

Keluarga Dakwah -  Keutamaan Dakwah Allah ta'ala berfirman وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (QS. Fushilat: 33) Tiada satu orang pun yang perkataannya lebih baik dibanding orang yang mendakwahkan tauhid dan ibadah kepada Allah semata. Ia pun beramal shaleh sembari berkata, "Aku termasuk muslimin yang melaksanakan perintah dan syariat Allah." Ayat tersebut mengandung motifasi untuk berdakwah dan keutamaan ulama yang menyeru kepada-Nya berdasarkan bashiroh (keterangan) yang datang dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. Allah ta'ala berfirman وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ ال...

Keutamaan Ilmu Ilahi

Allah ta'ala berfirman إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih. (QS. Al-Isra' : 9 - 10) Al-Qur'an yang Kami turunkan kepada Muhammad menunjuki manusia pada sebaik-baik jalan, yaitu agama Islam. Ia juga memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar. Sebaliknya, orang-orang yang tidak membenarkan (baca: beriman) pada negeri akhirat dan berbagai peristiwa d...

Mengulang Surat yang Sama dalam Shalat

Keluarga Dakwah -  Bolehkah mengulang bacaan surat yang sama dalam shalat? Tidak mengapa mengulangi surat yang sama pada shalat. Dia membaca surat di rakaat pertama dan mengulangi surat yang sama di rakaat kedua. Dalil akan hal itu adalah keumuman firman Allah ta’ala: إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَأُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ  (سورة المزمل: 20) " Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari...

Keutamaan Orang yang Berilmu

Keluarga Dakwah - Keutamaan Orang yang Berilmu Allah ta'ala berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Mujadilah: 11) Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, serta melaksanakan syariat-Nya, jika sebagian dari kalian diminta melapangkan tempat untuk sebagiaan yang lain dalam suatu majelis maka lapangk...

Hukum Orangtua Mandi Bersama Anak

Keluarga Dakawah - Hukum Orangtua Mandi Bersama Anak Bagaimana hukumnya orangtua mandi bersama anak yang usianya masih kecil? Misalnya, anak usia balita atau belum sekolah? Mari kenali batasan aurat di hadapan anak Dalam Islam, ada batasan-batasan aurat seorang wanita yang boleh dan tidak boleh dinampakkan. Batasan aurat wanita di depan mahramnya, sesama wanita, dan anak kecil yang belum mengerti aurat wanita adalah sebatas tempat-tempat perhiasannya, yaitu kaki sampai bawah betis (tempat perhiasan gelang kaki), tangan sampai lengan (tempat perhiasan cincin dan gelang lengan) dan kepala sampai leher (tempat perhiasan anting dan kalung). Hal ini dipahami dari firman Allah ta’ala, وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِن...