Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Konsep Harta dalam Rumah Tangga Islam

Keluarga Dakwah - Konsep Harta dalam Rumah Tangga Islam Pertama : Bahwa harta merupakan tonggak kehidupan rumah tangga, sebagaimana firman Allah SWT : وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا “ Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan” ( Qs. an-Nisa’ : 5) Kedua : Kewajiban Suami yang berkenaan dengan harta adalah sebagai berikut : Memberikan mahar kepada istri, sebagaimana firman Allah SWT : وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً “ Berikanlah mas kawin kepada wanita yang kamu nikahi sebagai bentuk kewajiban (yang harus dilaksanakan dengan ikhlas)” ( Qs. an-Nisa’ : 4) Memberikan nafkah kepada istri dan anak, sebagaimana firman Allah SWT : وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ “ Dan kepada ayah berkewajiban memberi nafkah dan pakaian yang layak kepada istrinya “ ( Qs. al-Baqarah : 233) Ketiga : ...

Suami Berwasiat Tidak Boleh Menikah Lagi

Keluarga Dakwah - Assalamu’alaikum warahmatullah, jika seorang suami berwasiat kepada istrinya untuk tidak menikah lagi sepeninggalnya, apakah istri harus taat atau boleh dilanggar?  Jawab : Alhamdulillah wasshalatu wassalamu’ala Rasulillah, wa ‘ala aalihi washahbihi waman tabi’a hudah. Agama Islam tidak mensyari’atkan kepada para suami untuk berwasiat kepada istrinya supaya tidak menikah lagi sepeninggalnya. Bahkan ini adalah tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan syariat nikah, memperbanyak jumlah kaum muslimin dan menutup pintu pintu fitnah. Kalaupun suami mewasiatkan hal itu, maka tidak wajib bagi istri untuk memenuhinya jika ternyata memang suami meninggal terlebih dahulu. Jika wasiat ini dilaksanakan sedangkan istri yang ditinggal pergi masih muda, maka ditakutkan akan memberikan madharat bagi sang istri, yaitu terjerumus dalam fitnah dan tindak kekejian. Sehingga tidak diwajibkan dan tidak pula dianjurkan untuk mentaati wasiat suaminya. Adapun bila a...

Sebuah Renungan Untuk Suami dan Istri

Keluarga Dakwah - Pernikahan adalah sebuah ikatan kuat antara seorang laki-laki dan wanita yang tidak dapat dianggap remeh. Oleh karena itu, Islam telah membahas masalah pernikahan secara panjang lebar, lengkap dan menyeluruh. Dan melalui pintu pernikahan, diharapkan setiap keluarga dapat membina suatu hubungan yang sakinah, mawaddah warahmah. Di dalam perjalanannya seringkali pasangan suami istri menemui berbagai ujian dan cobaan yang fungsinya adalah sebagai proses pendewasaan bagi keduanya. Namun, tidak jarang kita temui juga beberapa biduk rumah tangga yang terpaksa terhenti di tengah jalan karena dua sebab umum, yaitu kematian dan perceraian. Perpisahan yang disebabkan oleh kematian adalah suatu kejadian yang sifatnya pasti akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa dan tidak ada yang dapat menghindarinya. Adapun perpisahan yang disebabkan oleh perceraian merupakan suatu permasalahan yang harus mendapatkan perhatian khusus, agar setiap pasangan suami istri memahami ...

Saling Memberi Hadiah, Niscaya Saling Mencintai

Keluarga Dakwah - Hadiah adalah tanda cinta yang menjadi sebab menyatunya hati. Suami istri adalah pihak paling utama menggunakan cara ini dalam menjalin hubungan keduanya. Hadiah tidak disyaratkan harga mahal, bahkan cukup dengan hadiah sederhana. Yang dinilai dari hadiah adalah maknanya bukan harganya. Diutamakan memberi hadiah disesuaikan moment yang tepat; setelah istri melahirkan, saat lulus, ketika pulang dari safar, dan kadang hadiah diberikan tanpa menunggu moment. Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Hendaklah kalian saling memberi hadiah, karena hadiah dapat menghilangkan kemarahan hati.” (Hadits Hasan, Misykat Al-Mashabih) Kemarahan hati maksudnya seseorang mendapati dalam dirinya seperti sempit dada, dongkol, dan dengki terhadap orang lain, sedangkan hadiah akan menghilangkan marah dan dongkol dalam diri. Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: تَهَادُوا تَحَابُّوا “Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kali...

