Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku) 

Hangat Kepada Keluarga

Bercengkrama bersama pasangan itu perlu. Setidaknya mengobrol santai, walau tidak lama, jika memang sibuk dan tubuh penat. Jangan sampai kesenangan sesaat bersama hp atau apa pun merampas kenyamanan di rumah.  Mari singgah sejenak, menengok sebentar ke rumah Rasulullah ﷺ. Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,  “Di antara akhlak Nabi Muhammad ﷺ ialah ramah dalam bergaul, selalu riang, bersenda gurau dan hangat kepada istri-istrinya, menafkahi dan tertawa bersama mereka. Bahkan beliau pernah berlomba lari bersama Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha untuk membahagiakannya.  Aisyah mengajak, “‘Mari lomba lari bersamaku wahai Rasulullahʼ, kami pun berlomba dan aku berhasil mengalahkan beliau, tubuhku waktu itu belum berisi. Di lain waktu, aku kembali mengajak beliau berlomba sedang tubuhku mulai berisi, dan beliau mengalahkanku, saat itu beliau berseloroh, ‘Kemenangan ini untuk membalas yang waktu ituʼ.” Tiap malam, beliau ﷺ mengumpulkan seluruh istrinya di rumah istri y...

Sebelum Menyesal Karena Salah Pilih Suami

Urusan jodoh memang urusan Allah, jika sudah ditakdirkan maka kita tak kuasa untuk mengubahnya. Tetapi sebelum kita berjodoh dengan seseorang, kita sama sekali tak tahu siapa jodoh kita. Oleh karena itu, kewajiban kita adalah ikhtiar dan berusaha mencari jodoh sebaik mungkin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, اعْمَلُوا، فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ “Beramallah kalian, karena masing-masing dimudahkan (untuk melakukan sesuatu yang telah ditakdirkan untuknya).” (HR. Muslim no. 2648) Tak sedikit kami mendengar curahan hati para wanita muslimah yang merasa menyesal telah berjodoh dengan suaminya sekarang. Ungkapannya mungkin tidak tegas, tetapi sikapnya mencerminkan hal tersebut. Lelaki yang dulu terlihat sempurna ternyata menyimpan banyak cacat. Lelaki yang dulu diharap menjadi pelindung ternyata menjadi perundung. Sebelum menyesal, teliti terlebih dahulu sebelum menikah. Minta bantuan orang lain untuk menilai dan menyelidiki lelaki yang ingin dinikahi atau lelaki yang pantas dinikahi...

Hak-hak dan Kewajiban Dari Bapak Tiri dan Anak Tiri.

Apa saja hak-hak dan kewajiban seorang anak perempuan kepada ayah tirinya? Dan apa saja hak-hak dan kewajiban ayah  tiri kepada anak perempuannya? ✅ Teks Jawaban Alhamduillah Ar Rabibah adalah anak perempuannya istri yang bukan dari suami yang sekarang (anak tiri). Anak tiri perempuan ini termasuk yang haram dinikahi selamanya ayah tirinya jika dia sudah menggauli ibunya. Jadi anak tiri termasuk mahram bagi ayahnya. Disebutkan dalam Fatwa Lajnah Daimah (17/367): “Jika seorang laki-laki menikahi wanita dan telah menggaulinya, maka menjadi haram selamanya baginya untuk menikahi salah satu dari anak perempuannya atau anak perempuan dari anak-anak laki-lakinya (cucu perempuan istrinya), di manapun mereka bertempat tinggal, baik bersama suami ibunya yang sebelum atau bersama yang berikutnya, berdasarkan firman Allah –subhanahu wa ta’ala-: حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ الأَخِ وَبَنَاتُ الأُخْتِ وَأُمَّهَاتُك...

Wahai Anakku Malam ini Bukan Hari Raya Islam

Wahai anakku,,, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk meniru kebiasaan orang jelek, termasuk orang kafir. Beliau bersabda, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669). Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan, من بنى بأرض المشركين وصنع نيروزهم ومهرجاناتهم وتشبه بهم حتى يموت خسر في يوم القيامة “Siapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majus...

