Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Wahai Para Suami, Perhatikanlah!

Keluarga Dakwah - Nasehat bagi para lelaki, saya juga sampaikan kepada anak-anak saya; Paling bagus mengikuti pola burung dalam mencari rizki. Setelah subuh kamu harus bergerak, jalan seperti burung. Nanti maghrib sudah di rumah. Ibu-ibu yang memiliki suami seperti ini, maka rumah tangganya akan bagus. Mengapa ba’da subuh sampai maghrib? Karena Allah memang jadikan siang untuk mencari nafkah. Sebagaimana firman Allah, وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا “Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” (QS. An-Naba’: 11) Sedangkan malam untuk supaya ia tenang bersama anak dan isterinya. Allah Ta’ala berfirman, وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا “Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian.” (QS. An-Naba’: 10) Maka dari itu biasakanlah makan malam bersama! Itu sepertinya sepele namun luar biasa. Jangan sampai ibu-ibu makannya sendirian, sedangkan suaminya makan di dapur. Biasakanlah makan bersama, bersama suami, isteri, anak, sambil ngobrol. Kebersamaan itu l...

Saling Menuruti Jangan Berselisih

Keluarga Dakwah - Salah satu tips rumah tangga bahagia adalah saling menuruti jangan berselisih Saling menuruti, sikap yang lembut, tidak egois termsuk perkara sangat prinsip dalam hidup berumah tangga, terutama saat terjadi berbeda pendapat. Dengan itu semua rumah tangga akan tetap eksis dan masing-masing anggota keluarga merasakan bahagia. Seuami hendaknya menuruti istrinya pada hal-hal yang tidak membuat Allah Ta’ala murka, meskipun mungkin ia tidak suka dan tidak sesuai kepribadiannya. Begitu pula dengan istri, hendaknya ia menuruti suaminya di selain kemaksiatan kepada Allah Ta’ala meskipun ia belum terbiasa atau tidak sesuai perasaannya. Di saat yang sama, harus hati-hati dari bertikai dan ngotot dengan pendapat sendiri. Jika ia memandang pendapatnya benar, belum tentu yang lain menganggapnya benar, dan seterusnya. Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam berpesan kepada Muadz dan Abu Musa rodhiyallaahu 'anhuma tatkala mengutus keduanya untuk berdakwah ke Yaman: “H...

Bantuan Tahap I Bersama JKD

BANTUAN TAHAP I JKD - Insya Allah bantuan tahap I untuk korban tsunami akan diberangkatkan ke Banten Ahad Malam, 23 Desember 2018. Bantuan yang akan diberikan berupa beras, telur, minyak goreng, air mineral, lauk (sosis), popok, dan pakaian layak pakai. UP DATE Pemasukkan Donasi melalui JKD 1. Hamba Allah 2.000.000 2. Hamba Allah 600.000 3. Hamba Allah 100.000 4. Hamba Allah 501.000 5. Hamba Allah 501.000 6. Hamba Allah 501.000 7. Hamba Allah 500.000 8. Hamba Allah 2.000.000 9. Hamba Allah 1.200.000 10. Hamba Allah 1.000.000 11. Hamba Allah 500.000 12. Hamba Allah 300.029 13. Hamba Allah 1.500.000 Total 11.273.029 *Insya Allah Ahad malam 30 Desember JKD akan berangkat ke Banten. Bagi yang ingin berdonasi silahkan ke transfer ke BSM 705 248 0207 (Kode bank 451) a.n. Yayasan Keluarga Dakwah

Bersungguh-sungguh Menjaga Kelangsungan Keluarga

Keluarga Dakwah - Isteri harus selalu bersungguh-sungguh dalam menjaga keberlangsungan kehidupan rumah tangga bersama suaminya, janganlah ia meminta cerai tanpa ada alasan yang disyari’atkan. Dari Tsauban Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda: أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاَقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ. “Isteri mana saja yang minta cerai dari suaminya tanpa adanya alasan, maka ia tidak akan mencium bau wanginya Surga.” (HR. at-Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah) Dan dalam hadits yang lain beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: اَلْمُخْتَلِعَاتُ هُنَّ الْمُنَافِقَاتُ. “Para isteri yang minta cerai adalah orang-orang munafik.” (HR. at-Tirmidzi no 1198) Inilah -wahai muslimah- hak-hak suamimu atas dirimu. Bersungguh-sungguhlah dalam menunaikan hak-hak tersebut dan lupakanlah jika suamimu kurang dapat memenuhi hak-hakmu, karena sesungguhnya yang demikian itu akan dapat me...

