Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Khaulah binti Tsa’labah Wanita yang Didengar Perkataannya Dari Langit Ketujuh

Keluarga Dakwah - Nama lengkapnya adalah Khaulah binti tsa’labah bin Ashram bin Farah bin Tsa’labah Ghanam bin ‘Auf. Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan pandai. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit Radhiallahu ‘anhu, yang senantiasa menyertai perang Badar dan perang Uhud dan mengikuti seluruh peperangan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Dengan Aus inilah Khaulah melahirkan anak laki-laki yang bernama Rabi’ Suatu ketika Khaulah binti Tsa’labah mendapati suaminya, Aus bin Shamit dalam suatu masalah yang membuat Aus marah, dia berkata, “Bagiku engkau ini seperti punggung ibuku.” Kemudian Aus keluar setelah mengatakan kalimat tersebut dan duduk bersama orang-orang untuk beberapa lama. Selanjutnya Aus kembali ke Khaulah dan menginginkannya. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak Aus, sampai jelas hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap kejadian diatas. Khaulah berkata, “ Tidak… jangan! ...

Memilih pendidikan Ilmu Agama untuk kebahagiaan anak kita

Keluarga Dakwah - Memilih pendidikan Ilmu Agama untuk kebahagiaan anak kita "Dengar-dengar Umar dapat rangking satu bu? Nilai terbaik sekabupaten lagi, apa benar itu ?” tanya seorang penjual sayur, “Alhamdulillah, saya juga tidak menyangka Umar bisa seperti itu,” jawab Aisyah sambil tersenyum mendengar anaknya dipuji. “Wah, hebat dong!” sahut Aminah yang sudah dari tadi juga memilih sayuran yang akan ia beli, “Lalu Umar mau meneruskan sekolah dimana?” tanyanya pada Aisyah. “Insya Allah mau kepesantren,” jawab Aisyah singkat. “Kepesantren? apa gak sayang bu? Umar kan pintar, nilainya bagus-bagus, tertinggi sekabupaten lagi, kenapa tidak di masukkan kesekolah negeri favorit aja?” Pertanyaan bernada heran ditanyakan pada Aisyah. Sambil tersenyum Aisyah menjawab, “Enggak bu, Umar sendiri yang minta, dia ingin lebih mendalami ilmu agama.” “Ooowhh..” s ahut penjual sayur , Aminah dan beberapa ibu yang dari tadi memperhatikan percakapan tersebut takjub. Fenomena ini ti...

Tidaklah Allah mentaqdirkan sesuatu melainkan ada hikmahnya

Keluarga Dakwah - Tidaklah Allah mentaqdirkan sesuatu melainkan ada hikmahnya Salah satu tips menghadapi musibah adalah kembalikan sesuatunya kepada Allah. Kalah dalam perang memang tidak mengenakkan. Itu pula yang dirasakan oleh para sahabat ketika mereka menerima kekalahan pada perang uhud. Kepada mereka, Alloh memberi taujih yang berharga : إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ Jika kamu pada perang uhud mendapat luka (kekalahan), maka orang kafirpun mendapat luka yang serupa (pada perang badar). Dan masa kejayaan dan kehancuran kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan supaya Alloh membedakan orang beriman (dengan orang munafiq) dan dijadikan sebagian kalian menjadi syuhada. Alloh tidak menyukai orang-orang dzolim [ali imron : 140] Berdasarkan ayat di atas, S...

Menikah Dengan Kerabat atau Orang Lain ?

Keluarga Dakwa h - Sebagian ulama fiqh menganjurkan agar seorang laki-laki menikahi wanita asing yang tidak ada hubungan nasab sama sekali, mereka beralasan dengan beberapa hal berikut : 1. Anaknya akan menjadi tangguh, yaitu; baik sifat-sifatnya, kuat badannya; karena dia akan mengambil sifat-sifat dari paman baik dari jalur bapak dan juga jalur ibunya. 2. Karena sepasang suami istri tidak ada yang bisa menjamin tidak akan terjadi perselisihan di kemudian hari, maka kalau masih ada hubungan kerabat akan mewariskan putusnya silaturrahim. Disebutkan dalam “Al Inshaf” (8/16): “ Disunnahkan untuk memilih wanita yang baik agamanya, subur, perawan, nasabnya baik, asing (bukan kerabat)”. Disebutkan dalam “Mathalib Ulin Nuha” (5/9): “Wanita asing (bukan kerabat) anak keturunannya akan lebih tangguh, karena tidak ada jaminan untuk tidak bercerai, hingga menyebabkan putusnya silaturrahim yang justru diperintahkan untuk dijaga dengan baik”. Dikatakan bahwa: “Wanita asing (bukan ke...