Doa Perlindungan untuk Anak

Keluarga Dakwah - Dianjurkan untuk sering mendoakan perlindungan untuk sang anak di waktu pagi dan sore, atau di waktu kapan pun, jika kita mampu. Hal ini dengan berbagai macam doa perlindungan. Misalnya dengan membaca al-mu’awwidzaat (surat Al-Falaq, An-Naas, dan Al-Ikhlas), meludah di kedua tangan, kemudian diusapkan kepada sang anak, hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اشْتَكَى نَفَثَ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، وَمَسَحَ عَنْهُ بِيَدِهِ “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika beliau sakit, beliau meludah sedikit untuk dirinya sendiri dengan membaca tiga surat al-mu’awwidzaat (Al-Falaq, An-Naas, dan Al-Ikhlas), beliau usapkan untuk seluruh badannya dengan tangannya.” (HR. Bukhari no. 4439 dan Muslim no. 2192) Hal ini juga bisa dilakukan menjelang sang anak tidur. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritaka...

Istri Minta Cerai Karena Suami Poligami?

Keluarga Dakwah - Fatwa ulama mengenai bolehkah istri meminta cerai karena suami poligami Fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Soal: Bolehkah seorang istri meminta cerai kepada suaminya karena suaminya tersebut menikah lagi dengan wanita lain? Jawab: Jika suaminya menikah lagi maka itu merupakan karunia dari Allah. Allah Ta’ala membolehkan hal itu. Adapun mengenai sang istri yang meminta cerai, jika suaminya tersebut melalaikan hak-hak sang istri dan tidak menunaikannya, maka boleh bagi sang istri untuk meminta cerai. Adapun jika sang suami menikah lagi, dan dia sudah berlaku adil kepada istri-istrinya dan menunaikan apa yang wajib baginya, maka sang istri tidak boleh meminta cerai. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: أيُّما امرأةٍ سأَلتْ زوجَها طلاقَها مِن غيرِ بأسٍ فحرامٌ عليها رائحةُ الجنَّةِ “wanita mana saja yang meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan syariat, maka haram baginya wangi surga” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban...

Tips Rumah Tangga Bahagia - Bercinta

Keluarga Dakwah - Bercinta termasuk perkara terpenting dalam kehidupan rumah tangga. Hendaknya pasangan suami istri memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini, seperti melakukan persiapan dan bergairah bagaimanapun kondisinya, demi mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, membuat ridha pasangannya, serta memenuhi kebutuhan fitrah yang telah Allah ciptakan. Hasrat fitrah ini jika tidak dipenuhi secara syar’i dan teratur tentu akan memunculkan masalah-masalah besar, baik secara kejiawaan, jasad, sosial, maupun agama. Jikda tidak demikian semua akan merasakan penyesalan. Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke pembaringan, lalu si istri enggan, melainkan Dzat yang di langit akan murka kepadanya hingga sang suami ridha kepadanya.” (HR Bukhari) Hukum ini khusus bagi istri yang menolak permintaan suaminya tanpa ada udzur syar’i. Rasulullah shallallaahu 'alaih...

Ejakulasi Dini, Apakah Termasuk Cacat Yang Harus Disampaikan Sebelum Menikah?