Mahar Tidak Tunai (Hutang)

Keluarga Dakwah - Mahar pernikahan boleh dibayarkan tunai, juga boleh dibayarkan pada waktu yang akan datang (tidak tunai). Ibnu Qudamah mengatakan, ويجوز أن يكون الصداق معجلا ومؤجلا وبعضه معجلا وبعضه مؤجلا لأنه عوض في معاوضة فجاز ذلك فيه كالثمن Mahar boleh disegerakan dan boleh ditunda. Boleh juga sebagian disegerakan, dan sebagian ditunda. Karena mahar termasuk bayaran dalam akad muawadhah (imbal-balik), sehingga boleh disegerakan atau ditunda, seperti harga. (al-Mughni, 8/22) Keterangan lain disampaikan Syaikhul Islam ketika menjelaskan masalah surat nikah, yang tertulis jenis maharnya, ولم يكن الصحابة يكتبون “صداقات” لأنهم لم يكونوا يتزوجون على مؤخر ؛ بل يعجلون المهر ، وإن أخروه فهو معروف ، فلما صار الناس يتزوجون على المؤخر والمدة تطول ويُنسى : صاروا يكتبون المؤخر ، وصار ذلك حجة في إثبات الصداق ، وفي أنها زوجة له “Tidak ada dari kalangan para sahabat Nabi yang menuliskan mahar-mahar mereka karena sesungguhnya mereka tidak menikah dengan mahar yang dihutang ...

Jangan Usir Orang Miskin

Keluarga Dakwah - Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam bersabda: ابغوني الضعفاء، فإنما ترزقون وتنصرون بضعفائكم "Carikan aku orang-orang miskin, karena kalian diberi rizki dan ditolong dengan keberadaan orang-orang lemah kalian." (HR. Abu Dawud, An Nasai, At Tirmidzi berkata: Hadits Hasan Shahih) إنما ينصرالله هذه الأمة بضعيفها: بدعوتهم وصلاتهم وإخلاصهم "Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang lemahnya: Dengan doa, shalat dan keikhlasan mereka" (HR. Nasai, Al Albani berkata: Ini sanad shahih sesuai dengan syarat syaikhain) Hadits di atas merupakan teguran bagi sahabat Nabi Saad bin Abi Waqqas yang diberi Allah kekayaan. Saad memandang dirinya lebih hebat dan lebih tinggi derajatnya dibandingkan orang-orang miskin yang ada di bawahnya. Nabi tak mau hal ini menjadi bumerang kelak bagi para sahabatnya. Maka disampaikanlah hal ini agar menjadi tameng dari kehancuran. Keberadaan orang miskin dan lemah. Ya, keberadaan mereka merupakan...

💞KARENA KAMI CINTA KETURUNAN💞

JKD - Alhamdulillaah, Seminar Kenakalan Millenial di Era Informatika yang bekerja sama dengan AILA Indonesia dan STIE MBI sudah terlaksana. Kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad, 23 Desember 2018, kemarin berjalan dengan lancar. Banyak ilmu baru yg dapat kami ambil dari apa yg di paparkan Pemateri, Bunda Suci Susanti, S.Sos. Ternyata PR kita untuk gerakan massive GLBT ini masuk level *serius dan berbahaya*. Penyimpangan seksual telah banyak dilakukan, semisal seorang pedhofilia yg meng-iming-imingi anak-anak dengan uang, coklat ataupun hal-hal yg biasanya mereka sukai. Lalu bagaimana peran orang tua? Harus apa dan gimana? Bagi seorang muslim, ajari mereka batasan-batasan aurat. Sedang untuk non muslim, ajari tentang rasa malu. Hal ini di antara cara tatkala ada orang yang membujuk anak untuk membuka pakaiannya sehingga nanti si anak gak berkenan untuk membuka pakaiannya meski ditukar dengan hal-hal yg mereka sukai. Seperti kejadian di bogor beberapa waktu lalu. Dari ...

