Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Istri Penduduk Jannah

Keluarga Dakwah - Suatu ketika, Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memberitahu para shahabatnya bahwa istri Umar bin Khattab termasuk penduduk jannah karena perilaku baiknya kepada suami. Mendengar berita tersebut, para shahabat pun terpana. Memang kelebihan amalannya apa dan bagaimana ? Karena ingin mendapatkan kebaikan, mereka bertanya kepada istri Umar perihal sikapnya kepada suami, Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘Anhu. Tahu, apa jawabannya ? Jawabannya sangat sederhana, bahkan sangat sederhana. Ia pun menjawab pertanyaan para shahabat yang sudah menanti jawaban dengan penuh perhatian, “Bila suamiku mencari kayu bakar, Saat mencari rizki untuk kami, Tentu ia merasakan kepenatan. Teriknya matahari dan dahaga nyaris membakar rongga tenggorokannya. Di rumah, aku menyiapkan air dingin untuknya Sehingga…., Ketika ia pulang, air tersebut bisa langsung mengobati dahaganya. Aku juga telah merapikan perabotanku dan menyiapkan makanan untuknya. Setiap hari…., Aku menunggunya dengan mengen...

Agar Anak Cinta Al-Qur’an

Keluarga Dakwah - Para sahabat nabi benar-benar mengetahui pentingnya menghafal Al-Qur’an dan pengaruhnya yang nyata dalam diri anak. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anaknya sebagai pelaksanaan atas saran yang diberikan Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadits yang diriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Sebelum kita memberi tugas kepada anak-anak kita untuk menghafal Al-Qur’an, maka terlebih dahulu kita harus menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an. Sebab, menghafal Al-Qur’an tanpa disertai rasa cinta tidak akan memberi faedah dan manfaat. Bahkan, mungkin jika kita memaksa anak untuk menghafal Al-Qur’an tanpa menanamkan rasa cinta terlebih dahulu, justru akan memberi dampak negatif bagi anak. Sedangkan mencintai Al-Qur’an disertai menghafal akan dapat menumbuhkan perilaku, akhlak, dan sifat mulia. Adapun metode-metode yang b...

Menjadi Istri yang Bersyukur

  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ' “Allah tidak akan melihat istri yang tidak mensyukuri suaminya padahal ia membutuhkannya.” (HR. An-Nasa`i dari Abdulah bin Amru, di-shahih-kan oleh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah no.289) ' Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: ' “Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia.” (HR. Abu Dawud)

Ketika Anak Mencuri

Alhamdulillah. Anak kecil mencuri karena beberapa sebab: 1.Dia mencuri karena belum dapat membedakan antara meminjam dan mencuri. Pemahaman kepemilikan khusus beluj jelas baginya. 2.Sebagian mencuri karena dirinya tidak memiliki sesuatu, sementara temannya memilikinya. 3.Balas dendam terhadap orang tua, atau mencari perhatiannya. Apa yang harus anda lakukan? 1- Bersikap tenang, jangan mencela dan memarahi. Usahakan bersikap tenang, sebab ini adalah kesempatan untuk mengajarkan anak anda. 2- Beri nasehat kepada sang anak, jelaskan padanya hukum mencuri dalam Islam. Bahwa Allah Ta'ala berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia, "Pencuri laki-laki dan pencuri peremuan hendaklah kalian potong tangannya." Dan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengambil janji saat membai'at kaum wanita agar mereka tidak mencuri, sebagaiman firman Allah Ta'ala, "Dan agar mereka tidak mencuri..." Ingatkan putera anda dengan pengawasan Allah Azza wa Jalla. Allah Ta'ala berfir...

