Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Pentingnya Mengajak Anak Kecil Berpuasa

Keluarga Dakwah - Pentingnya Mengajak Anak Kecil Berpuasa Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz; dia berkata, “Rasulullah mengutus untuk mengumumkan pada pagi hari asyura’ di wilayah kaum Anshar yang berada di sekitar kota Madinah. من كان أصبح صائما فليتمّ صومه ومن كان أصبح مفطرا فليتمّ بقية يومه ‘Barang siapa yang pagi hari ini berpuasa, hendaklah menyelesaikannya. Barang siapa yang tidak berpuasa, hendaknya menahan (makan dan minum) sampai malam.’ Setelah adanya pengumuman itu, kami berpuasa dan mengajak anak-anak untuk melaksanakan puasa. Kami juga mengajak mereka ke masjid dan memberikan mereka mainan dari kulit (wol). Jika mereka menangis karena lapar, kami menyodorkan mainan sampai waktu berbuka puasa tiba.” (HR Bukhari dan Muslim) Di antara pelajaran yang bisa diambil dari riwayat di atas adalah: 1. Para sahabat sangat perhatian untuk mengajak dan mendidik anak-anak mereka melaksanakan puasa. Ini jelas terlihat pada strategi mereka membuat mainan dan menga...

Talak saat takut tidak dapat menegakkan aturan-aturan Allâh

Keluarga Dakwah - Talak saat takut tidak dapat menegakkan aturan-aturan Allâh Dikarenakan istri merasa tersakiti oleh suaminya, lantaran ia mendapati dari diri suaminya sesuatu yang menyakitinya, baik dalam bentuk ucapan, perbuatan atau karena mustahil ia dapat hidup bersabar dengan suaminya tersebut. Secara konkret, di antaranya, suami mengabaikan cara muamalah yang baik dengan istri, ia cuek untuk berbuat baik kepadanya. Atau sang istri menyaksikan suaminya hanyut dalam perbuatan fâhisyah (zina) dan melakukan kemungkaran-kemungkaran, atau mendesak sang istri untuk meninggalkan kewajiban-kewajiban, atau merusak keshalehan istri dengan mengajaknya melihat dosa-dosa besar yang diperbuat, atau berusaha keras untuk menyakiti istri dengan berbagai macam  cara yang menyakitkan, lalu sang istri kuatir akan dosa nusyûz (membangkang suami) bila tetap mempertahankan rumah tangga dengan suaminya itu. Akibatnya, sang istri tidak mampu bertahan untuk bergaul dengan suaminya dalam be...

Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka

Keluarga Dakwah - Mengingkari Kebaikan Suami, Salah Satu Penyebab Terbanyak Wanita Masuk Neraka Salah satu bentuk mengingkarinya adalah ungkapan istri "Abang TIDAK PERNAH sayang sama saya" "Mas TIDAK PERNAH kasi saya hadiah" "Akang TIDAK PERNAH cinta dan romantis sama aku" Meskipun ucapan ini terkadang hanya "main-main/bercanda" tetapi tetap saja ini merupakan suatu bentuk pengingkaran (tidak boleh berbohong meskipun bercanda) Bahkan bisa jadi ucapan tersebut adalah ungkapan sebenarnya dalam hatinya. Ia tidak pernah bersyukur kebaikan suaminya dan lupa perjuangan berat suaminya di luar rumah menghadapi kerasnya hidup. Terkadang keringat suami bisa jadi bercampur air mata dan suami berprinsip cukup di luar saja "ada masalah" sedangkan di rumah ia tutupi dengan senyumnya di hadapan istri dan anak-anak Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda berkata kepada para sahabatnya, “Telah diperlihatkan neraka ...

Mengeluh dan Merasa Sempit dengan Kehidupan

Keluarga Dakwah - Mengeluh dan Merasa Sempit dengan Kehidupan Sebagian istri ada yang mengeluhkan kehidupannya dan tidak bisa menerima penghasilan suaminya. Ia ingin hidup seperti Fulanah atau seperti salah seorang karib keluarganya. Engkau lupa bahwa Allah tidaklah menciptakan manusia sama rata. Allah menciptakan orang kulit putih dan orang kulit hitam, orang kaya dan orang miskin, orang kuat dan orang lemah. Agar engkau dapat menenangkan dirimu hendaklah camkan hadits berikut ini “Lihatlah orang yang dibawahmu dan jangan lihat orang yang diatasmu, hal itu lebih baik sehingga engkau tidak menyepelekan nikmat Allah.” (HR Muslim) Ingatlah selalu bahwa kebahagiaan bukan hanya terletak pada harta semata. Berapa banyak wanita yang memiliki suami kaya hartanya namun bakhil perasaan dan cintanya. Sementara yang lain memiliki suami yang fakir hartanya namun kaya perasaannya dan cinta kepada istri dan rumahnya. Hendaklah seorang istri selalu ridha menerima suaminya ...