Hikmah Pernikahan Nabi Meskipun Perbedaan Umur

Keluarga Dakwah - Nabi Sallallahu’alaihi wa sallam menikah dengan Aisyah radhiallahu anha setelah beliau menikah dengan Saudah binti Zam’ah radhialla anha. Aisyah adalah satu-satunya istrinya perawan yang dinikahi oleh Nabi sallahu’alaihi wa sallam. Beliau baru menggaulinya ketika dia berumur sembilan tahun. Di antara keutamaannya radhiallahu anhaa bahwa tidak ada wahyu yang turun kecuali dia yang lebih menguasai dibandingkan wanita lainnya. Dia adalah orang yang paling dicintai Nabi sallallahu’alaihi wa sallam. Diturunkannya (ayat) dari langit ketujuh atas kebebasannya (dari tuduhan zina). Dia merupakan wanita yang paling faqih dan paling pandai, bahkan beliau wanita terpandai dibandingkan seluruh wanita umat ini secara umum. Juga termasuk shahabat Nabi sallallahu’alaihi wa sallam yang paling mulia, karena perkataan dan fatwanya menjadi rujukan. Adapun kisah pernikahannya, Nabi Nabi sallallahu’alaihi wa sallam merasa sedih atas kematian Ummul Mukminin Khodijah radhiallahu’anh...

Jangan Mudah Menyakiti Istri

Keluarga Dakwah - Ini merupakan prinsip ajaran Islam. Jika menyakiti orang lain saja diharamkan, maka lebih diharamkan lagi menyakiti isteri. Dari Ubadah bin Shamit, sesungguhnya Rasulullah telah menetapkan, أن لا ضرر ولا ضرار (رواه ابن ماجه، رقم 2340) . “Sesungguhnya tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan (baik bagi diri sendiri ataupun orang lain).” (HR. Ibnu Majah, no. 2340) Hadits ini dishahihkan oleh Ahmad, Hakim, Ibnu Shalah dan lainnya. Lihat; Khulashah Al-Badrul Munir, 2/438 Termasuk perkara yang diperingatkan oleh syariat dalam masalah ini adalah tidak boleh melakukukan pukulan yang melukai. Dari Jabir bin Abdullah dia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda dalam haji wada, فاتقوا الله في النساء فإنكم أخذتموهن بأمان الله واستحللتم فروجهن بكلمة الله ولكم عليهن أن لا يوطئن فرشكم أحدا تكرهونه فإن فعلن ذلك فاضربوهن ضربا غير مبرح ولهن عليكم رزقهن وكسوتهن بالمعروف (رواه مسلم، رقم 1218) “Hendaklah kalian bertakwa kepada Allah ter...

Hukum Pernikahan yang Tidak Menyebutkan Mahar

Keluarga Dakwah - Menurut para ulama secara keseluruhan, nikah itu tetap sah jika dilaksanakan tanpa menyebutkan mahar. Hal itu telah dijelaskan Allah swt dalam firman-Nya surat al-Baqarah ayat 236. لَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ أَوْ تَفْرِضُوا لَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَمَتِّعُوهُنَّ عَلَى الْمُوسِعِ قَدَرُهُ وَعَلَى الْمُقْتِرِ قَدَرُهُ مَتَاعًا بِالْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى الْمُحْسِنِينَ Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan isteri-isteri kamu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu berikan suatu mut'ah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. al-Baqarah ayat 236) Jika si suami telah bercampur, maka isterinya itu berhak mendapatkan mahar mitsil sepenu...

Santunan Sembako JKD

Alhamdulillah Kembali Jalinan Keluarga Dakwah (JKD) menyalurkan bantuan berupa sembako kepada keluarga pra sejahtera. Terima kasih kami ucapkan kepada Para donatur yang telah menitipkan donasinya kepada kami. Semoga apa yang di donasikan di terima oleh Allah menjadi amal shaleh dan semoga diberikan sebaik-baik balasan. Aamin. https://www.youtube.com/watch?v=HVw56Gy2v8g https://www.youtube.com/watch?v=4ZWuEVvxUzA

