Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Tidak Ada yang Sempurna Tanpa Cela

Keluarga Dakwah - Sedahkah Anda Besedekah Hari Ini Imam Fudhail bin Iyadh pernah berkata, من طلب أخا بلا عيب بقي بلا أخ "Siapa yang mencari saudara yang tak bercela, maka ia takkan pernah punya saudara" Betu juga halnya pasangan (Suami / Istri) tiada yang sempurna. « لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ » "Tidak sepatutnya seorang mu'min meremehkan (isterinya) mu'minah. Jika ia dapati ada sesuatu perangai yang tidak ia sukai, maka ia pasti ridha dengan perangai yang lainnya." (HR. Muslim ) . .  Donasi Dakwah Keluarga Dakwah : 💳 BSI 711 342 4499 a/n Yayasan Keluarga Dakwah QQ INFAQ 📲 Konfirmasi https://wa.me/6282123053171 =====●●●===== 🏢 Jalinan Keluarga Dakwah 🏡 Alamat : Komplek Balai Dakwah Jakarta, Jln. Malaka Raya No.10, Rt 003, Rw 001, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur (13730)

Adil dalam Mencintai Anak

Keluarga Dakwah - Adil dalam Mencintai Anak “Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya. (Yaitu) ketika mereka berkata,  ‘Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin –Tafsir Jalalain) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (banyak, –pen.). Sesungguhnya ayah kita di dalam kekeliruan yang nyata.” (QS. Yusuf [12] : 7-8) Sesungguhnya, cinta Nabi Ya’qub kepada Yusuf ‘alaihimas salam merupakan kecintaan yang murni, tidak ada unsur kezaliman kepada anak yang lainnya. Namun, kecintaan yang demikian itu saja dapat melahirkan perasaan jengkel di dada anak-anaknya yang lain. Demikian pula, perhatian orang tua yang berlebih terhadap salah satu anaknya akan membuat perasaan anak yang lain sedih, galau, dendam, bahkan melahirkan permusuhan yang berujung pada keinginan untuk mencelakai anak yang “terlihat lebih disayangi” orang tua mereka. Smoga Allah ...

Istrimu Butuh Perhatian

Keluarga Dakwah - Suami yang gila kerja)terkadang melupakan bahwa seorang istri butuh perhatian, pujian dan kasih sayang. Terkadang bukanlah hal besar yg dituntut oleh istri, hanya waktu untuk meluahkan rasa, tempat bercerita kejadian dirumah serta waktu bermain bersama anak-anak. Yang dengan kesempatan itu dapat menghilangkan kepenatan raga dan jiwanya. Mari kita belajar dari sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan selainnya dari hadis Abu Juhaifah radhiyallahu ‘anhu berkata, آخَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ سَلْمَانَ، وَأَبِي الدَّرْدَاءِ، فَزَارَ سَلْمَانُ أَبَا الدَّرْدَاءِ، فَرَأَى أُمَّ الدَّرْدَاءِ مُتَبَذِّلَةً‏.‏ فَقَالَ لَهَا مَا شَأْنُكِ ؟ قَالَتْ أَخُوكَ أَبُو الدَّرْدَاءِ لَيْسَ لَهُ حَاجَةٌ فِي الدُّنْيَا‏.‏ فَجَاءَ أَبُو الدَّرْدَاءِ، فَصَنَعَ لَهُ طَعَامًا‏.‏ فَقَالَ كُلْ!‏ قَالَ فَإِنِّي صَائِمٌ‏.‏ قَالَ مَا أَنَا بِآكِلٍ حَتَّى تَأْكُلَ‏.‏ قَالَ فَأَكَلَ‏.‏ فَلَمَّا كَانَ اللَّيْلُ ذَهَبَ أَبُو الدَّرْدَاءِ يَقُومُ‏.‏ قَالَ نَمْ‏!‏ فَنَامَ، ثُ...

Mengapa Harus Anak Shalih?

Keluarga Dakwah - Mengapa Harus Anak Shalih? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ “Jika seorang wafat, maka terputuslah amalannya, kecuali 3 hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim No. 1631) إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ “Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman setelah ia mati dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan adalah ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak shalih yang ia tinggalkan, mushaf Al-Qur`an yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah ...