Pertanyaan Apakah wajib bagi seseorang yang hendak menikah untuk mengabarkan kepada wanita yang dilamarnya problem seksual yang dia alami? Misalnya ejakulasi dini? Jawaban Problem ini dan gangguan seksual yang dialami oleh sebagian pasangan suami isteri, wajib atau tidaknya diberitahu kepada pasangannya terbagi menjadi dua bagian; Bagian yang harus diberitahu kepada calon pasangannya, yaitu apabila perkara tersebut dapat mempengaruhi kehidupan suami isteri dan dapat menyebebakan problem dan tidak tertunaikannya hak-hak dalam kehidupan suami isteri, atau mempengaruhi kehidupan dasar suami isteri, seperti menikmati hubungan, melahirkn dan semacamnya. Seperti orang yang harus diobati dalam jangka waktu yang lama, atau sulit pengobatannya atau para dokter tak berdaya mengatasinya, juga seperti penyakit-penyakit berat seperti Aids, spilis, beser, mandul atau misalnya gangguan yang menakutkan atau sangat buruk. Adapula bagian yang tidak wajib disampaikan, karena biasanya tidak mem...

Galang Dana untuk Ambon

JKD - Ahad sore, 13 Oktober 2019 Jalinan Keluarga Dakwah dan Komunitas Relawan Kebaikan (Rela Baik) mengadakan penggalangan dana untuk saudara-saudara kita di Ambon yang terdampak gempa. Kegiatan dilaksanakan di Lampu Merah Clilitan (PGC). Dimulai dari Ba'da Ashar sampai dengan menjelang Maghrib, alhamdulillah, dana yang terkumpul sebanyak Rp 1.500.000. Berdasarkan info yang kami dapat, masyarakat Ambon masih sangat membutuhkan uluran tangan kita. Maraknya kejadian di ibu kota negara Jakarta seolah membuat kondisi saudara kita di Ambon sana hampir terlupakan. Maka pada kesempatan ini kami kembali mengajak sekaligus menggalang Solidaritas untuk meringankan beban saudara kita. Salurkan Donasi ke BSM No Rek 705 248 0207 A.n YAYASAN KELUARGA DAKWAH Kode transfer tambahkan 001 diakhir jumlah transfer *Konfirmasi Transfer : 0821 2477 7737 #PrayForAmbon #KitaUntukAmbon

Lalai Memperhatikan Anak

Keluarga Dakwah - Termasuk faktor terbesar yang menyebabkan terjadinya dekadensi moral pada anak-anak dan terbentuknya kepribadian yang buruk pada diri mereka adalah kurangnya perhatian kedua orang tua untuk mengajarkan akhlak yang mulia kepada si anak dan dikarenakan kesibukan mereka hingga tidak ada kesempatan untuk mengarahkan dan mendidik anak-anaknya. Apabila seorang ayah tidak lagi peduli terhadap tanggung jawabnya untuk mengarahkan dan mendidik serta mengawasi anak-anaknya, dan dikarenakan faktor tertentu, si ibu kurang menunaikan kewajibannya dalam mendidik si anak maka tidak diragukan lagi si anak akan tumbuh seperti anak yatim yang tidak memiliki orang tua, ia hidup bagai sampah masyarakat, bahkan suatu saat akan menjadi penyebab terjadinya kerusakan dan kejahatan di tengah-tengah umat. Kecuali Allah Ta’ala menginginkan hal lain. Semoga Allah merahmati orang yang mengatakan, “Anak yatim bukanlah anak yang ditinggal mati oleh kedua orang tua hingga ia menjadi miskin. Ak...

Nafkah dan Tempat Tinggal untuk Wanita yang Ditalak

Keluarga Dakwah - Ada empat keadaan wanita yang ditalak, terkait dengan hak nafkah dan tempat tinggal: Pertama, wanita yang ditalak dengan talak raj-‘i (talak yang masih memungkinkan untuk rujuk) Pada keadaan ini, wanita berhak mendapatkan tempat tinggal dari suaminya selama menjalani masa ‘iddahnya. Allah berfirman : يَأَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَآءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّ تِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ ۖ وَاتَّقُوا اللهَ رَبَّكُم ۖ لاَ تُخْرِجُوهُنَّ مِنْ بُيُوتِهِنَّ وَلاَ يَخْرُجْنَ إِلَّآ أَنْ يَأتِيْنَ بِفَـحِـشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ … “Wahai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka (menghadapi) ‘iddahnya (yang wajar), dan hitunglah waktu ‘iddah itu, serta bertakwalah kepada Allah Rabbmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar kecuali jika mereka melakukan perbuatan yang keji dengan jelas..” (Qs. Ath-Thalaaq: 1) Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sa...