Surgamu atau Nerakamu

  Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda kepada seorang wanita, أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ ؟ قَالَتْ : نَعَمْ قَالَ : فَكَيْفَ أَنْتِ لَهُ ؟ قَالَتْ : مَا آلُوهُ إِلاَّ مَا أَعْجَزُ عَنْهُ قَالَ : انْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ ، فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ “Apakah engkau memiliki suami? Dia berkata: Ya. Beliau bersabda: Bagaimana posisimu baginya? Dia berkata: Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali yang aku tidak mampu untuk menunaikannya. Beliau bersabda: Perhatikan kedudukanmu bagi suamimu, karena sesungguhnya ia adalah surgamu dan nerakamu.” [HR. An-Nasaai dalam As-Sunan Al-Kubro dari Hushain bin Mihshon radhiyallaahu’anhu, Shahihut Targhib: 1933] Al-Hafiz Al-Munawi rahimahullah berkata, أي هو سبب لدخولك الجنة برضاه عنك وسبب لدخولك النار بسخطه عليك فأحسني عشرته ولا تخالفي أمره فيما ليس بمعصية “Maknanya: Suamimu adalah sebab kamu masuk surga karena keridhoannya kepadamu, dan sebab kamu masuk neraka karena kemarahannya kepadamu, maka perlakukan suamimu dengan baik dan j...

Menceraikan Istri yang Tidak Shalat

Keluarga Dakwah - Syaikhul Islam ditanya tentang orang yang memiliki istri yang tidak mau shalat: Apakah suami wajib memaksanya untuk shalat? Jika istri tetap tidak mau shalat, apakah dia wajib menceraikannya? Jawaban beliau, نعم عليه أن يأمرها بالصلاة ويجب عليه ذلك، بل يجب عليه أن يأمر بذلك كل من يقدر على أمره إذا لم يقم غيره بذلك، وقد قال الله تعالى: وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا. وقال تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا. وقال عليه الصلاة والسلام: علموهم وأدبوهم. وينبغي مع ذلك أن يحضها على ذلك بالرغبة كما يحضها على ما يحتاج إليها، فإن أصرت على ترك الصلاة فعليه أن يطلقها، وذلك واجب على الصحيح، وتارك الصلاة مستحق للعقوبة حتى يصلي باتفاق المسلمين “Ya, dia boleh memerintahkan istrinya untuk shalat, bahkan dia wajib memerintahkannya. Dan bahkan dia juga wajib memeritahkan setiap orang yang berada di bawah tanggung jawabnya, ketika mereka tidak mengerjakan shalat. Allah telah berfirman, وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِر...

Suami yang Dicela Istri dihari Kiamat

Keuarga Dakwah -  "Seorang suami adalah pemimpin di tengah keluarganya dan dia akan ditanya tentang orang-orang yang dipimpinnya." Sebagaimana hadits shahih dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Maka dia bertanggung jawab untuk mendidiknya dan mendidik isterinya serta anak-anaknya. Siapa yang lalai dalam hal ini, kemudian sang isteri dan anak-anaknya berbuat maksiat, maka dia berdosa, karena sebabnya adalah karena dia tidak mendidik dan mengajarkan mereka. Jika dia tidak lalai dalam mendidik anak dan kemudian keluarganya melakukan sebagian kemaksiatan, maka dia tidak berdosa . Dikarenakan tidak menunaikan tanggung jawab ini. Amru bin Qois rahimahullah berkata: . "Sesungguhnya seorang wanita akan bertengkar dengan suaminya pada hari kiamat kelak di sisi Allah, lalu wanita berkata: . Sesungguhnya dia tidak mendidikku dan tidak pernah mengajarkanku sedikitpun, dahulu ia hanya memberiku roti (kebutuhan pangan)." Tafsir  as-Sam'ani

Agar Anak Cinta Al-Qur’an

Keluarga Dakwah - Para sahabat nabi benar-benar mengetahui pentingnya menghafal Al-Qur’an dan pengaruhnya yang nyata dalam diri anak. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anaknya sebagai pelaksanaan atas saran yang diberikan Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadits yang diriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Sebelum kita memberi tugas kepada anak-anak kita untuk menghafal Al-Qur’an, maka terlebih dahulu kita harus menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an. Sebab, menghafal Al-Qur’an tanpa disertai rasa cinta tidak akan memberi faedah dan manfaat. Bahkan, mungkin jika kita memaksa anak untuk menghafal Al-Qur’an tanpa menanamkan rasa cinta terlebih dahulu, justru akan memberi dampak negatif bagi anak. Sedangkan mencintai Al-Qur’an disertai menghafal akan dapat menumbuhkan perilaku, akhlak, dan sifat mulia. Adapun metode-metode yang b...