Jika Suami tidak Menafkahi Istrinya

Keluarg Dakwah - Terkadang ada yang suami dengan sengaja melalaikan nafkah istrinya. Untuk mengurai permasalahan rumah tangga ini, maka islam memberikan beberapa opsi kepada istri: Pertama. Mengambil jatah nafkahnya dari harta suami walau tanpa seizin darinya, atau melalui jalur hukum di pengadilan, sebagaimana yang dilakukan oleh Hindun bin Utbah istri Abu Sufyan radhiallahu anhuma. Hadits sahih riwayat Bukhari إن أبا سفيان رجل شحيح، وليس يعطيني ما يكفيني وولدي إلا ما أخذت منه وهو لا يعلم، فقال عليه الصلاة والسلام: "خذي ما يكفيك وولدك بالمعروف Artinya: Istri Abu Sofyan datang pada Nabi dan berkata: Abu Sogyan adalah laki-laki pelit. Dia tidak memberiku dan anakku harta yang kami butuhkan kecuali yang aku ambil secara diam-diam tanpa sepengetahuannya. Nabi menjawab: Ambillah harta suamimu secukupnya untukmu dan anakmu. Kedua. Bersabar, dan nafkah yang tertunda dianggap sebagai piutang yang wajib dibayarkan oleh suaminya di kemudian hari, demikian ditegaskan ole...

KENAKALAN MILLENIAL DI ERA INFORMATIKA

💢 HADIRILAH ‼ 💢 Menghitung mundur, - 5 hari lagi. Jangan sampai terlewat untuk menghadiri acara ini. "KENAKALAN MILLENIAL DI ERA INFORMATIKA" ➡  Hari: Ahad ➡  Tanggal: 23 Desember 2018 ➡  Pukul: 09.00 - 11.30 ➡  Tempat: Aula Kampus STIE MBI, Kelapa Dua, Depok ➡  Pemateri: Bunda Suci Susanti, S. Sos. Diantara tujuan Kegiatan ini adalah: 1. upaya untuk menghalau kemajuan atau serangan LGBT yang masuk ke tengah-tengah masyarakat, terutama para pelajar. 2. Menggalang sinergi dengan pelajar dan mahasiswa dalam upaya pembentengan atas massivenya gerakan Pro LGBT. PESERTA TERBATAS  ‼  (30 orang) Dapet sertifikat lho..... Yuk daftarkan segera, ke : https://docs.google.com/…/1FAIpQLScF6h7lFLaZk9mDR…/viewform… Konfirmasi pendaftaran: 08 212 47777 37 Atas perhatiannya kami ucapkan Jazaakumullahu khairan Barakallahu fiikum jami'an. - Jalinan Keluarga Dakwah Jakarta -

Istri Tertalak Karena Perintah Ibu Mertua, Si Ibu menyesal adakah Kifaratnya

Keluarga Dakwah - Alhamdulillah, tidaklah dibolehkan menceraikan istri tanpa alasan syar'i berdasarkan pendapat yang benar. Karena perbuatan itu termasuk tindak aniaya terhadapnya. Dan juga menghilangkan kenikmatan berumah tangga tanpa sebab yang jelas. Serta termasuk penyia-nyiaan keluarga yang merupakan karunia Allah kepada segenap bani Adam. Allah berfirman: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. 30:21) Sementara dalam hal mentaati kedua orang tua harus dalam perkara yang ma'ruf dan perkara-perkara yang diridhai Allah dan rasul-Nya. Tidak dibolehkan mentaati keduanya dalam perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam:...

Iman dan Amal Shaleh, Jalan Menuju Syurga

Keluarga Dakwah - Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ “ Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (QS. al­-Baqarah: 82) Pelajaran dari Ayat: Pertama: Seseorang yang mengaku dirinya beriman, tetapi tidak mau beramal sholeh, maka imannya tidak diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Karena keimanan yang benar akan mendorong seseorang untuk beramal sholeh. Kedua: Iman dan amal sholeh akan menyebabkan seseorang masuk ke dalam syurga. Ketiga: Pengertian iman, sebagaimana disebutkan oleh para ulama adalah : تصديق بالجنان، وقول باللسان، وعمل بالجوارح والأركان؛ يزيد بالطاعة، وينقص بالمعصية “ Membenarkan dengan hati, mengatakan dengan lisan, mengamalkan dengan anggota badan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan “ Dari pengertian di atas, seseorang tidak dikatakan beriman jika...

