Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Mempergauli Istri dengan Baik

Keluarga Dakwah - Secara khusus, Allâh Azza wa Jalla memerintahkan para suami untuk berlaku baik kepada pasangan hidup mereka dan mempergauli mereka dengan cara-cara yang patut. Itu adalah salah satu hak istri yang menjadi kewajiban suami. Allâh Azza wa Jalla berfirman: وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ Dan bergaullah dengan mereka secara patut. [An-Nisâ`/4:19]. Imam Ibnu Katsîr rahimahullah menerangkan makna ayat di atas dengan berkata, “Pilihlah tutur kata yang baik saat berbicara kepada mereka, tunjukkan perangai dan penampilan kalian yang baik (di hadapan mereka) semampu kalian, sebagaimana kalian menghendaki itu dari istri kalian, maka lakukanlah itu untuk mereka, karena Allâh Azza wa Jalla berfirman : وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. [Al-Baqarah/2:228]. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُ...

Makanan di Hati Seorang Istri

Keluarga Dakwah - Coba kita perhatikan sebuah hadist Rasulullah ini. عن عائشة قالت دخل علي رسول الله صلى الله عليه وسلم يوما فقال هل عندكم شيء فقلت لا قال فإني صائم ثم مر بي بعد ذلك اليوم وقد أهدي إلي حيس فخبأت له منه وكان يحب الحيس قالت يا رسول الله إنه أهدي لنا حيس فخبأت لك منه قال أدنيه أما إني قد أصبحت وأنا صائم فأكل منه ثم قال إنما مثل صوم المتطوع مثل الرجل يخرج من ماله الصدقة فإن شاء أمضاها وإن شاء حبسها. (رواه مسلم والترمذي والنسائي وابن ماجه) Dari Aisyah berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menemuiku pada suatu hari. Beliau berkata: Apakah kamu punya sesuatu? Aku berkata: Tidak Beliau berkata: Kalau begitu aku puasa Suatu hari beliau menemuiku lagi dan aku baru mendapatkan hadiah Hais (jenis makanan yang terbuat dari kurma). Aku menyimpannya untuk beliau, karena beliau menyukainya. Akupun berkata: Ya Rasulullah, kita diberi hadiah Hais dan aku menyimpannya untukmu. Beliau berkata: Hidangkan. Sebenarnya aku pagi ini puasa. Beliau pun mema...

Doa Kesalihan Keluarga

Keluarga Dakwah - Allah adalah pemilik segala. Maka apapun urusannya kepada-Nyalah kita meminta. Termasuk kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga. Doa merupakan salah satu kunci kebahagiaan rumah tangga. Sebab, kebahagiaan dan kesuksesan dalam rumah tangga merupakan anugerah dari Allah semata. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk berdoa kepada Allah agar dianugerahkan kebahagiaan dan kasih sayang dalam keluarga. Salah satu bentuk kebahagiaan dalam rumah tangga adalah ketika istri dan anak-anak tumbuh dalam ketaatan kepada Allah. Istri yang menyenangkan saat dipandang, taat saat diperintah, dan menjaga diri saat ditinggal pergi adalah harta yang sangat berharga. Rasulullah pernah bersabda kepada Umar bin Khatab radhiyallahuanhu, أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ “Maukah aku beritahukan tentang sebaik-baik harta seorang lelaki, ya...

Umamah Bintu Abil ‘Ash Cucu Kesayang Rasulullah

Bagaimana takkan bahagia merasakan kasih sayang seorang yang begitu mulia, menjadi panutan seluruh manusia. Kisah buaian sang kakek dalam shalat menyisakan faedah besar bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Zainab, putri sulung Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, disunting pemuda Quraisy, Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’ bin ‘Abdil ‘Uzza bin ‘Abdi Syams bin ‘Abdi Manaf bin Qushay Al-Qurasyi namanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahi mereka dua orang anak, Umamah dan ‘Ali. Sepanjang masa kecilnya, Umamah bin Abil ‘Ash benar-benar merasakan kasih sayang sang kakek, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hingga suatu kali, para shahabat tengah duduk di depan pintu rumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ternyata beliau muncul dari pintu rumahnya sembari menggendong Umamah kecil. Beliau shalat sementara Umamah tetap dalam gendongannya. Jika beliau ruku’, beliau letakkan Umamah. Bila beliau bangkit, beliau angkat kembali Umamah. Begitu seterusnya hingga beliau menyelesaika...