Memanggil Suami dengan "Jiwaku"

Keluarga Dakwah - Bolehkah aku memanggil suamiku dengan “ruuhii (jiwaku)” atau perkataanku kepadanya , “Aku tak ‘kan sanggup hidup tanpamu”? Perlu diketahui bahwa aku mengucapkan perkataan tersebut semata sebagai tanda cinta dan perhatianku kepadanya. Jawaban: Alhamdulillah. Panggilan istri kepada suaminya “ruuhii (jiwaku)” atau perkataan “aku tak ‘kan sanggup hidup tanpamu” tidak mengapa dilakukan – insyaallah — karena itu termasuk pergaulan baik antara suami-istri. Seorang wanita yang mengucapkan perkataan tersebut kepada suaminya tentu tidak menginginkan arti sebenarnya. Akan tetapi yang dia maksud dari ucapan tersebut adalah untuk menunjukkan kedudukan seorang suami di sisinya, serta betapa besar rasa cintanya kepada sang suami. Sebagaimana ruh memiliki peran dan kedudukan yang besar bagi raga. Demikian juga makna kalimat “aku tak ‘kan sanggup hidup tanpamu” maksudnya adalah hidupku terasa sepi tanpamu. Hal ini adalah kalimat-kalimat yang diucapkan tanpa dimaksudkan arti yang seben...

Sikap Istri yang Mendapat Perlakuan Kurang Baik oleh Suami

Keluarga Dakwah - Nasehat syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah yang pernah ditanya oleh pasutri untuk lebih menjaga keutuhan rumah tangga serta mampu bersikap bijak saat badai mengguncang. Beliau ditanya: Saya sudah menikah 25 tahun dan memiliki beberapa anak. Akhir-akhir ini saya ada masalah dengan suami. Dia sering melecehkan saya di hadapan anak-anak dan keluarga besar tanpa sebab yang jelas. Saya tidak lagi merasa nyaman kecuali kalau ia tidak ada di rumah, padahal suami saya ini selalu shalat dan takut kepada Allah ‘azza wa jalla. Mohon nasehat, bagaimana sikap saya yang benar? Jazaakumullahu khairan. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjawab: Anda wajib bersabar dan berusaha menasehatinya dengan baik dan mengingatkannya supaya ingat kepada Allah ‘azza wa jalla dan hari kiamat. Semoga dengan ini dia mendengar dan kembali ke jalan yang benar serta meninggalkan perangainya yang buruk. Jika dia tidak berubah, maka dia yang berdosa dan anda mendapatkan pahala yang besar dengan...

Menjanda atau Menikah Lagi Lebih Utama

Keluarga Dawkah - Yang lebih utama bagi wanita tersebut itu berbeda-beda sesuai dengan kondisi masing-masing wanita tersebut. Jika wanita tersebut masih muda, masih memiliki syahwat biologis, khawatir terjadi fitnah pada dirinya (yaitu zina), dan masih membutuhkan suami yang bisa menjaga kehormatannya dan mencegahnya dari zina, maka dalam kondisi semacam ini, hendaknya wanita tersebut menikah dengan seseorang yang bisa menjaganya dan bisa mewujudkan kebaikan bagi dirinya dan anak-anaknya. Demikian juga jika wanita tersebut tidak mampu membesarkan atau merawat anak-anaknya sendiri. Namun hal ini tentunya perlu dikomunikasikan dengan calon suami karena pada asalnya, suaminya yang baru tersebut tidak memiliki kewajiban untuk menafkahi anak-anaknya dari mendiang suaminya. Dalam hal ini, perlu dibuat perjanjian dengan calon suami agar tidak dipisahkan dari anak-anaknya setelah menikah dan calon suami bersedia merawat anak-anaknya secara bersama-sama. Adapun jika wanita tersebut sudah cukup ...