Memohon Ampunan Atas Segala Kezaliman

Keluarga Dakwah - Doa ini bagus sekali diamalkan dan dihafalkan, karena berisi permintaan ampunan kepada Allah atas segala kezaliman. Doa ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada sahabat yang mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq. وَعَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ في صَلاَتِي، قَالَ: «قُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أنْتَ، فَاغْفِرْ لي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وارْحَمْنِي، إنَّكَ أنْتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَفِي رِوَايَةٍ: «وَفِي بَيْتِي» وَرُوِيَ: «ظُلْمًا كَثِيرًا» وَرُوِيَ: «كَبِيْرًا» بِالثَّاءِ المُثَلَثَةِ وَبِالبَاءِ المُوَحَدَةِ؛ فَيَنْبَغِي أَنْ يُجْمَعَ بَيْنَهُمَا فَيُقَالُ: كَثِيْرًا كَبِيْرًا. Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, ia berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ajarkanlah kepadaku satu doa yang bisa kubaca di dalam shalatku.” ...

Mempererat Cinta Suami -Istri Dengan Menampakkan Wajah yang Ceria

  Mempererat Cinta Suami -Istri Dengan Menampakkan Wajah yang Ceria Pertanyaan dari seorang istri yang disampaikan kepada Syaikh bin Baz, sebagai berikut :”Suami saya -semoga Allah memaafkan dia-, meskipun dia berpegang teguh dengan agama dan memiliki akhlak yang tinggi serta takut kepada Allah, tetapi dia tidak memiliki perhatian kepada saya sedikit pun. Jika di rumah, ia selalu berwajah cemberut, sempit dadanya dan terkadang dia mengatakan bahwa sayalah penyebab masalahnya.  Tetapi Allah-lah yang mengetahui bahwa saya –alhamdulillah- telah melaksanakan hak-haknya. Yakni menjalankan kewajiban saya sebagai isteri. Saya berusaha semaksimal mungkin dapat memberikan ketenangan kepada suami dan menjauhkan segala hal yang membuatnya tidak suka. Saya selalu sabar atas tindakan-tindakannya terhadap saya.  Setiap saya bertanya sesuatu kepadanya, dia selalu marah, dan dia mengatakan bahwa ucapan saya tidak bermanfaat dan kampungan. Padahal perlu diketahui, jika kepada teman-temann...

Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun tidur

Keluarga Dakwah -  Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun tidur  Pertama, mengusap bekas tidur di wajah  Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa beliau pernah menginap di rumah bibinya, Maimunah Radhiyallahu ‘anha, salah satu istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kata Ibnu Abbas,  حَتَّى إِذَا انْتَصَفَ اللَّيْلُ اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ  Kemudian ketika sudah masuk pertengahan malam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun, kemudian beliau duduk, lalu mengusap bekas kantuk yang ada di wajahnya dengan tangannya. (HR. Ahmad 2201, Bukhari 183, Nasai 1631, dan yang lainnya).  Kedua, membaca doa ketika bangun tidur Diantara bacaan yang beliau rutinkan ketika bagun tidur,  الحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَحْيَاناَ بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَ إِلَيْهِ النُّشُوْرُ  “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah Dia mematikan kami, dan ha...

Kelembutan Dalam Rumah Tangga

Keluarga Dakwah - Kelembutan Dalam Rumah Tangga Seorang suami hendaknya berhias dengan akhlak yang mulia, berhias dengan kelembutan, dan kasih sayang sebagaimana yang ditunjukkan oleh teladan kita, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tak hanya suami, istri dan anakpun harus mengamalkannya.  Allah Ta’ala berfirman, فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah, kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 159) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan umatnya agar memiliki sikap kelembutan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, عَلَيْكِ بِالرِّفْقِ “Hendaklah ...