Kelembutan Dalam Rumah Tangga

Keluarga Dakwah - Berkepribadian tenang, lembut, dan tidak kasar saat interaksi antar pasangan dan anak-anak baik ucapan maupun perbuatan, akan membuka pintu-pintu kebaikan bagi seluruh anggota keluarga, terutama saat terjadi masalah-masalah rumah tangga. Perangai ini membutuhkan latihan, tabah, sabar, diskusi, dan saling menasihati, hingga masing-masing mampu bersikap demikian secara sempurna. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah suatu keluarga dikaruniai kelembutan melainkan akan bermanfaat untuk mereka, dan tidaklah mereka dicegah darinya melainkan akan membahayakan mereka.” (As-Silsilah Ash-Shahihah) “Sesungguhnya tidaklah kelembutan ada dalam sesuatu melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah kelembutan dicabut dari sesuatu melainkan akan memburukkannya.” (HR Muslim) “Ya Allah, siapa yang bersikap lembut kepada umatku maka lembutlah kepadanya, dan siapa yang menyulitkan mereka, maka sulitkanlah ia.” (As-Silsilah Ash-Shahihah) ‘Aisyah r...

Suami Berhak Memberikan Hukuman Kepada Istrinya

Keluarga Dakwah - Apa yang mesti dilakukan suami ketika istri tidak lagi taat atau patuh padanya. Salah satu hak suami adalah suami berhak menghukum isterinya apabila membangkang perintahnya atas perkara yang baik bukan perkara kemaksiatan. Karena Allah Taala memerintahkan suami untuk menghukum isterinya dengan mengisolirnya atau memukulnya apabila mereka tidak taat kepadanya. Sedangkan para ulama dari kalangan mazhab Hanafi menyebutkan empat perkara yang dibolehkan bagi suami untuk menghukum isterinya dengan memukulnya, di antaranya; “Tidak mau berhias jika suaminya ingin agar isterinya berhias, tidak memenuhi ajakan suaminya untuk berhubungan intim padahal dia sedang suci, meninggalkan shalat dan keluar dari rumah tanpa seizinnya.” Di antara dalil dibolehkannya menjatuhkan hukuman adalah; Firman Allah Taala, وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ (سورة النساء: 34) “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuzny...

Hindari Caci-maki Dalam Rumah Tangga

Keluarga Dakwah - Siapapun kita, tidak akan bersedia ketika dicaci maki. Karena itulah, syariat hanya membolehkan hal ini dalam satu keadaan, yaitu ketika seseorang didzalimi. Syariat membolehkan orang yang didzalimi itu untuk membalas kedzalimannya dalam bentuk cacian atau makian. Allah berfirman, لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ Allah tidak menyukai Ucapan buruk (caci maki), (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. (An-Nisa: 148) Setidaknya, ketika dia tidak mampu memberi balasan secara fisik, dia mampu membalas dengan melukai hati orang yang mendzaliminya. Dalam ikatan rumah tangga, syariat memotivasi kaum muslimin untuk menciptakan suasana harmonis. Sehingga sampaipun terjadi masalah, balasan dalam bentuk caci maki harus dihindarkan. Karena kalimat cacian dan makian akan menancap dalam hati, dan bisa jadi akan sangat membekas. Sehingga akan sangat sulit untuk bisa mengobatinya. Jika semacam...

Orang Tua Jangan Hanya Melarang dan Menyuruh

Keluarga Dakwah - Sebagai orang tua hendaklah kita jangan hanya mampu untuk melarang suatu perbuatan buruk, namun kita sendiri malah melakukannya. Sebuah aib bagi kita, bahkan aib yang sangat besar, ketika kita melarang anak kita dari akhlak yang buruk, namun kita sendiri yang justru melakukannya. Sebuah aib bagi kita, melarang mereka dari ucapan dusta, namun kita malah berdusta di hadapan mereka. Mengajarkan mereka tentang wajibnya memenuhi (menepati) janji, padahal kita sendiri menyelisihi janji di hadapan mereka? Bagaimana mungkin kita melarang anak untuk tidak merokok, atau melihat yang haram, padahal kita sendiri merokok dan mata kita sering jelalatan ke mana-mana? Sungguh Allah Ta’ala berfirman : “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?.” (QS. Al-Baqarah: 44). Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah menerangkan bahw...

