Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Jadilah Orang Tua Betulan, Bukan Kebetulan Jadi Orang Tua

Keluarga Dakwah - Setiap orang yang berpikir sehat tentunya sepakat bahwa mendidik anak itu perlu ilmu. Jangankan mendidik anak, hanya sekedar masak nasi pun butuh ilmu kan? Apalagi mendidik anak yang diposisikan dalam jalur ibadah ini dan diharapkan menghasilkan amal-amal jariyah. Benarlah kata Imam Al-Bukhari rahimahullah, al-’ilmu qoblal qaul wal ‘amal. Apabila kita telah sama-sama tahu bahwa mendidik anak itu sangat butuh ilmu, marilah kita bandingkan antara dua aktifitas keseharian kita, yaitu mendidik anak dan bekerja. Banyak orang yang sangat antusias mempersiapkan diri untuk menjadi pegawai atau profesi tertentu yang menjadi cita-citanya semenjak duduk di SD. Tidak hanya sekedar kegiatan utama KBM di kelas, namun juga les privat dan kursus pun dijalani untuk sebuah persiapan itu, bahkan sampai kuliah gelar S3 bukan? Hal itu berarti untuk urusan pekerjaan bagi banyak orang harus benar-benar menjadi ‘profesionalis betulan’ dan bukan ‘kebetulan profesional’ kan?...

Bunga kehidupan - Tips Keluarga Bahagia

Keluarga Dakwah - Kelahiran anak termasuk perkara yang akan menguatkan keharmonisan suami-istri, yang secara tabiat mereka berhasrat untuk itu. Setelah kelahiran pertama, maka dianjurkan untuk mengatur jarak kelahiran, yakni berjarak tiga hingga empat tahun. Hal ini disesuaikan dengan kondisi kesehatan istri, serta kemampuannya untuk mendidik dan mengandung anak. Cara ini akan membantu pendidikan anak dan meringankan beban istri, supaya ia dapat lebih fokus mengurus suami, rumah, dan diri sendiri. Suami-istri harus tetap menghindari membatasi kelahiran (KB) dengan satu atau dua anak. Allah Ta’ala berfirman: “kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendakin dan memberikan anak-anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugrahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki....

Nasehat Untuk Suami

Keluarga Dakwah - Berikut adalah beberapa nasehat untuk suami atau calan suami, agar bahligai rumah tangga bisa menjadi samara.  1. Hendaklah seorang suami senantiasa bertakwa kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala dalam mempergauli dan memperlakukan istrinya. Karena ia adalah amanah yang akan dipertanyakan oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala pada hari Kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, اِسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا. “Perlakukanlah wanita-wanita itu dengan baik”. (Muttafaq ‘alaih). Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berbuat zhalim terhadap wanita. Sebagaimana beliau pernah berdoa, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أُحَرِّجُ حَقَّ الضَّعِيْفَيْنِ: الْيَتيْمِ وَالْمَرْأَةِ. “Ya Allah sesungguhnya aku akan menjadi penghalang (orang yang menganiaya) hak dua golongan yang lemah, yaitu; anak yatim dan wanita.” (HR. Ibnu Majah dengan sanad hasan). Hendaklah seorang suami memiliki perangai dan tabiat yang mulia. Janganlah ia mencaci istrinya,...

Kiat Agar Anak Berbakti Kepada Orangtua

Keluarga Dakwah - Fenomena durhaka kepada orang tua semakin hari semakin mengenaskan. Tak “sekadar” hardikan dan bantahan saat diperintah, bahkan seperti terjadi tak lama lalu, seorang anak tega membunuh orang tuanya hanya karena tidak dibelikan helm. Krisis bakti kepada orang tua ini harus segera dicarikan jalankeluar. Sangat penting orang tua mendidik anak-anak agar berbakti kepada orangtua sejak mereka masih kecil. Allah memerintahkan seorang anak berbakti kepada kedua orangtua dalam surat Lukman ayat 14 dengan kalimat “wasiat” yang menunjukkan keharusan atau sesuatu yang tak boleh ditinggalkan. Allah berfirman: وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ “Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada...

Kesepakatan bersama Dalam Keluarga

Kesepakatan bersama - Tips Keluarga Bahagia Kesepakatan suami-istri untuk metode, model, dan rambu-rambu yang jelas dalam mendidik anak menjadi sebab tumbuhnya anak yang menyesuaikan dengan dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat. Sehingga keluarga akan tumbuh saling menyayangi, memahami, membantu, produktif, dan berpengaruh. Apabila terjadi perbedaan pendapat antara orang tua dalam masalah pendidikan, hendaknya keduanya saling memahami tanpa harus diketahui anak. Jika belum sepakat mungkin dapat konsultasi dengan pakar pendidikan. Waspadai sikap tidak mau mengalah atau salah satu memaksakan kehendak, sebab hal ini akan mengacaukan dan berdampak negatif bagi kejiwaan anak. Di sisi lain juga akan mengancam eksistensi keluarga secara umum. Kesepakatan orang tua akan mewujudkan kemampuan dan mengokohkan pendidikan serta pedoman memimpin secara positif, dan inilah yang harus diusahakan oleh para orang tua. Prinsipnya adalah tidak bertikai di hadapan anak serta menunjuk...

