Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Menikah Lagi Sebelum Resmi Cerai

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh Ustadz yang saya hormati, saudara laki-laki saya saat ini dekat dengan seorang wanita. Tampaknya hubungan mereka serius dan mengarah kepada pernikahan. Secara pribadi saya setuju saja, hanya saja ada satu masalah yang mengganjal, yaitu wanita itu berstatus istri orang yang belum memiliki surat cerai yang sah menurut negara. Mereka sudah berpisah selama satu tahun lebih, dan kabarnya sudah ada perceraian secara lisan dari si suami. Bagaimana hukumnya jika pernikahan saudara saya dilakukan sebelum wanita itu resmi bercerai secara hukum? Dan bagaimana pula status wanita itu jika suaminya tidak mau mengurus surat cerai di Pengadilan Agama? Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh Hamba Allah Wa’alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh Hamba Allah yang baik, di antara wanita yang haram dinikahi oleh laki-laki muslim adalah wanita yang masih memiliki suami, yaitu yang belum diceraikan secara syar’i oleh suaminya. Sedang mas...

Khaulah binti Tsa’labah Wanita yang Fasih dan Pandai

Nama lengkapnya adalah Khaulah binti tsa’labah bin Ashram bin Farah bin Tsa’labah Ghanam bin ‘Auf . Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan pandai. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit Radhiallahu ‘anhu, yang senantiasa menyertai perang Badar dan perang Uhud dan mengikuti seluruh peperangan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Dengan Aus inilah Khaulah melahirkan anak laki-laki yang bernama Rabi’ Suatu ketika Khaulah binti Tsa’labah mendapati suaminya, Aus bin Shamit dalam suatu masalah yang membuat Aus marah, dia berkata, “Bagiku engkau ini seperti punggung ibuku.” Kemudian Aus keluar setelah mengatakan kalimat tersebut dan duduk bersama orang-orang untuk beberapa lama. Selanjutnya Aus kembali ke Khaulah dan menginginkannya. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak Aus, sampai jelas hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap kejadian diatas. Khaulah berkata, “Tidak… jangan! Demi yang jiwa Kha...

Mertua Selalu Marah, Bagaimana Solusinya?

Keluarga Dakwah - Konsultasi Keluarga Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Ustadz, saya punya masalah dengan ibu mertua. Beliau selalu marah-marah dan kurang terima dengan berbagai hal yang saya lakukan. Padahal, insyaallah, saya selalu berusaha menjalankan tugas dengan baik, karena saya anak desa yang terbiasa dengan urusan kerumahtanggaan. Beliau sering marah dan menyinggung perasaan saya. Sayangnya, tipikal suami saya pendiam dan sering mengalah dengan ibu. Padahal satu dua kali saya juga butuh pembelaannya, sebab beberapa hal menurut saya sangat menyinggung perasaan. Apa memang birrul walidain itu harus seperti itu, Ustadz? Kalau iya, mungkin kesabaran saya yang kurang. Atas masukannya saya ucapkan terima kasih. Muslimah, Jogja Wa’alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh. Ukhti yang shalihah, persoalan yang muncul antara mertua dengan menantu adalah masalah yang sangat lazim. Ketidakcocokannya bisa karena kurangnya komunikasi, pengetahuan keagamaan...

Qurban untuk Daerah Pelosok dan Pra Sejahtera

QURBAN untuk Daerah Plosok dan Pra Sejahtera JKD – Banyak daerah di Indonesia di mana ada umat Islam berdomisili masih sangat minim kondisi ekonominya. Di antaranya adalah beberapa daerah di Klaten. Kabar dari JKD Klaten, ada beberapa daerah yang tidak hanya lemah kondisi ekonominya tapi juga kering lahannya. Air sulit di dapat disana. Sampai sebagian warga membuat tadah hujan. Adapula yang membeli air bersih karena air di sumur asin dan berkapur. Tidak hanya itu daerah-daerah tersebut merupakan daerah yang rawan kristenisasi. Di antaranya Dusun Bunder, Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom dengan prosentase Islam 50% dan Katholik 50% tak ayal lagi menjadi sasaran empuk kristenisasi. Nyatanya banyak warganya yang tadinya beragama Islam menjadi murtad. Kebanyakan, murtadnya mereka karena pernikahan. Ketikah ‘Idul Adha-pun hewan qurban sangat minim sekali. Ada daerah yang hanya mendapat 1-2 kambing untuk 100 - 120 KK. Alhamdulillaah, beberapa Keluarga Dakwah (KD/member JKD) sedang ...