Istri Mengakui Berzina dan Hamil dari perzinahan, Namun Sang SuamiMemaafkan. Bagaimana Status Anaknya?

Keluarga Dakwah - Istri Mengakui Berzina dan Hamil dari perzinahan, Namun Sang Suami Memaafkan. Bagaimana Status Anaknya? Para ulama telah berijma’ bahwa wanita yang berzina jika sudah menikah dan akhirnya mempunyai anak, namun suaminya tidak menolaknya dengan li’an (fiqih melaknat), maka anak tersebut dinisbahkan kepadanya, tidak kepada laki-laki yang berzina dengannya. Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha- berkata: Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: ( الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ ) رواه البخاري ( 1948 ) ومسلم ( 1457(. “Anak seorang ibu (hasil zina dengan laki-laki lain), maka berada pada tanggungannya. Dan pezina terhalangi (dari nasabnya).”” . (HR. Bukhori: 1948 dan Muslim: 1457) Ibnu Abdil Bar –rahimahullah- berkata: “Pada saat datangnya Islam, maka Rasulullah –shallallahu ‘alai wa sallam- menyatakan bahwa zina adalah bathil; karena Allah telah mengharamkannya dan beliau pun bersabda: : ( لِلْعَاهِرِ الحَجَرُ ) “Pezina terhalan...

Ibunda Mereka, Semoga ibu kita Mengikutinya

Keluarga Dakwah - Ibunda Mereka Semoga ibu kita Mengikutinya Hindun binti Utbah. Saat anaknya masih kecil, ada yang berkata kepada ibunya bahwa kelak anak ini menjadi pemimpin ba-gi kaumnya. Hindun berkata, “Celakalah dia, kalau hanya menjadi pemimpin bagi kaumnya saja!” Anak itu besar dan benar memimpin bumi, bukan hanya kaumnya. Muawiyah radhiallahu anhu. (Inilah Ibu yang tak rela dengan hasil yang sederhana) Seorang ibu. Suatu hari dia berkata pada anaknya, “Nak, tuntutlah ilmu. Aku yg mencukupimu dengan tenunanku. Nak, jika kamu telah menulis sepuluh hadits, maka lihatlah jiwamu apakah ia bertambah takut, lembut dan wibawa. Jika kamu tidak melihat itu ketahuilah bahwa ia membahayakanmu dan tidak manfaat bagimu.” Dan lahirlah seorang pakar ilmu besar bidang hadits dan faqihnya Arab. Sufyan ats Tsauri rahimahullah. (Ibu yang berjuang membiayai pendidikan anaknya dan membimbing dengan nasehat mahalnya) Seorang ibu. Dia hampir tak pernah melewatkan malam-malamnya ...

Isteri Harus Menjaga Rahasia Suami dan Rumah Tangga

Keluarga Dakwah - Rahasia adalah perkara tersembunyi yang terjadi di antara diri kita dan orang lain. Menjaga rahasia hukum asalnya adalah wajib karena rahasia termasuk janji yang harus ditunaikan. Allah berfirman, وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْؤُولاً “Dan penuhilah janji, karena sesungguhnya janji itu akan ditanyakan.” (Al Isra’: 34) Tidak halal bagi seorang perempuan untuk menyebarkan rahasia rumah tangganya atau kondisinya bersama suaminya kepada seorang pun. Allah Subhanahu wa Ta’ala befirman, فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (An-Nisa: 34) Rasulullah shalallahu a'laihi wa salam bersabda : “Seburuk-buruk kedudukan manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mengumpuli istrinya dan istrinya pun mengumpulinya, kemudian dia me...