Bagian Warisan Istri, Anak Laki-laki, dan Anak Perempuan

Keluarga Dakwah - Bagian Warisan Istri, Anak Laki-laki, dan Anak Perempuan Bagaimana pembagian harta warisan jika ayah meninggal, meninggalkan 1 anak laki-laki, 3 anak perempuan (semua anak dari pernikahan terdahulu). 1 istri (sambungan), baru menikah sekitar 2 tahun? (Ibu Teti Endrawati-Jakarta) JAWABAN الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله ومن واله Diketahui, Seorang laki-laki meninggal, ahli warisnya: 1 orang istri, 1 anak laki-laki, 3 anak perempuan Ditanyakan: Bagaimana pembagian harta warisannya? Dijawab: Tertib penggunaan harta yang ditinggalkan mayit adalah: Untuk biaya pengurusan jenazah Pelunasan hutang Menunaikan wasiat (kalau ada) Setelah itu barulah dibagi sebagai harta warisan. Misalnya, harta yang akan diwariskan adalah 40 juta, maka Istrinya (meskipun istri sambung atau ibu tiri bagi anak anaknya) mendapat bagian 1/8 dari harta waris. 1/8 x 40 juta = 5 juta. Inilah bagian untuk istrinya. Dalilnya firman Allah ‘azza wajalla: وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِنْ ل...

Menerima Kekurangan Suami

Keluarga Dakwah - Pada umumnya semua wanita menginginkan sosok suami yang shaleh, rajin ibadah, tampan, mapan penghasilannya, matang kepribadiannya. Kemudian  juga penyayang, penuh perhatian dan pengertian, sabar, romantis, ceria dan setia . Namun sayangnya, sosok suami yang sempurna seperti itu hanya ada di dunia fiksi, bukan di muka bumi ini. Sebenarnya, keinginan itu wajar dan tidak salah bagi seorang istri. Yang tidak wajar dan salah adalah tidak menyesuaikan keinginan dengan takdir jodoh suami yang Allah SWT sudah tetapkan. Serta tidak menyesuaikan keinginannya di atas dengan kondisi dirinya yang belum juga sempurna. Sehingga seorang istri harus adil dan proposional dalam menyikapi kekurangan dan kelebihan suaminya. Kalau kelebihan dan kebaikannya jelas dan pasti bisa menerimanya karena itulah yang diharapkan oleh para istri seperti kelebihan-kelebihan di atas. Kemudian kekurangan pada suami inilah yang terkadang belum bisa diterima oleh istri. Seperti  mungkin karena gaj...

Suami Itu Lelaki Biasa

Keluarga Dakwah - Siapa  manusia di muka bumi ini yang sempurna, baik jasmani dan ruhaninya? Tentu Muhammad Rasulullah SAW jawabnya. Beliau satu-satunya makhluk Allah SWT yang mendapatkan jaminan penjagaan dari dari segala bentuk kekurangan dan kesalahan. Dari sejak sebelum diangkap menjadi nabi hingga akhir hayatnya senantiasa dijaga oleh Allah SWT . Adapun manusia di muka bumi ini selain Rasulullah SAW, pasti memiliki kekurangan, cacat, aib, kelemahan, keterbatasan dan kesalahan.  Termasuk para suami hari ini. Mengharapkan suami yang sempurna tanpa kekurangan dan keterbatasan sedikitpun, itu absurd dan mustahil. Ada suami yang kaya dan mapan tapi memiliki kekurangan tidak romantis, pendiam, dingin dan pelit. Juga ada tipe  suami yang humoris, romantis dan ceria tapi malas, tidak punya pekerjaan yang mapan. Ada suami penampilan memikat dan menarik tapi playboy atau impoten. Ada suami yang shaleh dan baik hati, namun fisiknya kurang menarik atau memiliki cacat. Selalu ada...

Haruskah lelaki pezina harus menikahi wanita yang dizinahi?

Keluarga Dakwah - Seharusnya bagi mereka yang telah berzina bertauat kepada Allah ta’ala dari dosa besar zina ini. Memperbanyak istigfar (mohon ampunan) dan menyesal. Selayaknya menambah amalan sholeh semoga Allah menerima taubatnya. Karena zina termasuk salah satu dosa besar. Karena jelek dan kejamnya, maka Allah mewajibkan hukuman di dalamnya yaitu cambuk atau dirajam. Akan tetapi atas rahmat Allah ta’ala terhadap hamba-Nya menjadikan taubat yang jujur dapat menutupi dosa-dosa sebelumnya. Allah Ta’ala berfirman:  وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَحِيماً   الفرقان/68- 70 “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain besert...

Kedudukan Ibu Lebih Utama

Keluarga Dakwah - Kedudukan Ibu Lebih Utama Diantara dalil yang menunjukkan hal tersebut: Dalil 1 Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi: يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ “Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan). Fadhlullah Al Jilani, ulama India, mengomentari hadits ini: “Ibu lebih diutamakan daripada ayah secara ijma dalam perbuatan baik, karena dalam hadits ini bagi ibu ada 3x kali bagian dari yang didapatkan ayah. Hal ini karena kesulitan yang dirasakan ibu ketika hamil, bahkan terkadang ia bisa meninggal ketika...