Ummu Aiman (Barkah bintu Tsa’labah bin ‘Amr)

Keluarga Dakwah - Perjalanannya dalam mengiringi kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tak dapat diabaikan. Kemuliaan yang disandangnya di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tak layak dilupakan. Hingga manusia paling mulia itu pun berkata tentangnya, dialah ibu setelah ibuku…. Wanita yang mulia ini bernama Barkah bintu Tsa’labah bin ‘Amr bin Hishn bin Malik bin Salamah bin ‘Amr bin An-Nu’man Al-Habasyiyah radhiallahu ‘anha . Namun dia lebih dikenal dengan kunyahnya, Ummu Aiman. Semula Ummu Aiman radhiallahu ‘anha adalah seorang budak milik ‘Abdullah bin ‘Abdil Muththalib, ayah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di kemudian hari, setelah ‘Abdullah bin ‘Abdil Muththalib meninggal, Ummu ‘Aiman radhiallahu ‘anha diwarisi oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dialah yang mengasuh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam semenjak kecil. Tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berusia enam tahun, beliau dibawa oleh ibunya, Aminah b...

Meninggalkan Shalat Jumat Sebanyak Tiga Kali Dengan Sengaja

Keluarga Dakwah - Telah meriwayatkan, Abu Daud, no. 1052, Tirmizi, no. 500 dan Nasai, no. 1369 dari Abi Al-Ja'd radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda, مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ(وصححه الشيخ الألباني في " صحيح الجامع) "Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali dengan meremehkannya, maka Allah tutup hatinya." (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami) Ibnu Majah, no. 1126 juga meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda, مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ   (وحسنه الشيخ الألباني في " صحيح ابن ماجه) "Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali tanpa kebutuhan darurat, Allah akan tutup hatinya." (Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Ibnu Majah) Al-Manawi rahimahullah berkata, "Ya...

Adab-adab Dalam Ied

Keluarga Dakwah - Termasuk sunnah yang seharusnya dilakukan seorang muslim pada hari Id adalah sebagai berikut; 1- Mandi sebelum berangkat untuk shalat Id. Terdapat riwayat shahih dalam Kitab Al-Muwaththa dan lainnya bahwa Abdullah bin Umar mandi pada hari Id sebelum berangkat ke tempat shalat. (Al-Muwaththa, no. 428). An-Nawawi rahimahullah menyebutkan adanya kesepakatan ulama tentang disunnahkannya mandi untuk shalat Id. Alasan yang menjadi sebab disunnahkannya mandi pada hari Jumat dan atau kesempatan lainnya saat kaum muslimin berkumpul secara umum, juga terdapat pada shalat Id, bahkan boleh jadi pada shalat Id alasan itu lebih kuat. 2- Makan sebelum shalat Id pada Idul Fitri, dan sesudahnya pada hari Idul Adha. Termasuk adab pada hari Idul Fitri, tidak berangkat shalat sebelum memakan beberapa butir korma, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dari Anas bin Malik, dia berkata, 'Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak berangkat pada hari Idul Fitr...

Istrinya Tidak Melayaninya, Dinasehati, Dihajr (dijauhi) Tidak AdaPengaruhnya, Dosa Jika Menceraikannya ?

Keluarga Dakwah - Istrinya Tidak Melayaninya, Dinasehati, Dihajr (dijauhi) Tidak Ada Pengaruhnya Maka Apakah Dia Berdosa Jika Menceraikannya ? Pertama : Tidak ada perbedaan di antara para ulama akan kewajiban taatnya seorang istri kepada suaminya, dan diharamkan berbuat nusyuz (membangkang) kepada suaminya, jika disuruh oleh suaminya dalam perkara mubah yang mampu dikerjakannya. Disebutkan dalam “al Mausu’ah al Fiqhiyyah ” (41/313): “Para ahli fikih telah bersepakat akan kewajiban taat seorang istri kepada suaminya, berdasarkan firman Alloh ta’ala : ( الرِّجَال قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّل اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ) النساء/ 34 “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” . (QS. an Nisa’: 34) Firman Alloh ta’ala yang lain: ...