TANGGUNG JAWAB ISTRI MENDIDIK ANAK DENGAN PENDIDIKAN ISLAM

  👤 Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah ta'ala mengatakan : “Maka wajib atas seorang wanita (istri atau ibu) melaksanakan tanggung jawab mendidik anak-anaknya dengan pendidikan islamiyyah Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan atas pelayanan besar ini yang telah dia persembahkan untuk Islam.” 📖 Tuhfah Al-Mujib hal. 310.

Nafkah Anak Setelah Bercerai

Assalaamualaikum…saya mau bertanya soal nafkah anak yang diberikan ayah kepada anaknya yang dibawa mantan istri.  Saya menikah dengan seorang duda anak 1. Setiap minggu mantan istrinya minta nafkah buat anaknya , bahkan saya pernah hanya makan satu kali sehari bersama suami saya, karena uangnya harus diberikan kepada anaknya.  Banyak orang yang berasumsi bahwa mantan istri tersebut hanya memanfaatkan suami saya saja.  Pertanyaanya, apakah saya tetap harus menuruti keinginan si mantan tersebut, sedangkan saya juga punya kebutuhan hidup yang justru lebih sulit daripada dia?  Dan walau suami saya masih sering memberikan nafkah kepada anaknya tersebut, ia tidak pernah dipertemukan dengan sang anak semenjak perceraian terjadi.  Dan si mantan tersebut pun telah memiliki suami baru dan berkehidupan layak, berbeda dengan saya. Terimakasih. Wassalaam. ✅ Jawaban: Wa’alaykissalaam wa rahmatullaahi wa barokaatuh. Alhamdulillaahi wahdah, wa-sh sholaatu wa-s salaamu alaa man ...

BERAWAL DARI RUMAH

Al Allamah Ibnu Baadis rahimahullah berkata : ‏” البيت هو المدرسة الأولى والمصنع الأصلي لتكوين الرجال ، وتديّن الأم هو أساس حفظ الدّين والخلق “‏. “Rumah adalah sekolah pertama dan Wadah inti dalam membentuk generasi muda, sedangkan kesalehan Ibu merupakan dasar yang paling pokok dalam penjagaan agama dan akhlak.” 📖 Al Atsar – 4/201.

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.   Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku) 

Saat Ibu Bahagia, Rumah pun Bercahaya

Ibu adalah alasan utama terciptanya kenyamanan dalam rumah. Sosoknya yang senantiasa menebar kebahagiaan dan cinta, membuat semua orang betah berlama-lama di rumah. Ketika ayah pulang dalam keadaan lelah sepulang kerja, ibu menyambutnya dengan pijatan, suguhan minuman, dan ketenangan. Ketika anak-anak berkeluh kesah, ibulah yang setia mendengarkan. Alih-alih marah, ibu sering kali menghadapi tingkah anaknya dengan senyuman, disertai nasihat lembut nan meneduhkan. Benarlah kata seorang penyair Arab, أمي كغيمة تحمل همومنا جميعًا ولا تمطرنا إلا فرحا “Ibu selaksa awan, ia menanggung seluruh kesusahan kita, dan ia tidak menghujani kita kecuali dengan kebahagiaan.” Demikianlah gambaran pengaruh sosok ibu dalam rumah. Keceriaannya akan membuat seisi rumah ceria, dan muramnya akan membuat seisi rumah turut larut dalam kesedihan. Ibu yang bahagia dan mampu menjalani hidup dengan semangat, akan menularkan energi positif kepada keluarganya, terutama anak-anak dan suami. Sebaliknya, ibu yang terte...