Birrul Walidain Lebih utama dari jihad fi sabililah

Birrul Walidain Lebih utama dari jihad fi sabililah Sebagaimana hadits Abdullah bin Mas’ud yang telah disebutkan. Juga hadits tentang seorang lelaki yang meminta izin kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk pergi berjihad, beliau bersabda:  أحَيٌّ والِدَاكَ؟، قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَفِيهِما فَجَاهِدْ  “Apakah orang tuamu masih hidup?”. Lelaki tadi menjawab: “Iya”. Nabi bersabda: “Kalau begitu datangilah kedunya dan berjihadlah dengan berbakti kepada mereka” (HR. Bukhari dan Muslim).  Namun para ulama memberi catatan, ini berlaku bagi jihad yang hukumnya fardhu kifayah. Demikian juga birrul walidain lebih utama dari semua amalan yang keutamaannya di bawah jihad fi sabiilillah. Birrul walidain juga lebih utama dari thalabul ilmi selama bukan menuntut ilmu yang wajib ‘ain, birrul walidain juga lebih utama dari safar selama bukan safar yang wajib seperti pergi haji yang wajib. Adapun safar dalam rangka mencari pendapatan maka tentu lebih utama birrul walidain di...

Anak Itu Perhiasan Sekaligus Fitnah

Keluarga Dakwah -  Anak Itu Perhiasan Sekaligus Fitnah Pertama : Anak sebagai perhiasan, Allâh ﷻ berfiman : الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا “ Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” [QS al-Kahfi : 46] Dan juga firman-Nya : زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ “ Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan dan anak-anak.” [QS Ali Imrân : 14] Kedua : Anak sebagai fitnah (ujian) Allâh ﷻ berfirman : إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ “ Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.” [QS at-Taghâbûn : 15] Ketika Rasulullâh ﷺ sedang khutbah di atas mimbar, tiba...

PERINTAH BIRRUL WALIDAIN (Berbakti kepada Kedua Orang Tua)

Keluarga Dakwah - PERINTAH BIRRUL WALIDAIN (Berbakti kepada Kedua Orang Tua) Salah satu perintah Allah Ta’ala untuk hamba-Nya adalah perintah untuk birrul walidain. Birrul walidain artinya berbakti kepada orang tua. Birrul walidain adalah hal yang diperintahkan dalam agama. Oleh karena itu bagi seorang muslim, berbuat baik dan berbakti kepada orang tua bukan sekedar memenuhi tuntunan norma susila dan norma kesopanan, namun yang utama adalah dalam rangka menaati perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman: وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36). Perhatikanlah, dalam ayat ini Allah Ta’ala menggunakan bentuk kalimat perintah. Allah Ta’ala juga berfirman: قُلْ تَعَالَوْا اَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ اَلَّا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَ...

Tidak menyakiti isteri - Penuh Cinta dan Kasih

  Tidak menyakiti isteri - Penuh Cinta dan Kasih Allah Ta’ala berfirman, فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا (36) عُرُبًا أَتْرَابًا (37) “Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (Qs. Al-Waqi’ah: 36-37) Ibnul A’rabi berkata, “Al-‘Urubu min An-Nisaa’i” ( العرب من النساء) maksudnya wanita yang patuh kepada suaminya dan memperlihatkan cintanya kepadanya.” Seorang wanita shalihah cerminan dari pribadi yang penuh kasih dan cinta pada suaminya. Tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk mencintai pria lain…sebagaimana yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Istri-istri kalian akan menjadi penghuni surga yang sangat mencintai, yang jika dia disakiti dan menyakiti maka dia segera datang kepada suaminya, dia letakkan tangannya di atas telapak tangan suaminya, seraya berucap, “Saya tidak dapat tidur sampai engkau meridhaiku.” (HR. Thabrani) Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menganjurkan kepada laki-laki yang akan menikah un...

