Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Keutamaan Puasa Syawal

Kita tahu bersama bahwa puasa Syawal itul punya keutamaan, bagi yang berpuasa Ramadhan dengan sempurna lantas mengikutkan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala puasa setahun penuh. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164). Itulah dalil dari jumhur atau mayoritas ulama yag menunjukkan sunnahnya puasa Syawal. Yang berpendapat puasa tersebut sunnah adalah madzhab Abu Hanifah, Syafi’i dan Imam Ahmad. Adapun Imam Malik memakruhkannya. Namun sebagaimana kata Imam Nawawi rahimahullah, “Pendapat dalam madzhab Syafi’i yang menyunnahkan puasa Syawal didukung dengan dalil tegas ini. Jika telah terbukti adanya dukungan dalil dari hadits, maka pendapat tersebut tidaklah ditinggalkan hanya karena perkataan sebagian orang. Bahkan ...

Nasehat Umar Bin Khathab Kepada Pasutri

Keluarga Dakwah - Umar bin Khathab adalah sosok mukmin yang memiliki karakter tegas dan keras dalam membela kebenaran. Figur pemberani dalam membela kebenaran sekaligus hatinya penuh kelembutan ketika bermuamalah dengan istrinya. Menonjol jiwa kepemimpinannya tetapi tetap tawadhu’ serta bersabar dalam berinteraksi dengan pasangan hidupnya. Sungguh romantika kehidupan rumah tangganya penuh pesona dan bisa dijadikan teladan ketika timbul bibit-bibit persoalan rumah tangga. Sifatnya arif bijaksana dan beliaulah tipikal suami yang bertanggung jawab. Sungguh beruntung wanita yang memiliki suami ideal sebagaimana sosok menakjubkan seorang Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu. Diriwayatkan bahwa seorang pria datang ke rumah Umar bin Khaththab hendak mengadukan keburukan akhlak istrinya. Maka ia berdiri di depan pintu menunggu Umar keluar. Lalu ia mendengar istri Umar bersuara keras pada suaminya dan membantahnya. Sedangkan Umar diam tidak membalas ucapan istrinya. Pria itu lalu berbalik...

Mengatasi rasa bosan

Keluarga Dakwah - Rasa bosan dan monoton terkadang menggeluyuti kehidupan rumah tangga setelah berjalan beberapa tahun pernikahan, terlebih ketika banyak anak dan umur semakin menua. Kehidupan rumah tangga berubah menjadi penuh masalah hingga terkadang tidak mampu menghadapi pasangannya. Sebagian orang terkadang menjauhi pasangannya dengan sengaja keluar rumah atau sibuk sendiri. Untuk menghilangkan rasa monoton dan bosan, suami-istri perlu memperbaharui kehidupan bedua. Yaitu dengan cara mempelajari potensi yang ada baik materi maupun keluarga. Kemudia tentukan metode tepat untuk menyenangkan dan menbahagiakan segenap keluarga, seperti; berwisata, berpergian, pindah rumah dan lingkungan, mengganti profesi dan perabotan rumah, merapikan kamar-kamar, dan seterusnya. Aisyah RA berkata, “Aku keluar bersama Nabi SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM dalam suatu perjalanan, ketika itu aku   masih kecil dan belum gemuk. Beliau berkata kepada para sahabatnya, ‘Majulah.. majulah lebih ...

Mendidik Buah Hati Di Bulan Ramadhan

Keluarga Dakwah -  Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan, yakni bulan yang penuh dengan berkah ini. Sebagai orangtua banyak hal yang bisa kita tanamkan kepada sang buah hati kita. Tak hanya untuk sang buah hati, namun sebagai orang tua hendaknya kita memberikan contoh teladan yang baik bagi mereka. Ada beberapa hal yang bisa kita tanamkan kepada buah hati kita disaat ramadhan. diantaranya: 1. Berpuasa Ramadhan Belajar dari Para sahabat dalam mendidik anaknya untuk berpuasa. Disebutkan dalam hadis dari Rubayi’ binti Muawidz radhiallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus sahabat di pagi hari Asyura (10 Muharam) untuk mengumumkan, “Barang siapa yang sejak pagi sudah puasa, hendaknya dia lanjutkan puasanya. Barang siapa yang sudah makan, hendaknya dia puasa di sisa harinya.” Para sahabat mengatakan, “Setelah itu, kami pun puasa dan menyuruh anak-anak kami untuk puasa. Kami pergi ke masjid dan kami buatkan mainan dari bulu. Jika mereka menangi...

Gugat Cerai yang Diharamkan

Keluarga Dakwah - Jika dilihat dari sisi pandang suami. Jika suami menyusahkan istri dengan menyakitinya lantas suami tidak ingin melepaskannya. Ia hanya ingin istri yang menuntut khulu’ supaya suami mendapatkan tebusan, suami seperti iini terjerumus dalam keharaman. Allah Ta’ala berfirman, وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آَتَيْتُمُوهُنَّ “Dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya” (QS. An Nisa’: 19). Jadi kalau suami berpisah dengan istri dalam kondisi ini, berarti suami mendapatkan kompensasi yang sebenarnya ia tidak berhak mendapatkannya. Akan tetapi jika sebabnya karena istri berzina, maka suami mempersusah istri sehingga istri yang menuntut khulu’, maka dibolehkan. Dalam ayat yang sama disebutkan, وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آَتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ “Dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembal...

Menjaga benteng | Tips Keluarga Bahagia

Keluarga Dakwah - Diharamkan secara syar’i bagi seorang perempuan berkhalwat (menyendiri) bersama laki-laki asing, baik di dalam maupun di luar rumah. Jika perempuan terpaksa berkhalwat bersama seorang laki-laki seperti dokter dan lainnya, maka hendaknya ia bersama seorang laki-laki dari mahramnya. Ia harus tetap menjaga diri dan berhijab sempurna untuk menjaga dan pihak lain, sekaligus menjaga keluarga dan masyarakat. Perintah ini juga diterapkan bagi laki-laki. Ia tidak boleh berkhalwat dengan perempuan asing apapun alasannya kecuali karena darurat, dan si perempuan didampingi oleh mahramnya. Meremehkan masalah khalwat akan menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan rumah tangga. Ada kalanya salah satu suami-istri akan terpikat dengan orang lain, akhirnya melemahkan hubungan rumah tangga dan bercerai. Rasulullah SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda : “Janganlah seorang lelaki berkhalwat dengan perempuan, karena yang ketiganya adalah setan.” ((Hadist Shahih, Musnad Ahm...