Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Figur Pemimpin Dalam Rumah Tangga

Yuk, berusaha menjadi pemimpin yang selalu dikangenin istri dan anak... "Seorang suami layaknya singa ketika di luar rumah, berwibawa, disegani, dan dapat diandalkan. Sedangkan ketika di dalam rumah, ia akrab dan bermain-main dengan keluarganya sebagaimana anak kucing yang memainkan pintalan benang." 👤 Ustadz Raehanul Bahraen Hafidzahullah

JANGAN JADIKAN ISTRI PEMBANTU BAGI ORANGTUAMU

👤Asy-Syaikh Al 'Utsaimin rahimahullah berkata: أني أنصح أيضاً بعض الأزواج الذين يريدون من زوجاتهم أن يكنّ خدماً لأمهاتهم وهذا غلط محض، الزوجة ليست خادمة لأم الزوج ولا لأبي الزوج، وخدمتها لأم الزوج وأبي الزوج معروف منها وإحسان ليس مفروضاً عليها .. ولا يجوز للزوج أن يلزم زوجته بخدمة أمه أو أبيه أو أن يغضب عليها إذا لم تقم بذلك، وعليه أن يتقي الله "Aku menasihatkan pada para suami yang ingin istrinya jadi pelayan bagi ibunya (suami); ini murni kesalahan! Karena istri bukan pembantu ibu atau bapak mertuanya. Pelayanan seorang wanita pada ibu atau ayah mertuanya terhitung amal kebaikan dan bentuk ihsan. Namun tidak sampai wajib. Tidak boleh bagi suami untuk memaksa istrinya untuk melayani ibu dan ayahnya. Atau marah kepada istrinya bila dia tidak melakukan itu. Hendaklah dia bertakwa pada Allah!"  📖 Fatawa Nuur 'alad Darb, XII/43

Jangan mengeluh di depan ibumu

"Berbuat baiklah kepada ibumu dan bersabarlah atas dirinya, jangan pula engkau memperlihatkan sedikitpun keluh kesahmu darinya, serta yakinlah bahwasannya Allah pasti akan menggantikan nafkah yang engkau berikan serta pelayananmu kepadanya." 📖 Fathul Robbil Wadud 2/374

Mengapa Istri Tidak Bisa Menjatuhkan Talak dalam Islam

Dalam kehidupan berumah tangga, merupakan hal yang lumrah jika kehidupan pasangan suami istri terkadang dibumbui dengan percekcokan atau pertengkaran. Namun yang menjadi masalah jika pertengkaran tersebut menjadi hal yang begitu sering terjadi, hingga sebagian istri memiliki karakter begitu mudah meminta cerai saat sedang emosi. Dirinya mudah dikendalikan oleh perasaannya sehingga dari lisannya meluncur kata-kata pisah tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Berbeda dengan lelaki yang karakternya cenderung lebih bisa mengendalikan diri. Inilah indahnya Islam dan betapa hikmahnya syariat Islam yang meletakkan hak talak atau cerai di tangan suami. Sebab perempuan yang begitu mudah dikuasai oleh perasaan, sekalinya emosi dan marah gampang saja dia meminta pisah. Seandainya talak ada di tangan istri, niscaya di luar sana banyak keluarga yang baru saja menikah tak lama kemudian mereka berpisah. Lantas bagaimana jika dalam suatu keadaan, suaminya ikut dikuasai oleh amarah saat bertengkar hebat den...

ISTRIMU BUKAN BIDADARI

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, إن كثيرا من الأزواج يريدون الحالة الكاملة من زوجاتهم وهذا شيء غير ممكن، وبذلك يقعون في النكد، ولا يتمكنون من الاستمتاع والمتعة بزوجاتهم، وربما أدى ذلك إلى الطلاق، "Sungguh begitu banyak suami yang menuntut kesempurnaan dari istrinya dan ini sesuatu yang mustahil. Dengan sebab itulah mereka terjatuh dalam kedongkolan dan tidak bisa bersenang-senang dengan istrinya. Bahkan ada yang sampai berujung kepada perceraian." ✍ Huquq da'at ilaihi al-Fithrah  22