Kubur akan Menjadi Sempit

Keluarga Dakwah - Kubur akan Menjadi Sempit Setelah mayat diletakkan di dalam kubur, kubur akan menghimpit dan menjepit dirinya. Tidak seorang pun yang dapat selamat dari himpitannya. Beberapa hadis menerangkan bahwa kubur menghimpit Sa’ad bin Muadz radhiyallahu ‘anhu, padahal kematiannya membuat ‘Arsy bergerak, pintu-pintu langit terbuka, serta malaikat sebanyak tujuh puluh ribu menyaksikannya. Dalam Sunan An-Nasa’i diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, هَذَا الَّذِى تَحَرَّكَ لَهُ الْعَرْشُ وَفُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَشَهِدَهُ سَبْعُونَ أَلْفًا مِنَ الْمَلاَئِكَةِ لَقَدْ ضُمَّ ضَمَّةً ثُمَّ فُرِّجَ عَنْهُ “Inilah yang membuat ‘Arsy bergerak, pintu-pintu langit dibuka, dan disaksikan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh ia dihimpit dan dijepit (oleh kubur). Akan tetapi kemudian dibebaskan.” (Disahihkan oleh syaikh al-Albani rahimahullah. Lihat Misykah Al-Mashabih 1:49; Silsilah Ash-Shahihah, no. 1695) Da...

Tidak menyakiti isteri

Keluarga Dakwah -  Tidak menyakiti isteri Wajib bagi suami bersikap baik dalam bersikap dengan isterinya dan bersikap lembut terhadapnya serta memberikan pemberian yang dapat melunakkan hatinya, berdasarkan firman Allah Taalah, وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ                 (سورة النساء: 19) “Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” QS. An-Nisa’ : 19 Juga firman Allah Taala, وَلَهُنَّ مِثلُ الَّذِي عَلَيهِنَّ بِالمَعرُوفِ                    (سورة البقرة: 228) “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf.” QS. Al-Baqarah: 228 Dalam sunah, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, استوصوا بالنساء             ( رواه البخاري، رقم 3153  ومسلم، رقم 1468) “Terimalah nasehatku (agar kalian berbuat baik kepada) isteri.” (HR. Bukhari, no. 3153, Muslim, no. 1468) ...

Jangan Buruk Sangka

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain” [al-Hujurat/49:12] Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang para suami mencari-cari kesalahan isteri. Sebagaimana beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tegaskan dalam hadits: “Ada jenis cemburu yang Allah membencinya. Yaitu kecemburuan suami kepada isteri yang tidak disertai adanya indikasi kuat yang mendukungnya”. (HR. al Bazzar dan ath-Thabrani) Barangsiapa mengabaikan sifat cemburu yang bisa lebih menguatkan hubungan cinta di antara suami isteri, maka ia hidup dengan hati yang rusak dan melenceng dari fitrahnya. Dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada ad-dayyuts pada hari kiamat, dan tidak akan memasukkannya ke dalam surga” (HR. Ahmad)

Lelaki lebih banyak diam sedangkan wanita lebih banyak bicara

Keluarga Dakwah - Kita pun tahu bahwa lelaki dan wanita memang tidak sama. Mereka berbeda, tetapi perbedaan ini adalah natural, sesuatu yang alami dan penting adanya, bahkan karena perbedaan itulah, yang satu melengkapi pasangan hidupnya. Salah satu perbedaannya adalah lelaki lebih banyak diam, sedangkan wanita lebih banyak bicara.  Lelaki itu lebih banyak diam untuk mendengarkan wanita yang bahagia sedang berbicara. Lelaki akan berbicara ketika sampai pada kesuksesan, sedangkan wanita akan berbicara ketika dia mencari sesuatu. Lelaki akan diam ketika menghadapi masalah dan dia akan bicara ketika mencari solusi untuk masalah tersebut, sedangkan wanita akan berbicara ketika dia mendapatkan masalah, bukan untuk mencari solusinya, akan tetapi untuk memahami masalah tersebut. Ringkasnya, komunikasi adalah salah satu solusi untuk seorang lelaki dimana dia tidak akan berbicara kecuali ketika dia memiliki sesuatu atau ketika seorang meminta penjelasan. Adapun berbicara bagi seorang wanita...

