Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Menyambut Malaikat

Keluarga Dakwah - Salah satu Tips keluarga Dahagia yang ditulis  Dr. Musyabbab bin Fahd Al-Ashimi dalam bukunya 99 Tips Rumah Tangga Bahagia adalah Menyambut malikat. Menghilangkan kemungkaran dari dalam rumah menjadi sebab ridho Allah Ta’ala, hadirnya malaikat, dan perginya setan. Tanpa ragu lagi, ini akan menambah penghuni rumah untuk saling menolong dan mencintai. Dengan demikian, akan sangat minim problem terjadi. Suami istri yang baik tentu akan berusaha membersihkan rumah dari segala kemungkaran baik yang tetap seperti foto-foto, patung binatang, ukiran binatang dan lain-lain; maupun temporer seperti musik, channel TV yang buruk, dan kemungkaran-kemungkaran rumah yang menyelisihi syar’i lainnya. Allah Ta’ala berfirman: فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ "...maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih." (QS. An-Nuur: 63) لُعِنَ الّ...

Sibuk dengan kegiatan luar hingga lupa untuk mendidik istrinya

Keluarga Dakwah - Sebagian suami disibukan dengan kegiatan hingga lupa untuk mendidik istri mereka. Ada diantara mereka yang disibukan dengan urusan dunia seharian penuh dan tatkala tiba di rumah langsung tidur tanpa bermesraan dahulu dengan istrinya. Padahal dengan bermesraan dengan istrinya ia bisa sekaligus mendidik istrinya. Sebagian yang lain sibuk dengan perkara-perkara yang baik seperti menuntut ilmu dan dakwah, hal ini sangat baik, namun bukan berarti kemudian ia lalai dari istrinya. Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam orang yang paling baik dalam berdakwah telah kita lihat bagaimana sikap beliau terhadap istri-istri beliau. Dan jangan sampai diantara kita ada yang merasa bahwa tanggung jawabnya yang berkaitan dengan dakwah lebih besar daripada tanggung jawab Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam!!!. Meskipun tanggung jawab Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam sangatlah besar namun beliau tidak pernah melalaikan hak-hak istri-istri beliau, bukan hanya seorang istri bah...

Menanamkan Tanggung Jawab Sejak Dini

Keluarga Dakwah - Banyak faktor yang mengantarkan seorang anak untuk berlatih bertanggung jawab. Pada dasarnya hal ini dimulai dari proses interaksi antara orang tua dengan anak di dalam keluarga. Orang tua adalah figur. Apa yang dibiasakan di dalam rumah, akan menjadi modal pengetahuan, pemahaman dan kebiasaan pada diri anak. Pada anak usia dini, latihan dapat dilakukan dengan memberikan tugas-tugas pribadi yang sangat sederhana. Seperti makan sendiri, mandi sendiri, membereskan mainan sendiri,hingga  memelihara barang miliknya. Setelah itu meningkat pada tugas yang lebih komplek seperti membantu pekerjaan rumah, menjaga adik, dan lain-lain. Yang perlu diperhatikan, sebagai orang tua hendaknya kita tidak langsung memberikan bantuan ketika anak mengalami kesulitan. Biarkan mereka mencoba. Biarkan mereka berusaha. Sertakan dorongan dan semangat agar mereka tak mudah menyerah. Setelah anak berada pada puncak kesulitan, barulah kita mengulurkan tangan untuk membantu. Berikan pula kese...

Tidak Membolehkan Masuk Rumah kepada Orang yang tidak Baik Agamanya

Keluarga Dakwah - Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dan perumpamaan teman yang jahat itu seperti pandai besi”. Dalam riwayat Bukhari disebutkan: “Dan pandai besi (bisa) membakar rumahmu, pakaianmu atau kau dapati daripadanya bau yang busuk”. Maksudnya, mereka akan membakar rumah dengan berbagai macam kerusakan dan penghancuran. Betapa banyak, karena masuknya orang-orang yang rusak dan diragukan (agamanya) menjadi sebab timbulnya permusuhan di antara anggota keluarga, berpisahnya suami dari isteri. Allah melaknat orang yang menipu wanita dari suaminya atau sebaliknya, dan yang menyebabkan permusuhan antara bapak dengan anak-anaknya. Sungguh, tiada sebab-sebab terjadinya sihir di rumah atau terkadang kasus pencurian dan kerusakan akhlak kecuali dengan memasukkan orang yang tidak baik agamanya ke dalam rumah, karena itu hendaknya mereka tidak diizinkan masuk, meski dia adalah tetangga, laki-laki atau perempuan, atau orang-orang yang pura-pura cepat akrab dari laki-laki m...