Untukmu Istri Shalihah

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata: لو أن الزوجة صبرت على زوجها، واحتسب الأجر، وانتظرت الفرج، وقامت بحق زوجها وإن فصر في حقها، كانت العاقبة لها. "Seandainya seorang istri bersabar terhadap suaminya, mengharapkan pahala, menunggu pertolongan dari Allah, dan tetap menunaikan hak suaminya walaupun suaminya kurang dalam memenuhi haknya, maka kesudahan yang baik yang akan dia dapatkan." Al-Liqa' asy-Syahry, kaset no. 40

Figur Pemimpin Dalam Rumah Tangga

Yuk, berusaha menjadi pemimpin yang selalu dikangenin istri dan anak... "Seorang suami layaknya singa ketika di luar rumah, berwibawa, disegani, dan dapat diandalkan. Sedangkan ketika di dalam rumah, ia akrab dan bermain-main dengan keluarganya sebagaimana anak kucing yang memainkan pintalan benang." 👤 Ustadz Raehanul Bahraen Hafidzahullah

JANGAN JADIKAN ISTRI PEMBANTU BAGI ORANGTUAMU

👤Asy-Syaikh Al 'Utsaimin rahimahullah berkata: أني أنصح أيضاً بعض الأزواج الذين يريدون من زوجاتهم أن يكنّ خدماً لأمهاتهم وهذا غلط محض، الزوجة ليست خادمة لأم الزوج ولا لأبي الزوج، وخدمتها لأم الزوج وأبي الزوج معروف منها وإحسان ليس مفروضاً عليها .. ولا يجوز للزوج أن يلزم زوجته بخدمة أمه أو أبيه أو أن يغضب عليها إذا لم تقم بذلك، وعليه أن يتقي الله "Aku menasihatkan pada para suami yang ingin istrinya jadi pelayan bagi ibunya (suami); ini murni kesalahan! Karena istri bukan pembantu ibu atau bapak mertuanya. Pelayanan seorang wanita pada ibu atau ayah mertuanya terhitung amal kebaikan dan bentuk ihsan. Namun tidak sampai wajib. Tidak boleh bagi suami untuk memaksa istrinya untuk melayani ibu dan ayahnya. Atau marah kepada istrinya bila dia tidak melakukan itu. Hendaklah dia bertakwa pada Allah!"  📖 Fatawa Nuur 'alad Darb, XII/43

Jangan mengeluh di depan ibumu

"Berbuat baiklah kepada ibumu dan bersabarlah atas dirinya, jangan pula engkau memperlihatkan sedikitpun keluh kesahmu darinya, serta yakinlah bahwasannya Allah pasti akan menggantikan nafkah yang engkau berikan serta pelayananmu kepadanya." 📖 Fathul Robbil Wadud 2/374

Mengapa Istri Tidak Bisa Menjatuhkan Talak dalam Islam

Dalam kehidupan berumah tangga, merupakan hal yang lumrah jika kehidupan pasangan suami istri terkadang dibumbui dengan percekcokan atau pertengkaran. Namun yang menjadi masalah jika pertengkaran tersebut menjadi hal yang begitu sering terjadi, hingga sebagian istri memiliki karakter begitu mudah meminta cerai saat sedang emosi. Dirinya mudah dikendalikan oleh perasaannya sehingga dari lisannya meluncur kata-kata pisah tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Berbeda dengan lelaki yang karakternya cenderung lebih bisa mengendalikan diri. Inilah indahnya Islam dan betapa hikmahnya syariat Islam yang meletakkan hak talak atau cerai di tangan suami. Sebab perempuan yang begitu mudah dikuasai oleh perasaan, sekalinya emosi dan marah gampang saja dia meminta pisah. Seandainya talak ada di tangan istri, niscaya di luar sana banyak keluarga yang baru saja menikah tak lama kemudian mereka berpisah. Lantas bagaimana jika dalam suatu keadaan, suaminya ikut dikuasai oleh amarah saat bertengkar hebat den...