Nasehat nabi teruntuk khusus para istri

Keluarga Dakwah - Kedudukan suami di depan istrinya sangatlah mulia, hal ini karena begitu besarnya hak-hak suami yang terpikul di pundak seorang istri yang wajib ditunaikan, bahkan hampir para wanita tidak mampu mensyukuri pemberian suaminya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengibaratkan seandainya seorang suami melakukan kebaikan kepada istrinya sepanjang tahun, lalu ia tergelincir dalam satu kesalahan terhadapnya, maka si istri akan menutup mata atas semua kebaikan itu. Inilah yang menyebabkan mayoritas wanita menjadi penghuni neraka. Saking mulianya kedudukan suami di hadapan istrinya, sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا “Seandainya aku dibolehkan menyuruh seseorang untuk sujud kepada yang lainnya, niscaya akan aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1159). Nasehat nabi teruntuk khusus para i...

Aib Pembatal Pernikahan

Keluarga Dakwah - Suami atau istri yang mendapati adanya aib pada pasangannya, dibolehkan mengajukan fasakh atau membatalkan akad pernikahan. Disyariatkan fasakh berdasarkan firman Allah Subhanahu Wata’ala yang artinya, “Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik.” (QS. Al-Baqarah: 229) Imam Al-Kasani memberi penjelasan pada ayat di atas bahwa tetap dalam akad pernikahan namun akan mendatangkan mudarat (baik karena aib atau lainnya) yang dapat merusak tujuan pernikahan bukan termasuk maksud dari perintah Allah untuk menahan secara makruf. Imam Ahmad menyebutkan sebuah riwayat bahwa Rasulullah ﷺ pernah menikahi seorang perempuan Bani Ghifar, tatkala beliau masuk menemuinya maka terlihatlah putih (belang) di lambungnya lalu beliau membatalkan akad pernikahannya. Definisi aib yang membatalkan akad pernikahan adalah cacat fisik maupun cacat mental yang secara ‘urf (adat/kebiasaan) dianggap sesuatu yang tercela, menghalangi...

Asas pendidik dalam Keluarga

Keluarga Dakwah - Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah pedoman pendidikan dalam masyarakat muslim, serta pondasi untuk membangun setiap pemikiran dan keputusan. Oleh karena itu, hendaknya suami-istri berseangat mendidik pribadi dan anak-anak berlandaskan hal itu, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam berinteraksi dan mengambil sikap. Ini semua perlu mempelajari Al-Qur’an, As-Sunnah, serta penjelasannya. Diperbolehkan mengambil ilmu dari studi modern psikologi, edukasi, dan sosial yang dapat menyokong pendidikan. Masing-masing akan menemukan hasil positif dalam kehidupan keluarga baik di dunia maupun di akhirat. Allah Ta’ala berfirman: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telat menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Al-Ahzab [33] : 36) ...

Suami tidak berbuat baik kepada isteri

Keluarga Dakwah - Wajib bagi seorang suami untuk bertakwa kepada Allah, tidak boleh memukul isterinya melainkan adanya alasan yang membolehkan hal itu. Karena Allah berfirman: وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ “Dan bergaulah dengan mereka menurut cara yang patut.” (QS. An-Nisa’: 19) Rasulullah juga bersabda: اتَّقُوْا اللَّهَ فِيْ النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوْهُنَّ بِأَمَانَةِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوْجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ “Bertakwalah kalian kepada Allah dalam hal wanita. Karena kalian mengambil mereka dengan amanah Allah dan menghalalkan kemaluannya dengan kalimat Allah.” (HR. Abu Dawud, no. 1907) Kewajiban seorang suami adalah bertakwa kepada Allah, selalu merasa diawasi oleh-Nya, mempergauli isterinya dengan baik, berbicara dengan perkataan yang indah dan menggunakan metode yang bagus, tidak boleh memukul dan tidak merendahkannya, harus menunjukkan perkataan dan perbuatan yang sebaik-baiknya. Inilah kewajiban bagi seorang suami. Namun...

Hukum KB Dalam Islam

Keluarga Dakwah - Anak adalah rezeki yang dianugrahkan langsung dari Allahﷻ, tidak melalui dukun atau paranormal. Itulah takdir yang hanya Allahﷻ berikan melalui berbagai ikhtiar yang dilakukan manusia. Artinya, selama manusia mau berusaha menuju takdirnya maka Allahﷻ akan mendekatkan tujuan yang ingin dicapai terhadap manusia itu. Di sisi lain, kita dapat berusaha “mengatur” kelahiran sesuai dengan syari’at Allahﷻ. Islam sangat menganjurkan umatnya memperbanyak keturunan. Selain agar mengisi alam semesta ini dengan orang-orang shalih dan beriman juga Rosulullah berbangga dengan jumlah umatnya yang banyak pada hari kiamat. Namun, bukan berarti penganjuran itu hanya terfokus pada jumlahnya yang banyak, tapi juga kualitasnya.  Sehingga menjadi kewajiban orang tua setelah memperbanyak keturunan adalah mendidiknya dengan pendidikan yang baik. Diantara metode untuk mengoptimakan pendidikan anak adalah dengan mengatur jarak kelahiran anak. Hal ini penting mengingat bila setiap...