Bertanggung Jawab Memberi Nafkah Untuk Keluarga

Keluarga Dakwah - Menafkahi keluarga dengan benar adalah salah satu kewajiban utama seorang kepala keluarga dan dengan inilah di antaranya dia disebut pemimpin bagi anggota keluarganya. Allah Ta’ala berfirman: {الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ} “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS an-Nisaa’: 34). Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman: {وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ} “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf” (QS al-Baqarah: 233). Dalam hadits yang shahih, ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ditanya tentang hak seorang istri atas suaminya, beliau  bersabda: “Hendaknya dia memberi (nafkah untuk) makanan ...

Amalan Sunnah di Bulan Muharram

Keluarga Dakwah - Apa saja amalan sunnah di bulan Muharram yang keutamaan waktunya telah dijelaskan di atas? Berikut ini beberapa di antaranya: 1. Memperbanyak puasa sunnah Amalan sunnah pertama pada bulan ini adalah memperbanyak puasa sunnah. Sebab puasa sunnah paling utama adalah puasa sunnah di bulan ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) di bulan Allah, Muharam. (HR. Muslim) Ibnu Rajab mengisyaratkan, puasa yang dimaksud adalah puasa sunnah mutlak, bukan puasa sunnah muqayyad. Umar, Aisyah dan Abu Tholhah termasuk para shahabat yang banyak berpuasa di bulan-bulan haram termasuk bulan Muharram. 2. Puasa Asyura Yakni puasa pada tanggal 10 Muharram. Ini adalah amal yang paling utama dan puasa sunnah terbaik di bulan Muharram yang keutamaannya bisa menghapus dosa setahun. سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَ...

Mengkhususkan Waktu Untuk Duduk Bersama

Keluarga Dakwah - Jangan sampai antara suami istri sibuk dengan urusannya masing-masing, dan tidak ada waktu untuk duduk bersama.  Ada pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh bin Baz. Ada seorang pemuda tidak memperlakukan isteri dengan baik. Yang menjadi penyebabnya, karena ia sibuk menghabiskan waktunya untuk berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan studi dan lainnya, sehingga meninggalkan isteri dan anak-anaknya dalam waktu lama. Masalah ini ditanyakan kepada Syaikh, apakah diperbolehkan sibuk menuntut ilmu dan sibuk beramal dengan resiko mengambil waktu yang seharusnya dikhususkan untuk isteri?  Syaikh bin Baz menjawab pertanyaan ini. Beliau menyatakan, tidak ragu lagi, bahwa wajib atas suami untuk memperlakukan isterinya dengan baik berdasarkan firman Allah:  وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ  “Pergaulilah mereka dengan baik” [An Nisa`: 19]  Juga sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abdullah bin ‘Amr bin Ash, yaitu manakala sahabat ini ...

Kunci Bahagia

Keluarga Dakwah - Tips keluarga Bahagia Bersegera menaati Allah adalah sebab kehidupan bahagia, tentram, tenang bagi diri, keluarga dan masyarakat. Ketaatan yang paling dicintai oleh Allah subhaanahu wa ta'ala adalah amalan-amalan fardhu sesuai waktunya, kemudian mengerjakan berbagai amalan sunnah berdasarkan waktunya, kemudian mengerjakan berbagai amalan sunnah berdasarkan waktunya. Berbagai amalan ketaatan ini akhirnya akan mengundang kecintaan Allah Ta’ala kepada hamba-Nya. Jika Allah telah mencintai, biscaya akan Dia mudahkan kehidupan dunia dan akhiratnya. Termasuk manusia akan turut mencintainya, terlebih pendamping hidupnya. Suami-istri yang baik adalah yang bersegera mentaati Allah Jalla wa ‘ala karena mengharapkan pahala-Nya, serta keinginan keras untuk melanggengkan keluarganya. Allah Ta’ala berfirman:  مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ”Bar...

Hukum Suami Yang Mengharamkan Isterinya

Keluarga Dakwah - Dari Anas r.a. bahwa Rasulullah saw. pernah mempunyai seorang budak perempuan yang beliau gauli. Kemudian Aisyah dan Hafshah berusaha keras (supaya beliau mengharamkannya) hingga beliau betul-betul mengharamkannya atas diri beliau. Lalu Allah menurunkan firman-Nya, ”Hai Nabi mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan untukmu; kamu mencari kesenangan hati istrimu-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Shahihul Isnad: Shahih Nasa’i  no:3695 dan Nasa’i VII:71). Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, ”Jika seorang suami mengharamkan isterinya, maka itu menjadi sumpah yang harus ia tebus dengan membayar kafarah.” Lebih lanjut Ibnu Abbas membaca ayat, ”Sungguh bagi kalian terdapat suri tauladan pada diri Rasulullah.” (Muttafaqun ’alaih: Muslim II:1100 no:1473 lafazh bagi Imam Muslim, dan Fathul Bari IX:374 no:5266). Barangsiapa yang berkata kepada isterinya, “Engkau haram atas diriku”, maka ia harus menebusnya dengan membayar kafarah sumpahnya itu sebaga...