ISTRIMU BUKAN BIDADARI

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, إن كثيرا من الأزواج يريدون الحالة الكاملة من زوجاتهم وهذا شيء غير ممكن، وبذلك يقعون في النكد، ولا يتمكنون من الاستمتاع والمتعة بزوجاتهم، وربما أدى ذلك إلى الطلاق، "Sungguh begitu banyak suami yang menuntut kesempurnaan dari istrinya dan ini sesuatu yang mustahil. Dengan sebab itulah mereka terjatuh dalam kedongkolan dan tidak bisa bersenang-senang dengan istrinya. Bahkan ada yang sampai berujung kepada perceraian." ✍ Huquq da'at ilaihi al-Fithrah  22

Dua Ilmu yang Sering Dilalaikan Sebelum Memulai Pernikahan

Selain pembahasan aqidah dan tauhid, ada dua ilmu lainnya yang cukup penting namun banyak dilalaikan oleh kaum muslimin. Kedua ilmu tersebut adalah ilmu tentang pernikahan dan ilmu tentang metode mendidik anak. Setiap orang yang hendak beramal atau melakukan sesuatu, hendaknya dia memahaminya terlebih dahulu agar tidak terjerumus dalam kesalahan. Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari mengatakan, بَابٌ العِلمُ قَبلَ القَولِ وَالعَمَلِ “Bab: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan” Banyak orang yang akan melangkah menuju pernikahan, hanya bermodalkan bismillah, nanti juga bisa sendiri. Padahal jika tak didasari ilmu, hubungan rumah tangga yang baru saja dijalin bisa jadi akan terus dihantam oleh badai pertengkaran. Hal itu karena kedua belah pihak tidak berusaha memahami karakter dasar pasangannya, tidak pula mempelajari apa hak pasangannya. Seorang suami mesti mempelajari karakter dasar seorang wanita sehingga dia mengetahui bagaimana ia harus menyikapi ketika istrinya berubah emosi. Demikian p...

Agar Tidak Tinggal Serumah Dengan Setan

ℝ𝕒𝕤𝕦𝕝𝕦𝕝𝕝𝕒𝕙 𝕤𝕙𝕒𝕝𝕝𝕒𝕝𝕝𝕒𝕙𝕦 '𝕒𝕝𝕒𝕚𝕙𝕚 𝕨𝕒 𝕤𝕒𝕝𝕒m bersabda, "Apabila seseorang memasuki rumahnya dan 𝗯𝗲𝗿𝗱𝘇𝗶𝗸𝗶𝗿 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 (𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗯𝗮𝘀𝗺𝗮𝗹𝗮𝗵) tatkala masuk dan makan, syaitan akan berkata (kepada kawan-kawannya), "Kalian tidak mendapatkan tempat menginap dan makan malam (di rumah ini)." 📖 HR. Muslim, XIII/190 no. 5230

SUAMI YANG BURUK

Asy -Syaukani rohimahullah berkata,⁠ ⁠“Kau lihat ada lelaki yang bila bertemu istrinya akhlaknya buruk, berani dan sedikit kebaikannya. Bila bertemu selainnya menjadi lembut dan baik akhlaknya. Tak ragu lagi orang ini terhalang dari taufiq dan tersesat jalan.. Kita memohon kepada Allah keselamatan”⁠ 📖 Nayl al-Awthor – 6/246

Saat Ibu Bahagia, Rumah pun Bercahaya

Ibu adalah alasan utama terciptanya kenyamanan dalam rumah. Sosoknya yang senantiasa menebar kebahagiaan dan cinta, membuat semua orang betah berlama-lama di rumah. Ketika ayah pulang dalam keadaan lelah sepulang kerja, ibu menyambutnya dengan pijatan, suguhan minuman, dan ketenangan. Ketika anak-anak berkeluh kesah, ibulah yang setia mendengarkan. Alih-alih marah, ibu sering kali menghadapi tingkah anaknya dengan senyuman, disertai nasihat lembut nan meneduhkan. Benarlah kata seorang penyair Arab, أمي كغيمة تحمل همومنا جميعًا ولا تمطرنا إلا فرحا “Ibu selaksa awan, ia menanggung seluruh kesusahan kita, dan ia tidak menghujani kita kecuali dengan kebahagiaan.” Demikianlah gambaran pengaruh sosok ibu dalam rumah. Keceriaannya akan membuat seisi rumah ceria, dan muramnya akan membuat seisi rumah turut larut dalam kesedihan. Ibu yang bahagia dan mampu menjalani hidup dengan semangat, akan menularkan energi positif kepada keluarganya, terutama anak-anak dan suami. Sebaliknya, ibu yang terte...