Dua Ilmu yang Sering Dilalaikan Sebelum Memulai Pernikahan

Selain pembahasan aqidah dan tauhid, ada dua ilmu lainnya yang cukup penting namun banyak dilalaikan oleh kaum muslimin. Kedua ilmu tersebut adalah ilmu tentang pernikahan dan ilmu tentang metode mendidik anak. Setiap orang yang hendak beramal atau melakukan sesuatu, hendaknya dia memahaminya terlebih dahulu agar tidak terjerumus dalam kesalahan. Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari mengatakan, بَابٌ العِلمُ قَبلَ القَولِ وَالعَمَلِ “Bab: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan” Banyak orang yang akan melangkah menuju pernikahan, hanya bermodalkan bismillah, nanti juga bisa sendiri. Padahal jika tak didasari ilmu, hubungan rumah tangga yang baru saja dijalin bisa jadi akan terus dihantam oleh badai pertengkaran. Hal itu karena kedua belah pihak tidak berusaha memahami karakter dasar pasangannya, tidak pula mempelajari apa hak pasangannya. Seorang suami mesti mempelajari karakter dasar seorang wanita sehingga dia mengetahui bagaimana ia harus menyikapi ketika istrinya berubah emosi. Demikian p...

Agar Tidak Tinggal Serumah Dengan Setan

ℝ𝕒𝕤𝕦𝕝𝕦𝕝𝕝𝕒𝕙 𝕤𝕙𝕒𝕝𝕝𝕒𝕝𝕝𝕒𝕙𝕦 '𝕒𝕝𝕒𝕚𝕙𝕚 𝕨𝕒 𝕤𝕒𝕝𝕒m bersabda, "Apabila seseorang memasuki rumahnya dan 𝗯𝗲𝗿𝗱𝘇𝗶𝗸𝗶𝗿 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 (𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗯𝗮𝘀𝗺𝗮𝗹𝗮𝗵) tatkala masuk dan makan, syaitan akan berkata (kepada kawan-kawannya), "Kalian tidak mendapatkan tempat menginap dan makan malam (di rumah ini)." 📖 HR. Muslim, XIII/190 no. 5230

SUAMI YANG BURUK

Asy -Syaukani rohimahullah berkata,⁠ ⁠“Kau lihat ada lelaki yang bila bertemu istrinya akhlaknya buruk, berani dan sedikit kebaikannya. Bila bertemu selainnya menjadi lembut dan baik akhlaknya. Tak ragu lagi orang ini terhalang dari taufiq dan tersesat jalan.. Kita memohon kepada Allah keselamatan”⁠ 📖 Nayl al-Awthor – 6/246

Saat Ibu Bahagia, Rumah pun Bercahaya

Ibu adalah alasan utama terciptanya kenyamanan dalam rumah. Sosoknya yang senantiasa menebar kebahagiaan dan cinta, membuat semua orang betah berlama-lama di rumah. Ketika ayah pulang dalam keadaan lelah sepulang kerja, ibu menyambutnya dengan pijatan, suguhan minuman, dan ketenangan. Ketika anak-anak berkeluh kesah, ibulah yang setia mendengarkan. Alih-alih marah, ibu sering kali menghadapi tingkah anaknya dengan senyuman, disertai nasihat lembut nan meneduhkan. Benarlah kata seorang penyair Arab, أمي كغيمة تحمل همومنا جميعًا ولا تمطرنا إلا فرحا “Ibu selaksa awan, ia menanggung seluruh kesusahan kita, dan ia tidak menghujani kita kecuali dengan kebahagiaan.” Demikianlah gambaran pengaruh sosok ibu dalam rumah. Keceriaannya akan membuat seisi rumah ceria, dan muramnya akan membuat seisi rumah turut larut dalam kesedihan. Ibu yang bahagia dan mampu menjalani hidup dengan semangat, akan menularkan energi positif kepada keluarganya, terutama anak-anak dan suami. Sebaliknya, ibu yang terte...