Tips Keluarga Bahagia - Budaya Bersih

Keluarga Dakwah - Berkepribadian bersih, baik badan, pakaian, dan rumah, terutama lokasi berkumpul keluarga, termasuk perkara yang diperintahkan dan dianjurkn oleh agama. Tatkala suami istri sama-sama memperhatikan kebersihan badan dan pakaiannya, teruatama saat bergaul, akan berdampak positif saling menerima, lega, dan rumah tangga bahagia. Sedangkan apabila kebersihan diremehkan, secara umum akan berdampak negatif seperti suka menghindar, tidak harmonis, di samping juga menyebabkan berbagai macam penyakit yang kadang berbahaya.  Allah Ta’ala berfirman: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al-Baaqarah: 222)  Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: إن الله جميلٌ يحب الجمال “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan." (HR Muslim) طهروا أفنيتكم فإن اليهود لا تطهر أفنيتها “B...

Suami Meninggalkan Istri Tanpa Pamit

Keluarga Dakwah - Dalam keluarga, memang suami yang dijadikan pemimpin. Isteri yang ingin keluar rumah harus ijin kepada suaminya. Tidak sebaliknya, suami tidak harus ijin anggota keluarganya jika ingin keluar. Namun itu tidak berarti bahwa suami boleh berlaku sesuka hati. Dia juga terikat etika Islam. Dia harus memperlakukan isteri dengan baik, menjaga perasaannya dan berlemah lembut kepadanya. Allâh Azza wa Jalla berfirman: وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ Dan perlakukanlah mereka (para istri) dengan baik! [An-Nisâ/4:19] Meninggalkan rumah tanpa kabar untuk waktu yang panjang terhitung perlakuan yang tidak baik. Hal itu menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan pada keluarga yang ditinggal. Hendaklah kita selalu ingat, bahwa istri disamping memiliki kewajiban terhadap suami, istri juga memiliki hak, sebagaimana dijelaskan dalam ayat: وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ Dan para istri memiliki hak seperti kewajiban mereka menurut kebiasaan ...

Meminta Pendapat kepada Wanita atas Lamaran Seorang Laki-laki

Keluarga Dakwah - Terhadap wanita yang masih kecil dan belum balig, ayah atau kakeknya berhak untuk menikahkannya tanpa harus meminta izin kepadanya terlebih dahulu, karena ia belum banyak memahami berbagai hal tentang pernikahan. Dan tidak diperbolehkan menikahkan anak yatim perempuan yang masih kecil sehingga ia balig dan memberikan izin. Sedangkan terhadap wanita yang sudah balig dan janda, maka diharuskan meminta pendapat kepadanya tentang laki-laki yang melamarnya, dan ia harus mengucapkan secara terus terang setuju atau tidak. Jika ia dinikahkan dengan seorang laki-laki tanpa dimintai pendapatnya dan tanpa persetujuannya, maka akad nikahnya dianggap batal. Adapun mengenai wanita balig yang masih gadis, maka sebagian ulama ada yang berpendapat, bahwa ada keharusan untuk meminta pendapat dan persetujuan kepadanya sebagaimana halnya kepada wanita janda mengenai laki-laki yang melamarnya. Persetujuannya bisa berupa perkataan secara terus terang atau dengan cara diam yang m...