Punya anak istri, tapi gak mau nafkahin? Anda sehat,

  Itu bukan sekadar kelalaian, tapi dosa!  Rasulullah ﷺ bersabda: "Cukuplah sebuah dosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya." (HR. Abu Dawud, hasan: Shahih At-Targhib)  Menafkahi keluarga bukan soal kemampuan finansial semata, tapi soal tanggung jawab, keimanan, dan kelapangan hati.  Jangan sampai sibuk cari pahala, tapi lupa bahwa di rumah, ada amanah yang sedang Anda zalimi.  Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, bukan hanya di luar — tapi juga di rumah. (Rumahku surgaku) 

Perselingkuhan Menyebabkan Sering Berbohong, Gelisah bahkan KDRT

Para suami, para istri yang semoga rumah tangganya selalu berkah dan romantis Jangan sekali-kali ikuti rayuan setan untuk selingkuh karena selingkuh itu: Perzinahan dan mengkhianati janji suci yang disebutkan dalam Al-Quran sebagai “miitaqan qalidza”, yaitu perjanjian yang berat Allah berfirman, وَأَخَذۡنَ مِنكُم مِّیثَـٰقًا غَلِیظࣰا “Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat/berat (ikatan pernikahan) dari kamu.” ( An-Nisa’: 21) Orang yang selingkuh akan sering berbohong, berbohong sedang di mana, berbohong sedang sama siapa, yang semua itu akan memgantarkan pada kegelisahan dan ketidaktenangan yang ditukar hanya dengan nikmat sesaat Setiap bertemu pasangan halalnya, akan muncul rasa tidak syukur karena membanding-bandingkan, lalu tidak ridha, lalu menghiasai dengan kebencian terhadap pasangan sampai tahap melakukan KDRT baik itu secara fisik maupun teror psikis Tentu kita tidak suka jika ibu atau ayah kita diselingkuhi, kita tidak suka anak terutama anak perempua...

Doa Suami Meminta Agar Dikuatkan

Imām Al-Munawīy رحمه الله تعالى berkata, “Ibnul Munkadir pernah berucap dalam doanya... اللَّهُمَّ قَوِّ ذَكَرِي، فَإِنَّه منفعة لِأَهْلِي. "Ya Allah, kuatkanlah dzakarku, karena hal itu bermanfaat untuk istriku..." Beliau meminta kekuatan pada dzakarnya, hal ini agar ia dapat memenuhi kewajiban yang merupakan hak istrinya, bukan sekedar melampiaskan syahwatnya, karena syahwat perempuan itu ada pada laki-laki, maka jika sang suami mengabaikannya, khawatir sang istri akan terjatuh pada zina...” [Kitab Faidhul Qodīr Syarah Al-Jāmi’ As-Shaghīr, 4/142]

Visi Imam Keluarga Adalah Membawa Keluarganya Masuk Surga Bersama-Sama

Semua manusia yang meyakini adanya negeri akhirat yang abadi pasti menginginkan kenikmatan yang abadi, itulah surga yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang beriman dan beramal shalih selama hidup di dunia. Allah Ta’ala berfirman, وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ لَّهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۖ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيلًا “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Mereka di dalamnya mempunyai istri-istri yang suci. Dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.” (QS. An-Nisa’: 57) Namun pernahkah kita berpikir agar surga ini tidak menjadi cita-cita pribadi saja, melainkan cita-cita bersama keluarga kita? Bukankah indah jika kebersamaan yang selama di dunia dijalani bersama tak berhenti hanya karena kematian? Tentu sang...