Berkurban Atau Membayar Hutang

Keluarga dakwah - Manakah yang lebih utama berkurban atau membayar hutang? Melunasi hutang lebih utama dan lebih wajib disbanding berkurban di hari Id, karena beberapa sebab: 1. Melunasi hutang itu wajib, sedangkan berkurban itu sunah mu’akkadah (sangat ditekankan). Yang sunah tidak didahulukan dari yang wajib. Bahkan seandainya berpedoman pada pendapat sebagian ulama yang mengatakan bahwa berkurban itu wajib, tetap saja melunasi hutang itu didahulukan, karena berkurban diwajibkan, bagi mereka yang berpendapat wajib, jika seseorang memiliki kemampuan, sedangkan orang yang memiliki hutang berarti dia tidak memiliki kemampuan. 2. Melunasi hutang merupakan pembebasan diri dari tanggungjawab, apabila dia berkurban, maka dia mengalihkan perhatiannya dari itu. Tidak diragukan lagi, bahwa membebaskan diri dari beban kewajiban lebih utama dari sibuk berkurban. 3. Hutang adalah hak hamba sedangkan berkurban adalah hak Allah yang bersifat sunah dan luas. 4. Membiarkan hutan...

Ketika Wanita Berkerja di Luar Rumah

Keluarha Dakwah - Syariat Islam adalah saling melengkapi satu sama lain. Ketika Allah memerintah para wanita dengan firmanNya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu” . (Al-Ahzab:33). Maka Allah menjadikan ada orang yang wajib menafkahi mereka, seperti ayah atau suami. Pada hukum asalnya, wanita tidak dibolehkan bekerja di luar rumah kecuali karena suatu kebutuhan. Sebagaimana ketika Musa alaihis salam melihat dua anak gadis orang shalih yang menahan (menghambat) kambing gembalaannya menunggu giliran. Musa menanyakan kepada mereka: “Apakah maksudmu (dengan berniat begitu)? Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang lanjut usianya.” (Al-Qashash: 23). Kedua wanita itu seketika menyampaikan alasannya mengapa mereka keluar memberi minum kambing ternaknya, yakni sebab wali tak mampu lagi bekerja karena usianya telah lanjut. Karena itu hendaknya kit...

Tugas Ayah Tak Hanya Mencari Uang Saja

Keluarga Dakwah - Tugas Ayah Tak Hanya Mencari Uang Saja “Abi, besuk aku ada ujian di sekolah. Ajari aku ya Abi?” “Kamu ke Umi saja ya. Abi banyak kerjaan Nak.” Seringkah anda mendengar dialog serupa dengan apa yang saya tulis barusan? Ya, itulah yang sering terjadi di keluarga muslim kita. Umumnya, urusan pendidikan selalunya diserahkan kepada para Ibu. Sedangkan para ayah hanya memposisikan dirinya sebagai pihak yang mendukung biaya saja. Ayah memposisikan sebagai sosok yang harus terus bekerja untuk menafkahi anaknya. Alasan terbesar yang sering dipakai adalah bahwa memang ayah sosok yang selalu memberi nafkah keluarga. Maka ayah menganggap dirinya perlu untuk selalu sibuk dan sibuk. Jika dia sudah bekerja di siang hari, dia pun akan menambah pekerjaan di malam hari. Untuk apa? Untuk menutupi kebutuhan hidup. Cicilan rumah, mobil, motor dan banyak cicilan lain semua tertumpu pada pundak ayah. Ayah pun menjadi sangat sibuk dengan segala aktivitasnya. Maka yan...

Khansa binti Amru Sang Penyair yang Tersohor

Nama lengkapnya adalah Tamadhar binti Amru bin al-Haris bin asy-Syarid, seorang wanita penyair yang tersohor. Beberapa syair terlantun dari lisan beliau di saat kematian saudaranya Shakhr di masa jahiliyah, maka beliau meratap dengan ratapan yang menyedihkan, yang akhirnya syair tersebut menjadi syair yang paling terkenal dalam hal syair duka cita. Di antara syair yang bagus yang beliau ciptakan adalah sebagai berrikut. Menangislah dengan kedua matamu atau sebelah mata Apakah aku akan kesepian karena tiada lagi penghuni di dalam rumah Dan di antara syair beliau yang bagus adalah: Kedua mataku menangis dan tiada akan membeku Bagaimana mata tidak menangis untuk Shakhr yang mulia Bagaimana mata tidak menangis untuk sang pemberani Bagaimana mata tidak menangis untuk seorang pemuda yang luhur Beliau mendatangi Rasulullah Shalalahu ‘alaihi Wassalam bersama kaumnya dari Bani Salim, kemudian mengumumkan ke-Islamannya dan menganut akidah tauhid, amat baik keislaman beliau s...