Cara Menghadapi Anak Pemarah

Keluarga Dakwah - Sebagai orang tua, kita mungkin sering mengeluhkan perilaku anak-anak yang kurang sesuai dengan harapan kita. Walaupun jika ditilik lebih jauh, sebenarnya orang tualah yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan perilaku anak tersebut. Di antara perilaku anak yang sering kita dapati adalah lancang (berani melawan orang tua) dan pemarah. Dalam menyikapi hal ini, diperlukan pendidikan yang tepat terhadap anak, terutama pendidikan terhadap keseimbangan emosi anak. Sebagai orang tua, sudah seharusnya memahami cara mendidik anak dengan baik. Dalam tulisan ini, ada tujuh metode yang akan membantu orang tua dalam mendidik anak, terutama untuk menghilangkan sikap lancang, pemarah dan sikap negatif lainnya pada sang anak dengan pendidikan dan sikap yang positif dari orang tua. 1. Melatih anak mengungkapkan isi hatinya Orang tua hendaknya mengajarkan kepada anak bagaimana mengungkapkan isi hatinya dengan kata-kata. Karena terkadang anak memilih mengungk...

Larangan Bagi Istri yang Ditalak Menyembunyikan Kehamilannya

Keluarga Dakwah - Larangan bagi istri yang ditalak  menyembunyikan kehamilannya Allah berfirman, “Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'[142]. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat,” (Al-Baqarah: 228). Kandungan: Haram hukumnya atas isteri yang ditalak menyembunyikan haidnya atau kehamilannya atau mengabarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Ibnu Katsir berkata dalam Tafsiir al-Qur’an al-Azhiim (I/278), “Ayat ini merupakan ancaman terhadap para isteri yang mengabarkan sesuatu tentang haidh dan kehamilannya yang bertentangan dengan realita. Ini menunjukkan bahwa rujukan utama dalam masalah ini adala mereka. Karena tidak ada yang tahu tentang masa haidh atau kehamilan kecuali mereka yang menjalaninya. Dan biasanya dalam masalah ini tidak mungkin untuk menegakkan bukti-bukti. Maka urusan ini dipulangkan kepada mereka. Oleh karena itu mereka...

Tips Keluarga Bahagia : Sebaik-baik Perkara adalah Pertengahan

Keluarga Dakwah - Cemburu adalah watak bawaan dalam diri manusia. Rasa cemburu kepada istrinya menunjukkan kejantannya, sedang cemburu istri kepada suaminya adalah sifat yang wajar bagi perempuan. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Namun, cemburu dapat dinilai negatif dan mengganggu jika berbuah curiga atau menyakiti pasangannya.  Hendaknya suami istri memperhatikan masalah ini. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan hanya karena cemburu. Keduanya juga wajib menghindari apapun yang dapat mengundang rasa cemburu, apalagi sengaja untuk itu. Di waktu yang sama rasa cemburu juga wajib dijaga secara obyektif, terutama kecemburuan laki-laki terhadap istri, kehormatan, dan agamanya. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:  “Cemburu ada yang Allah cintai, ada pula yang Allah benci. Adapun yang Allah cintai adalah cemburu karena cemas. Adapun yang Allah cintai adalah cemburu karena cemas. Adapun yang Dia benci adalah cemburu tanpa ada rasa cemas.”  (HR Ibn...

Mahran yang Disebabkan Sepersusuan

Keluarga Dakwah - Masalah penyusuan ini telah diatur hukum-hukumnya dalam syariat yang mulia ini. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Tanzil-Nya yang agung, وَٱلۡوَٰلِدَٰتُ يُرۡضِعۡنَ أَوۡلَٰدَهُنَّ حَوۡلَيۡنِ كَامِلَيۡنِۖ لِمَنۡ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَۚ وَعَلَى ٱلۡمَوۡلُودِ لَهُۥ رِزۡقُهُنَّ وَكِسۡوَتُهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ لَا تُكَلَّفُ نَفۡسٌ إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَا تُضَآرَّ وَٰلِدَةُۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوۡلُودٞ لَّهُۥ بِوَلَدِهِۦۚ وَعَلَى ٱلۡوَارِثِ مِثۡلُ ذَٰلِكَۗ فَإِنۡ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٖ مِّنۡهُمَا وَتَشَاوُرٖ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡهِمَاۗ وَإِنۡ أَرَدتُّمۡ أَن تَسۡتَرۡضِعُوٓاْ أَوۡلَٰدَكُمۡ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡكُمۡ إِذَا سَلَّمۡتُم مَّآ ءَاتَيۡتُم بِٱلۡمَعۡرُوفِۗ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ٢٣٣ “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi orang yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban bagi ayah untuk memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang...