Apakah Saudara Lelaki Istri Termasuk Penengah disaat Konflik Keluarga

Keluarga Dakwah - Para ulama Fiqih berpendapat tentang apabila perselisihan antara suami-istri semakin sengit, dan perkara keduanya semakin rumit sedang tidak diketahui dari mana timbulnya keburukan yang terjadi pada keduanya, dan dikhawatirkan perselisihan antar keduanya sampai pada batas melakukan hal-hal yang diharamkan Allah berupa kemaksiatan dan kezaliman, maka menjadikan penengah antara keduanya merupakan suatu yang disyari’atkan sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla : وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلاَحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا (سورة النساء: 35) “Dan  jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lag...

Cintailah Kekasihmu Sekedarnya

Keluarga Dakwah - Cintailah Kekasihmu Sekedarnya Hadits Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam bersabda: حدثنا عبد الله قال حدثنا مروان بن معاوية قال حدثنا محمد بن عبيد الكندي عن أبيه قال سمعت عليا يقول لابن الكواء هل تدري ما قال الأول أحبب حبيبك هونا ما عسى أن يكون بغيضك يوما ما وأبغض بغيضك هونا ما عسى أن يكون حبيبك يوما ما Telah mengabarkan kepada kami Abdullah, ia berkata, telah mengabarkan kepada kami Marwan bin Mu’awiyah, ia berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ubaid Al-Kindi, dari ayahnya, ia berkata, aku mendengar Ali berkata pada Ibnu Kawa’, “Tahukah kamu apa yang pertama dikatakan Nabi? Yaitu,  ‘Cintailah kekasihmu sedang-sedang saja, siapa tahu nanti ia menjadi musuhmu. Dan bencilah orang yang  kamu benci sedang-sedang saja, siapa tahu nanti ia menjadi kekasihmu.” (Hadits hasan karena diperkuat oleh hadits lain (syawahid) dan mauquf. Diriwayatkan oleh At Tirmidzi (1957), Ibnu Abi Syaibah (7/260), Ath Thabrani dalam kitabnya Alausat (3/357) dan Al Bani ...

Talak dan Jenis-jenisnya

Keluarga Dakwah - Yang dimaksud dengan talak adalah pemutusan tali perkawinan. Talak ini merupakan suatu yang disyariatkan. Dan yang menjadi dasarnya adalah al-Qur’an dan al-Hadits serta ijma’. Hukum Talak di jelaskan dalam al-Qur’an, secara tegas dinyatakan dalam beberapa ayat, di antaranya dalam surah al-Baqarah ayat 229 dan surah at-Thalaq ayat 1. Sedangkan di dalam sunnah Rasulullah saw adalah hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar, bahwa ia telah menceraikan istrinya ketika sedang haid, lalu Umar menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw, maka beliau bersabda kepadanya, “Perintahkan anakmu itu supaya rujuk (kembali) kepada istrinya itu, kemudian hendaklah ia teruskan pernikahan tersebut sehingga ia suci dari haid, lalu haid kembali dan kemudian suci dari haid yang kedua. Maka, jika berkehendak, ia boleh meneruskan sebagaimana yang telah berlalu, dan jika ia menghendaki, ia boleh menceraikannya sebelum ia mencampurinya. Demikianlah iddah diperintahkan Allah saat wanita itu diceraikan.” ...

Tuduhan Zina

Keluarga Dakwah - Kisah itu bercerita tentang seorang wanita Madinah yang meninggal dunia. Lalu, didatangkanlah wanita yang biasa memandikan jenazah. Singkat kata, ketika tengah mengguyurkan air untuk memandikan jasad jenazah tersebut, ia kemudian mengguyur air ke kemaluannya. Tiba-tiba ia menyebut mayat dengan kata-kata yang jelek, “Duhai, betapa banyak kemaluan ini berzina?.” Tetapi apa yang terjadi? Apakah ia dibiarkan begitu saja, sekalipun orang yang dituduh berzina adalah mayit? Lantas, apa yang terjadi kemudian? Tiba-tiba saja, tangan wanita yang memandikan itu menempel di tubuh si jenazah –tepatnya di kemaluannya. Seolah ada magnet yang kuat menariknya, hingga ia tidak kuasa dan mampu untuk menggerakkan tangannya. Ia pun menutup pintu agar tidak ada seorang pun yang melihat kejadian tersebut. Tapi keluarga si jenazah ada di luar ruang pemandian jenazah. Mereka menanti untuk mengafani si jenazah. Mereka pun bertanya, “Apakah kami berikan kain kafannya?” si pemandi jenazah menjaw...