Agar Istrimu Selalu Terlihat Cantik

Keluarga Dakwah - Ada beberapa tips agar Istrimu Selalu Terlihat Cantik. Kecantikan hakiki adalah kecantikan karena ketakwaan dan ketaatan. Istri Shalehah yang telah Allah anugerahkan kepada kita merupakan perhiasan paling indah di dunia yang Fana ini. Nabi -صلى الله عليه و سلم- bersabda: “الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ” “Dunia ini merupakan perhiasan yang sementara, dan sebaik-sebaik perhiasan dunia adalah Wanita Shalehah” [HR Imam Muslim] Tips agar Istrimu Selalu Terlihat Cantik 1.Bersyukur kepada Allah atas Nikmat Istri yang telah Allah berikan kepadamu. “وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ” “Dan ingatlah , tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” . [QS. 14:7] Betapa banyak lelaki di ...

Talak Orang yang Hilang Akal Karena Mabuk

Keluarga Dakwah - Bagaimana hukum talak orang yang hilang akal karena mabuk atau sebab lainnya? Para ulama telah sepakat bahwa orang yang hilang akal selain yang disebabkan oleh mabuk atau yang sebangsanya tidak dapat menjatuhkan talak, kalau toh menjatuhkan talak, maka talaknya tersebut tidak berlaku. Mereka semua sepakat bahwa seorang suami yang menjatuhkan talak pada saat tidur, maka talaknya tidak sah. Sebagaimana telah ditegaskan bahwa Nabi saw bersabda, “(Diangkat pena) tidak dicatatkan amalnya dari tiga golongan, yaitu anak-anak sehingga ia dewasa, orang tidur sehingga ia bangun, dan orang gila sehingga ia sadar.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, Nasa’i, al-Hakim, dan Baihaqi, dan hadits ini derajatnya shahih). Karena talak merupakan suatu hal yang dapat menghilangkan kepemilikan, sehingga diperlukan adanya akal pikiran, sebagaimana halnya dengan jual beli, baik hilangnya akal itu disebabkan oleh gila, pingsan, tidur, minum obat, atau karena dipaksa minum khamer, atau sesua...

Berqurban Namun Belum Aqiqah, Sahkah?

Keluarga Dakwah - Bagaimana status orang yang berqurban, sementara dulu waktu kecil belum diaqiqahi orang tuanya? Ada beberapa catatan untuk menjawab hukum berqurban, bagi mereka yang belum diaqiqahi orang tuanya? Pertama, bahwa berqurban dan aqiqah adalah dua kewajiban yang berbeda. Dan keduanya tidak memiliki hubungan sebab akibat. Dalam arti, aqiqah bukan syarat sah qurban, dan demikian pula sebaliknya. Tidak sebagaimana shalat dan wudhu. Keduanya ibadah yang terpisah, namun wudhu menjadi syarat sah shalat. Dalilnya, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ “Tidak ada shalat kecuali dengan thoharoh. (HR. Muslim 224) Untuk menyebut amal A merupakan syarat amal B, semua butuh dalil. Sementara kami tidak mengetahui adanya dalil bahwa aqiqah adalah syarat sah qurban. Kedua, bahwa aqiqah dan berqurban, yang bertanggung jawab berbeda. Aqiqah merupakan tanggung jawab ayah (orang tua) untuk anaknya. sementara qurban, tang...

Nikah yang Dilarang dalam Islam

Jalinan Keluarga Dakwah - Ada beberapa macam pernikahan yang dilarang dalam islam. Antara lain. 1. Larangan Melamar Wanita yang Sudah Dilamar Dari Uqbah bin Amir bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Seorang mukmin itu saudara bagi mukmin lainnya. Karena itu, tidak diperbolehkan bagi seorang mukmin menjual atas jualan saudaranya dan tidak boleh melamar atas lamaran saudaranya, sehingga pelamar itu meninggalkannya.” (HR. Ahmad dan Muslim). Di dalam kitab Fathul Baari, al-Hafizh menyebutkan, hujjah jumhur ulama bahwa yang dilarang adalah melamar atas lamaran, dan ia bukan merupakan syarat sahnya nikah sehingga ia tidak dapat membatalkan nikah. Dan wanita yang dilamar pun mempunyai hak untuk menolak lamaran setelah sebelumnya ia sempat menerimanya, demikian pula dengan walinya. Sebagaimana pelamar juga mempunyai hak untuk menarik lamarannya jika ia mendapatkan sesuatu yang tidak ia kehendaki. 2. Larangan Nikah Syighar Dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Rasulullah mela...