HUBUNGAN SUAMI ISTRI DALAM AL-QUR'AN

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ "Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka." 📖(QS al-Baqoroh : 187) 👤Para ulama menerangkan bahwa  pakaian itu berfungsi sebagai penutup (ستر) dimana suami isteri saling menutupi aib, kekurangan dan kelemahan satu dengan lainnya. 📌Juga berfungsi untuk menunjukkan : ✓ Intimasi (ملاصقة) Karena adanya persentuhan yang menunjukkan intimasi ✓ Kedekatan (قرب) Karena pakaian adalah sesuatu yang paling dekat dengan tubuh ✓ Kesenangan (متعة) Karena pakaian itu memberikan pengaruh yang menyenangkan, membahagiakan dan menghibur ✓ Keindahan (تجميل) Karena pakaian itu menghias dan memperindah dan  ✓Perlindungan (وقاء) Karena pakaian itu melindungi dan menjaga dari panas, dingin, kotor, dan lain-lain Allâhu Akbar, begitu indahnya al-Qur'an menggambarkan hubungan ini.

Jangan Menyakiti Perasaan Seseorang

  Jangan Menyakiti Perasaan Seseorang Allah Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang menyakiti kaum mukminin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: "Bentuk menyakiti adalah: menyakiti seseorang dengan sesuatu yang membuatnya sakit, baik pada hati maupun pada badan.. dan ini semua haram." 📚 Syarah Riyadhus Shalihin (3/273)

Tiga Golongan Yang Sholatnya Tidak Di Terima Allah

  Tiga Golongan Yang Sholatnya Tidak Di Terima Allah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ثَلَاثَةٌ لَا تَرْتَفِعُ صَلَاتُهُمْ فَوْقَ رُءُوسِهِمْ شِبْرًا رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ  Ada tiga kelompok yang shalatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di atas kepalanya (tidak diterima oleh Allah):  1. Orang yang mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya 2. Istri yag tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya 3. Dan dua saudara yang saling mendiamkan (memutuskan hubungan)  📚 (HR.Ibnu Majah I/311 no.971, dihasankan Syaikh Al-Albani dalam Misyakatul Mashabih no.1128)

Ini Yang Harus Dilakukan Oleh Wanita Sholihah :

  Asy Syaikh Sulaiman Ar Ruhaili hafidzahullah berkata, "Wajib bagi seorang wanita menjauhi segala apa yang diharomkan oleh Allah, dan wajib baginya menjauhi 3 perkara besar yaitu : 1. Kufur nikmat atas kebaikan suami. 2. Banyak mengeluh, dan 3. Banyak melaknat. Karena sesungguhnya perkara inilah yang membinasakan kaum wanita." (Nashihatu 'Ammah li Nisa'il Muslimin

Berbakti Kepada Orang tua Jalan mudah menuju surga

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ “Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.”  (HR. Tirmidzi, no. 1900; Ibnu Majah, no. 3663 dan Ahmad 6:445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.) Dari Humaid, ia menyatakan, ketika ibunya Iyas bin Mu’awiyah itu meninggal dunia, Iyas menangis. Ada yang bertanya padanya, “Kenapa engkau menangis?” Ia menjawab, كَانَ لِي بَابَانِ مَفْتُوْحَانِ إِلَى الجَنَّةِ وَأُغْلِقَ أَحَدُهُمَا “Dahulu aku memiliki dua pintu yang terbuka menuju surga. Namun sekarang salah satunya telah tertutup.”  (Al-Birr li Ibnil Jauzi, hlm. 56. Dinukil dari Kitab Min Akhbar As-Salaf Ash-Shalih, hlm. 398)