Tanggung Jawab Suami yang Shaleh Itu

Keluarga Dakwah - Salah satu tanggung jawab dari seorang suami itu adalah apa yang terdapat dalam firman Allah dalam surat at-Tahrim ayat 6. Allah Ta’ala berfirman : .  يَاأَيَّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا قُوْا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَارًا .  “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ….” (QS. At-Tahrim : 6) .  Adapun tafsir ayat di atas sebagai berikut : .  ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu‘anhu berkata: “Ajarkanlah agama kepada keluarga kalian dan ajarkan pula adab-adab Islam.” .  Qatadah rahimahullah berkata: ”Suruh keluarga kalian untuk taat kepada Allah, cegah mereka dari berbuat maksiat. Hendaklah mereka melaksanakan perintah Allah dan bantulah mereka. Apabila kalian melihat mereka berbuat maksiat maka cegah dan laranglah mereka.” .  Ibnu Jafir ath-Thabari rahimahullah berkata: “Ajarkanlah keluarga kalian untuk taat kepada Allah yang (hal ini) dapat menyelamatkan diri mereka dari api neraka.” .  Imam asy-...

Menjadi Ibu yang Baik

Keluarga Dakwah -  Muhammad Quthb berkata, “Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik selama ia pernah mendapatkan pengasuhan ibu yang baik. Sebaliknya, ibu yang rusak akhlaknya hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya.” Abul Aswad Ad-Duaili berkata kepada anak-anaknya, “Sungguh aku telah berbuat baik kepada kalian sejak kalian masih kecil hingga kalian dewasa bahkan semenjak kalian belum dilahirkan.” Anak-anaknya bertanya, “Bagaimana cara ayah berbuat baik kepada kami sebelum kami terlahir?” Beliau menjawab, “Aku telah pilihkan untuk kalian ibu yang mana kalian tidak akan pernah kecewa kepadanya.” . Donasi Dakwah Keluarga Dakwah : 💳 BSI *711 342 4499* a/n Yayasan Keluarga Dakwah QQ INFAQ 📲 Konfirmasi https://wa.me/6282123053171 =====●●●===== 🏢 Jalinan Keluarga Dakwah 🏡 Alamat : Komplek Balai Dakwah Jakarta, Jln. Malaka Raya No.10, Rt 003, Rw 001, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur (13730)

Nasehat untuk Pasutri

Keluarga Dakwah - Asy Syaikh Muqbil Bin Hadi Rahimahullah mengatakan, “Kebahagiaan antara suami istri tidak akan terwujud kecuali dengan saling bersabarnya mereka berdua terhadap keluarganya yang lain, saling tolong menolong mereka dalam kebaikan, serta dalam mendidik anak-anak mereka” (Anaqidul Karamah, halaman 77). Sungguh petuah penuh hikmah agar pasutri mampu menikmati sensasi kebahagiaan sejati yang dikaruniakan Allah azza wa jalla untuk mereka yang merindukan surga. Bersabar menghadapi kekurangan pasangan dengan penuh ketulusan agar semuanya berpahala dan bernilai ibadah. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berwasiat, لَايَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةٌ إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا اَخَرَ “Janganlah seseorang membenci pasangannya ‘jika ia benci kepada salah satu sikap istrinya, pasti dalam hal lain ia akan rela” (HR. Muslim no 149). Poin Kedua yang dinasehatkan Asy Syaikh Muqbil bin Hadi yakni pentingnya pasutri saling tolong menolong dalam kebaikan. Pernikahan meru...