Sumayyah binti Khayyath wanita pertama yang mati syahid dalam Islam

Namanya adalah Sumayyah binti Khayyat, hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughirah. Beliau dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Mekah. Karenanya, tidak ada kabilah yang dapat membelanya, menolongnya, dan mencegah kezaliman atas dirinya. Sebab, dia hidup sebatang kara, sehingga posisinya sulit di bawah naungan aturan yang berlaku pada masa jahiliyah. Begitulah Yasir mendapatkan dirinya menyerahkan perlindugannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam kekuasaan Abu Hudzaifah, sehingga akhirnya dia dinikahkan dengan budak wanita bernama Sumayyah. Dia hidup bersamanya dan tenteram bersamanya. Tidak berselang lama dari pernikahannya, lahirlah anak mereka berdua yang bernama Ammar dan Ubaidullah. Tatkala Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki, beliau mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah Shallallahu ‘alaihi wassalam kepada beliau. Akhirnya, berpikirlah Ammar bin Yasir sebagaimana berpikirn...

Keutamaan Hari Arafah

Jalinan Keluarga Dakwah - Diantara keutamaan hari Arafah adalah: 1. Ia adalah hari kesempurnaan agama dan menyempurnakan kenikmatan. Dalam shahihain dari Umar bin Khotab radhiallahu anhu: أن رجلا من اليهود قال له يا أمير المؤمنين ، آية في كتابكم تقرءونها ، لو علينا معشر اليهود نزلت لاتخذنا ذلك اليوم عيدا . قال أي آية ؟ قال : " اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا " المائدة :3 . قال عمر : قد عرفنا ذلك اليوم والمكان الذي نزلت فيه على النبي صلى الله عليه وسلم : وهو قائم بعرفة يوم الجمعة “Ada orang Yahudi mengatakan kepada beliau, wahai Amirul Mukmin. Ada satu ayat di Kitab yang kamu baca. Kalau diturunkan kepada kami, pasti kami jadikan hari itu sebagai hari raya. Bertanya,”Ayat apa itu. Dia menjawab, “ اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا (سورة المائدة :3) “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” QS....

Kenangan Yang Baik Pada Anak

Setiap anak memiliki pengalaman yang berbeda-beda ketika kecil, apa yang ada disekelilingnya memberikan kenangan tersendiri. Anak yang sering bertemu dengan kedua orang tuanya ketika kecil namun ia melihat kedua orang tuanya melakukan hal-hal yang buruk maka hal itu akan berdampak buruk bagi kejiwaan anak, begitu pula dengan anak yang sejak kecil ditinggal oleh kedua orang tuanya kemudian dititipkan ke tempat penitipan atau bersama pembantu dirumahnya. Apa yang anak-anak lihat akan terbawa sampai dewasa menjadi kenangan, bisa kenangan indah atau kenangan yang buruk. Rasulullah  shallallahu’alaihi wasallam  telah mengajarkan kepada para sahabatnya, memberikan contoh kepada kita semua bagaimana menjadi orang tua yang baik, memberikan kenangan dan bekas yang indah kepada anak. Mulai dengan memberikan nama yang baik. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dengan sanadnya yang sampai kepada sahabat Ali bin Abi Thalib, beliau berkata “Ketika Hasan sudah lahir, Rasulul...

Ummu Hani’ bintu Abi Thalib Al-Hasyimiyyah

Keluarga Dakwah - Dia bernama Fakhitah, seorang wanita dari kalangan bangsawan Quraisy. Putri paman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib Abdu Manaf bin Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay. Ibunya bernama Fathimah bintu Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf. Dia saudari sekandung ‘Ali, ‘Aqil dan Ja’far, putra-putra Abu Thalib. Pada hari pembukaan negeri Makkah itu, ada dua kerabat suami Ummu Hani` dari Bani Makhzum, Al-Harits bin Hisyam dan Zuhair bin Abi Umayyah bin Al-Mughirah, datang kepada Ummu Hani` untuk meminta perlindungan. Waktu itu datang pula ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu menemui Ummu Hani` sambil mengatakan, “Demi Allah, aku akan membunuh dua orang tadi!” Ummu Hani` pun menutup pintu rumahnya dan bergegas menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tengah mandi, ditutup oleh putri beliau, Fathimah radhiallahu ‘anha dengan kain. Ummu Hani` pun mengucapkan salam, hingga Rasulull...