HINDARI MEMUKUL ISTRI

▪ Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah menasihatkan,  فينبغي للمؤمن أن يتصبر ويتحمل ويعالج الأمور بغير الضرب؛ لأن الضرب قد يزيد المسألة شدة وقد يسبب الفرقة، فعلاج الأمور بالنصيحة والتوجيه والهجر عند الحاجة أولى من الضرب.  "Selayaknya bagi orang yang beriman untuk bersabar, menahan diri, serta berusaha menyelesaikan masalah (rumah tangga) tanpa memukul (istrinya). Karena terkadang, memukul bisa menjadikan masalah semakin bertambah parah dan bahkan dapat berujung perceraian. Hendaklah penyelesaian masalah dilakukan dengan nasihat, bimbingan, maupun boikot saat memang diperlukan, ini lebih baik daripada dipukul."  📖 Tafrigh Syarah Riyadhus Shalihin, Bab al-Muroqobah

Hangat Kepada Pasangan

  Bercengkrama bersama pasangan itu perlu. Setidaknya mengobrol santai, walau tidak lama, jika memang sibuk dan tubuh penat. Jangan sampai kesenangan sesaat bersama hp atau apa pun merampas kenyamanan di rumah.  Mari singgah sejenak, menengok sebentar ke rumah Rasulullah ﷺ. Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,  “Di antara akhlak Nabi Muhammad ﷺ ialah ramah dalam bergaul, selalu riang, bersenda gurau dan hangat kepada istri-istrinya, menafkahi dan tertawa bersama mereka. Bahkan beliau pernah berlomba lari bersama Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha untuk membahagiakannya.  Aisyah mengajak, “‘Mari lomba lari bersamaku wahai Rasulullahʼ, kami pun berlomba dan aku berhasil mengalahkan beliau, tubuhku waktu itu belum berisi. Di lain waktu, aku kembali mengajak beliau berlomba sedang tubuhku mulai berisi, dan beliau mengalahkanku, saat itu beliau berseloroh, ‘Kemenangan ini untuk membalas yang waktu ituʼ.” Tiap malam, beliau ﷺ mengumpulkan seluruh istrinya di rumah ...

MELANGGAR KEHORMATAN TETANGGA ADALAH SALAH SATU DOSA YANG TERBESAR

  وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ الله ﷺ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.   Dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?ʼ Beliau menjawab, ‘Saat kamu menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.ʼ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Apabila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.ʼ  Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?ʼ Beliau menjawab, ‘Berzina dengan istri tetanggamuʼ.” Muttafaqun ‘alaih (H.R. Al-Bukhari 4477 dan Muslim 86).

Untukmu Istri Shalihah

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata: لو أن الزوجة صبرت على زوجها، واحتسب الأجر، وانتظرت الفرج، وقامت بحق زوجها وإن فصر في حقها، كانت العاقبة لها. "Seandainya seorang istri bersabar terhadap suaminya, mengharapkan pahala, menunggu pertolongan dari Allah, dan tetap menunaikan hak suaminya walaupun suaminya kurang dalam memenuhi haknya, maka kesudahan yang baik yang akan dia dapatkan." Al-Liqa' asy-Syahry, kaset no. 40

RUMAH, MEMBONGKAR RAHASIA LELAKI

RUMAH, MEMBONGKAR RAHASIA LELAKI Oleh Syaikh Abdul Malik Ramadhani Hafizhahullah ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku“(HR. At-Tirmidzi & Ibnu Majah) Hadits di atas, hadits yang sangat mulia. Sebuah hadits yang menunjukkan agar manusia bersikap mulia dan berlaku jujur. Begitu pula bagi seorang suami khususnya, karena ia sebagai pemimpin dan bertanggung jawab kepada keluarga. Maka menjadi keharusan, agar kita mencerna tingkat urgensinya. Istri Harus Dikasihi, Bukan Dipecundangi Allah menciptakan wanita sebagai makhluk yang lemah. Di sisi lain, seorang lelaki ditakdirkan untuk memimpin wanita dengan kelebihan yang dikaruniakan Allah baginya. Sifatnya yang dominan, ingin mengatur, berkuasa akan tampak saat berinteraksi dengan anggota keluarga, khususnya...