Menghadirkan Saksi dalam Akad Nikah

Keluarga Dakwah - Hukum Menghadirkan Saksi dalam Akad Nikah Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi saw bersabda, “Wanita-wanita pelacur adalah yang menikahkan dirinya sendiri tanpa ada saksi.” (HR. Tirmidzi) Dari Imran bin Hushain, dari Nabi saw, beliau bersabda “Tidak ada pernikahan kecuali dengan adanya wali dan dua orang saksi yang adil.“ Syarat untuk saksi nikah: Berakal, baligh, bisa mendengar ucapan orang yang melakukan akad, dan memahami maksud dari ucapan akad nikah. Karena itu, jika yang menajdi saksi nikah adalah anak kecil, orang gila, orang tuli, atau orang mabuk, maka nikahnya tidak sah. Karena keberadaan mereka di tempat akad nikah tidak teranggap. Dalam kitab ar-Raudhah disebutkan, “Hadits-hadits yang membahas masalah saksi ini meskipun semuanya dhaif, namun sebagian memperkuat sebagian lainnya, sehingga dapat digunakan sebagai dalil.” Tirmidzi mengemukakan, “Para ulama dari kalangan para sahabat, para tabi’in dan yang lainnya telah mengamalkan hal tersebut...

Memberi Nama yang Baik Untuk Anak

Keluarga Dakwah - Salah satu hak anak terhadap orang tua setelah kelahiran adalah memberi nama yang baik. Terdapat beberapa nama-nama terbaik untuk si buah hati. 📖 Nama Abdullah dan Abdurrrahman Dari Nafi bin Ibnu Umar, dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, " إن أحب أسمائكم إلى الله عبد الله وعبد الرحمن " رواه مسلم ( 2132 ) "Sesungguhnya, nama yang paling disukai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman." (HR. Muslim, no. 2132) 📖 Disunahkan pula memberi nama kepada anak dengan nama-nama para nabi Dari Anas bin Malik, dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ولد لي الليلة غلام فسميته باسم أبي إبراهيم (رواه مسلم، رقم 2315 ) "Malam ini aku mendapatkan kelahiran anak, maka aku beri nama dia dengan nama bapakku; Ibrahim. " (HR. Muslim, no. 2315) 📖 Nama orang sholeh Yang paling baik digunakan adalah nama para sahabat karena merekalah generasi terbaik dari umat i...

Dampak Keteladanan Amal Salih Orang Tua

Keluarga Dakwah - Dampak Keteladanan Amal Salih Orang Tua Mendidik dengan memberi keteladanan memiliki dasar sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an yang menerangkan dasar-dasar pendidikan, لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرا “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah SAW itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan hari akhir dan dia banyak mengingat Allah.” (Q.S.Al-Ahzab:21) Begitupun dalam masalah mendidik anak-anak. Keteladanan amal saleh orang tua atau suami merupakan kunci kebaikan dan keberkahan keluarga. Seorang anak yang melihat ayahnya senantiasa berdzikir, bertahlil, bertahmid, bertasbih dan bertakbir, ia akan menirukan perkataanya “Laa ilaaha illallooh” , “Subhaanalloh” dan “Alloohu akbar”. Begitu pula anak yang diperintahkan oleh ayahnya di malam hari untuk membagikan shodaqoh kepada orang-orang fakir seca...

JKD Dalam Reuni Akbar 212

Jalinan Keluarga Dakwah dalam REUNI AKBAR 212 2 Desember 2012 Pada Reuni Akbar 212 tahun ini (2018), JKD berkolaborasi dengan Komunitas Relawan Kebaikan (RELABAIK) dengan fokus kegiatan pada kebersihan. Donasi dari kaum muslimin dimanfaatkan diantaranya: 360 bungkus nasi 25 dus air mineral 17 dus buah 1000 bungkus roti Alat Kebersihan https://www.youtube.com/watch?v=2HMdI6IJqXI Adapaun berkenaan penggalangan dana dan penyalurannya. Berikut kami sampaikan laporannya. Total Dana yang masuk adalah 14.952.701 Pemanfaatan: Roti 2000 x 1000 (bungkus) = 2.000.000 Nasi Bungkus 10.000 x 350 = 3.500.000 Buah 17 Dus = 3.085.000 Air Mineral 25 Dus = 615.000 Obat-obatan = 500.000 Alat Kebersihan = 500.000 Jas Hujan = 840.000 Plastik Sampah = 50.000 Tali Rafiah = 18.000 Operasional = 871.000 TOTAL 11.979.000 Saldo Akhir 2.973.701 *Saldo akan kami salurkan untuk Program Dakwah Recovery di Palu - Jalinan Keluarga Dakwah Jakarta -