Ajarkan Muraqabah Pada Anak, Agar Selamat Dunia Akhirat

Keluarga Dakwah - Salah satu hal terpenting yang perlu diajarkan orang tua kepada anak adalah perasaan selalu dilihat oleh Allah atau muraqabah. Muraqabah merupakan landasan keshalihan seorang anak. Oleh karena itu, Luqman memberikan nasihat kepada anaknya, “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Luqman:  16) Salah satu aspek penting dalam pendidikan Islam adalah menumbuhkan perasaan diawasi oleh Allah. Perasaan bahwa Allah dengan ilmu dan kekuasaan-Nya senantiasa melihat dan memberikan balasan sesuai dengan yang dikerjakan. Dalam sebuh hadits diceritakan bagimana Rasulullah mengajarkan tentang muraqabah ini kepada Abdullah bin Abbas. “Suatu hari,” kata Abdullah bin Abbas, “saya diboncengkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda kepadaku, “Nak, maukah aku ajarka...

Konsekuensi Masa Iddah Talak Raj’i

Keluarga Dakwah - Konsekuensi Masa Iddah Talak Raj’i Pertanyaan : Assalamualaikum Ustadz, mau nanya kalau istri sudah ditalak satu, pada masa iddah Bolehkah tidur sekamar dan bersentuhan selayaknya pasutri (cium tangan, DLL.) tapi tidak sampai berhubungan badan. Trimakasih. Jawaban : Sebagian kaum muslimin masih ada yang beranggapan bahwa ketika telah mentalak atau ditalak pada talak satu dan dua secara otomais harus segera perpisah, seolah-olah hak dan kewajiban suami istri telah terputus. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, الطَّلاقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ “Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang baik atau menceraikan dengan baik” (Al-Baqarah: 229) Ayat di atas menjelaskan bahwa talak itu ada tiga kali, talak pertama dan kedua (talak raj’i), memiliki konsekuensi berbeda dengan talak ketiga. Pada talak raj’i suami istri tetap harus melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya. Sebag...

Pernikahan Orang-orang Shalih

Keluarga Dakwah - Keshalihan merupakan salah satu faktor penguat ikatan pernikahan, orang-orang shalih mencari jodoh untuk anak-anak mereka dari kalangan orang-orang shalih. Orang shalih pertama umat ini, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, memilih wanita-wanita shalihah sebagai pendamping hidupnya dan mencari orang-orang shalih untuk menjadi menantunya. Menantu Rasulullah ada tiga: Abu al-Ash bin ar-Rabi’, keponakan Khadijah, suami Zaenab binti Rasulullah. Utsman bin Affan, suami Ruqayyah kemudian Ummu Kultsum dua putri Rasulullah. Utsman di samping itu adalah cucu laki-laki dari anak perempuan bibi Rasulullah dari bapak yang lahir kembar bersama bapak Rasulullah Abdullah bin Abdul Mutthalib: Arwah binti Kuraiz bin Habib bin Abdu Syams, dia adalah ibu Utsman, ibu Arwa adalah Ummu Hakim, yaitu al-Baidha` binti Abdul Mutthalib bibi Rasulullah dari bapak. Ali bin Abu Thalib suami Fatimah binti Rasulullah. Rasulullah sendiri adalah menantu dari orang-orang shalih, beliau ada...

Menjaga Anak Dari Penyakit 'Ain

Keluarga Dakwah - Apa itu Penyakit ‘Ain? Secara harfiah, penyakit ‘Ain itu diambil dari kata ‘Ana-Ya’inu (bahasa Arab) artinya: apabila ia menatapnya dengan matanya. Penyakit ‘ain adalah penyakit yang menimpa pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki ataupun takjub yang dimanfaatkan oleh setan untuk menimbulkan bahaya bagi orang yang terkena. Penyakit ‘Ain bukanlah penyakit medis, tetapi dapat mengganggu kesehatan orang yang terkena. Dan yang paling rentan terkena penyakit ‘ain adalah anak-anak dan balita, karena mereka masih lemah dan belum bisa membentengi diri sendiri dari pengaruh jahat yang ada di sekitarnya. Namun tidak menutup kemungkinan, akan menimpa orang dewasa, ibu hamil, hewan, bahkan harta benda. (Lihat Fath al-Bari, 10/200). Bagaimana Cara Mengetahui Seorang Anak Terkena ‘Ain? Anak-anak dan bayi terkadang menggemaskan dan lucu sehingga banyak yang kagum dan terkadang membuat orang yang memandangnya iri dengannya, sehingga ha...