Menikahkan Anak Gadis Dengan Pria Yang Tidak Dia Suka

Ada orang yang anak gadisnya dilamar, ketika merasa “sreg” dengan si pelamar, apa pun alasannya langsunglah ia setuju seratus persen tanpa sepengetahuan si gadis sedikit pun. Saat malam pertama sudah dekat, barulah si wali membisikannya agar si anak perempuan mempersiapkan diri untuk menikah. Ini adalah salah satu kesalahan paling besar. Sebab, barangkali si istri tidak menyukai si suami. Apabila ia dipaksa menikah dengannya susahlah hidup mereka berdua. Karena itulah syari’at yang bijak melarang wali memaksa anak gadisnya menikah. Sebab, ia memang tidak berhak melakukannya. Ada peneliti yang mencampur adukkan antara syarat adanya wali dalam pernikahan dan kelayakan wali dalam memaksakan anak gadisnya menikah. Kedua hal tersebut tidak saling mengharuskan sebab,tidak semua orang yang mensyaratkan wali dalam pernikahan mambolehkan wali memaksa anak gadisnya menikah dengan laki-laki yang diinginkan walinya tapi tidak disukai si gadis. Bahkan,pendapat yang paling kuat adalah wa...

Hindun binti ‘Uthbah Berbahaya di Masa Jahiliyah dan Mulia Dalam Islam

Nama lengkapnya adalah Hindun binti ‘Uthbah bin Robi’ah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf al-Umawiyah al-Qurasyiyah . Ibunya bernama Shafiyyah binti Umayyah bin Haritsah bin al-Auqashi bin Murah bin Hilal bin Falih bin Dzikwan bin Tsa’labah bin Bahtah bin Salim. Hindun adalah seorang wanita yang memiliki sifat yang luhur di antara wanita-wanita di Arab. Dia adalah wanita yang fasih bicaranya, pemberani, kuat, dan berjiwa besar, seorang pemikir, penyair, dan seorang wanita yang bijak, beliau telah mengangkat kemuliaan dirinya dan nasabnya. Putra beliau yang bernama Mu’awiyah binti Abi Sofyan bercerita tentang beliau, ” Ibuku adalah wanita yang sangat berbahaya di masa Jahiliyah dan di dalam Islam menjadi seorang wanita yang mulia dan baik.” Imam Ibnu Abdil Barr berkata tentang Hindun,”Beliau adalah seorang wanita yang berjiwa besar dan memiliki kehormatan.” Ayahandanya menikahkan beliau dengan Fakihah binti Mughirah al-Makhzumi dan darinyalah beliau melahirkan dua anak kemudian setelah i...

Milikilah Rasa Cemburu

Pagi itu, sepasang suami istri turun dari motornya dipelataran sebuah mall yang cukup besar. Sang istri meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya. Mesra sekali. Sang istri kemudian masuk ke dalam mall sementara sang suami pergi, mungkin pulang ke rumahnya. Saya lupakan kejadian itu, tapi sekilas kemudian saya berpikir, tidak kah sang suami tadi cemburu melepaskan sang istri bekerja bahkan mengantarnya dari rumah menuju tempat kerjanya sementara tampak riasan tebal dengan beraneka polesan make-up di wajah istrinya. Pakaiannya pun ‘sekadarnya’ dengan menampakkan aurat di sana-sini yang mestinya hanya dimiliki oleh suami. Sudah pudarkah rasa cemburu dari diri suami hingga rela melepaskan istri dalam kondisi seperti tadi. Ketika cemburu sirna, keruntuhan akhlak akan menimpa. Ketika suami tak lagi memiliki cemburu terhadap istrinya maka tak ada alasan baginya untuk menjaga istrinya dengan baik. Menjaganya dalam istana yang mulia agar tidak terjamah tatapan mata dan s...

Manusia yang Paling Buruk Pada Hari Kiamat

Jalinan Keluarga Dakwah - Wahai suami-isteri, jangan pernah ceritakan rahasia rumah tangga Anda kepada orang lain, meskipun itu orang tua sendiri. Itu sudah menjadi rahasia Anda berdua, orang lain tidak perlu tahu. Dan itu harus kita jaga sampai mati. Manusia yang paling buruk kelak pada hari kiamat adalah suami atau isteri yang telah diberikan seluruh rahasia pasangannya, lalu ia buka rahasia itu. Ia ceritakan berbagai rahasia itu kepada orang lain, “Suami/isteriku begini begitu..” dan seterusnya. Intinya; jaga rahasia, jika ingin rumah tangga kita tetap utuh! Jika memiliki masalah kita harus mencari orang yang paling dipercaya untuk membantu memecahkan masalah kita, namun bukan berarti dengan membuka rahasia rumah tangga sedalam-dalamnya. Sebab rusaknya rumah tangga seringkali disebabkan rahasia rumah tangga yang dibuka, terlebih seseorang yang mudah untuk terpancing. Apalagi Menceritakannya dihadapan orang ramai, di televisi misalnya,, ....Curhat dong..... sehingga s...