Donasi For Ambon

Keluarga Dakwah - Gempa bumi kembali menyapa,, Kamis 26 September 2019, Kepulawan Ambon di guncang gempa bermagnetudo 6,8 SR. Menyebabkan 23 orang meninggal dan 15.000 orang mengungsi. Rumah-rumah warga banyak yang rusak parah, bahkan sebahagian rata dengan tanah. Menurut informasi yang dirasakan dari masyarakat dampak gempa bumi dirasakan di daerah Kairatu, Haruku, Tihulae, Latu, dan Ambon. Pasca gempa bumi diiringi dengan matinya jaringan listrik, sehingga warga yang mengungsi merasakan gelap gulita pada Kamis malam. Selain itu wargapun kesusahan dalam mendapatkan air bersih. Masyarakat yang mendiami pesisir pantai di Pulau Seram, Pulau Ambon, Pulau Haruku, Pulau Nusa Laut, Pulau Saparua malam ini memilih tidur di hutan. Dengan beralaskan tikar dan beratapkan terpal. Karena masyarakat takut akan terjadi tsunami. JKD mengajak kaum muslimin untuk peduli sesama. Membantu mereka dengan harta ataupun hanya sebatas doa. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa ...

Meninggikan Mahar Pernikahan

Keluarga Dakwah - Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menegaskan : “Yang di syariatkan dalam mahar adalah yang ringan semakin ringan dan mudah berarti semakin baik. Demi meneladani Nabi dan untuk mendapatkan berkah karena nikah yag paling banyak berkahnya adalah yang paling murah biayanya. Di riwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam: “Saya telah menikahi seorang wanita. Beliau bertanya “Berapa engkau berikan mahar kepadanya?” Lelaki itu menjawab “Empat uqiyah (seratus enam puluh dirham). Beliau bersabda: “Empat uqiyah? Seolah-olah kalian mengeruk perak dari dinding gunung ini saja. Kami tidak memiliki sesuatu untuk di berikan kepadamu. Tetapi suatu saat kami akan mengirimkan ekspedisi dan engkau akan termasuk diantara yang mengambil bagian darinya.” Umar menegaskan, “Ingatlah ! janganlah kalian mempermahal mahar untuk wanita secara berlebihan. Karena kalau itu merupakan kehormatan di dunia atau ...

Kesalahan-kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak

Keluarga Dakwah - Rumah, adalah sekolah pertama bagi anak. Bagi seorang anak, sebelum mendapatkan pendidikan di sekolah dan masyarakat, ia akan mendapatkan pedidikan di rumah dan keluarganya. Jangan lalai dalam mendidikanak. Perlu kita ingat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْؤُوْ لٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالإِمَامُ رَاعٍ وَ مَسْؤُوْ لٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ و رَجُلُ رَاعٍ في أَهْلِهِ وَ مَسْؤُوْ لٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung-jawaban terhadap yang dipimpin. Maka, seorang imam adalah pemimpin dan bertangung jawab terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. [HR Al Bukhari]. مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعيْهِ اللهُ رَعِيَّةً يَمُوْتُ يَوْمَ يَمُوْتُ وَ هُوَ غَاشٍ لِرَعِيَّتِهِ إلاَّ حّرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الجَنَّةَ Barangsiapa diberi amanah oleh Allah untuk memimpin, lalu ia mati (sedangkan pada) hari kematianny...