Abu Musa Asy’ari Pemimpin Prajurit Berkuda

Keluarga Dakwah - Abu Musa Asy’ari Pemimpin Prajurit Berkuda Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Qais. Beliau sempat ikut hijrah ke Abessina, kemudian datang ke Madinah setelah perang Khaibar. Khalifah Usman bin Affan mengangkatnya sebagai penguasa di Koufah.Beliau ini termasuk arbitrator dalam peristiwa arbitrasi Shiffin. Salah seorang sahabat Rasulullah yang telah beliau do’akan dengan permohonan kepada Allah ampunan dan agar dihari kiamat dimasukkan kedalam tempat yang mulia adalah Abu Musa Al-Asy’ariy, sebagaimana do’a Rasulullah : ”Allahumaghfir li-’Abdillah bin Qais zanbahu, wa adkhilhu yauma al-qiyamati madkhalan kariimaa”. Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhar bin Harb bin bin Aamir, dan terus sampai nasabnya pada Asy’ari bin Adad. Nabi memanggilnya dengan “Abdullah bin Qais” seperti dalam hadist yang diriwayatkan dari Abi Musa Ra, bahwa Rasulullah mengatakan kepadanya: ”ya Abdullah bin Qais, inginkah kamu aku ajarkan satu kalimat dari ...

Meraih Berkah Dalam Bertamu

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ . فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّى يُؤْذَنَ لَكُمْ وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا هُوَ أَزْكَى لَكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ . لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ مَسْكُونَةٍ فِيهَا مَتَاعٌ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُون “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: ‘Kembali (saja)lah’, maka hendaklah kamu kembali, itu lebih bersih bagimu dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. T...

Penyaluran Fidyah April 2017

JKD (Jalinan Keluarga Dakwah) kembali menyalurkan titipan fidyah. Fidyah yang disalurkan adalah fidyah untuk satu jiwa (30 box). Fidyah tersubut disalurkan ke kaum Dhu'afa diantaranya kuproy (kuli proyek), dan pamulung.

Paranormal Para Perusak Iman

Keluarga Dakwah - Paranormal Para Perusak Iman Paranormal Para Perusak Iman وَلاَ نُصَدِّقُ كَاهِنًا وَلاَ عَرَّافًا وَلاَ مَنْ يَدَّعِيْ شَيْئًا يُخَالِفُ الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ وَإِجْمَاعَ اْلأُمَّةِ Kami tidak membenarkan dukun dan peramal, juga siapa saja yang mengklaim sesuatu yang bertentangan dengan al-Kitab, as-Sunnah, dan Ijma’ umat. Praktik paranormal, dukun, peramal, tukang sihir, dan yang sejenisnya sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw, bahkan sebelum zaman beliau. Pada masa Abu Ja’far ath-Thahawiy semua praktik itu masih ada dan sampai zaman sekarang pun masih ada. Seperti pada zaman ath-Thahawiy, beberapa praktik dinisbatkan kepada orang yang diklaim atau mengklaim diri sebagai wali Allah, sekarang pun demikian. Padahal para ulama telah sepakat mengenai keharamannya. Biasanya bentuk praktik mereka adalah mengabarkan posisi barang yang hilang atau diambil orang lain, meramal nasib dengan melihat posisi bintang-bintang, meramal masa depan, memberitahu...

Sumayyah binti Khayyath: Pengorbanan Mahal Dalam Rangka Meraih Keridhaan Rabbnya

Keluarga Dakwah - Sumayyah binti Khayyath: Pengorbanan Mahal Dalam Rangka Meraih Keridhaan Rabbnya Namanya adalah Sumayyah binti Khayyat, hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughirah. Beliau dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Mekah. Karenanya, tidak ada kabilah yang dapat membelanya, menolongnya, dan mencegah kezaliman atas dirinya. Sebab, dia hidup sebatang kara, sehingga posisinya sulit di bawah naungan aturan yang berlaku pada masa jahiliyah. Begitulah Yasir mendapatkan dirinya menyerahkan perlindugannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam kekuasaan Abu Hudzaifah, sehingga akhirnya dia dinikahkan dengan budak wanita bernama Sumayyah. Dia hidup bersamanya dan tenteram bersamanya. Tidak berselang lama dari pernikahannya, lahirlah anak mereka berdua yang bernama Ammar dan Ubaidullah. Tatkala Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki, beliau mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah Shal...

9 Kewajiban Orang Tua

Keluarga Dakwah - 9 Kewajiban Orang Tua “Setiap kalian adalah ra’in (seorang penjaga, yang diberi amanah ) dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya. Imam a’zham (pemimpin negara) yang berkuasa atas manusia adalah ra’in dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Seorang lelaki/suami adalah ra’in bagi ahli bait (keluarga)nya dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Wanita/istri adalah ra’iyah terhadap ahli bait suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah ra’in terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5200, dan Muslim no. 4701) Didalam ajaran Islam, anak yang lahir ke dunia ini memiliki hak-hak dan kewajiban tertentu yang harus ditunaikan oleh kedua orang tuanya sebagai pelaksana tanggung jawab mereka kepada Allah dan untuk kelestarian keturunan. Para ulama menghitung ada banyak hak yang dimiliki an...