Islam Tidak Menyukai Membujang

Keluarga Dakwah - Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah. Anas bin Malik rahimahullah berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menikah dan melarang kami membujang dengan larangan yang keras.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ، فَإنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ “Nikahilah wanita yang subur dan penyayang. Karena aku akan berbanggga dengan banyaknya umatku di hadapan umat-umat ”.HR. Daud no 2050, An-Nasa-i (VI/65-66), Al-Baihaqi (VII/81)  Pernah suatu ketika, tiga orang sahabat g datang bertanya kepada isteri-isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang peribadahan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian setelah diterangkan, masing-masing ingin meningkatkan ibadah mereka. Salah seorang dari mereka berkata: “Adapun saya, akan puasa sepanjang masa tanpa putus” . Sahabat yang lain berkata: ...

Bila Belum Dikaruniai Anak

Keluarga Dakwah - Bila Belum Dikaruniai Anak Apabila ditaqdirkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sepasang suami-isteri sudah menikah sekian lama, namun belum juga dikaruniai anak, maka janganlah ia berputus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hendaknya ia terus berdo’a sebagaimana Nabi Ibrahim Alaihissallam dan Zakaria Alaihissallam telah berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan do’a mereka. Dan hendaknya bersabar dan ridha dengan qadha’ dan qadar yang Allah tentukan, serta meyakini bahwa semua itu ada hikmahnya. Do’a mohon dikaruniai keturunan yang baik dan shalih terdapat dalam Al Qur’an, yaitu : رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ “Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih”. [Ash Shaafat : 100] . رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami da...

Amalan Anak Kecil Yang Belum Baligh, Untuk Siapa?

Keluarga Dakwah - Amalan anak kecil yang belum baligh – yang dimaksud dalam hal ini amalan shalih –pahala amalan tersebut  adalah untuk dirinya sendiri bukan untuk orang tuanya, tidak pula untuk yang lainnya. Akan tetapi orang tuanya mendapatkan pahala karena mengajari anaknya, mengarahkannnya kepada kebaikan, dan membantunya untuk mewujudkan kebaikan itu.  Mari kita perhatikan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, رَفَعَتِ امْرَأَةٌ صَبِيًّا لَهَا فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلِهَذَا حَجٌّ قَالَ « نَعَمْ وَلَكِ أَجْرٌ ». “Seorang ibu mengankat anaknya. Lalu ia berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, apakah ia sudah dikatakan berhaji?” Beliau bersabda, “Iya dan bagimu pahala.” (HR. Muslim No 1336) Penulis kitab Mawahibul Jalil fii Syarh Mkhtashor Asy Syaikh Kholil (kitab fiqh Maliki) berkata tentang masalah anak kecil yang diperintahkan ketika ia telah berumur tujuh tahun, : قَالَ الْقَرَافِيُّ فِي ...

Ihsan dalam Talak, Tidak Menyakiti Apalagi Permusuhan

Talak dilakukan dengan ihsân (baik-baik), tidak dengan menyakiti, ucapan-ucapan kasar, kezhaliman dan permusuhan. Demikian ini, karena Allâh Azza wa Jalla memerintahkan berbuat ihsan dalam segala urusan. Allâh Azza wa Jalla berfirman: الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ Talak (yang dapat dirujuki) itu dua kali. Setelah itu, boleh rujuk kembali dengan cara ma’ruf atau menceraikannya dengan cara yang baik. [Al-Baqarah/2:229]. Imam Ibnu Jarîr t meriwayatkan bahwa sesungguhnya Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhu ditanya tentang  makna ayat tersebut, kemudian beliau mengatakan, “(Hendaknya) seorang lelaki bertakwa kepada Allâh Azza wa Jalla dalam menjatuhkan talak tiga. Kalau mau, merujuknya dengan cara- ma’ruf, dengan mempergaulinya baik, atau melepasnya (menceraikannya) tanpa mengzhalimi haknya sedikit pun”. Adh-Dhahhâk rahimahullah mengatakan, “Melepasnya dengan baik maksudnya memberinya mahar jika belum dibayarkan oleh suami j...

Wanita yang Diharamkan Dinikahi Disebabkan Kekerabatan

Wanita yang Diharamkan Dinikahi Disebabkan Kekerabatan Allah menyebutkan yang diharamkan dari wanita disebabkan kerabat dalam firman-Nya: “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan.” SQ. An-Nisaa’: 23. Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: “Ini adalah tujuh yang diharamkan dengan nash dan ijma’. Tidak ada seorangpun yang berbeda dari kalangan ahli ilmu.’ Selesai dari kitab As-Syarkhu Al-Mumti’, 12/53. Mereka adalah: 1.Ibu, termasuk juga nenek dari arah ayah dan ibu 2.Anak perempuan, termasuk cucu perempuan 3.Saudara perempuan, baik sekangdung maupun sebapak atau seibu. 4.Bibi (dari ayah), mencakup bibinya ayah dan bibinya ibu 5.Bibi (dari ibu), mencakup bibinya ayah dan bibinya ibu 6.Anak...