Menikah Dengan Orang Yang Berzina

Keluarga Dakwah - Banyak pemuda dan pemudi yang pacaran dan berlanjut kepada hubungan seks di luar nikah, sehingga perempuannya hamil, kemudian untuk menutupi aib tersebut, mereka sepakat untuk menikah. Bagaimana hukumnya ? Pertanyaan di atas mengandung beberapa masalah, yang pertama adalah hukum menikah dengan orang yang berzina, dan yang kedua adalah hukum menikah dengan orang yang sedang hamil. Orang yang sedang hamil ini dibagi menjadi dua, hamil karena pernikahan dan yang kedua adalah hamil karena perzinaan. Perempuan yang hamil karena perzinaan jika ingin menikah, maka mempunyai dua kemungkinan, pertama : dia menikah dengan orang lain yang tidak berzina dengannya. Sedang yang kedua : dia menikah dengan laki-laki yang berzina dengannya sehingga menyebabkan dirinya hamil. Sehingga, kalau kita simpulkan, semuanya menjadi empat masalah. Di bawah ini akan diterangkan setiap masalah satu persatu. Masalah Pertama : Hukum Menikah Dengan Orang Yang Berzina. Para Ulama berbeda ...

Galak Dalam Mendidik Anak

Keluarga Dakwah - Karakter ‘galak’ tidak semata dimiliki oleh ibu saja. ‘Galak’ bisa pula tersematkan menjadi sebuah hiasan sikap yang nggegirisi dalam pribadi seorang ayah. Namun, melihat kedekatan anak dengan ibu yang secara fitrah jauh lebih lekat ketimbang dengan ayahnya, terutama di masa kanak-kanak, maka fenomena ‘ibu galak’ patut diperbincangkan secara serius. Lebih serius lagi, kalau ternyata ayah dan ibu dalam sebuah keluarga sama-sama berkarakter galak dan keras dalam menyikapi perilaku anaknya. Sungguh, dentuman bentakan dan kegalakan yang terekspresikan dalam sikap ayah dan ibu, akan menjadi sebuah pupuk perdana yang akan menyemaikan watak keras dan nakal dalam diri anak. Dan, kerasnya anak maupun nakalnya anak merupakan bencana kehidupan bagi ayah-ibunya! Dampak Buruk Sikap Galak Banyak faktor yang menyebabkan ibu bersikap keras terhadap anaknya. Kondisi keluarga yang sedang dirundung masalah, atau suasana batin ibu yang tertekan oleh berbagai problema, sangat ber...

Shafiyah Binti Abdul Muththalib Bibi Rasulullah

Nama lengkapnya adalah Shafiyyah binti Abdul Muththalib bin Hisyam bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab al-Qurasyiyah al-Hasyimiyah. Beliau adalah bibi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam, saudari dari singa Allah Hamzah bin Abdul Muththalib. Beliau juga seorang ibu dari sahabat agung, yaitu Zubair bin Awwam. Shafiyyah ra tumbuh di rumah Abdul Muththalib, pemuka Quraisy dan orang yang memiliki kedudukan yang tinggi, terpandang, dan mulia. Dialah yang dipercaya untuk mengurus pendatang yang berhaji. Seluruh aktifitas tersebut membekas pada diri Shafiyyah ra, sehingga membentuk kepribadian beliau yang kuat. Beliau adalah seorang wanita yang fasih lisannya dan ahli bahasa. Seorang cendekiawan dan penunggang kuda yang pemberani. Beliau ra termasuk wanita yang awal dalam mengimani putra saudaranya yang jujur dan terpercaya yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam, dan bagus keislamannya. Beliau berhijrah bersama putranya yang bernama Zubeir bin Awwam untuk menjaga ke...