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.  Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku) 

Perselingkuhan Menyebabkan Sering Berbohong, Gelisah bahkan KDRT

Para suami, para istri yang semoga rumah tangganya selalu berkah dan romantis Jangan sekali-kali ikuti rayuan setan untuk selingkuh karena selingkuh itu: Perzinahan dan mengkhianati janji suci yang disebutkan dalam Al-Quran sebagai “miitaqan qalidza”, yaitu perjanjian yang berat Allah berfirman, وَأَخَذۡنَ مِنكُم مِّیثَـٰقًا غَلِیظࣰا “Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat/berat (ikatan pernikahan) dari kamu.” ( An-Nisa’: 21) Orang yang selingkuh akan sering berbohong, berbohong sedang di mana, berbohong sedang sama siapa, yang semua itu akan memgantarkan pada kegelisahan dan ketidaktenangan yang ditukar hanya dengan nikmat sesaat Setiap bertemu pasangan halalnya, akan muncul rasa tidak syukur karena membanding-bandingkan, lalu tidak ridha, lalu menghiasai dengan kebencian terhadap pasangan sampai tahap melakukan KDRT baik itu secara fisik maupun teror psikis Tentu kita tidak suka jika ibu atau ayah kita diselingkuhi, kita tidak suka anak terutama anak perempua...

Doa Suami Meminta Agar Dikuatkan

Imām Al-Munawīy رحمه الله تعالى berkata, “Ibnul Munkadir pernah berucap dalam doanya... اللَّهُمَّ قَوِّ ذَكَرِي، فَإِنَّه منفعة لِأَهْلِي. "Ya Allah, kuatkanlah dzakarku, karena hal itu bermanfaat untuk istriku..." Beliau meminta kekuatan pada dzakarnya, hal ini agar ia dapat memenuhi kewajiban yang merupakan hak istrinya, bukan sekedar melampiaskan syahwatnya, karena syahwat perempuan itu ada pada laki-laki, maka jika sang suami mengabaikannya, khawatir sang istri akan terjatuh pada zina...” [Kitab Faidhul Qodīr Syarah Al-Jāmi’ As-Shaghīr, 4/142]

Visi Imam Keluarga Adalah Membawa Keluarganya Masuk Surga Bersama-Sama

Semua manusia yang meyakini adanya negeri akhirat yang abadi pasti menginginkan kenikmatan yang abadi, itulah surga yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang beriman dan beramal shalih selama hidup di dunia. Allah Ta’ala berfirman, وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ لَّهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۖ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيلًا “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Mereka di dalamnya mempunyai istri-istri yang suci. Dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.” (QS. An-Nisa’: 57) Namun pernahkah kita berpikir agar surga ini tidak menjadi cita-cita pribadi saja, melainkan cita-cita bersama keluarga kita? Bukankah indah jika kebersamaan yang selama di dunia dijalani bersama tak berhenti hanya karena kematian? Tentu sang...

HUBUNGAN SUAMI ISTRI DALAM AL-QUR'AN

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ "Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka." 📖(QS al-Baqoroh : 187) 👤Para ulama menerangkan bahwa  pakaian itu berfungsi sebagai penutup (ستر) dimana suami isteri saling menutupi aib, kekurangan dan kelemahan satu dengan lainnya. 📌Juga berfungsi untuk menunjukkan : ✓ Intimasi (ملاصقة) Karena adanya persentuhan yang menunjukkan intimasi ✓ Kedekatan (قرب) Karena pakaian adalah sesuatu yang paling dekat dengan tubuh ✓ Kesenangan (متعة) Karena pakaian itu memberikan pengaruh yang menyenangkan, membahagiakan dan menghibur ✓ Keindahan (تجميل) Karena pakaian itu menghias dan memperindah dan  ✓Perlindungan (وقاء) Karena pakaian itu melindungi dan menjaga dari panas, dingin, kotor, dan lain-lain Allâhu Akbar, begitu indahnya al-Qur'an menggambarkan hubungan ini.

Jangan Menyakiti Perasaan Seseorang

  Jangan Menyakiti Perasaan Seseorang Allah Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang menyakiti kaum mukminin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: "Bentuk menyakiti adalah: menyakiti seseorang dengan sesuatu yang membuatnya sakit, baik pada hati maupun pada badan.. dan ini semua haram." 📚 Syarah Riyadhus Shalihin (3/273)