SILATUL UKHUWAH dengan anak punk di Bogor

SILATUL UKHUWAH - Mungkin berbeda tapi semua saudara JKD - Ahad, 14 April 2019, Majelis Taklim Raudatul 'Ulum asuhan Ust. Akban, yang juga merupakan rekan dakwah Jalinan Keluarga Dakwah, mengadakan kegiatan _silatul ukhuwah_ dengan anak punk di Bogor, PAS (Punkgil Aku Saudara). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Serba Guna Sempur Kidul, tidak jauh dari Lapangan Sempur. Dengan difasilitasi Punkajian Bekasi, Acara diawali dengan sambutan oleh Ust Eko Febrianto dari Jalinan Keluarga Dakwah Jakarta. Dilanjutkan sambutan berikutnya oleh Ust Imron dari Punkajian. Sambutan diakhiri oleh perwakilan dari MT Raudatul 'Ulum. Adapun tausiyah disampaikan oleh Ust Akban. Acara diakhiri dengan penyerahan hadiah berupa peralatan sholat. Dirangkai kemudian dengan kesan2 dari anak punk Bogor yang diwakili oleh Kang Gugun. Hadir pula anak Punk dari Bintaro. Mereka datang terlambat. Diantara mereka ada seorang perempuan. Antusias para ummahat dari MT Raudatul 'Ulum sang...

Kesederhanaan Kehidupan Ummahatul Mukminin

Keluarrga Dakwah - Kehidupan rumah tangga yang dijalani Rasulullah shallallalhu ‘alaihi wa sallam bersama Ummahatul Mukminin mencerminkan kehidupan yang terhormat, mapan dan harmonis. Derajat mereka setingkat lebih tinggi dalam hal kemuliaan, kepuasan, kesabaran, tawadhu, pengabdian dan kewajiban memenuhi hak-hak suami. Padahal hidup beliau tak lekang dari keprihatinan, yang tak akan sanggup dijalani manusia. Anas pernah berkata, “Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat adonan roti yang lebar lagi tipis hingga saat meninggal dunia dan tidak pula beliau melihat hidangan daging domba sama sekali.” Aisyah berkata, “Kami benar-benar pernah melihat tiga kali kemunculan hilal selama dua bulan, namun tidak pernah kunyalakan tungku api di rumah-rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu Urwah bertanya kepada Aisyah, “Kalau begitu apa yang membuat kalian bertahan hidup?” Aisyah menjawab, “Dua hal, kurma dan air.” Pengabaran lai...

Wahai Anakku, Cintailah Al-Qur’an

Keluarga Dakwah - Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak adalah hal yang paling pokok dalam Islam. Bukan hanya pada saat-saat sekolah dasar saja, namun inilah yang banyak diamalkan orang tua zaman sekarang. Sehingga tidak sedikit anak anak sekolah menengah dan dewasa yang tidak bisa membaca Al-qur'an. Para sahabat nabi benar-benar mengetahui pentingnya menghafal Al-Qur’an dan pengaruhnya yang nyata dalam diri anak. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anaknya sebagai pelaksanaan atas saran yang diberikan Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadits yang diriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Sebelum kita memberi tugas kepada anak-anak kita untuk menghafal Al-Qur’an, maka terlebih dahulu kita harus menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an. Sebab, menghafal Al-Qur’an tanpa disertai rasa cinta tidak akan memberi faedah dan man...

Talak Saat Takut Tdak Dapat Menegakkan Aturan-aturan Allâh

Keluarga Dakwah - Mengeluarkan vonis talak saat takut tidak dapat menegakkan aturan-aturan Allâh Azza wa Jalla . Dikarenakan istri merasa tersakiti oleh suaminya, lantaran ia mendapati dari diri suaminya sesuatu yang menyakitinya, baik dalam bentuk ucapan, perbuatan atau karena mustahil ia dapat hidup bersabar dengan suaminya tersebut. Secara konkret, di antaranya, suami mengabaikan cara muamalah yang baik dengan istri, ia cuek untuk berbuat baik kepadanya. Atau sang istri menyaksikan suaminya hanyut dalam perbuatan fâhisyah (zina) dan melakukan kemungkaran-kemungkaran, atau mendesak sang istri untuk meninggalkan kewajiban-kewajiban, atau merusak keshalehan istri dengan mengajaknya melihat dosa-dosa besar yang diperbuat, atau berusaha keras untuk menyakiti istri dengan berbagai macam  cara yang menyakitkan, lalu sang istri kuatir akan dosa nusyûz (membangkang suami) bila tetap mempertahankan rumah tangga dengan suaminya itu. Akibatnya, sang istri tidak mampu bertahan unt...